
Iblis Empat Arah adalah Iblis terkuat yang ada diantara para iblis, mereka berasal dari empat arah penjuru dunia. Mereka memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Wayan berdiri ditengah kekacauan mencoba menenangkan kekacauan yang melanda.
"Berhenti!" terdengar suara menggelegar yang tegas memerintah. Tanpa banyak berkata mereka segera menuruti perintah tersebut.
"Sekarang dengarkan baik-baik. Raja telah menurunkan perintah untuk segera menuju ke Desa Dermaga Berbintang untuk menangkap penghianat Pandu. "Kata Wayan dengan nada yang tidak berubah.
"Apa kita akan berpesta hari ini?sudah lama sekali aku tidak mencincang orang. "Kata
Nawang siluman beruang yang menguasai daerah bagian utara. Badannya kekar, ukurannya bisa menandingi dua orang dewasa.
kulitnya berwarna perunggu.
Gadis yang berpakaian serba merah melempar saputangan kearah Nawang,
"Berhentilah mengacau, aku jijik melihatmu usap-lah tangan dan mulutmu yang penuh dengan darah itu. "
Gadis berpakaian serba merah adalah Renata Siluman Serigala yang menguasai bagian selatan. Dia sangat cantik selalu mengenakan pakaian terbuka berwarna merah memamerkan kulitnya yang seputih salju.
Dengan patuh Nawang mengambil saputangan Renata menyeka tangan dan mulutnya.
Sedangkan Banyu dan Guntur saling menatap tajam tangan Banyu masih menarik rambut Guntur dengan kuat dan sebaliknya Guntur menarik rambut Banyu dengan kuat. Mereka seperti gadis yang memperebutkan seorang pria.Banyu dan Guntur selalu terlihat bersama tapi tidak akur seperti kucing dan tikus.
Wayan menghela nafas dalam-dalam menatap lekat Bayu dan Guntur. Entah berapa kali dia sudah menghela nafas dia tidak dapat menghitungnya. Jika berhadapan dengan mereka mungkin Wayan akan menjadi gila dan mati muda. Untung saja Wayan memiliki kesabaran yang sangat besar sebesar lautan di daratan.
Wayan menggelengkan kepalanya frustasi dan melangkah pergi meninggalkan Inferno Da Eternidade diikuti empat iblis.
Eleena masih berdiri di bawah indahnya malam dia sangat resah ada perasaan tak enak dihatinya yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Perasaan itu merayap di tubuhnya secara perlahan seperti serangga yang merangkak di atas kulit dengan perlahan .
Dibelakang Eleena seorang kakek tua memperhatikan Eleena dengan tatapan menyelidik. Cucunya ini selalu membuat masalah dimana-mana tapi melihatnya seperti ini membuat Kakek tua itu penasaran dia mendekati Eleena yang sedang gundah sedari tadi dia melihat gadis ini berjalan mondar mandir. Tatapannya kosong entah memandang apa.Dia khawatir jika cucunya masuk angin jadi dia menyuruhnya untuk tidur tapi dengan keras kepalanya dia menolak mentah-mentah jadi kakek tua hanya membiarkan saja.
Di jalanan gelap dan sempit, ada pintu batu besar bermekanisme, pintu itu dijaga oleh dua pria kekar berbaju zirah seolah tidak ada kehidupan, seolah jalanan yang sempit dan gelap itu jalan menuju dunia bawah,penuh jiwa orang yang berdosa. Seorang pria berjubah hitam terbungkus rapat kepala hingga kaki.Hanya terlihat matanya saja, mata hitam seperti gelap malam, mata itu melengkung seperti bulan sabit seolah olah mata itu tersenyum.
__ADS_1
Pria itu mengedipkan matanya kepada kedua penjaga berbaju zirah lengkap seperti prajurit perang itu untuk membuka pintu.
Penjaga itu tanpa diberi tahu sudah mengerti apa keinginan pria tersebut. Penjaga itu segera membuka pintu batu bermekanisme itu dan hamparan luas tergambar dimatanya. Langkah demi langkah dilalui pria misterius itu dan berhentilah di sebuah rumah yang terlihat suram dan menyeramkan warnanya membosankan, ada hawa dingin dan muram di rumah yang sudah tua ini hawa didalamnya seperti hawa kematian yang menarik seseorang ke dalam kematian.
Wanita berpakaian putih sedang duduk serius di kursi batu sesekali mengerutkan dahi memegang kuas dan cat warna warni. Wanita itu mengecat boneka itu dengan terampil dan lihai. Di samping Wanita itu ada pelayan boneka wanita yang berpakaian hijau dan merah membawa nampan berisi makanan dan minuman. Pelayan boneka itu meletakan makanan dan minuman diatas meja.
Di depan meja ada delapan kandang berukuran sama setiap kandang berisi sepuluh atau sebelas orang kandang itu kecil terbuat dari besi. Kandang itu seperti kandang binatang sesak dan sempit, mereka mengulurkan tangan dari celah jeruji dengan ganas sesekali mereka menggeram, siap menerkam dan menerjang kapanpun.
Pria misterius membuka pintu kayu dengan pelan. Setelah pintu dibuka bau anyir dan bangkai memenuhi ruangan kecil itu.
Gadis itu meletakan kuas dan memandangi pria misterius tanpa ekspresi.
