Tuan Putri & Raja Iblis Season 1

Tuan Putri & Raja Iblis Season 1
Sayembara


__ADS_3

Kerajaan Akasia menjadi ramai, Eleena tunangan sang pangeran yang baru kembali beberapa hari hilang entah kemana. Hal itu membuat Briyan cemas dan khawatir. Dia baru saja berpisah dengan Eleena selama setengah jam. Bagaimana mungkin hanya dengan rentang waktu tersebut gadis itu bisa menghilang begitu saja. Briyan menyuruh beberapa bawahan untuk mencari Eleena bahkan saking paranoid Briyan memasang poster sayembara untuk mencari Eleena. Poster itu di pasang di setiap desa dan kota-kota besar. Dia akan memberi hadiah besar kepada siapa saja yang dapat menemukan Eleena. Mendengar berita itu masyarakat dan para pelancong dari Kerajaan lain berbondong-bondong menuju ke Kerajaan Akasia untuk mengikuti sayembara itu. Mereka berbaris berurutan di depan pintu gerbang Kerajaan Akasia untuk mendaftarkan diri.


Permaisuri yang mendengar Eleena hilang menangis. Dia tidak akan memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu kepada gadis malang itu. Bella sudah memasrahkan gadis itu pada Riana tapi Riana gagal menjaga Eleena untuk kedua kali. Bella pasti akan sedih melihat hal ini dan mungkin tidak akan memaafkan Riana.


Rachel yang melihat ibunya menangis mendekat dan mencoba menenangkan ibunya. Berbeda dengan Juna dia duduk dengan tenang di atas singgasana emas. Juna sudah tahu siapa yang membawa gadis itu pergi, jadi dia akan membiarkan saja mungkin dia bisa mengambil kesempatan ini untuk menjalankan rencana. Dia tidak harus menghadapi iblis itu sendirian dengan bantuan banyak nyawa dia bisa menghadapi iblis itu dengan mudah. Rencana Juna adalah membiarkan orang tahu bahwa orang yang menculik Eleena adalah Raja iblis, ketika Briyan tahu siapa yang menculik Eleena akan marah. Juna akan memanfaatkan kemarahan itu untuk dirinya, dengan begitu dia tidak perlu repot-repot memberitahu Briyan secara langsung. Setelah itu Juna akan menikahkan Eleena dengan Briyan.


Briyan mondar-mandir kesana kemari, hatinya resah banyak pikiran yang berkecambuk di kepala. Jika gadis itu kabur, itu tidak mungkin karena Eleena baru bertemu dengan ayahnya dan berjanji untuk menjaga ayahnya. Jadi kemungkinan ada dua; Diculik atau rela pergi dengan sendirian. Namun, siapa yang berani menculiknya? dan apa tujuannya?


Setelah mengumumkan sayembara. Mereka yang mengikuti sayembara berpencar ke segala arah. Sayembara itu diikuti oleh ratusan orang dari berbagai Kerajaan. Sayembara akan di adakan selama dua bulan sebelum pertemuan besar diadakan. Pertemuan itu sangat penting tidak boleh ada kesalahan sedikitpun. Eleena harus di temukan secepatnya. Briyan tidak bisa hanya menunggu saja dia juga harus ikut mencari gadis itu.


Istana Kegelapan di tutup sepenuhnya tidak ada yang boleh memasuki Istana Kegelapan untuk sementara waktu. Beberapa pelayan yang biasanya melayani Nalendra di pulangkan untuk sementara waktu


Eleena yang dicari oleh ratusan orang sedang asik berduaan bersama dengan Raja Iblis Nalendra. Dia seperti seorang ibu yang mengobati luka anaknya dengan telaten dan hati-hati. Eleena takut jika gerakan kecil akan menyakiti bocah kecil ini. Gadis itu kemudian meniup luka itu dengan pelan. Nalendra yang merasakan kesejukan di dada mungilnya mengerucutkan bibir tidak suka.


"Tidak usah di tiup apa kau berusaha menggoda raja ini?"


Eleena yang melihat tatapan kesal Nalendra kecil hanya tertawa pelan dia kemudian menarik pipi putih kemerahan Nalendra dengan gemas.


"Aku tidak menggodamu kamu saja yang berpikiran macam-macam. "


Nalendra yang ditarik pipinya mengerutkan dahi.


"Beraninya kau menarik pipi Raja ini, setelah Raja ini kembali ke wujud asli. Raja ini akan menghukummu. "


Eleena tertawa lepas dia tidak tahan untuk tidak menarik pipi mungil orang ini sekali lagi, kapan lagi dia bisa menyiksa Nalendra dengan sesuka hatinya. Jika Nalendra kembali ke wujud aslinya dia tidak berani melakukan hal ini salah-salah dia akan diceburkan ke laut.

__ADS_1


Nalendra kesal dan marah, dia menarik tangan Eleena dengan tangan mungilnya dengan kesal. Nalendra bersumpah akan meniduri gadis ini sampai mati ketika dia kembali ke bentuk aslinya.


"Apa kau bertemu dengan Ayahmu?"tanya Nalendra datar.


Eleena mengangguk dan tersenyum lebar.


