Tuan Putri & Raja Iblis Season 1

Tuan Putri & Raja Iblis Season 1
Hantu Ganas


__ADS_3

Orang bercadar hitam merajut alis. Tidak menyangka jika racunnya tidak bereaksi. Ekspresi tenang dan dingin yang di pasang pemuda itu berangsur-angur berubah menjadi mengerikan,


"Kau ingin mengalahkan raja ini dengan benda bodoh itu?sepertinya kau bermimpi!"


Di balik cadar hitamnya ekspresi orang bercadar berubah menjadi sangat jelek.


Dia menarik pedang dari pinggangnya dengan cepat. Pedang di ayunkan kepada sang iblis, tetapi sang iblis menepis pedang satu tangan dengan mudah. Orang bercadar mundur satu langkah lalu melompat tinggi dan melemparkan pedang berbilah dua kepada pemuda itu sekali lagi. Namun, pedang dipatahkan menjadi beberapa bagian dengan mudah.


Nalendra tertawa dengan keras. Suaranya dingin dan angkuh, dia ingin pertarungan sia-sia ini di selesaikan dengan cepat.


"Apa hanya ini kekuatanmu?pedang seperti ini tidak akan bisa mengalahkan raja ini dengan mudah. "


Nalendra melompat ke udara lalu muncul di belakang orang bercadar. Orang bercadar terkejut, matanya membelalak sempurna. Nalendra menendang punggungnya dengan keras. Orang itu terlempar jauh dan memuntahkan seteguk darah.


Orang bercadar berusaha berdiri dengan kedua kakinya. Satu tangannya memegangi dadanya yang terluka, orang bercadar tertawa pelan lalu mengusap darah di sudut bibirnya. Sang iblis secara mengejutkan muncul di depannya dia menarik penutup wajah dengan kasar.


Orang bercadar memalingkan muka dan berlari ketakutan menghindari sang iblis dengan cepat. Nalendra mengejar musuhnya secepat kilat, dia mencengkeram leher belakang orang bercadar dengan kuat. Sang iblis membanting tubuhnya dengan keras di tanah.


Tubuh manusia bercadar berubah menjadi sangat mengerikan. Tubuh itu menyusut dan berubah warna menjadi hitam legam, kulitnya hanya dilapisi tulang belulang yang menonjol, mayat itu berubah menjadi kering seolah darah mereka disedot sampai habis hingga tidak tersisa setetes pun. Mereka adalah korban dari Hantu ganas. Hantu ganas tertawa keras di udara. Suaranya menggema memenuhi langit. Suara itu memekakkan telinga. Nalendra mengusap telinga malas.


"Aku akan datang lagi, sepertinya tubuh itu sudah tidak bisa digunakan lagi. Aku akan datang dengan tubuh yang baru. Mungkin aku akan datang dengan rupa gadis itu. "


Mata dingin Nalendra menatap kosong langit yang sudah gelap. Tangannya mengepal erat.


"Ingin melarikan diri! Jangan harap! Raja ini akan melepaskan mu begitu saja. "


"Seharusnya Raja ini membawa Rantai Jiwa dari Neraka. Raja ini ingin tahu bagaimana ekspresi hantu itu ketika diikat dan diseret dengan Rantai Jiwa. Mereka hantu bodoh yang benar-benar sangat merepotkan. "


Hantu ganas tidak memiliki raga, bentuknya sangat mengerikan. Menggunakan tubuh manusia sebagai inangnya, dia akan mencari tubuh manusia yang baru. Manusia yang dijadikan inang hatinya harus dipenuhi dengan dendam dan kebencian yang luar biasa. Mereka adalah manusia yang sudah mati. Tapi menolak untuk mati dan meninggalkan dunia, mereka mengabaikan aturan langit dan bumi. Dengan tubuh manusia mereka bisa bergerak bebas mencari mangsa.


Orang awam yang melihatnya akan sangat mengerikan namun tidak dengan Nalendra pemandangan itu sudah biasa di matanya. Karena dia pernah membunuh manusia dengan cara yang lebih mengerikan. Nalendra merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Masalah ini bukan masalah sepele Bagaimana hantu itu bisa keluar dari neraka tingkat 4? lalu apa tujuannya mereka sebenarnya?kenapa mereka mengincar Eleena? dia tidak punya banyak waktu untuk berfikir.


Nalendra meninggalkan mayat itu begitu saja. Dia melangkah pergi meninggalkan hutan bambu untuk mengejar hantu ganas.

__ADS_1


Di sebuah penginapan mewah.


Eleena mengangkat kelopak matanya yang sedikit berat. Dia ingat terakhir kali Nalendra lah yang telah memukulnya sampai pingsan. Dia tidak tahu apa rencana pemuda itu sebenarnya.


Gadis itu menyapu pandangan kepada kamar kecil yang bernuansa lembut. Dia sekarang sepertinya berada di penginapan.


Seorang pemuda tampan, berpakaian putih, dan berlesung pipi. Mendekat ke arahnya dia membawa nampan berisi bubur hangat, asap panas menguar ke udara.


Eleena menatap pemuda itu dengan alis disatukan. Dia tidak mengerti kenapa Briyan ada di sini bersamanya. Gadis itu mengatakan dengan lembut.


