Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
PROLOG


__ADS_3

PROLOG


{duarrrr}


Suara ledakan terdengar nyaring seantero galaksi, sosok dewa


terkuat itu sedang melancarkan serangan pamungkasnya, serangan yang ditujukan


kepada para pengkhianat alam dewa yang berkongsi dengan sosok iblis terkuat. Para


pengkhianat alam dewa itu telah bekerja sama untuk menghidupkan kembali dewa


iblis azura, dalam proses pembangkitannya mereka telah berhasil melenyapkan


sahabatnya yaitu dewa penjaga neraka.


{duuuummmmmbbb}


Gemuruh suara benturan energi terdengar sangat nyaring,


hampir membuat semua yang terlibat dalam pertempuran, langsung menutup telinga


mereka masing-masing.


Akibat serangan pamungkas itu tidak hanya alam dewa yang


mengalami kerugian besar, kekuatan dewa iblis Azura pun terlihat sudah mulai


perlahan menghilang seiring dengan berpendarnya sosok dewa iblis Azura


dihadapan sosok dewa terkuat.


“..ternyata kekuatan pamungkasku telah membuat kerusakan


yang sangat parah dialam dewa ini, aku yakin, sang pencipta pasti akan segera


menurunkan murkanya pada alam dewa, khususnya padaku yang telah memporak


porandakan alam dewa dengan kekuatanku barusan” gumam sosok dewa terkuat.


Kerusakan yang terjadi merupakan kerusakan terparah yang


pernah dialami oleh alam dewa, tidak hanya keseluruhan para dewa yang lenyap


tak bersisa, semua elemen pendukung alam dewa juga terlihat hilang layaknya dihisap


oleh lubang hitam energi yang sangat rakus.


Alam dewa saat ini, hanya tersisa satu sosok dewa terkuat


yang terlihat melayang digelapnya langit-langit galaksi tak berbintang.


Kekosongan alam dewa saat ini sangat berpotensi mengganggu


stabilitas alam paralel yang lain dalam pelaksanaan kedepannya.


“..hanya dengan cara itu, alam dewa dapat kembali seperti


awal mulanya” kembali sosok dewa terkuat bergumam pada dirinya sendiri.


“..jika aku menggunakan cara itu, pastinya tubuhku akan


segera dikirim ke roda kehidupan oleh aturan sang pencipta!”


“..akan sia sia perjuanganku saat ini!” ujar sosok dewa


terkuat berbicara pada dirinya sendiri.


Setelah banyak berpikir dan pertimbangan pribadi, sosok dewa


terkuat akhirnya memutuskan untuk menggunakan kekuatan tertinggi dalam hukum


ruang dan waktu, dengan tujuan mengembalikan alam dewa layaknya kondisi awal


sebelum para dewa terpilih mendiami.


Beberapa gerakan tangan serta letupan letupan energi


berwarna pelangi terlihat mengikuti pergerakan dari telapak tangan sang dewa


terkuat.


“..selesai,..” ucap sosok dewa terkuat.


“..sekarang tinggal menunggu “..


Zio Tian, sosok dewa terkuat dialam dewa saat ini terlihat melayang


dengan posisi duduk lotus, terlihat pasrah dengan kondisinya yang sudah


terlihat kehabisan sumber energi kehidupannya. Waktu hidupnya dengan jumlah


trilyunan tahun telah dipertaruhkan dalam serangan terakhir miliknya, hingga..


{blarrrr}


{blarrrr}


Kilatan petir diangkasa yang gelap gulita terlihat saut


sautan secara terus menerus.


“..keliatannya waktuku telah tiba!” gumam Zio Tian pada


dirinya sendiri.


{zlapppp}


Salah satu petir yang terlihat transparan langsung menyambar


tubuh Zio Tian tanpa ampun, terlihat tubuh Zio Tian sudah mulai menghilang dari


posisi terakhirnya.


{dap}


Zio terlihat berpindah tempat hanya dalam sekejap mata,


dirinya kini terlihat berada dalam ruangan serba putih dengan tubuh polosannya.


“..apa-apaan ini!?”


“..bagaimana bisa aku berpindah kesini!” zio berteriak


dengan kondisinya saat ini.


{nggguuuuuungggg}


Suara dengungan yang terdengar menggema didalam ruangan


putih terus terusan bersaut sautan. Hingga...


Sosok cahaya dengan warna transparan, dengan aura yang penuh


dengan penindasan, muncul, membuat kondisi zio langsung dibuat merangkak


dilantai ruangan. Pemandangan layaknya bayi polosan merangkak habis mandi


terlihat dalam ruangan yang serba putih.


Malu..jelas Zio terlihat sangat memalukan, dirinya yang


merupakan eksistensi dewa terkuat kini terlihat merangkak.


“..kk-kekuatan ini” zio terlihat sangat tertekan dengan

__ADS_1


kemunculan sosok cahaya transparan yang ada didepannya, hanya berjarak dua


meter saja.


