Tuan Putri & Raja Iblis Season 1

Tuan Putri & Raja Iblis Season 1
Sihir Terlarang


__ADS_3

Penjara tulang naga berada disisir pantai yang tidak berpenghuni. Suara deburan ombak yang menggulung terdengar di telinga pemuda itu. Dia membuka mata secara perlahan. Sekarang dia digantung di tiang berbentuk salib. Lengan pemuda itu diikat terentang dengan rantai besi tajam dan bergerigi pada 'patibulum' yang terbuat dari pohon cemara. Tonggak tegak sebagai sandaran punggung. Kedua kakinya dibengkokkan sehingga betisnya sejajar dengan 'patibulum'. Sebuah paku besi yang masih ada pada tempatnya menembus kedua tumit, yang kanan di atas yang kiri di bawah. Kedua kakinya sudah dipatahkan, nampaknya dengan pukulan keras.


Note: Patibulum adalah kayu palang yang beratnya berkisar antara 50 sampai 60 kg dan panjangnya sekitar 1,5 meter dengan lubang di tengahnya.


Luka dan aliran darah bekas cambukan mengerikan menghiasi pakaian putihnya. Dia tertawa mengejek kepada pria tua di hadapannya. Merasa diejek pria tua mengernyitkan dahi tidak suka, dia mengangkat cambuk lagi entah yang sudah berapa ratus kali. Cambuk itu memecah udara kemudian mengenai pria gila di depannya. Orang yang di cambuk tidak menangis atau meringis kesakitan dia malah tertawa terbahak-bahak seolah melihat lelucon yang sangat lucu.


Hukuman salib adalah penderitaan yang luar biasa. Tidak ada kematian yang mengerikan daripada kematian melalui penyaliban. Bahkan penyihir itu sendiri memandangnya dengan ngeri. Itu adalah kematian paling kejam dan mengerikan. Namun, pemuda ini tidak takut sama sekali bahkan menganggap itu hanya lelucon. Mereka telah menjebak iblis ini dengan susah payah, dia telah membunuh semua anggota Bulan berdarah dan puluhan penyihir tingkat tinggi yang telah dia kumpulkan. Hans dan penyihir emas sangat marah, sedangkan Pandu hilang entah kemana. Pria itu selalu menghilang dan datang secara tiba-tiba


Saat itu Nalendra pergi untuk menyelamatkan Guntur, Tapi. Ketika dia sampai di sini. Dia telah di kepung oleh ratusan mayat yang dikendalikan dan puluhan penyihir tingkat atas yang kekuatannya tidak bisa di remehkan. Mau tidak mau. Nalendra harus membunuh ratusan boneka itu dan puluhan penyihir seorang diri. Tanpa giok tulang dewa, kekuatannya tidak akan sempurna. Namun, Nalendra akan menggunakan rencana lain, mungkin dia akan lemah untuk beberapa hari tapi hanya dengan cara ini dia bisa membunuh kedua penyihir sialan itu. Mereka dengan angkuh menyentuh dan menyakiti tubuh raja ini, Benar-benar lancang. Nalendra sangat marah api di matanya berkobar seolah api itu bisa membakar seluruh penjara ini.


Seorang pria tua bertubuh kurus seperti kerangka berjalan, berpakaian serba emas mendekat kepada Nalendra. Rambut putihnya di gulung dengan tusuk emas yang menyilaukan mata. Wajahnya yang sudah jelek dipenuhi kerutan yang menambah kesan sangat jelek di pipinya, tatapan menyebalkan dan memuakkan menambah berkali lipat kesan buruk rupa pria tua ini. Dia adalah Penyihir emas.


Penyihir emas berkata dengan mengejek.


"Lama tidak bertemu Raja iblis, apa kau mengenaliku. Sepertinya keadaan kita terbalik saat ini. Bagaimana apa itu sakit?"


Nalendra tertawa keras dia melihat orang ini dengan tatapan jijik seolah melihat serangga penganggu yang sangat jelek dan menjijikan.


"Apa kau datang hanya ingin mengatakan hal yang tidak perlu. Raja ini tidak punya banyak waktu tidak bisakah kau melakukan dengan cepat. "


Penyihir emas marah dia merasa terhina. orang di depan ini masih sangat angkuh dan arogan seperti biasanya.


"Apa kau tidak sabar bertemu dengan pelacur kecilmu?"tanya penyihir emas tersenyum remeh.


Nalendra yang mendengar perkataan itu sangat marah darahnya mendidih ingin sekali dia mencabik-cabik orang di depannya tapi dia akan ikut bermain.


