Tuan Putri & Raja Iblis Season 1

Tuan Putri & Raja Iblis Season 1
Surga Tersembunyi Di Neraka Keabadian


__ADS_3

Nalendra yang melihat Eleena beringsut mundur terkekeh pelan.Eleena yang merasa ditertawakan mengerucutkan bibirnya.


"Apa itu lucu?"tanya Eleena kesal.


"Tidak. "Jawab Nalendra dingin.


"Hewan apa itu, kenapa begitu menakutkan?"tanya Eleena bergidik ngeri.


"Hanya peliharaan yang tidak menurut, "Kata Nalendra mencemooh.


Eleena terperanjat,dia bimbang.


"Hewan peliharaan mu sangat keren, aku kagum padamu. "


Eleena tidak percaya bagaimana mungkin binatang yang mengerikan ini bisa disebut hewan peliharaan, hewan ini bahkan tidak ada lucu-lucunya.


Nalendra memberi isyarat kepada ular berkepala tiga untuk diam dan mundur. Ular yang merasa diperintah Tuannya mendesis tidak suka, Ular itu menyemburkan api kearah Nalendra. Nalendra menepis api itu seperti menepis angin, dia tidak terluka sama sekali bahkan pakaian hitamnya masih utuh seolah tidak terjadi apa-apa. Eleena yang berada dibelakang punggung Nalendra menatap tidak percaya mulutnya menganga lebar.


"Kenapa tadi dia ingin menyerang ku? "tanya Eleena.


"Karena dia mengira kau adalah musuh. "Jawab Nalendra.


"Pantas saja, dia tidak suka kepadaku mungkin aku harus berkenalan dengannya. "Kata Eleena enteng.


"Tidak perlu, dia tidak suka dengan manusia. "Kata Nalendra datar.


Eleena mendengus,


"Kau benar. "


"Jangan pergi seenaknya, banyak monster lain di istana ini. "Kata Nalendra memperingati.


"Apa kau punya banyak peliharaan yang sejenis mereka?"tanya Eleena penasaran.


"Banyak. "Jawab Nalendra.


"Benarkah?"


"Tentu saja. "


"Apa aku bisa melihatnya?"


"Kapan-kapan."


"Apa kau juga punya anjing berkepala tiga. "


"Punya, tapi mereka tidak ada disini. "


"Bagaimana dengan kuda terbang?"


"Tidak, aku tidak suka hewan yang cantik. "Jawab Nalendra dingin.


"Kenapa?"


"Raja ini tidak suka terbang. "


"Benar, tidak perlu terbang dengan kekuatanmu dalam sekejap mata kau bisa pergi dengan cepat ketempat yang kau tuju. "

__ADS_1


"Pasti akan sangat mengasikkan kalau bisa terbang. " Kata Eleena dengan tatapan kosong.


"Tidak seperti yang kau bayangkan. "Nalendra menimpali.


Eleena sedikit kecewa,


"Yah, sayang sekali. "


Nalendra mengalihkan pembicaraan


"Kau akan pergi ke Neraka Keabadian?"tanya Nalendra.


"Iya, apa aku boleh pergi? "


"Raja ini akan menemani. "Nalendra melangkah maju mulai memimpin jalan.


Eleena yang dibelakang segera mengikuti Nalendra dengan cepat.


"Jangan berlari. "Nalendra memperingati.


Eleena memelankan langkahnya,


"Baik... baik. "


Eleena melewati jembatan kematian tanpa hambatan apapun itu semua berkat Tuan Raja Iblis Nalendra. Eleena bertepuk tangan didalam hatinya. Eleena sampai di gerbang Neraka Keabadian dia menatap tidak suka kepada patung yang berada di kiri dan kanan Gerbang Istana berwarna merah menyala yang mencolok dan merusak matanya ini.


"Kenapa sih,patung ini begitu mengerikan?"tanya Eleena menatap patung monster mengerikan dengan delapan mata tangan kanan memegang seorang bayi seolah ingin memakan bayi itu hidup-hidup.


"Selera mereka memang jelek dan rendahan. "Kata Nalendra sedikit jijik.