“..Zio sang dewa terkuat” tiba tiba terdengar suara penuh


dengan energi penindasan menggema didalam ruangan.


“..apa yang telah kamu lakukan di alam dewa, telah


menimbulkan banyak kegaduhan diseluruh kehidupan yang ada di dunia paralel”


“..untuk itu, sebagai bentuk pertanggung jawabanmu, jiwamu


akan dikirim kesalah satu tubuh yang berada di salah satu dunia paralel dengan


tujuan melakukan pembetulan dan koreksi dari bawah sebelum kembali ke Alam dewa”


“..kamu akan memulai dari bawah, segala pengetahuan serta


kemampuanmu sebagai dewa terkuat masih ikut bersamamu”


{zlaapppp}


Setelah selesai dengan pembicaraan satu arah, sosok cahaya


transparan itu langsung menghilang dari hadapan Zio Tian.


Seketika itu juga, aura penindasan yang tadinya terlihat membebani


telah menghilang dan Zio Tian langsung terbangun dalam kondisi meringkuk dengan


pakaian yang sangat minim menutupi bagian bawah tubuhnya.


{cuwit ...cuwiit...cuwiit..}


{pekok..pekok..pekok}


Saut-sautan suara burung liar dan ayam kampung peliharaan


entah siapa, terdengar menyapa dengan nyaring kala itu.


Matahari juga masih belom memperlihatkan ketangguhan


cahayanya menerangi langit. Dunia masih terlihat gelap dengan penerangan lampu


lampu yang tidak sebegitu terang.


Terlihat sosok pemuda umur 18 tahunan dengan kondisi tubuhnya


yang nyaris telanjang hanya menggunakan semvak penuh dengan lubang disepanjang


pantatnya yang terlihat jelas dengan posisi badannya yang meringkuk berada dipojokan


tempat sampah, disalah satu tempat pembuangan akhir.


{byuuuurrrr}


“..bangun elu! Sampah!” terdengar suara nyaring yang


terdengar cempreng menantang pagi, suara teriakan yang diiringi dengan aksi


mengguyurkan paksa air comberan bekas cuci piringnya, air comberan itu langsung


menerpa sosok tubuh yang tergolek lemas didepan rumahnya.


Bangunan reyot itu bisa dibilang rumah tidak layak, bangunan


liar yang mereka bilang sebagai rumah itu telah lama menjadi perbincangan warga


sekitar tempat pembuangan akhir.


{eeeggkkhhhh}


Sosok yang meringkuk itu kini terlihat meregangkan kedua


kesakitan, ekspresi antara terkejut karena guyuran air comberan serta kesakitan


karena dirinya merasakan luka memar diseluruh tubuhnya terkena guyuran air yang


mengandung garam.


“...aaarrrrgggkkghhh” suara teriakan kesakitan keluar dari


mulut sosok pemuda kumuh dan lusuh itu dalam beberapa saat. Ingatan membanjiri


dirinya dengan paksa.


Ingatan tubuh yang datang barusan memberikan informasi


jikalau pemilik tubuh sebelumnya telah meninggal karena aksi pengeroyokan


massal yang dilakukan oleh kawanan preman disekitar lokasi pembuangan akhir


yang memang suka membully Zio dalam kesehariannya.


Tadi malam adalah aksi paling brutal dilakukan oleh para


gerombolan preman tersebut. Tubuh Zio mereka siksa hingga meninggal dan


akhirnya dibuang dipojokan tempat pembuangan akhir dengan kondisi hampir polosan.


“..tubuh ini.. benar benar sampah masyarakat” batin Zio


berbicara.


Belum juga dirinya sadar sepenuhnya akibat guyuran air


comberan,


“..woi sampah, buruan elu pergi, bikin seret rejeki saja elu


didepan rumah gue!”


“..sono sana luu pergi jauh jauh” suara teriakan emak-emak dengan


perawakan mirip buntelan kentut dengan baju daster kumalnya.


Aksi main dorong dengan tujuan ingin mendorong tubuh pemuda


lusuh dan kumuh yang ada didepannya itu agar bisa menjauh dari depan pintu


rumahnya.


“..jbruuuurrr”


Pemuda itu langsung terjebur dikubangan yang memang lebih


mirip layaknya parit buatan yang ada disamping rumah reyot milik emak-emak yang


mendorong Zio sampai terjebur.


Aliran air yang mayoritas berasal dari hasil endapan tumpukan


sampah itu terlihat sangat keruh dengan bau yang sangat menyengat.


sosok Zio Tian, sang dewa terkuat itu kini mukanya terlihat


penuh dengan lumpur hitam pekat dan bau tak sedap muncul dari dalam kubangan. Namun


tubuhnya belum sepenuhnya stabil. Parit yang terlihat lembek dibagian dasarnya


itu seolah olah menghisap kedua kakinya.


