
Ratu kini sudah bekerja sejak 6 bulan lalu menjadi sekretaris di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang elektronik konsumen dan komunikasi seluler yang menduduki peringkat 5 di seluruh dunia bernama Lee Electronics Corp. Yang mempunyai CEO bernama Yuzen Lee, dia adalah pria yang pernah menabrak Ratu pada saat di salah satu restoran cepat saji (episode 31).
Kakek, Nenek dan Sean bahkan menawari Ratu untuk bekerja di WANG'S CORP, sebagai direktur keuangan disana. Namun Ratu menolaknya dengan alasan ia ingin mandiri. Dengan berat hati mereka pun menyetujui keinginan wanita beranak dua itu.
Mengenai anak-anaknya, Ravindra dan Kendrick dijaga oleh nenek buyut dan 2 pengasuhnya. Walaupun sibuk bekerja Ratu selalu meluangkan waktunya untuk kedua putranya.
"Mommy berangkat kerja dulu ya? Ravindra yang rajin dan patuh ya sama gurunya di sekolah," Ratu berpamitan kepada kedua anaknya.
"Baik, Mom," jawab Ravindra. Bocah tampan itu sekarang sudah berumur 6 tahun dan sudah masuk Taman Kanak-kanak. Rambut Ravindra yang dulunya hitam mengikuti Ratu, kini berubah cokelat mengikuti warna rambut Jean. Ravindra dan Kendrick benar-benar mengambil gen dari sang daddy, membuat Ratu iri karena menurutnya itu tak adil padahal ia yang mengandung tapi kedua anaknya justru mirip dengan Jean.
"Pintar anak Mommy." Ratu mencium kedua pipi Ravindra.
"Ken, Mommy kerja dulu ya? Nanti pulang-pulang Mommy belikan es krim kesukaannya, Ken."
"Iya Mom, tapi belinya yang banyak ya?" pinta Kendrick, kini ia sudah berusia 3 tahun.
"Iya sayang, jangan nakal ya? Nurut apa kata Nenek dan jangan suka jahil sama Bibi Weiwei." Putranya yang satu itu memang memiliki sifat jahil, entah siapa yang dia turut. Seingat Ratu, ia dan Jean dulu sewaktu kecil tidak memiliki sifat jahil.
Ah iya, Kendrick sangat dekat dengan Sean dan pria itu memiliki sifat jahil, Ratu yakin putranya dipengaruhi oleh kakak sepupunya itu.
"Iya, Mom," jawab Kendrick.
"Anak pintar." Ratu mencium kedua pipi Kendrick seperti yang ia lakukan pada Ravindra. Ratu tidak pernah pilih kasih dalam memberikan kasih sayang kepada kedua putranya.
Setelah selesai berpamitan dengan kedua putranya, Ratu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke kantor.
TOK! TOK! TOK!
Ratu mengetuk pintu ruangan Yuzen sambil membawa iPad yang berisi schedule untuk atasannya, setelah ia menyelesaikan pekerjaannya.
"Masuk!"
"Permisi, maaf mengganggu Tuan," ujar Ratu sopan.
"Tidak apa-apa, Reyfa. Oh ya apa saja schedule saya hari ini?" tanya Yuzen. Yuzen dan semua pegawai di Lee Electronics Corp memanggil Ratu dengan sebutan Reyfa.
"Pukul 10 pagi ini anda akan berkunjung ke JnR Corporation untuk membicarakan kerja sama anda dengan perusahaan tersebut," jelas Ratu.
"Ah iya, kebetulan CEO dari JnR Corporation sudah datang dari Indonesia lusa lalu," ujar Yuzen bersemangat untuk bertemu dengan pemilik dari JnR Corporation.
__ADS_1
"Terus apalagi schedule saya?"
"Dan siangnya anda akan lunch dengan CEO dari RnR Corporation dan setelah itu Tuan tidak mempunyai schedule lagi," sambung Ratu.
"Oke, Reyfa. Sekarang kita siap-siap untuk ke RnR Corporation, karena jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh dan kita tidak boleh telat," ucap Yuzen.
Ratu mengangguk. "Baik, Tuan."
Kini Ratu, Yuzen dan Liu, asisten pribadi Yuzen berada di perjalanan menuju ke RnR Corporation dengan Ratu duduk di samping Yuzen di jok belakang. Sedangkan Liu duduk di samping sopir.
Ratu sangat gelisah dari tadi bahkan ia sangat deg-degan, padahal Ratu tidak pernah seperti ini jika akan bertemu dengan klien dari Yuzen.
"Kenapa ya aku gelisah sama nervous gini," batin Ratu menautkan kedua tangan sambil meremasnya. Yuzen memerhatikan gerak-gerik dari Ratu yang nampak gusar itu.
"Refya, are you okey?" tanya Yuzen memegang tangan Ratu, membuat Ratu tersentak dan segera menjauhkan tangannya.
"Saya baik-baik saja, Tuan," elak Ratu.