"Kenapa kau ingin pergi kesini. "Kata Nalendra mengernyitkan dahi.


"Ada yang ingin aku lakukan. "Jawab Eleena.


Eleena yang merasa ada yang aneh membuka mulutnya lagi.


"Kenapa tidak ada penjaga disini? "


"Kau akan tahu sendiri nanti. "Kata Nalendra dengan senyum aneh.


Nalendra membuka gerbang Neraka Keabadian dengan satu tangannya dan memasuki halaman luas yang dipenuhi kabut tebal, bau bangkai memenuhi udara. Eleena


menutup hidungnya dengan kedua tangannya.Setelah pintu dibuka Eleena membeku sejenak. Didepannya para prajurit berkumpul ada yang berteriak, memekik, dan tertawa, bau anggur, dan asap tembakau memenuhi udara.Ada yang tertidur dilantai karena teler, Ada pemuda tidur di atas meja dengan hanya memakai baju dalaman dan dikelilingi banyak gadis, ada yang bercumbu dengan panas dan liar. Suara dari pemuda dan wanita yang mendesah mencari kenikmatan terdengar di telinganya. Suara itu bercampur aduk menjadi satu membuat tempat ini semakin meriah dan ramai. Sebagian besar dari mereka mengerumuni meja-meja besar untuk berjudi bahkan yang mereka pertaruhkan sangat aneh dan tidak masuk akal seperti mempertaruhkan setengah umur mereka, mempertaruhkan anggota tubuh mereka seperti tangan dan kakinya, mempertaruhkan usaha mereka, ada juga para gadis yang mempertaruhkan tubuhnya dan yang paling parah dan tidak senonoh adalah dengan memperlihatkan adegan di atas ranjang secara langsung di hadapan mereka sontak mereka memekik dan berteriak kegirangan.


Tempat ini seperti taman kejahatan yang sempurna semua hal jahat dan paling jahat berkumpul disini.


Mereka yang sedang asik dengan urusan masing-masing kini mulai terdiam, wajah mereka berubah muram suasana menjadi sangat tegang. pupil mata mereka melebar tidak ada yang bergerak seinci pun seolah seperti papan kayu, Didepannya Orang yang sangat menyeramkan dan ditakuti di penjuru dunia sedang menatap mereka dengan tatapan tak terbaca. Mereka yang membeku mulai tersadar dan membungkuk hormat Kepada Raja Iblis. Raja Iblis mengabaikan mereka dan melangkah pergi. Setelah Nalendra pergi. Mereka semua berbalik menatap ke arah Eleena,Eleena yang ditatap hanya tersenyum seperi orang bodoh. Banyu dan Guntur yang tadi entah dari mana kini kembali dan membungkukkan badan.


"Nona Eleena. "Kata Banyu memecah keheningan.


"Banyu. "Panggil Eleena pelan.


"Kesini, Nona Eleena. "Kata Banyu menunjukan jalan dengan kedua tangannya.


Eleena mengikuti Banyu di belakang.


Nalendra memelankan langkah kaki, memiringkan kepalanya dan berkata,

__ADS_1


"Abaikan saja mereka anggap saja mereka tidak ada. "


"Aku tahu, sekarang aku mengerti kenapa kamu tidak suka disini. "Kata Eleena.


Nalendra hanya menatap Eleena sekilas dan mengalihkan pandangan. Sekarang Eleena tahu. Nalendra tidak suka tempat ramai, Nalendra tidak suka tempat kotor, dan Nalendra tidak suka hal-hal yang tidak senonoh yang tidak pada tempatnya.


Jadi inilah Neraka Keabadian sangat panas dan menggairahkan.


Eleena menyusuri lorong Neraka keabadian menuruni tangga yang menjorok kebawah dan berhenti di sebuah Paviliun yang mewah dan elegan. Didepan Paviliun terdapat danau yang kecil. Danau ini disebut Danau Cermin karena Airnya jernih dan berwarna biru layaknya air laut, saking jernihnya bisa melihat dasar danau dengan sangat jelas. Eleena tidak menyangka ditempat yang mengerikan dan berantakan ini masih menyimpan surga tersembunyi. Eleena menyentuh air danau yang jernih ikan-ikan berkumpul. Daun-daun maple berwarna merah berguguran jatuh ke danau menambah keindahan danau ini. Eleena tertawa riang dia mengambil daun maple dan meletakan ditangannya kemudian meniup daun maple itu dengan gembira.


