Tuan Putri & Raja Iblis Season 1

Tuan Putri & Raja Iblis Season 1
Underworld


__ADS_3

Ciuman itu dalam dan lembut. Eleena merasakan wajahnya mulai memanas dia juga merindukan pemuda ini. Dia merindukan sentuhan, tatapan matanya yang dingin, dan bahkan Eleena merindukan hal kotor yang dilakukan mereka berdua. Carberus mendaratkan ke empat kakinya di pintu gerbang Underworld. Eleena turun dari punggung Carberus di bantu dengan Nalendra.


Di hadapanya terdapat pintu gerbang berwarna hitam, tinggi, dan besar. Pintu itu sangat suram dan mengerikan, di tengah pintu terdapat simbol berbentuk bintang, di atas simbol bintang terdapat tengkorak hewan bertanduk yang teramat mengerikan, di kiri dan kanan dijaga oleh pria kekar berjubah hitam. Pria kekar memiliki tubuh yang sangat besar, tubuh itu seperti tubuh dua pria dewasa, pintu itu dikelilingi oleh patung-patung kecil berbentuk pria dan wanita yang telanjang bulat. Mereka memiliki ekspresi yang sangat mengerikan.


Sebuah jembatan berukuran kecil membentang dari ujung ke ujung. Tepat di bawah jembatan terdapat lautan manusia yang di bakar oleh api yang kekal abadi. Eleena dan Nalendra memasuki istana itu dengan cepat.


Underworld bahkan lebih mengerikan dari Istana kegelapan. Suram, gelap dan menyesakkan dada. Damian membuka pintu istana tanpa menyentuhnya.


Di dalam underword sangat berbeda dengan keadaan di luar. Meski tempat ini didominasi oleh warna hitam tapi tempat ini sangat mewah dan elegan. Beberapa pelayan wanita yang memakai baju sangat minim mendekat ke arah Damian.


"Layani tamu istimewa ini dengan baik. "


Pelayan cantik yang setengah telanjang itu menganggukan kepala. Sebagian dari mereka bergelayutan manja seperti monyet di pelukan Damian. Damian merangkul keempat perempuan itu dengan genit. Eleena yang melihat penampakan itu menyipitkan mata.


"tempat ini seperti tempat pelacuran sangat vulgar dan dipenuhi dengan ketelanjangan. Istana kegelapan ternyata berkali lipat lebih baik dari tempat ini. Aku sangat risih melihat mereka. "


Sebagian pelayan wanita cantik dan berpakaian sangat minim mengerumuni Nalendra. Tapi pemuda itu berkata tajam dan mendengus jijik.


"Pergi!atau kalian ingin mati!"


Pelayan cantik bergidik ngeri melihat tatapan membunuh Nalendra. Mereka pergi dari hadapan Nalendra dengan cepat seolah Nalendra adalah racun yang mematikan. Eleena yang melihat itu tertawa terbahak-bahak.


Eleena bertanya,


"Bukankah semua pria menyukai hal seperti itu?"


Nalendra menatap tajam Eleena.


"Mereka hanya seonggok daging yang tidak berguna, Raja ini tidak suka dengan wanita seperti itu. "


Nalendra berkata jujur bagi Nalendra mereka hanyalah seonggok daging yang tidak berguna. Meski mereka memakai pakaian serba minin Nalendra tidak bergairah sama sekali sekalipun wanita itu memiliki tubuh montok dan seksi. Itu tidak akan membuatnya bernafsu, tetapi malah membuat Nalendra semakin jijik. Apalagi saat mereka meliuk-liukan tubuh mereka untuk menggoda. Nalendra yang melihatnya malah ingin muntah.


Namun, berbeda dengan Eleena gadis ini selalu berpakaian tertutup meski tubuhnya tidak seksi dan montok tapi tubuh itu seperti api yang membakar Nalendra secara perlahan. Membuat Nalendra panas dan bergairah secara bersamaan. Kepalanya bahkan sampai berdengung karena gairah ketika dia meniduri Eleena.


Eleena tersenyum dan bertanya.


"Lalu wanita seperti apa yang kau sukai?"


Nalendra menjawab.


"Tentu saja dirimu, apa kau ingin menggoda Raja ini?"


Eleena berkata.


"Tidak, aku hanya bertanya saja. "


Eleena merasa tersanjung dan berbunga-bunga mendengar perkataan Nalendra. Wajahnya tanpa sadar sudah memerah seperti tomat.


Nalendra yang melihat Eleena tersipu. tersenyum menggoda dan berkata nakal.


"Setelah ini Raja ini akan menidurimu sampai puas. "


Eleena semakin malu,


"Jangan menggodaku. Ayo kita temui Damian.


 "


Nalendra yang melihat Eleena semakin malu tersenyum puas. Dia menganggukan kepala dan menarik Eleena menuju ruang perjamuan.


Ruangan perjamuan ini sangat besar dan mewah. Meja panjang ini berisi sebelas kursi. Terdapat beraneka jenis makanan yang memenuhi meja panjang mewah ini. Damian tidak tahu apa kesukaan Eleena jadi dia menyuruh bawahannya untuk membelikan beberapa jenis makanan di dunia manusia yang menurut manusia enak.


"Duduklah kita makan dulu. "Kata Damian mempersilahkan mereka.


Eleena yang sudah lapar langsung menarik kursi di dekat Damian. Dia sangat lapar Eleena bahkan belum makan sesuap nasipun saat terbangun tadi. Dia terlalu fokus merawat dan menjaga Nalendra yang sedang sakit.

__ADS_1


Eleena melayani kedua pemuda itu satu persatu lalu melayani dirinya sendiri. Damian yang dilayani Eleena tersenyum bahagia dia merasa sudah lama sekali tidak merasakan kehangatan dari seseorang di Istananya yang megah dan dingin ini. Mungkin saja dia tidak pernah merasakannya.


