
Eleena pergi untuk mencari Nalendra di Aula Istana Kegelapan tetapi saat dia hendak melangkahkan kaki dari kamar bernuansa hitam, sebuah benda tajam dan dingin menyentuh lehernya. Dia terkejut tetapi kemudian berusaha menguasai emosi seolah tidak terjadi apa-apa karena itu adalah keahliannya. Orang di belakang berbicara dengan suara dalam dan penuh ancaman.
"Diam dan maju! jangan lihat ke belakang! dan jangan melawan. Jika tidak aku akan membunuh anak yang ada di kandunganmu! "
Eleena yang ingin melayangkan pukulan seketika menghentikan aksinya dan mengurungkan niatnya. Mematuhi perintah orang yang berada di belakangnya adalah sebuah keharusan untuk saat ini, karena baginya keselamatan anaknya adalah yang utama. Eleena tidak tahu siapa orang yang telah berani mengancam dan memerintahnya di Istana Kegelapan tetapi jika terdengar dari suaranya dia adalah seorang pria. Yang anehnya bagaimana orang itu bisa tahu jika Eleena sedang hamil sedangkan orang yang tahu Eleena hamil hanyalah orang dari Kerajaan Akasia, ini sangat aneh dan janggal.
Bercanda jika Eleena takut pada orang yang sedang mengancamnya dia tidak takut sama sekali, tetapi gadis itu ingin tahu kenapa dan karena apa dia melakukan itu semua dia harus tahu.
Meski Eleena bisa melawan dia tidak akan melakukan dengan ceroboh. Karena kecerobohan bisa mengantarkan nyawa dengan mudah. Jadi dia akan bertindak patuh seperti anjing bodoh baginya cara itulah adalah cara yang paling murah dan aman.
Orang di belakang mendorong gadis itu dengan kasar lalu langkahnya berhenti tepat di pintu belakang istana. Disana terdapat sebuah kereta kuda terbang yang telah menantinya. Menyadari jika dirinya dalam bahaya, Eleena diam-diam melepas kalung pemberian Nalendra dan menggigit ujung bibirnya tanpa orang itu sadari. Setetes darah menetes dan dengan sihir darah itu membentuk sebuah kalimat yang Nalendra tahu.
Lantas orang itu menutup mata dan mengikat tangan Eleena dengan kuat sehingga gadis itu tidak bisa melawan sekejap kemudian kereta itu terbang dan menghilang diantara gelapnya malam.
Tidak lama kemudian Nalendra kembali ke istana kegelapan dengan perasaan was-was, dia ingin memberitahu semua tentang hal itu tapi saat masuk ke dalam kamar, gadis itu rupanya tidak ada di tempatnya. Nalendra mencari gadis itu di seluruh istana namun tetap saja Eleena tidak ada dimana-mana. Nalendra cemas dan khawatir sepertinya ada seseorang yang sedang mempermainkannya. Di waktu yang bersamaan Guntur kembali dari dunia bawah dengan tergesa-gesa dia segera berlutut dan menghadap tuannya dengan wajah yang dipenuhi dengan ketakutan, dia sudah pasrah setelah membuka mulutnya Guntur siap dibunuh atau dikuliti saat itu juga. Guntur berkata dengan jantung berdebar kencang dan berbicara dengan terbata-bata.
"Tuan han...tu ga...nas mel.. ari..kan diri dari dunia bawah. "
Nalendra yang mendengar itu mengepalkan tangan, dia telah ceroboh membiarkan hantu itu begitu saja jika tahu begini dia pasti akan membunuh hantu disaat itu juga.
Nalendra tidak peduli dengan hukum alam asalkan bisa membuat gadis itu tetap baik-baik saja Nalendra tidak peduli. Pemuda itu meletakan tangan di belakang tubuhnya dan berkata lantang.
"Kumpulkan iblis empat arah dan cari Eleena. Jangan kembali jika belum menemukan gadis itu. "
Guntur mengangguk dan pergi meninggalkan aula istana.
Jadi semua ini berhubungan dengan pria bertopeng, orang itu dengan lancangnya masuk ke Istana Raja Iblis bukankah itu sangat lucu.
__ADS_1
Pemuda itu tidak putus asa untuk mencari gadis itu. Eleena bukanlah gadis yang bodoh pasti dia meninggalkan sesuatu di suatu tempat, jadi Nalendra harus mencarinya meski itu hingga ujung dunia dia akan tetap mencarinya. Kali ini dia tidak akan memaafkan orang lancang yang berani mengambil miliknya dia bersumpah akan membunuh orang itu dengan mengenaskan.
