Tuan Putri & Raja Iblis Season 1

Tuan Putri & Raja Iblis Season 1
Dalam Bahaya


__ADS_3

Nalendra menopang kepala malas. Mata dinginnya yang sedingin es memandangi ruangan kosong sepi dan hening. Dia merasa ada sesuatu yang hilang dihatinya.


"Sepertinya tempat ini kembali seperti dulu. "Kata Nalendra kepada dirinya sendiri lalu pemuda itu tersenyum mengejek pada dirinya sendiri.


Guntur datang dari pintu utama, luka di tubuhnya sedikit membaik, meski wajahnya sedikit memar tapi itu lebih baik dari saat terakhir dia bertemu pemuda itu.


Nalendra memanggil Guntur untuk pergi memburu hantu ganas. Guntur berhenti di depan singgasana hitam lalu dia berlutut dan memberi hormat pada Nalendra.


"Tuan, semuanya sudah di siapkan dengan baik. "


Nalendra berdiri dari singgasana lalu menuruni tangga satu persatu dengan anggun. Nalendra berhenti di depan Guntur, dia meletakan tangannya di bahu pemuda itu dan menyuruhnya berdiri.


"Berdiri!"


Setelah Guntur berdiri dengan baik. Nalendra menarik kedua tangannya, lalu meletakkan kedua tangan di belakang punggungnya.


"Apa lukamu sudah membaik? "tanya Nalendra pelan. Masih dengan tangan yang dikunci kebelakang, nada suaranya tidak tinggi dan juga tidak rendah.


Guntur menatap wajah dingin Raja Kegelapan yang setiap saat bisa menenggelamkan siapa saja di dalam lautan es, dia menjawab dengan suara rendah dan sopan.


"Sudah tuan, apa tuan akan pergi sekarang?"


Nalendra menjawab dengan santai.


"Tunggulah sebentar, orang itu akan segera datang. "


Guntur tidak tahu orang yang dimaksud oleh Tuan Nalendra. Dia menatap bingung tuannya dengan kening dikerutkan. Namun, dari ambang pintu seorang berpakaian serba merah dengan kipas putih tersenyum lebar kepada Nalendra. Pemuda itu sangat tampan, berusia sekitar 20 tahunan, di antara alis terdapat ornamen api berwarna merah, mata almond nya menyipit seperti bulan sabit. Damian melambaikan tangan kepada mereka dan berkata dengan riang gembira.


"Ayo kita pergi. "


Nalendra mengangguk dan mendekat ke arah Damian. Guntur melebarkan mata, tidak mengira jika Raja Neraka akan ikut bersamanya. Berarti ini bukanlah masalah kecil sehingga raja neraka turun tangan sendiri untuk mengatasi masalah ini. Guntur mengikuti dua iblis besar itu dengan langkah cepat.


Mereka menggunakan formasi bintang yang di gambar dengan darah. Setelah formasi di gambar dengan sempurna. Mereka berdiri di atas formasi itu. Damian mengucapkan mantra kuno aneh, setelah mantra kuno diucapkan, formasi itu bersinar sangat terang. Saking terangnya sinar itu menyilaukan mata. Ketika Guntur membuka mata, dia sudah berada di sebuah desa kecil yang antah berantah, desa itu dikelilingi oleh banyak pohon bambu, mereka berdiri di tengah hamparan pohon bambu yang sangat lebat. Disana berdiri sebuah gubuk reot beratap jerami dan berdinding bambu, gubuk itu menghadap ke arah pohon bambu. Tempat ini sangat gelap dan suram, sedikit matahari yang masuk melalui celah-celah bambu. Nalendra menyilangkan tangan di dada.


"Apa ini tempat orang berpakaian serba putih dan bertopeng aneh itu?"tanya Nalendra malas. Dia lebih suka duduk di singgasananya daripada menyelidiki hantu merepotkan itu.


"Benar. Ini desa Hutan Bambu, tapi mengapa tidak ada orang yang tinggal di tempat ini?"


"Apa kau salah membuat formasi, kenapa tempat ini sangat berbeda dengan yang kau bicarakan. "Kata Nalendra sedikit kesal.