Eleena makan dengan lahap seperti orang yang kesetanan. Nalendra yang melihat itu tidak tahan untuk mengomel.


"Makanlah secara perlahan tidak ada yang akan merebut makananmu. "


Eleena menjawab singkat dengan mulut yang dipenuhi makanan.


"Siap tuan. "


Damian yang melihat betapa lucunya gadis itu tertawa pelan.


"Kau bertemu dengan gadis ini dimana?tanya Damian kepada Nalendra.


Nalendra menjawab.


"Perlukah Raja ini menjawabnya bahkan pertemuan kita tidak berkesan sama sekali. "


Damian menjawab.


"Tidak perlu, aku tahu itu. "Kemudian Damian melanjutkan makan dengan cepat.


Damian bertanya pada Eleena.


"Apa tujuanmu untuk datang ke dunia bawah?"


Eleena menjawab dengan cepat.


"Untuk meminta bunga anggrek hitam. "


"Untuk siapa bunga itu apa untuk pemuda menyebalkan itu?"Kata Damian menujuk Nalendra.


"Benar. "Jawab Eleena singkat.


Nalendra menjawab.


"Mereka yang mencari masalah terlebih dahulu kepada raja ini. "


Damian berkata.


"Berhentilah membuat masalah jangan menambah pekerjaanku yang sudah teramat banyak. Kau sudah membunuh ribuan orang yang seharusnya belum mati dalam seratus tahun. "


"Raja ini tidak peduli, salahkan mereka yang membuat masalah dengan raja ini terlebih dahulu. "Kata Nalendra dingin.


"Jika kau terus seperti ini dunia tidak akan seimbang. "Kata Damian


Dia sudah lelah dan capek mengurusi masalah Nalendra. Orang itu selalu membuat masalah. Aku yakin dia akan berkata "Baik" setelah ini tapi dia akan mengulangi kesalahan yang sama berulang kali.


Nalendra menjawab,


"Baik, jika raja ini tidak lupa. "


Benarkan kataku aku sudah hafal dan mengenal orang ini dari luar dan dalam selama ribuan tahun. Damian sudah pasrah terserah dia akan melakukan apa. Batu memang sulit diberitahu.


Damian menghela nafas panjang dan berkata.


"Aku akan memberimu bunga anggrek hitam tapi bunga itu tidak gratis."


"Apa aku harus membayarnya?"


"Tentu saja. "


"Berapa?"


"Aku tidak butuh uang. "Kata Damian tegas.

__ADS_1


Nalendra yang mendengar itu menatap tajam Damian.


"Tidak perlu repot-repot aku tidak membutuhkanya. "


"Aku ingin meminta bantuanmu. "


"Tidak biasanya raja neraka meminta bantuan kepada raja iblis, memangnya apa yang membuatmu resah?"tanya Nalendra.


Damian menjawab.


"Akhir-akhir ini banyak arwah yang melarikan diri, padahal aku selalu menjaga dan memeriksa arwah itu dengan ketat, tapi entah bagaimana arwah itu bisa keluar dari dunia bawah dan menuju dunia atas. Jika mereka ada di dunia manusia maka itu akan sangat berbahaya. Aku ingin kau menangkap arwah itu. "


Nalendra menjawab cepat.


"Raja ini tidak mau raja ini bukan penangkap arwah kau pikir raja ini cenayang. Kenapa kau tidak mencari cenayang sekalian. Hal itu diluar kemampuan dan kekuasaan raja ini. "


Nalendra menolak karena dia lebih suka merusak daripada memperbaiki. Apalagi yang berhubungan dengan manusia dia tidak akan pernah mau melakukannya.


Eleena menatap mereka satu persatu lalu bertanya.


"Apa mereka sangat berbahaya?"


Damian menjawab,


"Tentu saja mereka berbahaya. Arwah yang keluar dari dunia bawah akan menjadi hantu ganas. "


Eleena terkejut, hantu ganas sangat mengerikan mereka bisa membunuh siapa saja tanpa pandang bulu. Mereka ada karena dendam dan kebencian.


Damian melirik Nalendra dan berbisik.


"Aku akan membantumu mencari air tujuh dewa. "


Nalendra merasa tawaran ini cukup menarik tapi dia malas jika harus berurusan dengan hantu ganas. Karena mereka hantu yang sangat merepotkan.


"Baik raja ini akan membantumu. "


Damian berkata dengan riang gembira.


"Aku tahu kau pasti akan membantuku. "


"Apa aku boleh ikut?"tanya Eleena kemudian.


"Tidak. "Jawab Nalendra tegas.


"Aku mohon, aku memang tidak memiliki kekuatan sebesar kalian, tapi aku bisa membantumu dengan ilmu pedang yang aku pelajari dan sihir tingkat menengah yang aku miliki. "


"Tidak, kau hanya akan menjadi beban. "


"Aku memaksa ikut lagipula kau berutang penjelaskan denganku, bagaimana giok kematian bisa berada ditubuhku. "Kata Eleena tegas.


Nalendra yang mendengar itu melebarkan mata.


"Bagaimana kau bisa tahu?"


Eleena tidak menjawab dia hanya menunjuk Damian dan berlalu pergi.


Nalendra menatap Damian marah,


"Kau yang memberi tahunya?"


Damian menggangguk lalu berdiri dari kursinya dan berlari dengan cepat. Dalam sekejab mata dia sudah menghilang dari pandangan Nalendra yang sedang marah.


Nalendra mengepalkan tangan dengan erat lalu berdiri dan mengejar Damian.


"Kau! raja ini akan membunuhmu Damian, dasar mulut sampah!"

__ADS_1


__ADS_2