Tragedi Satu Malam Dengan Sahabat

Tragedi Satu Malam Dengan Sahabat
Episode 12


__ADS_3

BRAKKK!


Ketika Farel akan membuka bra yang Ratu kenakan tiba-tiba mendobrak pintu gudang tersebut dan wajah orang itu sudah menampilkan raut murkanya.


"Jean!" pekik Elsa saat melihat orang yang mendobrak pintu itu adalah Jean. Jean menatap tajam Elsa, namun ia lebih dulu mementingkan istrinya dan menghabisi dua laki-laki yang telah berani melecehkan Ratu.


"Jean, hiks." Ratu merasa sedikit lega melihat keberadaan Jean disana.


BUGH!


BUGH!


Jean memukul Dino dan Farel dengan brutal. Ia tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan dua laki-laki itu.


"Brengsek, kalian!" Tubuh Dino dan Farel sudah terkapar di lantai. Saat Jean akan kembali memukul mereka berdua, Ratu langsung menghentikannya.


"Sudah, Jean." Jean menatap Ratu yang menggeleng. Jean menghembuskan napas panjang, mencoba untuk sedikit meredakan emosinya. Ia membuka jaketnya, lalu menghampiri Ratu dan segera memakaikan jaketnya pada tubuh Ratu yang setengah polos.


"Are you okay?" tanya Jean khawatir.


Tadi pada saat Jean baru saja keluar dari ruangan BEM, dia diberitahukan oleh salah satu mahasiswi, jika Ratu diseret paksa oleh Elsa dan Franda menuju ke gudang. Lalu dengan cepat Jean berlari ke arah gudang dan untung saja dia cepat datang, jika tidak mungkin dia akan membunuh keempat orang yang berani menjebak istrinya. Bahkan Jean akan membakar seluruh kampus ini kalau terjadi sesuatu pada calon anaknya.


"Hiks, hiks aku takut Jean," isak Ratu. badannya semakin gemetaran dan terisak. Jean yang melihat Ratu ketakutan langsung memeluknya dengan erat.


Mata Jean menatap tajam ke arah Elsa. Elsa langsung merinding ketakutan di tatap seperti itu oleh Jean. Kemudian Jean membantu Ratu berdiri, ia berjalan menghampiri Elsa yang tengah diam mematung.


PLAKKK!


Jean menampar pipi Elsa cukup kencang hingga hampir akan terjatuh.


"Berani-beraninya kamu melakukan itu sama istriku hah?!" sentak Jean dengan rahang yang sudah mengeras. Ia takkan pernah malu untuk memberitahukan kepada seluruh orang di dunia ini jika Ratu adalah istrinya.


"Itu salah dia karena udah merebut kamu dari aku," balas Elsa seraya memegangi pipinya yang memerah.


PLAKKK!


"Bit.ch! Memang kamu siapa nya aku, hah?! Kita bahkan tidak punya hubungan apa-apa lagi, camkan itu wanita sialan!" sentak Jean dan kembali menampar pipi sebelah kiri Elsa. Elsa hanya terdiam.

__ADS_1


"Hiks, hiks, hiks." Suara isakan Ratu kembali terdengar.


"Kalian diam disini! Aku akan laporkan kalian semua ke polisi karena kalian sudah melakukan tindakan penyekapan dan pelecehan terhadap, Ratu!" ancam Jean. Mereka berempat langsung bergetar ketakutan dengan ancaman Jean yang tak main-main itu.


"Please Jean, jangan laporkan kita polisi," pinta Franda memelas.


"Ampun Jean, jangan masukin kita ke penjara. Kita hanya disuruh oleh Elsa," ucap Dino dan diangguki oleh Farel.


"Benar kata Dino tadi, kami hanya disuruh oleh Elsa," timpal Farel. Bahkan mereka bertiga kini bersimpuh di bawah kaki Jean.


"Bullshit! Aku tidak peduli apa yang kalian katakan, kalian semua akan membusuk di penjara!" Jean mengambil ponsel di sakunya berniat untuk menelpon polisi.


"Polisi akan segera datang kesini," ujar Jean dingin seraya menaruh ponselnya kembali ke dalam sakunya setelah selesai menelpon polisi.


BRUKKK!


Elsa pun ikut bersimpuh di lantai.


"Please jangan masukin aku ke penjara, Jean." Elsa memelas memohon ampun pada Jean.


Beberapa saat kemudian, 5 orang polisi datang ke dalam gudang. Bahkan ada rektor dan beberapa dosen ikut dibelakangnya. Di luar gudang juga banyak mahasiswa-mahasiswi disana yang ikut penasaran melihat kejadian ini.


