
Setelah melakukan sedikit pemanasan dan percakapan ringan dengan Damian. Nalendra muncul di depan Eleena. Dia mengulurkan tangan kepada gadis itu. Eleena menatap tangan itu sekilas dan meletakan tangan rampingnya di antara sela-sela jari pemuda itu.
"Kenapa kau nekat pergi ke dunia bawah sendirian dan bahkan tanpa ijin Raja ini. "Kata Nalendra sedikit marah.
Eleena menatap pemuda itu dan berkata.
"Untuk mencari anggek hitam, aku hanya ingin kamu cepat sembuh, akulah yang salah kamu jangan memarahi Banyu dan Renata.
Nalendra tidak tahu harus marah atau senang mendengar perkataan tulus dan jujur gadis ini.
"Tidak perlu repot-repot mencari anggrek hitam, tubuh Raja ini kuat luka kecil tidak akan mempengaruhi Raja ini. Dunia bawah bukanlah tempat yang bagus untuk manusia yang masih hidup. "
Eleena menatap cemberut pemuda itu.
"Iya aku tahu aku yang salah. "
Damian yang mendengarkan pertengkaran pasangan unik dan aneh ini memutar bola mata jengkel.
Apa dia berdiri di sini hanya untuk menyaksikan pertengkaran suami istri ini?aku merasa seperti nyamuk yang mengganggu.
Damian lalu berkata keras dan lantang.
"Karena kalian sudah disini mampirlah sebentar ke istana dunia bawah tanah. "
Nalendra mengalihkan pandangan ke arah pemuda itu.
"Tidak perlu repot-repot. "
Eleena mengatakan sesuatu yang berbeda dari Nalendra.
"Aku akan mampir sebentar, jika kau ingin pulang, pulanglah sendiri. "
Nalendra.
"....."
"Damian bantu aku. "Kata Eleena melepas genggaman tangan Nalendra dan mengangkat ke dua tangan di udara.
Nalendra yang dilepas tangannya merasa jengkel.
"Aku tidak akan mengijinkanmu untuk pergi. "
Eleena tidak mendengarkan ucapan Nalendra dia sudah bertekad dan bersusah payah untuk pergi ke sini, Namun. Sekarang dengan enteng pemuda itu menyuruh Eleena untuk kembali. Tentu saja Eleena menolak permintaan itu dengan tegas. Walau bagaimana pun ada banyak hal yang ingin Eleena tanyakan kepada Damian tentang giok kematian.
__ADS_1
Damian yang dipanggil muncul secara tiba-tiba di atas Eleena. Damian mengulurkan tangan untuk menarik tangan Eleena tapi tangan Damian di tepis dengan kasar oleh Nalendra yang kini wajah tampannya berubah menjadi sangat jelek dan jelek.
"Lepaskan tanganmu! raja ini yang akan menemanimu. "
Damian yang di tepis tangannya dengan kasar merasa kesal dan jengkel. Dia meletakan kedua tangan di belakang.
Sedangkan Eleena melongo. Pria ini tidak bisa di prediksi sifatnya berubah-ubah seperti cuaca.
"Terserah kamu saja, aku tidak memaksamu untuk ikut. "
Nalendra tidak menjawab tapi entah mengapa hatinya sangat kesal mendengar ucapan gadis itu.
Nalendra kemudian bersiul untuk memanggil sesuatu. Dari arah depan anjing besar berwarna hitam mendekat kepadanya. Anjing itu memiliki tiga kepala, ekornya berupa ular yang beracun, dia memiliki sayap yang sangat lebar, mulut anjing itu menyemburkan api. Eleena membelalakan mata. Itu adalah Carberus.
Carberus memiliki dua tugas utama, yaitu mencegah jiwa-jiwa orang mati untuk meninggalkan underworld dan mencegah orang yang masih hidup untuk masuk ke underworld. Ia tidak segan untuk membunuh siapa saja yang mencoba melanggar dan melewatinya. Tapi, hal itu dilakukannya karena itu adalah perintah dari Damian. Dia selalu berpatroli di dekat sungai ratapan.
Note: Menurut beberapa kisah dalam mitologi Yunani Carberus dapat berubah menjadi anjing yang manis dan menggemaskan. Ia akan menyambut jiwa baru yang datang dengan riang dan menjilati mereka.
Beberapa kisah lainnya menceritakan bahwa Carberus tidak pernah menyakiti siapapun dan dapat ditidurkan dengan memainkan alat musik harpa. Carberus adalah anjing yang sangat setia kepada tuannya.
"Jadi hewan itu ada disini. "
Anjing berkepala tiga mengepakkan kedua sayap dan berhenti di samping Nalendra.
"Bukakah dia yang menjaga arwah agar tidak ada yang melarikan diri tapi kenapa dia ada disini?"tanya Eleena.
Nalendra menjawab.
Eleena terkagum-kagum,
"Bukankah anjing ini hanya ada satu?"tanya Eleena.
Nalendra menjawab.
"Tidak. Anjing ini ada dua mereka sepasang anjing yang raja ini miliki adalah betina dia sedang hamil. Jadi untuk sementara orang bodoh itu meminjam milik raja ini. Nanti setelah anak anjing itu lahir dia akan mengembalikan anjing ini. "
Eleena menganggukan kepala. Dia menatap raja neraka yang sedang tersenyum bodoh. raja neraka yang di tatap Eleena hanya manggut-manggut dan kemudian terbang ke udara dengan kedua sayap hitam yang keluar dari punggungnya.