Banyu membawa nampan berisi cangkir teh dan meletakan di atas meja. Eleena telah kembali dengan senyum bahagia diwajahnya. Eleena menyesap teh panas yang mengepul dengan hati-hati sedangkan Nalendra sedang duduk di atas batu besar dekat danau, rambut merahnya tertiup angin seperti api yang menyala di kegelapan malam.


Banyu duduk di depan Eleena, dia menunduk dan bertanya dengan setengah berbisik,


"Bagaimana kau membawa Tuan kesini? "


"Aku tidak membawanya dia yang menemaniku kesini. "Jawab Eleena.


"Benarkah, itu tidak mungkin Tuan Nalendra tidak pernah kesini. "Kata Banyu tidak percaya.


"Tidak pernah kesini? "


"Benar, Biasanya Wayan yang kesini. "


"Wayan? "


"Kau belum pernah bertemu dengannya? "


"Belum, siapa dia? "tanya Eleena penasaran.


"Dia pelayan Tuan Nalendra yang paling setia, tapi dia tidak ada disini akhir-akhir ini. "


"Kenapa? "tanya Eleena.


"Dia sedang mencari Pandu. "


Eleena meletakan cangkir tehnya dan kembali bertanya.


"Siapa Pandu? "


"Dia adalah bawahan Tuan sih dulunya, tapi sekarang tidak lagi, dia telah mengkhianati Tuan dengan bekerja sama dengan Bulan Berdarah tapi Pandu juga mengkhianati Bulan Berdarah untuk mencari Giok Tulang Dewa, Menurut rumor Pandu adalah salah satu pemimpin dari Bulan Berdarah dan berkolusi dengan Pejabat Surgawi, waktu itu saat Tuan ke Desa Dermaga Berbintang karena Pandu berada di desa itu tapi ketika Tuan sampai kesana Pandu sudah tidak ada disana dan yang ada malah Pria Misterius aneh yang katanya juga pemimpin Organisasi Bulan Berdarah. "Kata Banyu menjelaskan.


"Apa itu Pejabat Surgawi? "


"Kau tidak tahu?"tanya Banyu menutup mulut dengan tangannya.


Eleena tidak berbohong dia memang tidak tahu sama sekali. Dia ingin tahu dan mengenal mereka lebih baik lagi. Jadi dia bertanya kepada Banyu lagi,


"Apa itu?Bisakah kau menceritakannya? "


"Ini adalah cerita yang panjang tapi aku tidak akan menceritakannya disini.Aku tidak berani suatu saat aku akan menceritakannya kepadamu diwaktu yang tepat dan suasana yang nyaman. "Kata Banyu.


"Baiklah kau berutang sesuatu kepadaku dan kau harus mengingatnya. "Kata Eleena sambil menyunggingkan senyum ceria.


Eleena paham dan sangat mengerti dengan apa yang dikatakan Banyu dia tidak ingin bercerita karena orang itu ada disini bersamanya. Eleena pernah mendengar rumor tentang sebuah Giok yang kekuatannya bisa menjungkirbalikan langit dan bumi. Tapi saat itu Eleena pikir hanya omong kosong dan kebohongan belakang tapi siapa sangka itu adalah cerita yang nyata Giok itu benar-benar ada dan yang tahu dimana Giok itu berada hanya Nalendra saja. Eleena berharap Giok itu benar-benar menghilang dari dunia supaya pemuda itu tetap baik-baik saja. Sekarang Eleena tahu jika semua itu saling berkaitan. Kenapa Nalendra bisa ada di desanya? dan Kenapa pria misterius itu juga ada disana? itu semua karena Pandu tapi bagaimana Pandu bisa ada di desanya dan kenapa?semua itu masih menjadi teka teki.


Jadi siapakah Pandu sebenarnya?

__ADS_1


__ADS_2