Tuan Putri & Raja Iblis Season 1

Tuan Putri & Raja Iblis Season 1
Bertemu Raja Neraka


__ADS_3

Di ujung hamparan luas kehijauan ada sebuah sungai. Mereka menyebutnya sungai kesedihan, sungai itu membatasi dunia atas dengan dunia bawah, sungai itu berwarna merah pekat seperti darah, di pinggir sungai terdapat beraneka ragam tengkorak binatang dan manusia yang sangat mengerikan, awan berwarna kehitaman menggantung menyeramkan di langit, di atas air terdapat perahu kecil yang melayang dengan tenang. Perahu itu di naiki oleh seorang pria tua berjubah hitam, rambut putih pria itu terlihat kusut dan berantakan dia adalah Sharon.


Renata memanggil pria tua itu dengan lantang.


"Sharon! antar nona muda ini sampai tujuan dengan selamat. "


Orang yang dipanggil Sharon menolehkan kepala dia mengangguk mengerti kemudian mengulurkan tangan keriputnya untuk membantu Eleena menaiki perahu.


Eleena menatap Renata untuk berpamitan.


Renata berkata kalau Eleena tidak usah takut karena Raja Neraka adalah teman dekat Nalendra. Mereka tidak akan berani berbuat macam-macam pada Eleena. Perkataan Renata membuat Eleena tenang.


"Aku pergi dulu. "


Renata menjawab.


"Baik berhati-hatilah. "


Renata tidak bisa pergi dengan Eleena ke dunia bawah itu karena di dekat perbatasan terdapat gerak gerik aneh yang mendekat ke arah Istana Kegelapan. Renata harus pergi dan menyelidiki hal tersebut dia tidak bisa terlalu lama disini.


"Terimakasih. Kamu juga pergilah dengan hati-hati. "


Kata Eleena lantang.


Renata menjawab singkat


"Baik. "


Eleena mengangkat rok kuning panjang yang dipakainya dan menerima uluran tangan pria tua itu. Pria tua itu menarik tangan Eleena dengan pelan.


"Terimakasih kakek. "Kata Eleena.


Pria tua tidak menjawab dia hanya menganggukan kepala dan mendayung perahu dengan kecepatan sedang. Air yang semula tenang beriak karena gerakan perahu.


Perjalanan dilalui dengan keheningan dan kebosanan yang menyesakkan dada. Gadis itu memutar bola matanya bosan saking bosannya Eleena bahkan membayangkan betapa epiknya jika dua orang jahat jika bersama. Dia membayangkan hal aneh yang membuatnya bergidik ngeri. Satu iblis saja sudah menyusahkan bagaimana jika lebih bukankah itu sangat berbahaya.


Air yang semula tenang mulai beriak, Eleena memegangi pinggiran perahu dengan erat. Air sungai yang berwarna merah berubah menjadi warna hitam pekat. Mereka menyebut sungai ini dengan sungai kebencian, bau bangkai yang teramat kental memenuhi udara. Eleena menutup hidung dengan kedua tangan. Perutnya bergejolak dia ingin muntah tapi tidak bisa. Pandangan Eleena beralih di sekitar sungai di sana tepatnya di bawah bukit banyak roh manusia yang di penuhi dengan kebencian berkumpul menjadi satu. Roh-roh itu sangat gelap dan kelam. Roh itu membisikan kata-kata kebencian yang teramat dalam.


"Matilah!berikan tubuhmu untukku!matilah aku ingin kau mati, aku membencimu, aku ingin membunuhmu, kenapa kau tidak mati saja!" mendengar itu Eleena tanpa sadar menutup telinganya dengan kedua tangan dia meringkuk ketakutan. Namun, tiba-tiba suara yang Eleena kenal terdengar di telinganya. Suara itu teramat jelas mengatakan sesuatu yang membuat Eleena tenang.


"Jangan dengarkan mereka, aku disini bersamamu. "


Eleena mengangkat tangan dan berdiri dengan cepat, dia mencari sumber suara itu tapi suara itu sudah tidak ada, seolah menghilang begitu saja. Setelah mendengar suara itu secara ajaib suara yang dipenuhi dengan kebencian itu menghilang dengan sendirinya.

__ADS_1


Pria tua yang melihat reaksi aneh gadis itu menyeringai dan bertanya,


"Apa kau mendengar sesuatu?"


Eleena menjawab dengan wajah terkejut, bagaimana mungkin pria tua itu bisa tahu jika Eleena mendengar sesuatu yang mengerikan.


"Benar kakek aku mendengar suara itu dengan jelas. Apa itu suara dari roh-roh yang dipenuhi dengan kebencian itu?"


Pria tua menjawab,


"Benar, suara itu berasal dari roh jahat yang berada di sungai ini, suara itu juga adalah suara dari benda itu. "


Eleena terperanjat. Dia tidak mengira bahwa kakek ini tahu tentang benda mengerikan di tubuhnya.


"Apa kakek tahu benda apa yang ada di tubuhku ini?"tanya Eleena pelan.


Pria tua merenung sejenak kemudian tersenyum lebar.


"Giok kematian. "


Eleena terkejut tubuhnya membeku dia mencerna kata-kata itu dengan susah payah.


Kakinya yang semula kokoh tiba-tiba terkulai lemas. Kakinya tidak bisa menopang tubuh Eleena lagi dia terjatuh terduduk. Eleena tidak tahu harus menangis atau tertawa. Dia tidak menyangka Giok kematian ada di tubuhnya.


