Tuan Putri & Raja Iblis Season 1

Tuan Putri & Raja Iblis Season 1
Ratusan Mayat Yang Dikendalikan


__ADS_3

Sudah seminggu Eleena pergi meninggalkan desa Hutan Hijau Bambu dia merasa bahagia dan sedih. Bahagia karena dia mendapat teman baru dan sedih karena dia harus pergi meninggalkan Yuan. Mereka telah melewati sungai, desa dan kota dalam waktu seminggu perjalanan mereka sangat lancar tidak ada gangguan-gangguan aneh seperti sebelumnya. Banyu dan Guntur mengikuti Eleena dari belakang. Sesekali mereka meributkan sesuatu yang tidak dia pahami. Eleena yang merasa terganggu karena kebisingan mereka langsung berjalan cepat-cepat, melihat Eleena berjalan dengan cepat mereka mengimbangi langkah kaki Eleena. Mereka sekarang berada di hamparan kehijauan yang sangat luas, halaman ini seperti potret di lukisan, langit diatas berwarna biru muda menggantung dengan indah, awan-awan berwarna putih berjalan perlahan mengikuti langkah kaki Eleena. Setelah melewati hamparan rerumputan yang sangat luas Eleena berhenti di kota yang aneh, Kota ini sangat sepi tidak seperti kota-kota lainnya, Tidak ada tanda kehidupan di kota ini. Eleena merasa kota ini seperti kota mati hanya terdengar suara angin dan daun yang bergesekan. Selangkah dua langkah tidak ada masalah tapi ketika Eleena menapakkan kaki yang kelima terdengar suara geraman binatang buas.


Binatang buas seharusnya tidak ada di kota, tapi kenapa disini terdengar suara geraman binatang buas. Bukankah itu aneh?


Eleena memiringkan kepala dan bertanya kepada Banyu,


"Apa kau mendengar suara itu? "


Banyu menajamkan telinganya dia pikir itu hanya halusinasinya saja tapi ternyata suara itu juga didengar oleh mereka berdua,


"Aku mendengarnya. "Jawab Banyu.


Eleena melangkah maju sekali lagi tapi suara itu hilang.


"Sudah hilang, mungkin itu halusinasi saja. "Kata Eleena kepada Banyu dan Guntur.


Banyu memperingatinya,


"Tetap hati-hati dan tingkatkan kewaspadaan,Jangan ceroboh. "


Eleena menoleh dan mengangguk paham.


Guntur maju di depan Eleena, Eleena berada ditengah kedua pemuda itu, mereka baris berurutan seperti anak kecil yang sedang bermain. Eleena memegang bahu Guntur, Banyu memegang bahu Eleena, mereka berjalan perlahan-lahan.


Suara geraman itu terdengar lagi, suara itu semakin mendekat kearah mereka. Didepannya tepat dibalik pohon yang teramat besar ada monster yang mengerikan, tingginya melebihi pohon besar itu, sebagian atas tubuhnya adalah manusia, tangannya terdapat sayap, sayap itu seperti sayap Kelelawar berwarna merah terang, kakinya seperti semut sangat panjang dan berwarna hitam. Hewan itu sedang memakan manusia. Sebagian tubuhnya hancur, organ didalamnya mencuat keluar, matanya melotot dan kakinya diputar kearah berlawanan. Eleena yang melihat mayat manusia itu ingin muntah. Mata Monster itu menatap tajam kearah mereka, Mereka terbelalak menatap monster mengerikan itu, mata monster itu hampir tercungkil sempurna tapi ada otot yang menahan mata itu agar tidak terlepas dari rongga matanya. Banyu dan Guntur segera berubah menjadi Harimau dan ular yang sangat besar. Eleena bersembunyi di balik dinding yang terbuat dari kayu, kepala Eleena menjulur kedepan dia persis seperti anjing yang sedang penasaran. Harimau itu meraung, mengangkat cakarnya yang setajam belati, monster itu menghindar, Monster itu kemudian menerjang harimau dan ular besar itu, Merasa ada bahaya ular itu melilit monster itu dan menggigitnya dengan sangat kuat, monster itu meraung dan melolong kesakitan, melihat ada celah dibelakang monster itu Banyu segera mencakar monster itu tapi monster itu menghindar dengan gesit. Pertarungan mereka sangat sengit dan menyeramkan.


