Tuan Putri & Raja Iblis Season 1

Tuan Putri & Raja Iblis Season 1
Keretakan


__ADS_3

Disaat Nalendra ingin membawa Eleena pergi. Damian keluar dari tembok dengan panik, dia berhenti di depan pemuda itu dengan melebarkan mata. Dia melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat. Itu membuat Damian terbatuk pelan dan membalikkan badan.


Nalendra menurunkan Eleena dari pelukan dengan pelan. Lalu dia berjuang berdiri dengan kakinya.


Eleena ingin membuka mulut tapi Nalendra sudah berbicara dengan suara tinggi dan keras. Nampaknya pemuda ini marah karena keinginannya tidak tercapai.


"Kenapa?"


Damian masih berbalik, dia menjawab dengan canggung dan sedikit bersalah.


"Aku menemukan keretakan di Neraka tingkat 4, sepertinya arwah itu keluar dari retakan itu. "


Nalendra menatap wajah Eleena yang dipenuhi dengan rasa keingintahuan yang teramat kuat. Pemuda itu berkata pelan.


"Pergilah, raja ini akan menemui mu nanti. "


Eleena ingin tahu tapi dia mengerti tidak seharusnya ikut campur dalam masalah ini. Jadi dia mengangguk dan tersenyum,


"Baik, aku akan menunggumu. "


Nalendra berjalan menuju ke arah Damian. Dia mengucapkan sesuatu masih dengan nada tinggi dan keras,


"Ayo pergi!"


Nalendra menendang sebelah kaki Damian dengan kesal dan berjalan mendahuluinya. Damian yang di tendang kakinya meringis kesakitan dia memegangi kakinya yang sakit sambil mengerucutkan bibir.


Eleena yang menyaksikan itu melengkungkan bibir dan menggelengkan kepala. Dia merasa dua iblis ini seperti kakak beradik yang sedang bertengkar. Eleena membalikkan badan lalu melangkah pergi meninggalkan taman.


"Apa aku mengganggumu?"Kata Damian sambil mengipasi dirinya dengan kipas putih yang selalu dia bawa kemana-mana. Dia sedikit berlari mengejar Nalendra.


"Kamu datang di saat yang tidak tepat. "Kata Nalendra marah. Dia berjalan beriring-iringan di samping Damian yang berusaha menjajarkan kaki.


Damian terkekeh pelan, dia menutupi mulut dengan kipas dan berkata,


"Maaf aku tidak tahu kalau kau akan melakukanya. Nanti setelah menyelesaikan ini aku tidak akan menganggumu kau bisa melakukanya dengan tenang. "


"Tidak, raja ini akan kembali ke istana kegelapan setelah ini. Kau sangat mengganggu raja ini tidak ingin berlama-lama disini. "Kata Nalendra pedas dan tajam. Jika bukan Damian tidak ada yang bisa tahan dengan omongan pedas dan tajam pemuda ini. Mungkin jika orang lain yang mendengar perkataan Nalendra mereka akan menangis ketakutan. Namun, Damian dengan santai dan senyum cerah secerah mentari bertanya lagi.


"Apa kau akan mengajaknya untuk memburu hantu ganas? "


Nalendra melemparkan pandangan muram pada Damian.


"Tidak, raja ini tidak ingin membuatnya terluka. "

__ADS_1


Damian bertanya dengan santai.


"Apa kau menyukai manusia itu sungguhan?"


Nalendra menjawab singkat.


"Mungkin. "


Damian tertegun dan berkata yakin.


"Ternyata benar kalau kau menyukainya. Tidak biasanya kamu peduli pada manusia sedemikian rupa. "


Nalendra tidak menjawab dia hanya menatap jengkel pemuda di sampingnya dan berhenti di depan tembok hitam.


Damian yang sudah hafal dan khatam dengan sifat Nalendra yang dingin dan galak hanya membiarkan saja.


Tembok hitam itu terbuka dengan sendirinya, seperti pintu otomatis yang digerakkan oleh mesin. Setelah tembok itu terbuka, terdapat lautan manusia yang dikelilingi dan dipenuhi oleh api neraka. Lautan itu ada di dalam jurang yang dalamnya mencapai ribuan kaki. Mereka di sekat dengan tembok hitam tinggi yang tersusun dari bebatuan neraka. Di atasnya ada jembatan yang menghubungkan satu lautan neraka dengan lautan neraka lainnya.


Di atas jurang terdapat penghalang yang berguna untuk mencegah arwah manusia keluar dari jurang neraka. Mereka melewati jembatan dan berhenti di lautan manusia yang ke 4.


Damian menuruni jembatan dan berjalan di atas tembok yang tersusun oleh batu neraka tadi.


"Lihat. "Kata Damian dia menunjuk sebuah retakan kecil di atas penghalang.


Nalendra masih berdiri di atas jembatan dan menatap retakan kecil itu.


Damian mendongak ke atas dan menjawab.