"Tuan anda telah kembali. "Luna membungkukan badan meletakan satu tangan di dada memberi hormat kepada pria misterius itu.
Pria misterius menganggukan kepala mengerti dan melihat Boneka manusia didalam kandang tersebut. Boneka manusia terbuat dari tulang manusia yang sudah mati dan dibentuk ulang diberi kulit buatan dan dikendalikan oleh sihir kuno hitam yang sangat jahat. Mereka senjata mematikan yang sempurna tanpa mengotori tangan dengan darah. Boneka itu sangat liar dan haus darah.
"Apa hanya ini saja yang bisa dikendalkan?"tanya pria misterius dengan nada meremehkan.
Pria misterius itu menaikkan sebelah alisnya dan tertawa terbahak-bahak, "Baru ini katamu!"
"Sudah setahun kita melakukan eksperimen ini tapi apa?Kau ingin bermain-main denganku. "Kata pria misterius itu tajam, matanya melotot tidak senang, dan kemudian mengangkat Sabre yang terletak di pinggangnya dan menebas kepala Luna dengan sekali tebas. Kepala itu jatuh kelantai matanya melotot mengerikan. Darah segar mengalir dilantai berwarna putih. Menambah kengerian yang ada.
Pria itu mengambil kepala itu dan melemparkan dengan keras. Seketika itu juga kepala itu sudah hancur tidak berbentuk.
"Dasar tidak berguna. "Kata pria itu datar.
Mereka yang mendengar suara gaduh di lantai bawah segera berhamburan turun ke bawah. Segera ruangan itu menjadi ramai dan dipenuhi sorak gelak tawa.
Pria berusia sekitar empat puluhan mendekat kearah pria misterius dan menepuk pundaknya, kemudian menghela nafas berat melihat pemandangan itu.
"Apa kau harus seperti ini setiap kali ada masalah. Jika tidak salah hitung kau sudah membunuh delapan puluh delapan penyihir dalam waktu setahun, jika kau seperti ini maka semua itu hanya sia-sia. "
__ADS_1
Hans menatap frustasi pria muda dihadapanya, dia seperti mesin pembunuh yang mengerikan selalu membunuh orang jika dia tidak puas dengan orang itu, jadi dia tidak heran dan hanya berkata pada anak buahnya.
"Bereskan mayat itu dan buang ke hutan, "Perintah Hans kepada bawahannya.
"Baik Tuan. "Segera pria berpakaian serba hitam dan bertopi jerami maju ke depan dan menggotong mayat menyedihkan tersebut.
Pria misterius menatap tajam Hans dan sedikit mengejek, "Pak tua apa kau bodoh bukankah aku menyuruhmu mencari penyihir terbaik dan terhebat dipenjuru dunia tapi apa, mereka tidak berguna sama sekali. "
Hans tersenyum pahit, acuh tak acuh mengatakan, "Orang yang aku bawa disini adalah penyihir yang terhebat dan terbaik di penjuru dunia. Jika kau masih mengacau lagi carilah penyihir itu sendiri aku sudah capek dan aku mulai tua tulang-tulangku ini sudah tidak seperti dulu. "
Pria misterius hanya terkekeh pelan dan mengejek, "Kau memang Pak Tua yang tidak berguna, Raja Iblis telah mengumpulkan Iblis Empat Arah untuk menangkap Pandu.Coba tebak apa dia akan berhasil bersembunyi tanpa bantuan kita?"
Hans mengrenyitkan dahi dan berkata,
"Kau tidak seharusnya berkata seperti itu, jika Pandu mendengarmu mengatakan itu, dia pasti akan langsung membunuhmu. "
Pria misterius berhenti tertawa dan berkata, "Kita hanya setitik noda untuknya, dia bahkan bisa menghianati Raja Iblis. Aku tidak tahu seperti apa dia sebenarnya tapi aku tahu orang itu bukan orang yang mudah, Dia Pria yang munafik kita tidak tahu apa tujuannya sebenarnya apa mungkin dia juga mencari Giok Tulang Dewa. "
Giok Tulang Dewa adalah Abu Sembilan Dewa yang sudah dibantai oleh Nalendra dikatakan senjata itu bisa membalikkan langit dan bumi. Tidak ada yang tahu seperti apa bentuk Giok Tulang Dewa. Ada rumor yang mengatakan bahwa Giok Tulang Dewa sudah lama hilang dan tidak tahu dimana keberadaanya. Keberadaannya yang misterius membuat orang penasaran. Banyak yang mati karena mencari dan memperebutkan Giok Tulang Dewa jadi karena itu orang menyebutnya Giok Kematian.
Hans masih menatap Pria misterius dan bertanya penasaran, "Apa Giok Kematian itu ada di tangan Raja Iblis?"
Pria misterius menjawab, "Tidak, apa kau bodoh kau tidak tahu alasan Pandu berpura-pura menjadi bawahan dan masuk ke Istana Iblis,itu karena Giok Kematian tidak ada di Istana Kegelapan."
Hans mengangguk paham dan kemudian dia tersenyum jahat, "Apa kau tahu Pandu ada dimana? "
Pria misterius tersenyum ada kilat tajam dimatanya, "Tentu saja aku tahu. "
Hans dan Pria Misterius saling memandang
mereka tersenyum licik, "KUMPULKAN PASUKAN BULAN BERDARAH
__ADS_1
KITA SERANG DERMAGA BERBINTANG. "