"Briyan. Bagaimana kamu bisa disini? "


Orang yang dipanggil namanya tersenyum, lalu meletakan bubur hangat di atas meja. Eleena menatap pemuda itu semakin keheranan, kerutan di alisnya semakin dalam. Seolah mengerti dengan apa yang dipikirkan Eleena. Briyan mengusap lembut kepala gadis itu lalu menarik lengan Eleena dan menyuruhnya untuk duduk.


"Makanlah dulu. Aku akan menjelaskan nanti. "Kata pemuda itu lembut suaranya halus dan enak di dengar.


Eleena yang di suruh duduk dengan patuh mengikuti perkataan pemuda itu. Tapi dia tidak ingin makan meski perutnya lapar. Sekarang yang dia butuhkan bukan makanan tetapi penjelasan.


Briyan menatap Eleena sekilas lalu menarik kursi yang berada di depan Eleena.


"Eleena aku datang untuk menjemputmu. Kamu hilang secara tiba-tiba, bukankah kamu seharusnya yang menjelaskan kepadaku kenapa kamu bisa bersama Raja iblis. "


Eleena tidak menatap langsung mata hitam pemuda itu. Matanya melemparkan pandangan ke segala arah.


"Maaf aku pergi secara tiba-tiba, Aku yang meminta pergi bersamanya dia tidak salah. "


Wajah lembut pemuda itu sedikit mengeras, dia menggelengkan kepala. Bagaimana mungkin gadis itu membela orang jahat. Raja iblis adalah orang jahat dan mengerikan. Jika para orang tua bertanya siap orang yang paling jahat. Anak kecil akan menjawab Raja iblis adalah orang yang jahat. Semua orang tahu bahkan anak kecil juga tahu. Nalendra adalah orang yang berbahaya namanya seperti wabah yang mengerikan.


"Bagaimanapun alasanmu aku tidak akan membiarkanmu pergi. Dia Raja Iblis Eleena orang yang jahat dan kejam. Bagaimana kau bisa bersamanya apa kau sudah gila?!


Eleena berdiri cepat dari kursi. Lalu menatap Briyan tajam.


"Semua mengatakan kalau Nalendra adalah orang yang jahat. Tetapi aku membantah perkataan itu dengan tegas. Kau tidak mengenalnya Briyan. Dia bukan orang seperti itu. "

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Eleena pergi dari tempat ini untuk mencari Nalendra. Tetapi tangannya ditarik kasar oleh Briyan.


"Mau kemana?apa kau akan menemui iblis itu lagi?dia sendiri yang memulangkan mu Eleena. Dia tidak menginginkan mu lagi. "


Eleena menepis tangan Briyan dengan kasar lalu menyentak tangan itu dengan kasar pula. Pemuda itu telah membohonginya tapi kenapa dan karena apa Nalendra membohonginya Eleena harus tahu. Eleena tidak bisa duduk tenang tanpa penjelasan apapun.


"Lepaskan!aku akan mencarinya dan meminta penjelasan secara langsung. "


Briyan tercengang, wajahnya memerah karena marah, dia menghela nafas kasar.


"Aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan iblis itu lagi Eleena. Jangan harap aku akan mengijinkanmu. "


Briyan mengeluarkan tali dari kantongnya. Dia tidak ada pilihan lain selain mengikat kedua tangan gadis ini.


"Apa yang kau lakukan Briyan?"Kata Eleena marah dia berusaha keras melepaskan tali dari kedua tangannya. Eleena menatap wajah pemuda itu tidak percaya.


Briyan meniup bubuk putih kepada Eleena. Bubuk itu membuat Eleena tertidur.


"Maafkan aku, karena harus menggunakan cara murahan seperti ini. Aku tidak ingin kamu terluka. "Kata Briyan lembut suaranya sedikit bergetar.


Briyan meletakkan tubuh Eleena dengan pelan di atas ranjang dan mengecup kening Eleena dengan lembut.


Briyan berteriak lantang kepada para penjaga. Suaranya tegas dan tidak ada penolakan


"Jaga dia dengan baik, jangan biarkan dia pergi!"


Para penjaga berpakaian serba hitam mengangguk. Briyan pergi meninggalkan kamar dengan marah. Briyan menenangkan dirinya tidak seharusnya dia marah seperti ini. Tapi gadis itu dengan keras kepala ingin menemui raja iblis. Tentu saja Briyan tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia tidak ingin kehilangan Eleena untuk kedua kalinya. Meskipun harus menggunakan cara yang kasar asal gadis itu baik-baik saja Briyan tidak peduli.


Briyan menyukai Eleena dari kecil. Dia tidak ingin Eleena bersama orang lain selain dirinya. Briyan akan melakukan cara apapun asal gadis itu tetap disampingnya dan bersamanya.


Dari luar jendela seorang berpakaian hitam sedang mengawasinya. Wajah dinginnya dipenuhi dengan kelegaan yang tak terlukiskan. Pemuda itu masuk ke dalam kamar dan mendekati gadis itu. Nalendra tersenyum dan mengecup kening Eleena dengan lembut.


"Raja ini merindukanmu tapi bersabarlah sebentar. "

__ADS_1


__ADS_2