"Benar, Kenapa apa kau ingin menyentuhnya juga. Kau tidak akan bisa membayangkan betapa menggairahkannya gadis itu. "


Penyihir emas tertawa sejenak kemudian mengerutkan bibirnya,


"Pantas saja kau sangat menyukai pelacur itu. Aku tidak menyangka seorang Raja Iblis yang tidak punya hati bisa memberikan hatinya dengan mudah kepada seorang anak manusia. Apa dia memiliki giok itu sehingga kau selalu berjaga dan bersama di dekatnya. Aku tidak percaya kalau kau menjaga gadis itu tanpa bayaran. Apa aku harus menyeretnya kesini supaya bisa membuktikan bahwa gadis itu memiliki sesuatu itu?"


Nalendra tersenyum aneh,


"Tebaklah. Jika itu benar Raja ini tidak akan membiarkan orang lain menyentuh milik Raja ini. "


"Jadi semua itu benar, Giok itu berada di tangan gadis itu. "Kata penyihir perak menganggukan kepala.


Nalendra tidak punya banyak waktu untuk meladeni orang yang tidak penting ini jadi dia mengatakan.


"Banyak sekali yang ingin Raja ini katakan tapi sayang sekali waktu bermain sudah habis. Apa kau punya kata-kata terakhir?kali ini Raja ini akan membunuhmu Raja ini tidak akan membiarkan kau menyentuhnya. "

__ADS_1


Penyihir perak panik dia merasa akan ada sesuatu hal mengerikan akan terjadi.


"Apa yang akan kau lakukan?"tanya penyihir perak ketakutan.


Note: Penyihir perak adalah Hans. Penulis lebih suka memanggil dengan nama asli.


Nalendra tidak menjawab dia hanya tersenyum. Senyum itu menakutkan.


Nalendra berjanji akan membunuh mereka dengan cara mengenaskan dan mengerikan. Nalendra melepaskan kekuatan di tubuhnya dengan membakar darah dan tulangnya. Segera api berwarna kebiruan menyelimuti tubuh iblis itu.


Penyihir perak dan penyihir emas membelalakan mata tidak percaya. Pemuda ini menggunakan sihir kuno terlarang. Tidak ada yang bisa melakukan sihir terlarang itu selain Raja iblis. Mereka tidak bisa lari lagi. Api biru itu membakar apa saja yang berada di sekelilingnya api itu tidak bisa padam. Sekalipun api itu disiram air sebanyak air di lautan api itu tidak akan pernah padam.


Hans dan penyihir emas berlari kesana-kesini untuk menghindari api mengerikan itu. Beberapa prajurit melolong kesakitan, tubuhnya terbakar sedikit demi sedikit, bau daging yang terbakar memenuhi penjara ini, mereka yang terbakar api biru akan mati mengenaskan. Tidak menyisakan mayat dan tulang. Hanya bekas berwarna kehitaman yang tercetak di tanah. Api itu menggulung seperti ombak tanpa ampun. Orang yang terkena api itu bernasib sama mereka mati dengan cara mengerikan.


Hans dan penyihir emas yang berlarian digulung api biru itu hingga tak tersisa. Nalendra menggunakan ****sihir terlarang**** yang bernama ****Kelahiran kembali****.


****Note: Sihir terlarang kelahiran kembali adalah sihir yang membakar habis tulang dan darah orang yang mengunakan. Mereka akan terlahir kembali sebagai anak kecil untuk beberapa saat. Kemudian dengan cara meditasi rutin tubuhnya akan kembali lagi seperti sedia kala. Sihir ini hanya bisa digunakan oleh Raja iblis yang memiliki kekuatan yang tidak terbatas. Karena keadaan yang tidak memungkinkan Nalendra mau tidak mau harus menggunakan ini.


Setelah menyelamatkan Guntur. Nalendra mengantarnya ke Neraka Keabadian. Di sana Renata dengan panik membawa Guntur masuk ke dalam Neraka Keabadian. Tabib yang baru dipanggil tidak lama kemudian datang dengan tergopoh-gopoh. Nalendra akan membawa kembali Eleena ke Istana kegelapan karena saat ini tempat yang paling aman hanya Istana kegelapan.


...****************...


Setelah Eleena meminta ijin kepada Briyan untuk kembali ke rumah, pemuda itu mengizinkan Eleena untuk kembali dengan mudah. Dengan begini Eleena bisa menjaga ayahnya dengan baik. Dia menceritakan banyak hal kepada ayahnya dan berjanji akan menjaganya. Banyu masih dengan wujud wanita merasa kesal dan marah.


