
Setelah seharian bertukar pukulan dan berlarian mengejar Damian kesana-kemari. Akhirnya orang menyebalkan ini berhasil ia tangkap. Dia menarik kerah pakaian Damian dengan kasar. Damian yang di seret Nalendra merasa kesal.
"Berhenti!"Kata Damian kesal, dia mencoba melepaskan tangan Nalendra yang sedang menyeretnya seperti karung.
Nalendra yang mendengar perkataan Damian menjadi semakin kesal. Ditepisnya tangan Damian dan dicengkeram semakin erat kerah itu .
"Tidak!"Kata tegas.
"Cepat atau lambat gadis itu akan tahu kau harus menjelaskannya secepat mungkin. "Kata Damian.
"Raja ini tahu, tapi bagaimana kau bisa tahu kalau giok kematian ada di tubuh Eleena, raja ini tidak pernah memberitahumu. "Kata Nalendra keheranan.
Damian tertawa,
"Aku tidak buta melihatmu selalu bersama dan menjaga Eleena itu bukan hal biasa, aku mengenalmu selama ribuan tahun dan kau sangat membenci manusia tapi tiba-tiba kau peduli dengan seorang manusia bukankah itu hal aneh. "
Nalendra merenung sejenak yang dikatakan Damian ada benarnya juga Nalendra tidak bisa menyangkal hal itu.
"Benar. "
Damian mendongak menatap Nalendra.
"Sekarang temui dia dan jelaskan semuanya, dia sangat terkejut. Jika tidak kau akan kehilangan dia. "Kata Damian menyarankan.
Nalendra melepaskan tangannya dari pakaian hitam Damian. Nalendra tidak ingin kehilangan gadis itu dia harus segera menemuinya. Bagaimana pun juga giok itu masih ada di tubuh gadis itu.
"Baik, raja ini akan mencarinya. "Kata Nalendra melangkahkan kaki.
Damian yang masih terduduk di atas lantai segera berdiri dia merapikan pakaiannya yang kusut. Damian tersenyum aneh dan berlalu pergi.
Eleena berada di taman belakang Istana Underworld. Taman ini dipenuhi dengan bunga lili laba-laba merah. Dia duduk di kursi kayu panjang. Eleena melemparkan pandangan ke segala arah tapi tetap saja warna tembok hitam itu tidak berubah. Perasaanya sangat kacau dia tidak menyangka bahwa benda yang ada di tubuhnya adalah giok kematian. Namun, bagaimana dan kenapa benda itu bisa ada di tubuhnya. Eleena tidak tahu.
Nalendra yang melihat Eleena resah mendekat ke arah gadis itu lalu dia duduk di sebelah Eleena. Eleena menatap pemuda itu.
"Kenapa, apa kamu ingin mengatakan sesuatu kepadaku?"tanya Eleena.
Nalendra mengangguk, dia menatap wajah cantik Eleena.
Benar, raja ini ingin menjelaskan tentang giok kematian itu. "Kata Nalendra cepat.
Eleena menjawab,
"Jelaskan semuanya kepadaku. "
Nalendra menyilangkan kaki dan menatap Eleena lekat-lekat.
"Aku bertemu denganmu dua tahun lalu saat itu musim salju apa kau ingat kau pernah terjatuh dari tebing tinggi ratusan meter?"
Eleena mengerutkan dahi, mencoba mengingat setiap kejadian yang pernah terjadi padanya. Namun Eleena tidak ingat jika Eleena pernah jatuh dari tebing. Namun, yang Eleena ingat saat itu dia pingsan karena kelaparan dan kemudian tiba-tiba berada ditumpukkan mayat.
"Ya. "
Nalendra menjelaskan semua dengan singkat dan perlahan. Eleena tidak tahu harus berkata apa. Yang jelas dia tahu semua itu ketidaksengajaan. Mata hitamnya menatap mata dingin pemuda itu dalam.
Pemuda itu merenung sejenak. Mata dinginnya yang sedingin es sedang menatap Eleena lembut. Seolah es itu mencair ketika bertemu dengan mata hitam besar Eleena.
"Giok itulah yang telah memberitahu raja ini ketika kau dalam bahaya. Apa kau tahu bekas luka yang berbentuk aneh di dadaku? "Kata Nalendra sambil menunjukan luka berbentuk aneh di dadanya.
__ADS_1
Eleena melihat luka aneh yang berbentuk lingkaran yang berada di dada pemuda itu. Eleena menyentuh luka itu dan bertanya,
"Apa ini sakit?"
Nalendra menjawab, dia meletakan tangan di atas tangan Eleena.
"Tidak, hanya saja luka ini akan berpendar saat kau dalam bahaya. "
Eleena terkejut, Namun. Kemudian merubah ekspresinya menjadi tenang lalu melepas tangannya dengan pelan.
"Apa kau datang ke Desa Dermarga berbintang karena giok kematian yang memberitahu kalau aku dalam bahaya?"Eleena bertanya penasaran.
Nalendra menjawab tanpa ragu.
"Benar, luka ini yang membuatku datang ke Dermaga berbintang untuk menyelamatkanmu. "
Eleena tahu semua itu bukan salah Nalendra. Giok itulah yang telah memilih Eleena sendiri. Justru Eleena lah yang harus berterimakasih kepada Nalendra karena telah menyelamatkan Eleena berulang kali, dan karena itu Nalendra selalu bersama dan ada di dekat Eleena. Mungkin itu semua karena giok kematian, Eleena tidak tahu harus tertawa atau menangis mendengar itu. Jadi Eleena berkata.