"Tidak itu tidak mungkin kakek, aku tidak pernah tahu benda itu bahkan menyentuh giok kematian. Bagaimana mungkin giok itu ada ditubuhku?berhentilah bercanda kakek itu tidak lucu. "Kata Eleena tidak percaya, mungkin dia yang menolak percaya.


"Terserah kau mau percaya atau tidak, kau bisa bertanya dengan orang itu. "


Namun sebelum Eleena menjawab.


Tiba-tiba dari atas seorang pemuda berjubah hitam turun dari langit. Dia mendaratkan kaki dengan ringan di atas perahu. Pemuda itu menarik jubah hitam pria tua yang ada di di atas perahu dengan kasar lalu mendorong pria tua dengan keras. Pria tua tertawa keras di udara, dia tiba-tiba muncul entah dari mana lalu turun dari atas dan melayang di atas air. Pria tua memutar badannya dan berubah menjadi pemuda tampan berusia 20 tahunan, dia memakai pakaian serba hitam, Rambutnya berwarna hitam, Pemuda itu membawa sebuah kipas berwarna putih, di kipas itu tertulis dua buah kata "Raja Neraka".


Raja Naraka mendekat ke arah pria berjubah hitam dan berkata.


"Lama tidak bertemu Raja Kegelapan. "


Nalendra menatap tajam pemuda itu dan membalikan badan untuk menatap gadis cantik yang masih terduduk karena terkejut. Pemuda itu melepas jubah hitamnya dan menyampirkan jubah itu di tubuh mungil Eleena.


"Apa kau baik-baik saja?"tanya Nalendra.


Eleena menatap Nalendra sekilas dan menganggukan kepala.


"Aku baik-baik saja. "

__ADS_1


Damian yang merasa diabaikan mendengus, dia sudah terbiasa dengan sifat menyebalkan Nalendra tapi dia tidak menyangka pemuda itu sangat mempedulikan gadis manusia. Hal itu membuat Damian tidak tahan untuk membuka mulutnya untuk bertanya,


"Apa dia yang bernama Eleena?"


Nalendra tidak menjawab dia melompat dari atas kapal dan menyerang Damian dengan brutal. Damian menghindari serangan itu dengan lihai. Damian melemparkan kipas putih miliknya ke arah Nalendra. Nalendra menghindar kipas itu dengan gesit, kipas itu berputar-putar di udara lalu kembali ke tangan Damian. Dia memutar kipas itu dan melemparkan sekali lagi ke arah Nalendra, Nalendra melompat ke udara dan mendarat di atas air dengan ringan. Pertarungan itu sangat cepat dan sengit. Tak lama kemudian Nalendra sudah berdiri di belakang Damian dan mendorong pemuda itu dengan brutal. Damian melayang di udara lalu mendarat di atas kapal kemudian dia berdiri di belakang gadis itu, Raja Neraka meletakan ujung kipas ke leher Eleena.


"Berhenti!atau aku akan membunuh gadis ini!"


Eleena membelalakan mata, dia terkejut tapi dia tidak bisa melakukan apapun.


Nalendra yang ingin menyerang Damian seketika berhenti mendadak.


"Jangan sentuh dia!"Teriak Nalendra dengan lantang dan keras.


Damian menggores leher Eleena dengan ujung kipas yang setajam belati. Leher Eleena mengeluarkan darah, dia meringis kesakitan.


Melihat darah keluar dari leher gadis itu Damian tersenyum lebar. Damian menundukkan kepala dan menjilat darah yang keluar dari leher Eleena dengan rakus.


Eleena tersentak kaget saat benda lembut dan basah menyentuh lehernya.


Nalendra mengepalkan tangan. Wajahnya yang sedingin es sedikit memanas.


"Berhentilah bermain-main, kau membuat milik Raja ini ketakutan. "


Setelah mendapat apa yang dia inginkan Damian tersenyum puas dan muncul kembali di samping Nalendra. Damian mengatakan dengan wajah cemberut.


"Kau yang memulai duluan, aku cuma ingin menyambut nona ini dengan terhormat. Tapi, kau malah mengacaukannya. "


Nalendra melipat kedua tangan di dada dan berkata dingin,


"Apa kau merencanakan semua ini?kenapa harus menyamar menjadi Sharon segala kau pikir Raja ini tidak tahu, kau bahkan berani menyentuh milik Raja ini benar-benar lancang. "


Raja Neraka tertawa keras.


"Aku hanya penasaran dengan gadis manusia yang selalu kau jaga itu, apa salahnya aku sedikit bermain trik. "


Nalendra menjawab cepat, ada nada meremehkan di setiap ucapannya.


"Dengan trik murahan seperti itu sepuluh ribu tahun pun kau tidak akan bisa menipu Raja ini. "


Damian tidak membantah. Nalendra benar dia tidak pernah berhasil menipu pemuda itu dengan mudah.


"Terserah kau saja, apa kau tidak punya kesibukan lain?setiap saat dan setiap waktu selalu mengikuti gadis itu?"

__ADS_1


"Itu urusanku kau tidak perlu tahu. "Jawab Nalendra tanpa ekspresi.


Eleena yang menyaksikan perdebatan itu mengerutkan kening. Tanpa sadar Eleena memegangi lehernya. Meski luka di leher sudah tertutup kembali tetapi jejak hangat yang ditinggalkan masih terasa. Apa mereka pikir bercanda dengan nyawa orang lain itu menyenangkan? Sungguh aku tidak paham dengan jalan pikiran para iblis. Kenapa mereka suka sekali membuat orang lain ketakutan, jantungku bahkan hampir keluar dari tenggorokan. Mereka benar-benar hebat aku bersulang untuk mereka. Tapi aku bersyukur pemuda itu baik-baik saja.


__ADS_2