Damian merenung sejenak, lalu dia membayangkan bentuk dan tata letak formasi yang sudah tepat. Damian berkata yakin tidak ada sedikit keraguan di ucapannya.


"Tidak, aku sangat yakin formasi ini sudah benar. "

__ADS_1


"Mari kita berpencar dan mencari di tempat yang berbeda. "Kata Nalendra menyarankan dengan nada tenang.


Mereka mengangguk dan pergi secara terpisah. Nalendra pergi ke arah timur, Damian pergi ke arah utara sedangkan Guntur pergi ke arah barat.


Sedangkan di tempat lain yang tidak jauh dari tempat itu. Seorang berpakaian serba putih dan memakai topeng aneh berdiri di sebuah bangunan yang hampir hancur. Pria itu memakai topeng kupu-kupu dan masuk ke dalam rumah yang hampir reot. Di dalam rumah terdapat seorang pria yang sedang berbaring di atas tempat tidur beralas tipis. Mendengar ada seseorang yang mendekat ke arahnya dia segera duduk dan menyandarkan tubuh di dinding reot itu. Orang bertopeng menunduk sebentar dan berdiri.


"Tuan, Raja iblis sudah pergi dari Kerajaan Akasia. Apa yang akan anda rencanakan untuk mendapatkan gadis itu?" tanya orang bertopeng dengan pelan sebisa mungkin tidak menyakiti hati lawan bicaranya.


Orang yang memakai cadar hitam tertawa, merasa senang mendengar berita itu. Usahanya tidak sia-sia.


"Tubuh gadis itu sangat berharga, aku akan mengganti tubuh tidak berguna ini dengan tubuh istimewa miliknya. "


Setelah mengatakan rencananya, orang yang memakai cadar melepas penutup wajah yang selalu dia pakai. Orang bertopeng terkejut melihat wajah orang bercadar dari pantulan mata hitam miliknya. Wajah itu hancur tidak berbentuk, rahangnya miring ke kanan, hidungnya hilang setengah. Wajah itu tidak bisa dikenali lagi, mereka tidak akan bisa membedakan orang ini pria atau wanita.


Orang yang melihatnya akan merasa ngilu dan iba.


Seolah mengerti dengan apa yang dipikirkan orang bertopeng. Orang bercadar bertanya.


"Apa kau takut? "


"Aku tidak takut, apa itu semua karena iblis itu?"tanya orang bertopeng penasaran. Dia tidak takut tapi rasa ingin tahu memenuhi jantungnya.


"Benar, ini semua karena mantan dewa gila itu. Untung saja aku berhasil melarikan diri sebelum api membakarku. "Jawab orang bertopeng tersenyum miris, menatap kosong orang bertopeng di depannya. Seolah dia mengingat sesuatu.


Pria bertopeng berkata dengan wajah serius.


Orang berwajah mengerikan terdiam lalu menghela nafas panjang.


"Dia sudah mati, kau sendiri sudah memastikannya di dunia bawah, kenapa kau masih ingin menghidupkan orang yang sudah mati selama bertahun-tahun. Apa kau gila?"


Orang bertopeng menggelengkan kepala, dia memiliki tekad yang kuat suaranya dipenuhi dengan semangat.


"Aku tidak gila, nyawa wanita itu lebih berharga daripada nyawa gadis itu?"


Orang berwajah mengerikan tertawa pelan, sedikit ragu dengan ide gila orang tersebut.


"Apa kau yakin?"


Orang bertopeng menjawab dengan yakin. Nada suaranya sangat jelas dan tidak dibuat-buat.


"Aku sangat yakin, aku telah mencari gadis itu selama bertahun-tahun. Setelah aku menemukan gadis itu aku akan memberikan gadis itu kepadamu?"


Orang berwajah mengerikan tertawa keras. Suaranya memenuhi ruangan ini.

__ADS_1


"Kau memang sudah gila, Tapi. Jika itu keinginanmu aku akan menurutimu meski itu terdengar sangat gila. "


"Gadis itu akan kembali hari ini aku akan menculik dan memberikan gadis itu padamu. "


"Bagaimana kau bisa tahu, bukankah gadis itu bersama Raja Iblis?"