"Benar. Sepertinya begitu, itu terlihat dari beberapa batu tambahan yang mereka selipkan di antara tembok itu. "


Nalendra melihat bebatuan kecil yang di selipkan di antara bebatuan lain.


"Mereka manusia yang berani, dengan tubuh di penuhi luka karena siksaan mereka bisa kabur dengan mudah. "


Damian menjawab dan mengejek.


"Bukankah itu mengingatkanku dengan seseorang yang berhasil kabur dari neraka paling bawah ribuan tahun lalu. "


Nalendra memalingkan muka, dia tidak ingin membahas hal itu. Karena orang yang Damian maksud adalah Nalendra itu sendiri.


Melihat reaksi lucu yang ditimbulkan Nalendra, Damian tidak tahan untuk menggodanya lagi.


"Bagaimana kau bisa kabur coba ceritakan padaku?"

__ADS_1


Nalendra tidak menjawab. Dia tidak ingin mengingat hal yang menyakitkan itu lalu dia mengalihkan pembicaraan.


"Ayo kita turun ke bawah, apa yang dilakukan bawahan mu yang tidak becus itu sehingga mereka bisa kabur. "


Damian mengangguk lalu dia melompat ke dalam jurang diikuti oleh Nalendra setelahnya.


Mereka mendarat ringan di tengah lautan api. Di tengah lautan api terdapat taman kecil, terdapat meja dan kursi yang terbuat dari batu neraka. Nalendra duduk di kursi dengan santai sedangkan Damian memanggil bawahannya dengan kerutan vertikal yang nampak di kedua alis.


Kedua bawahan berjubah hitam dan bertubuh kekar menghadap Damian. Mereka memberi hormat dan berkata dengan bibir bergetar.


"Tuan. "


Damian meletakan tangannya di belakang badan.


"Apa kalian tertidur sehingga mereka bisa kabur dari neraka dan menuju dunia atas. "


Mereka menjawab dengan wajah pucat pasih dan ketakutan.


"Tidak tuan, kami tidak pernah tidur hanya saja beberapa waktu lalu ada penghuni neraka baru. Dia menebarkan bubuk ke wajah kami. Ketika kami tersadar orang itu sudah pergi. "


Damian menganggukan kepala.


"Jadi kalian di bius dengan bubuk itu. Apa kalian mencoba menipuku, sebelum manusia masuk ke dunia bawah. Tubuh mereka sudah di geledah satu persatu hingga tidak menyisakan satu helai benang pun. Tetapi, bagaimana mungkin orang itu bisa lolos dengan mudah. "


Bawahan itu saling menatap satu persatu dan menjawab dengan yakin.


"Kami tidak tahu tuan. Orang itu tiba-tiba muncul di depan kami. Itu terjadi sangat cepat tetapi kami ingat dia memakai pakaian serba putih dan terdapat topeng aneh di wajahnya. "


Damian melotot dan tertawa keras,


"Kalian memang tidak berguna! Tidak ada manusia hidup yang bisa masuk dengan mudah ke dunia bawah tanpa ijinku dan aku tidak pernah mengijinkan orang yang masih hidup menuju dunia bawah kecuali orang itu sudah mati. "Kata Damian mencengkeram leher kedua pemuda itu dengan kuat hingga kepala mereka terputus. Kepala itu sudah terpisah dari badannya, Damian menendang kedua kepala dan tubuh itu dengan keras ke dalam lautan api.


Damian menatap Nalendra sekilas lalu terbang ke atas dengan sayap kelelawarnya. Nalendra yang melihat Damian pergi ikut menghilang dan muncul lagi di atas tembok.


Di sana Damian sedang memperbaiki keretakan itu dengan kekuatannya. Tak butuh waktu lama keretakan itu sudah tertutup dengan sempurna.


Damian menatap Nalendra dan berkata.


"Ayo kita pergi ke bagian inspeksi. "


Inspeksi adalah bagian pengecekan manusia. Setelah manusia mati akan di cek satu persatu sebelum masuk ke dunia bawah. Pengecekan ini sangat ketat mereka yang membawa barang dari alam manusia akan disita kecuali beberapa lembar uang kertas. Uang kertas itu harus pemberian dari keluarga dan kerabat. Uang itu akan berguna untuk membeli beberapa barang yang berada di dunia bawah.


Note: Uang kertas merupakan lembaran-lembaran kertas yang dijadikan persembahan bakaran dilakukan saat libur atau waktu tertentu. Jinzhi dan persembahan berupa kerajinan kertas lainnya juga dibakar pada saat ritual pemakaman supaya roh orang yang meninggal tidak berkekurangan di akhirat.

__ADS_1


Uang arwah secara tradisional terbuat dari kertas bambu yang kasar atau kertas merang. Kertas dipotong berbentuk persegi panjang atau bujur sangkar. Tergantung dari daerahnya, kertas arwah juga didekorasi dengan cap atau berbagai motif lainnya.


Untuk lengkapnya kalian bisa cari di google atau wikipedia. Author mendapat inspirasi dunia bawah dari cerita mitologi yunani dan cerita cina ya


__ADS_2