Tepat dibelakang Eleena terdapat puluhan manusia yang mengerikan, wajahnya berwarna biru, tubuhnya dibungkus oleh perban putih yang persis seperti mumi, mereka bukan manusia tapi mayat hidup yang dikendalikan. Mereka menggeram seperti binatang buas, mayat itu berjalan terhuyung-huyung seperti orang mabuk, mayat itu mengangkat tangannya tinggi-tinggi seolah ingin mencabik Eleena. Eleena menghindar dan mengayunkan pedangnya kearah mayat yang dikendalikan itu, sebagian dari mereka terhempas seperti kapas. Guntur yang melihat Eleena sedang berada dalam kesulitan segera mendekat ke arah Eleena dengan bentuk ular hitam besarnya. Ular itu mendesis dan melempar mereka dengan ekor bersisiknya. Eleena membunuh mereka satu persatu dia mengayunkan pedangnya ke segala arah tapi mayat itu tidak ada habisnya. Eleena melangkah maju lagi menusuk mayat itu satu persatu dan menendangnya.

__ADS_1


Guntur yang berada didekat Eleena melilit mayat itu dengar ekor panjangnya. Merasa mayat itu tidak berkurang sedikitpun Eleena memanggil Guntur.


"Pergi sekarang, mayat itu tidak ada habisnya kita harus memikirkan cara lain. "Kata Eleena berteriak lantang.


Melihat mangsanya akan kabur mayat itu berlari kencang seolah ia tidak ingin kehilangan hewan buruannya dan ingin menerkam mangsanya sampai mati. Eleena yang melihat mayat itu semakin menggila dia mengayunkan pedangnya lagi. Ia sesekali melompat, menghindar dan mundur kebelakang. Eleena sudah sangat letih dia ingin memanggil Guntur dan Banyu lagi tapi mereka sedang bertarung dengan sengit. Mayat itu mengerumuni Eleena. Eleena dalam bahaya dia tidak bisa kemana-kemana, Seandainya Nalendra ada disini. mungkin dia tidak akan berada disituasi yang menyedihkan ini. Eleena sangat marah kepada orang yang telah mengendalikan mayat ini. Dia tidak akan mengampuni siapa saja yang melakukan itu. Eleena tertawa terbahak-bahak dia sangat mengerikan tidak seperti Eleena yang kita kenal saat ini. Tiba-tiba kekuatanya melonjak drastis tubuh Eleena dikelilingi cahaya berwarna merah dia menghempas makluk itu dengan sekali hempasan dan dalam sekali hempasan itu juga puluhan mayat itu terlempar jauh.


"TIDAK AKAN AKU BIARKAN KALIAN HIDUP! . "Kata Eleena berteriak marah suaranya sangat dalam dan menakutkan.


Banyu dan Guntur menatap Eleena. Aura ditubuhnya sangat hitam dan jahat. Mayat itu bertambah lagi. Kali ini jumlahnya dua kali lipat dari mayat yang sebelumnya. Eleena menyerang mayat itu dengan membabi buta mayat itu mundur ketakutan,Eleena merasa kepalanya sangat pusing dia memegangi kepalanya yang kesakitan, penglihatannya berkunang-kunang, Eleena menggelengkan kepalanya berharap rasa sakit itu menghilang. Melihat gadis itu lengah mayat itu kembali menyerangnya dengan bringas. Namun, Dibelakangnya seorang pria berambut merah menopang tubuhnya dengan lembut. Dia datang entah dari mana, Nalendra mengayunkan mayat itu dengan kekuatanya segera mayat itu bertebrangan kesegala arah mereka seperti bulu yang diterbangkan, mereka mengerang dan terjatuh ketanah satu-persatu. Pemuda itu sekarang sangat mengerikan, matanya berkobar karena amarah, dan auranya seperti racun sangat mamatikan.