"Aku ingin kau menjawab pertanyaanku dengan jujur kamu hanya perlu menjawabnya iya atau tidak. "
Nalendra merapikan pakaian dan menjawab,
"Baik. Bertanyalah. "
"Apa kau menyelamatkanku karena giok kematian di tubuhku?"
"Ya. "
"Apa kau selalu berada di dekatku menjagaku dan bersamaku karena giok itu?"
"Ya. "
"Ya. "
Eleena lega mendengar giok ini bisa diambil dari tubuhnya. Lalu Eleena bertanya dengan ragu.
"Apa kau pernah menyukaiku?"
"Mungkin. "Jawab Nalendra masih menatap Eleena.
"Aku hanya ingin kamu menjawabnya ya atau tidak. Aku akan bertanya sekali lagi, kali ini jawablah dengan jujur. Apapun jawabanmu aku akan menerima jawaban itu. Kamu tidak usah takut kalau aku akan meninggalkanmu. Karena kamu telah menyelamatkanku aku akan tetap menjadi milikmu. Aku tidak akan melupakan hal itu. "
"Baik, tanyakan sekali lagi. "Jawab Nalendra.
Jantung Eleena berdebar kencang ketika dia akan menanyakan hal itu. Dia tahu mungkin Nalendra hanya ingin giok kematian yang berada ditubuhnya tapi dia ingin memastikan sesuatu. Meski Eleena sudah tahu jawabannya tapi Eleena akan tetap bertanya.
"Apa kau pernah menyukaiku?"tanya Eleena cepat
"Ya. "Jawab Nalendra yakin.
Eleena yang mendengarkan itu terkejut dia tidak menyangka jika Nalendra juga menyukainya. Eleena pikir dia hanya menyukai giok kematian yang ada di tubuhnya. Jawaban Nalendra membuat Eleena tersenyum.
Nalendra menjawab jujur dia tidak membenci Eleena. Gadis ini membuat hari-hari gelapnya berwarna.
"Itu, itu apa kau benar menyukaiku. "tanya Eleena gugup.
"Benar. Raja ini tidak membencimu. "
__ADS_1
Eleena yang mendengar itu sangat senang. Dia tidak tahan untuk tidak tersenyum lebar.
"Kamu bohong. "
"Tidak. Raja ini tidak bohong. "
Jawaban Nalendra membuat Eleena tersipu malu. Di
"Benarkah. "Kata Eleena memalingkan muka.
Nalendra tidak menjawab, dia menarik kepala Eleena untuk menatapnya lalu mencium bibir mungil gadis itu. Eleena tersentak kaget lalu mundur kebelakang mencoba untuk melepaskan diri.
"Tidak, aku tidak ingin melakukanya disini. "Kata Eleena malu.
"Kau sendiri yang tidak percaya pada raja ini. "Kata Nalendra mundur kebelakang dan menatap Eleena.
"Aku percaya. "Kata Eleena cepat.
"Lantas mengapa?"
"Aku ingin bertanya lagi. "
"Tanyalah. "
"Apa aku boleh ikut denganmu untuk menangkap hantu ganas?"
Nalendra menjawab,
"Jika raja ini melarangmu, apa kau akan patuh. "
Nalendra tahu Eleena adalah gadis yang keras kepala. Meski dia melarang Eleena pergi mengingat sifatnya yang keras kepala dia akan mencari cara untuk kabur dan mengikutinya.
"Jadi aku boleh ikut?"tanya Eleena dengan mata berbinar.
"Terserah. "Kata Nalendra berdiri dan hendak meninggalkan Eleena.
Eleena menarik tangan Nalendra dan berdiri.
"Tunggu, kau akan pergi. "
Nalendra menunduk untuk menatap Eleena.
"Iya. "
Eleena menjinjitkan kaki dan memegang wajah Nalendra lalu mencium bibirnya. Nalendra melebarkan mata melihat gerakan Eleena yang tiba-tiba.
"Terimakasih. Telah mengijinkanku untuk ikut. "Kata Eleena melepas tangan dan ciumannya.
"Kau pikir kau bisa mudah pergi begitu saja setelah mencium raja ini. "Kata Nalendra lalu mengangkat tubuh mungil Eleena di pelukannya.
Nalendra menundukkan kepala dan berbisik lirih di telinga Eleena.
"Ayo kita pergi ke kamar raja ini akan menidurimu. "
Eleena tersenyum dia menyentuh pipi pemuda itu dengan lembut.
Terimakasih untuk para pembaca setia. Saya ingin membuat cerita yang manis-manis saja dan konfik yang sedikit mungkin di bab akhiran konfik akan dibuat untuk menguji cinta Nalendra dan Eleena. Setelah ini arc baru memburu hantu ganas akan segera dibuka. Dapatkah Eleena dan Nalendra menangkap hantu ganas yang berkeliaran di dunia manusia?dan siapa yang telah melepaskan hantu ganas itu?
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment untuk menyemangati author tenang aja author gak akan gigit kok. Daa sampai jumpa lagi muachh😘