Setelah berusaha sekuat tenaga muncul dipermukaan dengan

__ADS_1


sisa sisa tenaga yang melekat ditubuhnya. Zio berusaha untuk melihat kondisi disekitarnya,


dengan posisi tubuh yang masih sebatas pinggang kebawah masih terendam air


parit timbunan sampah.


“..dimana ini?”


“..tubuh ini sangat lemah sekali!” tampak Zio berusaha melihat


dengan kesadaran yang dimilikinya, dengan posisi kedua tangannya terbentang.


Ekspresinya seperti sedang meneliti keseluruhan anggota


tubuhnya mulai dari ujung jari telunjuk tangannya hingga keseluruhan tubuh


luarnya.


Banyak orang yang melihat aksi emak-emak yang menjeburkan


Zio kedalam parit sampah, namun tidak ada satupun yang memiliki niatan untuk


membantu sang pemuda bisa keluar dari dalam parit kotor dan penuh bau itu.


Dengan susah payah Zio berusaha untuk mendaki terjalnya


dinding parit buatan itu, tangannya mencengkeram lapisan tumpukan sampah,


dengan sekuat tenaga dirinya berusaha hanya untuk bisa keluar dari kubangan.


Bentuk tubuhnya yang sudah terlihat penuh dengan kotoran


endapan lumpur parit, menjadikan dirinya mirip orang yang kejebur didalam aspal.


Hitam kelam, lengket dan bau.


Tidak ingin berlarut larut dengan keadaannya yang sekarang,


Zio segera mencari air bersih untuk membersihkan diri.


Zio yang dibekali dengan pengetahuan serta kemampuan dewanya,


mampu secara langsung beradaptasi dengan kondisi sekitarnya. Baik bahasa maupun


pengetahuan dunia yang dihuninya saat ini, langsung otomatis terekam dan


melekat didalam memory otak dewanya.


Disisi pojokan tempat pembuangan akhir yang terhubung dengan


aliran sungai yang langsung mengarah ke pesisir laut itu, Zio langsung


menjeburkan dirinya untuk membersihkan diri.


Disaat dirinya sedang menikmati jernihnya air..


“...eh, kau, Zio, sampah! Jangan kau mandi disitu!”


“..iyaa.. lihat, cucian kita semuanya jadi kotor!”


“..pergi sana kau sampah!”


Berbagai cacian dan makian ibu ibu yang sedang beraktivitas


cuci baju dan mandi pagi semuanya langsung mengajukan protes


{glontanggg}


{glontanggg}


Lemparan panci dan perkakas dapur diarahkan pada diri Zio


yang masih juga belum juga keluar dari tempatnya berendam.


Zio berusaha menghindar, meski sendok-garpu sempat


menghantam kepalanya hingga benjol.


“..maaf..maaf!” ucap Zio pada sekumpulan ibu ibu yang masih


dengan mode marah mereka sampai melupakan posisi mereka yang sedang mandi


sambil beraktivitas.


Tubuh ibu ibu yang sudah turun mesin dengan polosnya


langsung terekspose mempertontonkan lemak lemak bergelambir dipojok pojok


pinggang mereka serta pepaya menggantung yang sudah kendor.


“...kyaaaa!”


“..awass kamu yaa sampah!”


Zio langsung sekuat tenaga pergi keluar dari tempatnya


berendam, meski wajahnya masih penuh dengan lumpur sampah yang melekat.


Tidak berapa lama kemudian terlihat ziao menemukan tempat


yang pas untuk melanjutkan aktivitasnya bersih bersih.


Sebuah sumur terlihat terbuka dan tidak ada orang yang


sedang beraktivitas disana. Terlihat ember dengan tali tergolek bebas disamping


bangunan sumur.


Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, segera dirinya melanjutkan


aktivitas guyur mengguyur badan dipagi harinya. Hingga...


“..eh”


“..habis mandi, terus pakaianku?”


{tepokkk}


Suara tepokan tangan Zio ke jidatnya sendiri.


Dirinya yang sekarang memang sudah terbebas dari endapan kotoran


parit sampah, namun Zio sadar, tubuhnya saat ini hanya menggunakan semvak, yang


menutupi bagian kelaki lakiannya bagian depan saja, sedangkan bagian belakang


terlihat belahan pantatnya terekspose dengan bebas.


Celingukan kanan kiri, Zio melihat ada sebuah bangunan reyot


yang terlihat memojok dan terdapat pakaian set (atas/bawah) yang ditempatkan


begitu saja.


Tidak ingin membuang waktunya, segera, Zio mengambil pakaian


itu dan langsung lari dengan kecepatan penuhnya meninggalkan bangunan reyot


tadi.


“..bajingaaaaaannnnnnn!!!”


Suara teriakan seseorang yang kehilangan set pakaian yang


sengaja di taruh diatas dinding bangunan reyot.

__ADS_1


Pagi itu Zio sudah membuat gempar seisi tempat pembuangan


akhir dengan aksi aksinya.


__ADS_2