"Selamat siang Tuan Jean," sapa salah satu polisi, sepertinya dia adalah komandan dari keempat polisi lainnya.


"Siang Pak, tolong bawa mereka berempat dan penjara kan mereka atas kasus penyekapan dan tindakan pelecehan terhadap istri saya!" ujar Jean tegas.


"Baik Tuan." Komandan dari polisi itu menyuruh rekannya untuk segera memborgol Elsa, Franda, Dino dan Farel.


Mereka berempat meraung-raung minta tolong dan minta untuk dilepaskan.


"Maaf atas kejadian ini nak Jean," ujar Arif, rektor Dandelion University. Dia meminta maaf karena takut daddy Marvin akan mencabut sahamnya dari yayasan Dandelion University ini. Daddy Marvin merupakan salah satu pemegang saham terbesar di yayasan tersebut.


Jean hanya mengangguk, namun wajahnya terlihat dingin.


"Kalian semua boleh pergi dari sini," perintah Jean. Rektor dan dosen-dosen yang tadi ikut langsung keluar dari gudang, membiarkan Jean dan Ratu berdua disana.


Setelah semuanya pergi, Jean kembali memeluk tubuh Ratu dengan erat.

__ADS_1


"Hiks, hiks," isak Ratu dalam pelukan Jean.


"Sudah ya, jangan nangis please," lirih Jean mencoba menenangkan Ratu.


"Aku takut Jean," ujar Ratu.


"Tidak usah takut lagi, ada aku disini. Sekarang kita pulang ya?" ajak Jean. Ratu langsung melepas pelukan Jean.


"Tidak perlu, aku pulang sendiri saja," ucap Ratu lalu melangkah perlahan. Jean menghela napas, lalu mengejar Ratu kembali dan memeluknya dari belakang.


"Jangan anggap aku seperti orang lain, aku ini suami kamu. Tolong hargai aku sedikit saja," lirih Jean.


"Aku sudah berusaha menerima kamu sebagai suami aku. Tapi kamu yang selalu buat aku marah dengan kelakuan buruk kamu!" ujar Ratu yang terus memberontak dari pelukan Jean.


"Oke aku tau aku salah, mulai dari cara aku merenggut kehormatan mu sampai kejadian semalam. Aku benar-benar minta maaf padamu, Ratu. Semalam ada seseorang yang sengaja menjebak ku dengan memasukan obat perangsang ke dalam minumanku dan maaf telah menjadikanmu tempat pelampiasan efek dari obat itu," jelas Jean seraya menahan Ratu dan semakin memeluk erat Ratu dari belakang. Jean tahu jika yang menjebaknya semalam adalah Elsa, tapi dia tidak menceritakan hal tersebut kepada Ratu.


Ratu akhirnya mengerti mengapa Jean melakukan hal itu kepadanya semalam, seharusnya ia tadi mendengarkan penjelasan dari Jean, bukannya marah dan membentak suaminya.


"Kita mulai semua dari awal, walaupun kita belum sama-sama memiliki perasaan satu sama lain. Tapi aku akan berusaha untuk mencintai kamu dan sebaliknya, aku berharap kamu juga belajar untuk mencintaiku," ujar Jean lembut.


"Aku sudah mencintaimu dari dulu, Jean!" teriak Ratu dalam hatinya. Andai saja Jean bisa mendengarnya, mungkin laki-laki itu akan sangat terkejut saat mengetahuinya.


"Aku akan berusaha untuk itu," jawab Ratu pada akhirnya. Jean tersenyum kecil lalu membalikkan tubuh Ratu lalu memeluknya kembali dengan erat.


"Aku gendong ya?" tawar Jean. Ratu mengangguk, karena ia merasa tubuhnya sangat lemas saat ini. Lalu Jean menggendong Ratu ala bridal menuju ke parkiran kampus.


"Jean!" Panggil Abimana. Jean menatap ke arah sahabatnya itu.


"Ratu kenapa, Je?" tanya Abimana penasaran, ia tadi sedang ada di ruang kesenian, oleh karena dari itu ia tidak mengetahui kejadian apa yang menimpa Ratu. Sedangkan Putra, hari ini tidak masuk kuliah karena ada acara keluarga.


"Panjang ceritanya Bi, nanti saja aku ceritakan," jawab Jean. Abimana hanya mengangguk patuh.


Di ujung sana, seorang pria menatap Jean dan Ratu dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Aku tidak rela melihat kalian bahagia, karena Ratu itu hanya milikku," gumam pria itu dan pergi dengan raut wajah menahan amarah.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2