Tragedi Satu Malam Dengan Sahabat

Tragedi Satu Malam Dengan Sahabat
Episode 19


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian..


Semua orang bertepuk tangan saat nama Jeandra Alexander disebut sebagai salah satu mahasiswa dengan predikat lulusan terbaik. Hal itu membuat semua orang terdekatnya merasa sangat bangga padanya.


Jean pun tidak menyangka jika perjuangannya selama ini berbuah dengan hasil yang sangat mengejutkan. Ia sudah mengorbankan banyak waktu dan tenaga selama beberapa bulan ini. Hingga ia pernah jatuh sakit karena kelelahan.


Tentu saja Ratu sering memarahinya, karena pria itu tidak mempedulikan kesehatannya sendiri, padahal pria itu juga kuliah Jean sambil membantu Daddy Marvin di perusahaan. Ratu sudah memberi tawaran kepada suaminya, agar ia bisa membantu tugas akhirnya. Namun Jean dengan keras, menolak tawaran itu. Ia ingin membuktikan kemampuannya dalam tugas akhir ini. Dan ternyata, hasilnya sangat di luar ekspektasinya. Ia sangat bahagia.


Tapi sayang, Ratu tidak bisa mengikuti upacara kelulusan itu, karena ia harus cuti selama 1 semester demi kebaikan dirinya dan calon bayi yang ada di dalam kandungannya yang sudah mulai membesar.


"Happy graduation, sayang!" sambut Ratu, ketika Jean baru saja keluar dari stadium.


Jean tersenyum lalu memeluk tubuh Ratu dan mengecup puncak kepalanya, ia tak memperdulikan tatapan orang-orang padanya. Ratu sangat bangga kepada suaminya itu.


"Terima kasih, my love," balas Jean.


Lalu Jean memeluk kedua orang tuanya dan kedua orang tua Ratu, yang turut hadir di sana. Sayangnya Medina tidak bisa menghadiri kelulusan sang kakak, karena gadis itu tengah ulangan di sekolahnya.


"Ini untukku?" tanya Jean kepada Ratu, saat ia melihat buket bunga yang sangat besar yang disodorkan Ratu kepadanya.


"Iya." Ratu menganggukkan kepalanya


"Terima kasih, sayang!" Jean tersenyum bahagia. Mereka berdua pun menghampiri teman-teman mereka. Ada rasa iri hati Ratu, saat melihat raut wajah bahagia teman-temannya di hari kelulusan mereka, tapi Ratu langsung menepis rasa itu.


"Happy graduation Vina, wishing you a succesfull career ahead," ucap Ratu kepada Vina.


"Thank you Ratu," ucap Vina tersenyum bahagia sambil memeluk tubuh sahabatnya itu.


Ratu sedang terduduk di sofa, dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Wanita itu fokus terhadap ponselnya. Entah apa yang sedang ia lihat. Sudah 1 minggu dirinya hanya bisa berdiam diri di rumah. Jean tidak mengizinkannya untuk melakukan aktivitas apapun di luar di rumah. Ratu sering merasa bosan, karena dia tidak memiliki kegiatan yang bermanfaat setelah dirinya menjadi ibu rumah tangga.


"Hai, Sayang!"


Ratu mendongakkan kepalanya. Ia mendapati Jean yang baru saja pulang.


Jean membuka jasnya, dan melemparnya ke arah sofa lain. Pria itu mengecup puncak kepala Ratu, sebelum ia berbaring di atas sofa dengan kepalanya yang bertumpu pada paha Ratu.


"Bagaimana pekerjaan mu hari ini?" tanya Ratu, seraya mengelus wajah Jean dengan lembut. Saking lembutnya, Jean sampai menutup matanya. Merasakan setiap sentuhan wanita itu.

__ADS_1


"Semuanya lancar, jika Jeandra Alexander yang menghandle nya," ucap Jean membanggakan dirinya. Setelah lulus kuliah, Pria itu diangkat menjadi wakil direktur utama di Alexander's Group oleh daddy Marvin. Ratu hanya menggeleng pelan dan tersenyum tipis.


"Hai baby, sehat-sehat ya kamu disana. Daddy sudah tidak sabar melihatmu lahir ke dunia ini," ucap Jean yang berbicara dengan calon bayinya.


"Ya Daddy," balas Ratu dengan suara seperti anak kecil membuat Jean terkekeh lalu mencium gemas perut istrinya yang membuncit itu.


"Tadi sudah makan siang kan?" tanya Ratu.


"Sudah sayang," jawab Jean.


"Ayo mandi dulu sana," suruh Ratu.


