Tuan Putri & Raja Iblis Season 1

Tuan Putri & Raja Iblis Season 1
Kerusuhan


__ADS_3

Inspeksi adalah tempat dimana ribuan para arwah atau roh orang yang baru mati datang pertama kali dan berkumpul di tempat ini. Mereka berbaris berurutan untuk melakukan pengecekan untuk masuk ke dunia bawah. Setelah mereka melakukan pengecekan, mereka akan di hitung amal baik dan buruknya di dunia. Tempat ini dijaga oleh dua hantu wanita dan dua hantu laki-laki. Hantu wanita akan mengecek roh wanita yang baru datang dari dunia atas dan untuk hantu laki-laki akan mengecek roh pria yang baru datang dari dunia atas. Mereka memiliki tubuh kekar dan berotot sekalipun itu wanita dia memiliki beberapa otot yang menyembul di tubuhnya.


Ribuan orang yang datang dari dunia atas, memiliki bentuk yang beraneka raga ada yang tubuhnya masih utuh dan ada juga yang sebagian tubuhnya hancur. Mereka terlihat mengerikan dan kasihan.


Ada seorang pria yang kepalanya remuk sehingga bagian otak dan matanya terburai keluar, darah masih menetes dari kepala dan memenuhi pakaian yang dikenakannya. Seorang penjaga laki-laki bertubuh kekar, berjubah hitam. Bertanya,


"Bagaimana kamu mati?"


Roh mengerikan menjawab.


"Saya mati karena melompat dari jurang tinggi ratusan kaki sehingga kepala saya pecah dan sebagian tubuh saya remuk. "


"Kenapa kamu melompat dari atas jurang?"


Roh mengerikan menjawab,


"Itu karena saya sedang di kejar oleh beberapa perampok. Saya terpojok dan tidak bisa lari kemana-mana. Saat itu saya terlalu khawatir dan cemas, kaki saya tergelincir dan terjatuh dari atas jurang. "


Setelah menanyakan hal tersebut pria bertubuh kekar mengecek tubuhnya dari atas hingga bawah. Ketika roh itu tidak membawa sesuatu yang mencurigakan pria bertubuh kekar meloloskan pria tersebut lalu memberikan mereka nomor antrian yang terbuat dari potongan bambu.


Ada juga seorang wanita cantik yang isi perutnya terburai keluar. Ususnya menggantung dari lubang yang menganga dan usus itu menggantung di antara kedua kaki sehingga dia harus menyeret usus itu ketika dia berjalan.


Penjaga wanita cantik, berpakaian merah, bertubuh kekar bertanya.


"Bagaimana kamu mati?"


Roh wanita cantik berusia sekitar 15 tahunan menjawab.


"Saya mati karena di bunuh oleh beberapa orang pria, tubuh saya di tusuk beberapa kali setelah mereka menikmati tubuh saya. " Lalu roh wanita itu menangis tersedu-sedu suara tangisan itu menyayat hati. Penjaga wanita memberinya sapu tangan dan menggeledah tubuhnya dari atas hingga bawah. Di dalam lipatan baju terdapat lukisan seseorang yang dilukis dengan hati-hati. Lukisan itu melukiskan wajah seorang anak kecil yang berusia 8 tahunan berdiri di bawah pohon maple, dia tersenyum sangat lebar.


Penjaga wanita bertanya,


"Lukisan siapa ini?"


Roh wanita menjawab dengan sudut bibir yang diturunkan.

__ADS_1


"Itu lukisan adik saya, dia hidup bersama dengan saya, orang tua kami telah meninggal. Dia menunggu saya pulang ke rumah. Tetapi, saya tidak bisa kembali lagi. "


Penjaga wanita berkata.


"Lukisan ini akan kami ambil, kamu bisa datang ke alam mimpinya ketika timbangan kebaikan kamu lebih berat daripada timbangan keburukan kamu. "


Roh wanita menangis semakin terisak-isak tapi kemudian dia mengangguk mengerti dan berlalu pergi. Setelah itu penjaga wanita memberinya nomor dan wanita itu masuk ke dalam gerbang kematian.


Adapun seorang anak kecil berusia sepuluh tahun, tubuhnya bersih tanpa luka sedikitpun. Namun, wajahnya sangat pucat.


Roh wanita bertanya dengan lembut.


"Bagaimana kamu bisa mati?"


Anak kecil itu menjawab dengan mata yang sedikit basah.


"Saya mati karena sakit, kedua orang tua saya tidak punya banyak uang untuk mengobati saya, sehingga saya tidak tertolong. Mereka hidup sangat miskin, terkadang kami tidak makan selama berhari-hari, terkadang juga kami memunguti makanan dari pasar. Tapi kami sangat bahagia.


Penjaga wanita tersentuh mereka memiliki kisah dan cerita masing-masing. Orang yang mati kebanyakan memiliki cerita yang memilukan tapi anak kecil ini merasa bahagia walau hidup mereka kekurangan.