Di tempat lain yang Eleena tidak tahu karena yang dia lihat hanyalah gelap dan gelap tidak ada setitik cahaya di tempat ini. Panas dan gelap namun samar-samar Eleena mendengar suara dentang benda logam yang dipukul.
Tang! Tang ! Tang!
Melalui suara itu Eleena tahu mungkin dia sekarang berada di tempat pengrajin logam. Eleena tidak ingat apa yang terjadi terakhir kali yang dia ingat orang sialan itu memukul tengkuknya dengan keras dan disinilah dia berada sekarang.
Suara denting logam berhenti dan Eleena mendengar ada suara langkah kaki seseorang yang sedang mendekat ke arahnya. Gadis itu beringsut mundur ke belakang waspada.
Orang sialan berkata dengan suara mengejek dan menghina dari mulutnya yang sangat bau.
"Gadis cantik, apa kamu sudah sadar? jika sudah sadar berhentilah berpura-pura seolah kamu masih tertidur maka aku akan memaafkanmu dan tidak akan menyakitimu bagaimana?"
Eleena menertawakan orang sialan itu di dalam hatinya. Dia akan ikut bermain dalam permainan kekanak-kanakan ini.
Orang itu menjawab dengan tenang.
"Itu karena tubuhmu adalah tubuh istimewa, apa kamu tidak tahu jika kamu memiliki tubuh istimewa?"
Eleena mengerutkan dahi, dia tidak pernah mendengar tentang tubuh istimewa.
"Apa itu tubuh istimewa tuan? saya hanya gadis biasa jangan mengada-ngada mungkin tuan salah menculik orang. "
Eleena menyangkalnya mungkin saja dia salah menculik orang sehingga berbicara tentang sesuatu yang Eleena tidak tahu.
Orang itu menjawab dengan yakin, suaranya tenang dan dalam.
__ADS_1
"Tubuh istimewa adalah wadah yang bisa menyegel semua kejahatan yang ada di dunia. "
Eleena tertegun, dia tidak menyangka selain giok kematian yang ada di tubuhnya ternyata tubuhnya juga tubuh istimewa pantas saja giok kematian bisa di serap oleh tubuhnya dengan sempurna itu semua karena tubuhnya adalah tubuh istimewa tapi bagaimana mungkin.
"Tuan tetapi saya bukan pemilik tubuh istimewa. Saya hanya gadis biasa bukan seperti yang tuan bicarakan mungkin anda salah menculik orang. "
Orang sialan tertawa terbahak-bahak, dia berlutut di depan Eleena.
"Kamu adalah pemilik tubuh istimewa, mana mungkin kekasih iblis adalah orang yang biasa-biasa saja. Apa kamu bodoh!?"
Eleena menggelengkan kepala frustasi. Yang dikatakan pria ini ada benarnya juga pantas saja disaat itu Eleena yang sudah mati hidup kembali. Dia pikir itu semua karena giok kematian yang ada di tubuhnya ternyata bukan karena itu.
"Tidak! itu tidak mungkin!"
Orang sialan tertawa semakin keras ketika melihat reaksi yang ditimbulkan oleh gadis menggemaskan di depannya, dia tidak tahan untuk tidak membelai wajah cantik gadis itu dengan jemarinya.
"Terserah kamu ingin percaya atau tidak aku sudah memberitahu semuanya, sebentar lagi orang itu akan datang. "
Orang sialan memegang wajah Eleena menarik dagunya dengan kedua tangannya lalu dia melepas penutup mata gadis itu dengan perlahan-lahan.
Eleena terperangah, wajah orang di depannya bukanlah wajah orang yang asing Eleena sangat mengenal orang ini dengan baik. Bibirnya memucat suaranya tercekal di tenggorokan. Jantungnya berdegup kencang.
"Kenapa kamu melakukan ini kepadaku? Kenapa ayah?"
Gilang tersenyum dan berkata dengan cepat.
"Untuk membangkitkan ibumu kamu harus mati karena nyawanya lebih berharga daripada nyawamu kamu hanyalah kutukan dan pembawa malapetaka. "
__ADS_1
Mereka bilang Kebahagiaan seperti kembang api yang keindahannya hanya bertahan sekejap mata seperti inilah perasaan Eleena sekarang dia sangat bahagia kemarin tetapi kebahagiaan itu hanya sementara seperti kembang api yang menyala di gelapnya langit malam. Tanpa sadar air mata mengalir deras membasahi wajah cantiknya dia di tampar kenyataan dengan kerasnya rasa sakit itu tidak bisa hilang masih berdenyut di dalam hatinya.