"Kamu yakin?"
Ratu mengangguk, "Sangat yakin, Tuan."
"Baik, Tuan."
...****************...
Jean sudah berada di Beijing sejak 3 hari yang lalu, kini ia berada di RnR Corporation, anak perusahaan dari Alexander's Group. 3 tahun membuatnya menjadi workholic dan semakin melebarkan sayap bisnisnya ke beberapa negara, salah satunya Beijing, China ini. Seperti ada sesuatu yang membawa Jean untuk membuat cabang perusahaannya disini, tapi entah apa itu.
"Permisi Tuan Jean," panggil Rico, sebelum itu ia mengetuk pintu ruangan Jean terlebih dahulu.
"Ya Rico?"
"CEO dari Lee Electronics Corp sudah berada di ruang meeting."
"Apa kamu yang menyambut kedatangan mereka?" tanya Jean lagi.
"Tidak, Tuan. Mingmei lah yang menyambut kedatangan mereka dan langsung menyuruh mereka untuk menunggu di ruang meeting," jelas Rico. Mingmei adalah sekretaris Jean di JnR Corporation Beijing.
Jean manggut-manggut mengerti. "Ya sudah, ayo kita kesana sekarang!"
__ADS_1
"Baik, Tuan."
Ketika ruang meeting sudah tampak di depan mata, Rico berjalan lebih dulu membukakan pintu untuk atasannya. Dengan langkah percaya diri dan berwibawa Jean masuk ruangan itu.
Jean menatap kliennya, lalu beralih menatap dua orang lainnya, matanya langsung membulat sempurna saat melihat wanita yang selama 3 tahun ini ia cari berada di ruangan tersebut. Ya benar, dia adalah Ratu.
Begitupun dengan Ratu, ia sangat terkejut melihat Jean disana. Rico pun tak kalah terkejutnya melihat Ratu, wanita yang membuat Rico dan anak buah Jean lainnya kalang kabut untuk mencari keberadaannya.
"Ratu!"
"Jean!" pekik mereka berdua dalam hati. Mata Jean tidak bisa berpaling tatapannya terpaku pada wajah yang menghiasinya selama 3 tahun belakangan ini.
Sebuah wajah yang dibencinya, namun sangat ia rindukan. Tubuh Jean bergetar, bahkan ia tidak bisa mengontrol raut wajahnya. Raut wajah terkejut, sedih, takut dan khawatir bercampur jadi satu.
Ratu pun juga sangat takut jika Jean melakukan sesuatu hal padanya, tapi disisi lain ia juga merindukan Daddy dari anak-anaknya itu. Menurutnya Jean masih menjadi pria paling tampan yang pernah ia temui, walaupun tubuh pria itu terlihat kurus dan di matanya ada guratan kesedihan serta kesepian disana.
"Ternyata selama ini Ratu bersembunyi di Beijing, tapi kok aku tidak bisa menemukan dia disini?" batin Jean heran. Jean dan Ratu bertatapan cukup lama.
"Ekhem! Selamat pagi Tuan Jean," sapa Yuzen menjabat tangan Jean, membuat Jean tersentak dan mengalihkan pandangannya ke Yuzen.
"Ah ya. Selamat pagi Tuan Yuzen," balas Jean.
"Oh ya, perkenalkan ini Liu, asisten pribadi dan Reyfa sekretaris saya," ujar Yuzen memperkenalkan Liu dan Ratu pada Jean.
"Bahkan dia mengganti nama panggilannya," batin Jean menatap Ratu.
"Saya Liu, Tuan." Liu menjabat tangan Jean.
"S-saya Reyfa, Tuan." Ratu gugup saat menjabat tangan Jean. Jean terpesona melihat penampilan Ratu yang kini semakin dewasa dan anggun. Rasanya ia ingin menarik tangan Ratu dan membawa tubuh wanita itu ke dalam dekapannya.
"Silahkan duduk," titah Jean setelah lama menjabat tangan Ratu. Mereka semua mengangguk, lalu duduk di kursi yang telah disiapkan.
Yuzen pun menyampaikan alasan perusahaannya ingin bekerja sama dengan perusahaan Jean. Jean menyimak ucapan Yuzen, namun matanya terus menatap Ratu.
Ratu yang ditatap hanya bisa menunduk dan sengaja menyibukkan dirinya dengan menulis poin-poin penting yang di ucapkan oleh Yuzen. Ratu merutuki diri, karena tidak mencari tau terlebih dahulu siapa sebenarnya pemilik dari JnR Corporation.
"Sekian dari penjelasan saya, Tuan," ujar Yuzen setelah selesai menjelaskan alasan dirinya mengajak bekerjasama perusahaan Jean.
"Saya terima proposal kerja sama dengan perusahaan anda," balas Jean. Membuat Yuzen sangat senang, ia berjanji akan membuat perusahaannya menjadi pembuat ponsel canggih nomor 1 di dunia.
__ADS_1