"Iya, aku bertemu dengan ayah. "


"Apa dia baik-baik saja?"tanya Nalendra.


"Dia baik-baik saja. "Jawab Eleena.


"Baguslah kalau dia baik-baik saja. "


"Kenapa?kau ingin memperkenalkan Raja ini dengan ayahmu?"tanya Nalendra tersenyum menggoda.


"Kalau kamu mau aku akan memperkenalkan kamu kepada ayah. "


"Apa kau tidak takut jika Raja ini akan membunuhnya?"tanya Nalendra.


"Tidak, kamu memang jahat tapi kamu tidak akan menyakitiku dan keluargaku. "


"Bagaimana kau bisa yakin?"


"Karena aku percaya padamu. "Kata Eleena.

__ADS_1


"Raja ini bukan orang baik, Raja ini orang jahat dan kejam. Semua takut dengan Raja ini, kenapa kamu dengan percaya diri mengatakan hal tersebut?"


"Karena kamu adalah Nalendra. "Jawab Eleena singkat tapi memiliki banyak arti di setiap kata dan ucapan.


Nalendra benar dia bukan orang baik tetapi dia orang jahat. Semua orang takut kepadanya. Dia iblis kejam yang merangkak dari Neraka. Namun, Eleena tahu dia memiliki sedikit kebaikan di hatinya mulutnya memang tajam dan pedas tetapi dia melindungi orang di dekatnya dengan cara yang berbeda. Dia bahkan rela disiksa, membakar tulang, dan darah untuk menyelamatkan Guntur. Jika dia tidak menginginkan Guntur kenapa dia repot-repot datang sendiri untuk menyelamatkan orang itu. Dengan kekuatan yang tidak ada tandingannya dia bisa membiarkan Guntur mati di tangan penyihir tanpa harus menyelamatkan. Setelah itu dia bahkan bisa merekrut bawahan yang lebih berkompeten dan berpotensi dari Guntur. Lagipula, siapa yang tidak mau menjadi bawahan Raja Iblis.


Nalendra tidak menjawab dia menatap wajah Eleena yang sedang serius mengobati lukanya. Dia merasa hatinya menghangat mendengar perkataan singkat gadis itu. Dia sangat senang untuk pertama kalinya seseorang percaya padanya.


Setelah memberikan bubuk putih pereda nyeri Eleena membalut luka itu dengan hati-hati. Setelah membalut luka ditubuh Nalendra kecil dia memakaikan pakaian mungil berwarna hitam yang telah Banyu beli sebelumnya. Pakaian ini sedikit lebih besar dari ukuran tubuh kecil Nalendra, tangan mungil Nalendra tenggelam di lengan pakaian, Eleena melipat lengan pakaian pria kecil dan merapikan sudut-sudut di pakaian kemudian mengangguk puas ketika pakaian ini pas di tubuh mungil Nalendra.


Dia sangat lucu dan menggemaskan ketika memakai pakaian itu. Wajah Nalendra yang tampan berubah menjadi wajah yang sangat imut Eleena tidak tahan ingin mencubit pipi pria kecil ini.


"Tidak! turunkan tanganmu. "Perintah Nalendra.


Eleena yang di perintah oleh Nalendra mengerucutkan bibir. Eleena menyelimuti tubuh Nalendra kecil dengan hati-hati.


"Tidurlah, supaya tubuhmu cepat sembuh. "Kata Eleena menepuk-nepuk pantat Nalendra dengan pelan. Eleena sangat mengantuk matanya sudah lengket dia tertidur di sebelah Nalendra kecil. Nalendra yang melihat Eleena sudah tidur mendekat ke arah gadis itu lalu mencium pipi gadis itu dengan lembut.


Banyu di tugaskan untuk memberi dan menerima laporan dari Kota Tanpa Siang. Dia menggantikan Nalendra untuk memerintah wilayah untuk sementara waktu. Banyu berjalan ke arah kamar Nalendra dia hendak melaporkan sesuatu kepada Nalendra. Namun, ketika dia hendak mendorong pintu Banyu mengurungkan niatnya dia melihat dari balik pintu bahwa di samping Nalendra kecil yang sedang tidur ada seorang gadis sedang berbaring di sebelah Nalendra, dia menepuk-nepuk Nalendra dengan mata tertutup. Banyu yang meyaksikan itu tersenyum dan bergumam pelan.


"Gadis itu seperti seorang ibu yang menidurkan anaknya yang sedang rewel dengan sabar. "


Dia tidak menyangka akan menyaksikan pemandangan langka yang sangat menggemaskan. Sekarang Banyu tahu mungkin Nalendra memiliki sedikit perasaan pada gadis itu. Dia tidak percaya tuannya yang kejam dan mengerikan di taklukan oleh seorang gadis manusia, bahkan Banyu sendiri yang sudah menjadi bawahan Nalendra selama hampir seribu tahun masih ketakutan ketika tuannya marah. Namun, gadis itu dengan santai dan tenang berbaring di sebelah raja iblis seolah raja iblis tidak menakutkan sama sekali. Banyu saja tidak berani berdiri dan menatap mata tuannya berlama-lama.


Banyu bersyukur karena gadis itu adalah Eleena.

__ADS_1


__ADS_2