Ribuan roh manusia itu mengantri sangat lama bahkan ada yang menunggu hingga 10 tahun. Adapun yang di panggil dengan cepat tetapi roh itu tidak mau masuk ke ruangan timbangan amal baik dan buruk. Sepertinya mereka menunggu seseorang tetapi karena menunggu terlalu lama jiwa mereka mengikis sedikit demi sedikit hingga jiwa mereka menghilang. Mereka adalah seseorang yang tidak ingin meninggalkan dunia.


Damian dan Nalendra mendekat ke arah salah satu penjaga pria. Penjaga itu terkejut karena tidak biasanya raja neraka datang ke tempat inspeksi. Di samping raja neraka ada raja iblis yang ditakuti semua orang. Mereka membelalakan mata lebar saking lebarnya seolah mata itu hampir copot ketika menatap pemandangan yang tidak biasa di depannya. Para bawahan dan penjaga yang berdiri di sana segera menundukkan badan.


"Tuan raja neraka dan raja iblis. "


Suasana yang semula sangat ramai menjadi hening seketika. Ribuan manusia yang melihat kedatangan dua momok bencana yang mengerikan dan menakutkan di penjuru dunia tidak berani mengucapkan sepatah katapun. Mereka bergidik ngeri menatap kehadiran bencana itu. Ada sebagian dari mereka yang menatap marah kepada Nalendra mereka adalah korban dari pembantai massal Nalendra.


Seorang perempuan berusia 16 tahunan dengan luka di leher yang mengerikan tiba-tiba berteriak histeris.


"Dia iblis itu!Dia yang membunuh kita!Kenapa iblis itu ada disini! "


Nalendra memiringkan tubuh dan menatap orang yang sedang meneriaki namanya. Nalendra tersenyum lebar memamerkan sederet gigi putihnya.


"Kenapa ada yang punya masalah dengan raja ini?"

__ADS_1


Perempuan dengan luka mengerikan meneguk ludahnya. Dia ragu sejenak tapi kemudian meyakinkan diri.


"Kami adalah orang yang telah kamu bunuh di Kota Hitam Berkabut, kenapa kamu ada disini kamu ingin membunuh kita sekali lagi?"


Seketika tempat yang semula tenang menjadi riuh karena perkataan perempuan itu. Sebagian dari mereka berteriak tidak suka Nalendra menatap acuh roh manusia itu. Orang berpakaian serba putih yang dadanya berlubang bergidik ngeri dia tidak ingin mati untuk kedua kalinya.


"Pergi!Jangan kesini!Aku sudah mengatakan yang sebenarnya!"


Selain itu ada juga anggota bulan berdarah yang telah di bantai oleh Nalendra, mereka yang melihat iblis itu. Berlarian kesana-kemari seperti orang gila. Mereka sangat takut.


Raja neraka yang semula diam menjadi sangat marah. Raja neraka melambaikan kipas putihnya bolak balik hembusan angin yang sangat kencang menerbangkan mereka seperti bulu. Damian berteriak keras dan lantang.


"DIAAMM!ATAU AKU AKAN MELEMPARKAN KALIAN KE NERAKA PALING BAWAH!"


Saat itu juga tempat yang semula ramai menjadi hening dan mencekam. Mereka tidak ingin masuk ke dalam neraka tingkat 7. Neraka tingkat 1 saja sudah menakutkan. Bagaimana dengan neraka tingkat 7?Mereka tidak bisa membayangkan betapa ngeri dan menyakitkan siksaan yang berada di tingkat 7. Mereka bergetar ketakutan. Tidak ingin dan tidak akan pernah mau untuk masuk ke dalam neraka tingkat 7.


Sesudah menenangkan kerumunan itu mereka memasuki ruang inspeksi. Di ruangan itu terdapat seorang wanita berusia tiga puluh tahun, berpakaian serba hitam yang sangat ketat dan minim, meski wanita itu sudah tidak muda lagi dia masih cantik dengan mata persik dan senyuman yang selalu tersungging di bibir mungilnya. Destina mendekat kepada Damian lalu memberi hormat dan melengkungkan bibir merah mungil yang seperti ceri.


"Tuan, ada yang bisa saya bantu. Kenapa anda datang ke tempat berantakan dan kotor ini secara langsung?"


Damian menjawab dengan cepat.


"Aku ingin mencari data seseorang. "


Destina bertanya dengan sopan.


"Siapa orang tersebut, bisa anda jelaskan nama atau ciri-cirinya, saya akan segera melakukan pengecekan. "


Damian menjawab.


"Orang berpakaian serba putih dan memakai topeng aneh di wajahnya. "


Destina menjawab sopan.


"Baik kami akan melakukan pengecekan ini dengan cepat. "

__ADS_1


Damian, mengangguk dia tahu bagaimana kerja Destina. Destina adalah pemimpin utama inspeksi, dia adalah orang yang terampil dan cekatan. Dengan bantuan Destina tidak memerlukan waktu lama untuk mendapatkan informasi tersebut. Jadi dia melangkah pergi meninggalkan ruangan ini dengan tenang bersama dengan Nalendra di belakangnya. Para bawahan dan penjaga memberi hormat. Mereka tidak ingin menyinggung dua iblis besar itu.


__ADS_2