Eleena mengerti dengan kekhawatiran Banyu. Dia tidak bisa menghindari pemuda itu bagaimana pun caranya. Karena Briyan adalah sahabat Eleena. Eleena selalu menegaskan kepada Banyu bahwa dia hanya seorang kakak bagi Eleena tidak lebih dan juga tidak kurang. Jadi sekali lagi dia menjawab dengan menghembuskan nafas.


"Aku tahu, aku tidak akan melupakan hal itu. "


"Aku hanya mengingatkan saja, sepertinya orang itu menyukaimu dilihat dari tatapan matanya. "Kata Banyu jengkel.


"Tapi aku tidak menyukainya, aku hanya menganggapnya kakak tidak lebih dan tidak kurang. "Kata Eleena tegas.


"Ingin sekali aku mencakar wajahnya. "Kata Banyu.


"Sudahlah, aku akan kembali ke kamar. "


Banyu menarik tangan Eleena supaya tidak memindahkan posisinya. Eleena yang ditarik tangannya oleh Banyu terhuyung ke belakang. Banyu bertanya,


"Apa pria tua itu ayahmu?"


"Benar, dia ayahku. "Kata Eleena cepat. Banyu melepaskan tangan Eleena dan bertanya lagi dengan keheranan.

__ADS_1


"Bukankah dia sudah mati?"


Banyu tahu jika ayah Eleena sudah mati dibunuh oleh Hantu pengantin putih pembawa petaka. Dia sendirilah yang telah menceritakan itu kepada Banyu. Jadi dia tidak terkejut saat Banyu menanyakan hal itu.


"Aku juga mengira bahwa dia sudah mati tapi ketika aku kembali ke Dermaga berbintang, aku bertemu dengan Briyan dia mengatakan bahwa Ayah masih hidup. "


Banyu mengerutkan dahi dan meletakan tangan di dagu.


"Aku mengerti perasaanmu, apa kau bahagia sekarang setelah bertemu dengan ayahmu?"


Eleena tidak menyanggah dia sangat bahagia jadi dia tersenyum dan menatap Banyu.


"Aku senang dan bahagia bisa bertemu dengan ayah lagi. "


"Tapi bagaimana jika Tuan datang dan membawamu kembali?"tanya Banyu pelan.


Eleena juga bingung dia tidak tahu. Di lain sisi dia ingin menjaga Ayahnya tapi di lain sisi juga dia ingin terus bersama Nalendra.


"Aku tidak tahu. "Jawab Eleena menundukkan kepala.


Eleena termenung sejenak, dia memikirkan banyak hal. Dia sangat merindukan Nalendra. Entah bagaimana keadaan pria itu sekarang.


"Sudahlah, sekarang kembalilah ke kamarmu aku rasa tuan sudah datang untuk menjemputmu, temui dia dahulu baru kau pikirkan setelah kau bertemu dengannya. "Kata Banyu menepuk pundak Eleena lembut.


Eleena yang mendengar itu melebarkan pupil hitam di matanya. Dia tidak menyangka pria itu sudah datang untuk menjemputnya. Eleena segera berlari menuju kamarnya. Betapa terkejutnya dia sekarang di sana ada seorang anak kecil yang berusia lima tahun sedang meringkuk di atas ranjangnya, tubuhnya dipenuhi dengan luka yang mengerikan. Eleena mendekat ke arah anak kecil itu, jantung Eleena berdetak dengan sangat kencang. Dia adalah Nalendra Eleena bisa mengenali itu dari rambut merah yang dimilikinya. Nalendra kecil tidur menghisap jempolnya.


Bagaimana mungkin seorang Raja Iblis yang kejam dan bengis, bisa dikalahkan sedemikian rupa bahkan tubuhnya dipenuhi luka yang mengerikan. Jika begini Eleena harus ikut dengannya ke Istana Kegelapan dia tidak ingin kelemahan Nalendra diketahui orang lain.


Nalendra kecil membuka mata besarnya dan berkata.


"Tertawalah jika ingin tertawa. "


Eleena menatap Nalendra dengan mata berkabut dia menggelengkan kepalanya,


"Bagaimana mungkin aku bisa menertawakanmu. "


"Apa ini sakit?"tanya Eleena menunjuk luka mengerikan di dadanya.


"Tidak, tidak sakit sama sekali ini hanya luka kecil. "Kata Nalendra datar.


Eleena mengangkat tubuh kecil Nalendra dengan hati-hati dan menggendongnya dipelukannya.

__ADS_1


"Ayo, kita kembali ke istana kegelapan. "


__ADS_2