"Ayo pergi. "Kata Damian mengepakkan kedua sayap hitam yang berbentuk kelelawar dan melesat jauh meninggalkan mereka.
Nalendra membantu Eleena untuk menaiki anjing berkepala tiga. Setelah Eleena duduk dengan baik di atas punggung Carberus. Nalendra duduk di belakang Eleena dan berkata.
"Pergilah. "Kepada Carberus. Carberus seolah tahu dengan apa yang di ucapkan oleh Nalendra. Carberus terbang di udara dengan kecepatan sedang. Eleena menoleh untuk menatap sekilas wajah Nalendra lalu dia tersenyum manis. Eleena sangat senang dan bahagia.
__ADS_1
Eleena menatap sungai hitam yang berada di bawah. Sungai yang semula hitam kini berubah menjadi sungai yang di penuhi dengan lava panas. Di bawahnya banyak manusia yang melolong kesakitan, teriakan itu sangat menyakitkan dan memilukan siapa saja yang mendengar. Ada manusia yang tubuhnya dipotong-potong menggunakan pisau panas lalu tubuh itu menyatu kembali dan dipotong-potong lagi sesuai jumlah dosa yang mereka miliki selama masih hidup, ada juga manusia yang dicambuk oleh seseorang berjubah hitam. Cambuk itu terbuat dari api neraka, orang berjubah hitam mencambuk tubuh manusia itu sampai hancur lalu tubuh manusia itu disatukan kembali, ada juga perempuan yang telanjang bulat, mulutnya dirobek dengan pisau yang berkarat pisau itu merobek mulut perempuan itu dengan perlahan sehingga sakit yang dirasakan teramat pedih. Perempuan itu tampak seperti seseorang yang sedang tersenyum. Mereka menerima berbagai macam siksaan yang menyeramkan dan menyakitkan. Aura manusia di bawah lautan lava ini sangat kelam dan berkabut mereka adalah orang-orang yang memiliki dosa di dunia.
Eleena meneteskan air mata dia tidak tega melihat manusia itu disiksa sedemikian rupa. Neraka Ini baru neraka paling atas Eleena tidak bisa membayangkan bagaimana bentuk siksaan mereka yang berada di neraka paling bawah. Mungkin siksaan itu lebih kejam dan mengerikan.
Manusia itu berteriak kesakitan.
"Tolong!tolong!tolong!tolong!tolong kami!tolong!tolong!tolong!tolong!tolong selamatkam kami!"Secara bergantian mereka yang berteriak di bungkam oleh seseorang berjubah hitam dengan batu panas yang berasal dari neraka. Batu itu melelehkan mulut manusia itu dengan sekejab mata. Tidak usah di bayangkan itu pasti sangat sakit dan perih.
Eleena menutup wajah dengan kedua tangan. Dia sangat ketakutan. Nalendra yang melihat itu tersenyum miring.
"Apa kau takut?"tanya Nalendra.
Eleena menjawab dengan suara serak.
"Aku sangat takut, mereka sangat kasihan. "
"Itu tidak begitu mengerikan, jika kau tahu bagaimana siksakan di neraka paling bawah kau akan mengganggap itu siksaan biasa dan tidak menyakitkan sama sekali. "Kata Nalendra enteng.
Eleena bertanya,
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Karena aku pernah tinggal di neraka paling bawah selama seratus tahun. "
Eleena yang mendengar itu tertegun lalu dia menoleh ke belakang.
"Kenapa kamu tinggal di neraka paling bawah?"tanya Eleena penasaran.
Nalendra tersenyum dan menjawab enteng.
"Untuk menjadi iblis seperti raja ini banyak hal yang harus dikorbankan. "
"Apakah itu menyakitkan?"tanya Eleena.
Nalendra tertawa renyah.
"Tentu saja itu sangat menyakitkan. Kau tidak bisa membayangkan bagaimana dagingmu dibakar sedikit demi sedikit, lalu kepalamu disiram oleh air yang sedang mendidih seketika otakmu akan mendidih dan meleleh bahkan kau akan dibuatkan pakaian dari api neraka itu dilakukan berulang kali bukan hanya ratusan dan ribuan kali. Itu lebih menyakitkan daripada siksaan yang diberikan oleh penyihir menyebalkan itu. "
Eleena sekali lagi tidak bisa membayangkan hal itu. Karena itu sangat sadis dan kejam. Eleena mengusap kepala pemuda itu dengan lembut.
"Itu sudah berlalu, aku tidak tahu betapa mengerikan dan menyakitkannya hal itu tapi sekarang tidak apa-apa ada aku disini. Kamu bisa membagi luka dan bebanmu kepadaku. Aku akan mengurangi rasa sakit itu. Selama aku masih hidup aku akan selalu ada untukmu. "Kata Eleena lembut
Nalendra yang mendengar perkataan Eleena merasa ada sesuatu yang hangat di antara dadanya. Nalendra tidak bisa menjelaskan bagaimana kehangat itu tapi Nelendra tahu rasa hangat itu menenangkan hatinya. Nalendra lalu menarik tangan Eleena dan menciumnya dengan lembut.
__ADS_1
Dia berkata,
"Raja ini sangat merindukanmu. "