"Iya sebentar lagi," ucap Jean yang masih memejamkan matanya. Ratu pun hanya membiarkan suaminya sementara seperti itu.


Malam harinya, dengan gaun tidur yang terbilang cukup tipis, Ratu berdiri di luar pinggir pagar balkon. Mendongak memandangi langit yang penuh dengan bintang dan bulan yang begitu terang menerangi bumi.


Saking fokusnya, ia sampai tak menyadari dua tangan kokoh sudah melingkar di perut buncitnya dan dagu pria itu berada di bahunya.


"Hei, lagi liatin apa sih sayang?" tanya Jean.


"Bagiku kamu yang paling terindah sayang," ucap Jean mengecup pipi Ratu. Ratu tersenyum, semenjak Jean mengungkapkan perasaannya pada Ratu, pria itu seringkali mengeluarkan kata-kata manis padanya.


"Jean," panggil Ratu.


"Kenapa sayang?"


"Aku pengen jalan-jalan," ucap Ratu.


"Mau jalan-jalan kemana, hem?" tanya Jean.


"Kemana saja, aku bosan dirumah," rengek Ratu.


"Mau keluar negeri?" ajak Jean. Ratu memikirkan ajakan Jean tadi, memang selama mereka menikah ini, Jean tidak pernah mengajaknya untuk honeymoon. Bukannya kenapa, itu memang permintaan Ratu yang tak ingin pergi jauh-jauh karena takut terjadi sesuatu dengan kandungnya.


Ratu menggeleng, "Aku tidak mau ke luar negeri."


"Terus mau kemana dong?"

__ADS_1


"Ke mall saja. Aku pengen beli perlengkapan bayi kita," ucap Ratu.


"Hah perlengkapan bayi lagi? Minggu lalu kita kan sudah membelinya sayang," ucap Jean heran karena minggu lalu ia, Ratu dan mommy Zia pergi membeli perlengkapan bayi cukup banyak.


"Pakaiannya baru dikit Jean! Kita pergi beli lagi ya demi baby boy?" bujuk Ratu.


Yah, setelah usia kandungan Ratu memasuki usia 4 bulan, mereka memeriksakan jenis kelamin anak mereka dan ternyata laki-laki. Jean sangat bahagia saat mengetahui jika anaknya laki-laki, tak menutup kemungkinan ia juga ingin memiliki anak perempuan, apalagi nanti anaknya itu akan cantik mirip dengan Ratu.


"Iya sayang." Jean pun hanya bisa pasrah mengikuti keinginan istrinya.


"Oh ya sayang, besok ikut aku yuk?" ajak Jean.


"Kemana?" tanya Ratu membalikkan tubuhnya menghadap Jean.


"Ke pesta ulang tahun perusahaan rekan bisnisku, kamu ikut ya?"


Ratu mengangguk, "Tapi besok sekalian belikan aku dress ya? Soalnya hampir semua dress ku kekecilan," keluh Ratu. Jean merasa terharu melihat bentuk tubuh istrinya sekarang yang sangat jauh berbeda, demi mengandung buah hatinya. Ia berjanji akan selalu membahagiakan istrinya itu.


"Iya sayang, besok kita beli sekalian beli baju untuk anak kita," ucap Jean seraya mengelus pipi Ratu yang bertambah chubby itu.


"Oke."


Jean pun mengajak Ratu untuk masuk karena suasana malam semakin dingin, ia tak ingin nanti istrinya itu masuk angin.


"Sayang," panggil Jean. Wajah Ratu yang tadinya bersembunyi di dada Jean, seketika mendongak setelah suaminya itu memanggil namanya, kini tatapan keduanya terkunci.


"Kenapa?"


"Aku penasaran, apa yang telah membuatmu jatuh cinta kepadaku? Padahal kamu tau kan aku ini seperti apa?"


Ratu terdiam sejenak, berpikir jauh apa yang telah membuat dirinya jatuh cinta pada Jean, sedetik kemudian ia tersenyum dan mengatakan, "Tidak alasan buat aku tidak jatuh dengan Jeandra Alexander," ucap Ratu membuat jantung Jean berdetak kencang dan senyuman manis tersungging di bibir ranumnya.


"Lelaki yang selalu menjagaku, pengertian, selalu mengalah dan memberikan apa yang inginkan dari dulu. Intinya aku tidak bisa menggambarkannya dengan kata-kata," sambung Ratu.


"Terima kasih telah mencintai lelaki yang banyak kekurangan ini sayang," ucap Jean tulus seraya mencium kening Ratu penuh dengan perasaan.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2