Nalendra berteriak marah,


"Berani menyentuh milik Raja ini, siapapun kalian akan mati dengan mengenaskan. "


Melihat iblis itu datang, orang yang berdiri dibalik pohon segera menghentikan sihirnya dan menarik mayat itu kembali. Dia tersenyum kecut, merasa tidak ada yang seru lagi, jika dia tetap berada disitu dan diketahui oleh iblis itu dia akan dibunuh tanpa ampun. Orang itupun melangkah pergi bersama puluhan mayat yang tersisa, dia rugi besar pasukan yang Dikirimnya hampir binasa seutuhnya. Dia tidak menyangka kalau Raja Iblis akan datang.


"Percobaan ini gagal sepertinya harus mencari cara yang lain. Dia pun hilang dalam sekejab mata.


Banyu dan Guntur telah kembali tubuhnya dipenuh luka yang menyedihkan mereka saling merangkul dan menopang tubuh mereka satu sama lain. Melihat Tuannya telah kembali mereka menundukkan kepala sambil meringis kesakitan.


"Tuan, anda telah kembali. "


Nalendra menatap mereka berdua sekilas dan kemudian menatap gadis yang ada dipelukannya.


"Kerja bagus kita pergi dari sini, dan cari penginapan terdekat. "


"Baik."Kata Banyu dan Guntur mengikuti Nalendra dibelakangnya..

__ADS_1


Nalendra tahu bahwa ada seseorang yang mengincar Eleena.Entah karena ingin giok ditubuh Eleena atau Eleena itu sendiri.


Dia pergi selama beberapa hari menyelidiki rencana ini dan benar saja tanpa menunggu waktu lama mayat itu telah menyerang gadis itu disaat dia tidak ada disampingnya. Mereka tahu bahwa gadis itu akan pergi ke Dermaga Berbintang. Namun, bagaimana mereka tahu itu masih menjadi teka-teki. Giok ditubuhnya hampir saja mengendalikan tubuh Eleena untung saja Nalendra datang tepat waktu, jika tidak maka semua orang akan tahu bahwa giok itu berada di tubuh gadis itu. Mereka akan mengincar Eleena, membunuhnya dan mengambil Giok Kematian itu.


Gadis itu masih belum bangun juga kekuatan ditubuhnya tidak stabil. Nalendra menggunakan kekuatannya untuk menstabilkan kekuatan ditubuhnya. Gadis ini sangat ceroboh dia bahkan tidak mempedulikan keselamatannya sendiri dia tetap maju melawan mayat itu tanpa pandang mundur. Dia seperti kesatria di medan perang. Sangat berani dan tidak takut mati.


Banyu dan Guntur menyembuhkan tubuhnya dengan kekuatan dalam, luka ditubuhnya berangsur-angsur menghilang. Nalendra tidak punya waktu lama dia harus segera kembali. Tapi melihat Eleena babak belur seperti ini ,dia mengurungkan niatnya untuk kembali di Istana Kegelapan.


Nalendra sedang duduk dipinggir ranjang mengamati Eleena yang tidak sadar. Dia memanggil Guntur dengan suara yang dingin.


"Guntur."


Guntur yang berada diruang tengah segera menghadap Tuannya,


"Hamba disini Tuan. "


Nalendra menatap Guntur,


"Pergi cari Wayan. "Kata Nalendra datar.


"Baik. "Kata Guntur dan menghilang dari balik pintu.


Guntur adalah orang yang tidak banyak berbicara seperti Banyu dia orang yang langsung bertindak tanpa harus disuruh, berbeda dengan Banyu. Banyu orang yang ramah dan suka tersenyum dia sangat cocok untuk menjadi pendengar dan pembicara yang baik tapi hal itu tidak mengurangi kekejaman Banyu saat melawan musuh. Dia tipe orang yang sangat cocok untuk dijadikan teman. Tapi jika melaksanakan tugas Nalendra lebih suka kepada Guntur dia cekatan dan terampil, punya banyak rencana yang cerdik dan cemerlang.


Guntur kembali Ke Istana Kegelapan, untuk mencari Wayan. Pria itu sudah lama tidak kembali ke Istana Kegelapan Nalendra curiga jika semua itu berkaitan dengan Wayan.


Nalendra tahu jika orang itu tidak mudah, Wayan tidak seperti Banyu dan Guntur dia seperti orang misterius yang memiliki banyak taktik dan rahasia.

__ADS_1


__ADS_2