"Tidak, Raja Iblis sedang pergi ke tempat lain dia tidak bisa menjaga gadis itu untuk sementara waktu. "Kata orang bertopeng dengan yakin suaranya dalam. Orang bertopeng sangat yakin karena dia sendirilah yang telah bertanya dan memastikan perkataan Juna. Menurut yang Juna katakan, Briyan sangat marah mengetahui jika orang yang pergi bersama Eleena adalah Raja Iblis. Briyan langsung menuju istana kegelapan untuk membawa gadis itu pulang. Dia sangat yakin jika sekarang gadis itu bersama Briyan.


Orang berwajah mengerikan memasang kembali tutup wajahnya. Lalu tersenyum aneh. Mata hitamnya menyipit, menatap seorang pemuda berpakaian serba hitam dari celah dinding yang berlubang.


"Sepertinya kita akan kedatangan tamu yang merepotkan.


Orang bertopeng mengikuti arah pandang orang bercadar terkejut tapi berubah tenang.


"Aku akan pergi kau urus orang merepotkan itu. "


Orang bercadar menjawab,


"Baik. Sekarang pergilah. "


Orang bertopeng menganggukan kepala dan menghilang dari pandangan orang bercadar.


Nalendra mendekat ke arah bangunan rumah yang hampir reot. Dari arah bangunan reot sebuah pisau belati dilempar ke arahnya, Nalendra menghindari lemparan pisau itu dengan cepat. Orang berpakaian serba putih muncul di depannya. Dia melempar puluhan pisau kecil ke arahnya. Nalendra yang dilempari pisau menghindari puluhan pisau itu dengan tenang. Seolah benda tajam itu bukan apa-apa. Nalendra menangkap salah satu pisau itu dengan cekatan dan melempar kepada Orang bercadar namun orang bercadar menghindar lemparan pisau dengan mudah.


Nalendra tersenyum lebar, menatap orang bertopeng dengan keengganan yang sangat kentara. Lalu dengan acuh tak acuh berkata, tapi disertai dengan ejekan yang sangat jelas.


"Apa kau ingin melakukan atraksi atau ingin membunuh raja ini. "


Orang yang memakai penutup wajah hitam menjawab, dia melengkungkan bibir membentuk busur panah.


"Ternyata benar, kau sedang tidak bersama gadis itu. Jika kau terus bermain denganku mungkin gadis itu akan mati. Asal kau tahu bawahanku sudah menuju Kerajaan Akasia. "


Nalendra yang mendengar itu terkejut. Seketika darahnya naik ke atas dengan sangat cepat mendengar perkataan orang bercadar itu. Dia tidak akan membiarkan orang lain menyentuh gadis itu. Namun, ketika hendak berbalik orang dengan penutup wajah sudah berdiri di belakangnya. Dia tertawa pelan dan berbisik di telinga Nalendra pelan.


"Kau sangat mengkhawatirkan gadis itu. Tetapi aku tidak bodoh mana mungkin aku menghadapi raja iblis tanpa rencana. Asal kau tahu pisau yang kau pegang itu sudah aku lumuri racun. Setelah kau terkena racun itu. Tubuhmu akan mati rasa dan tidak bisa digerakkan untuk sementara waktu. "


Orang itu melanjutkan, dia tersenyum mengejek. Seolah merasa bangga dengan rencana yang telah dia siapkan.


"Aku memang tidak bisa membunuhmu tapi aku tahu kelemahan mu, dengan membunuh gadis itu sama saja akan membunuhmu. "


Reaksi racun mulai terasa di tubuhnya, pemuda itu merasa tubuhnya mulai mati rasa dan tidak bisa digerakkan.


"Aku tidak menyangka seorang iblis tidak punya hati sepertimu bisa menyukai seorang manusia. Bahkan kau tidak peduli dengan tubuhmu yang masih terluka. Ketika kau memberikan hatimu orang yang menerima hatimu akan dalam bahaya dan kau tidak bisa menghindari bahaya itu. "

__ADS_1


Iblis itu tertawa. Wajahnya yang dingin dan mempesona tidak mengungkapkan sedikitpun kelemahan yang dimilikinya. Tubuhnya yang hampir membeku digerakkan dengan mudah seolah racun itu tidak membahayakan sama sekali.


"Dengan trik murahan seperti itu kau tidak akan bisa menipu raja ini. "


__ADS_2