Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
BERTEMU


__ADS_3

{slaaassshhh}.....{slaaassshhh}


Sabetan pedang pasukan kekaisaran Tang, langsung menebas leher dua tetua klan yang mengawal delapan generasi muda mereka.


{cepluk...cepluk}


Mati!


Kedua tetua langsung terjatuh dengan darah yang terus keluar layaknya semburan dari pangkal leher keduanya.


“..tetuaaaa!!” teriakan kedua pemuda yang berada disampingnya.


“..hiks... .hiks... hiks...hiks....hiks... .hiks...”


Tangisan keenam kultivator wanita muda yang masih selamat namun terlihat sangat kacau itu tidak bisa  dibendung lagi.


{slaaashhhh!!}... {slaaahhh}


Kali ini sabetan pedang yang dialiri energi spiritual langsung menargetkan dua kepala milik dua pemuda anggota klan yang terlihat kacau tidak bergerak sama sekali.


(ceplukkk...ceplukkkk}


Mati!


Kedua pemuda yang tersisa didalam kelompok sepuluh itu pun mati mengenaskan dengan kepala yang terpisah dari badan mereka.


“..kakak!...”


“..hikssss.... .hikssss.... .hikssss.....hikssss....”


“..kk-kalian memang penjahat keji!” teriak salah satu dari keenam kultivator wanita yang tengah meratapi nasib mereka.


Didepan mereka berenam, tengah berkumpul seratus lebih pasukan dengan posisi Jendral mereka sedang duduk


santai dibawah tenda sambil memakan anggur layaknya bos judi online makau sana.


{...ctasss...ctasss...ctasss ...ctasss...ctasss ...ctasss }


Pedang energi yang terbuat dari Qi terlihat langsung memotong tali pelindung dua bongkahan gunung ukuran 34C


dari keenam kultivator wanita yang tengah meringkuk bersimpuh disamping keempat mayat anggota klan mereka.


“..kk-kalian benar – benar keji! Cuiihhhh” ujar salah satu kultivator wanita yang kali ini langsung berdiri dan


mempertontonkan dua bongkahan gunung kembar ukuran 34C nya sambil mengarahkan pedangnya lurus kedepan.


Seratus lebih pasukan kekaisaran yang terlihat bergerumul disekitar keenam kultivator wanita yang sudah tidak


memiliki tenaga itu terlihat meneteskan air liur mereka.


{ctangg!}


Suara lemparan energi Qi yang dilempar langsung oleh sang jendral, langsung menjauhkan pedang digenggaman kultivator wanita yang terlihat berdiri menantang mereka.


Kultivator wanita itu nampak hanya dengan menggunakan segitiga bawah yang kini tinggal talinya saja, kain


pelengkap segitiga itu telah hilang, bulu-bulu halus itu terlihat melambai-lambai seolah sedang memanggil lawan jenisnya.


Wanita muda itu terlihat sudah tidak memperdulikan kondisi pakaiannya lagi! Bodo Amat!


Sudah terlanjur malu, tujuannya sekarang tidak lain adalah bunuh diri!


“..aaaakkkkkkhh” teriakan keenam kultivator yang terlihat mulai dikunci jiwa mereka oleh sang jendral agar tidak


bisa bunuh diri.


Beberapa anggota pasukan langsung mendekat kearah 6 kultivator wanita didepan mereka sesuai aba-aba dari sang jendral.


{sratttt.... sratttt.... sratttt....sratttt.... sratttt.... sratttt....}


“..haha..haha..haha...!” semua pasukan tertawa dengan renyahnya ketika melihat pemandangan BeDeEsEm didepan mereka.


Posisi keenamnya terlihat terikat seluruh badan mereka, pakaian mereka sudah tidak melekat lagi dibadan mereka. Tanpa sehelai benangpun!!


Dengan mulut yang disumpal kain hitam, kemudian kedua tangan diikat dibelakang, lanjut kedua kaki diikat dari bawah, kini keenamnya sudah dalam posisi pasrah. Kedua kaki mereka diduduki bemper mereka sendiri, tubuh polos bagian depan mereka terekspose dengan sempurna!


“...hiksss...hikksss...hiksss...hikksss...hiksss......hiksss...”


Tangisan mereka terlihat tidak berhenti.


“..kalian sembunyikan dimana token kristal langit!” tanya jendral pasukan dengan lantangnya.


“...eeggghhhhh” gelengan kepala keenamnya terlihat sebagai jawaban atas pertanyaan barusan.


{plaaakkk}


Sang jendral langsung menampar dua bongkahan ukuran 34C yang ada didepannya hingga menimbulkan bekas tanda lima jari disisi gunung putih mulus dan kenyal itu.

__ADS_1


{plaaakkkk}


Lagi, sang jendral melakukan hal yang sama pada wanita disebelahnya.


{plaaakkkk}...{plaaakkkk}...{plaaakkkk}...{plaaakkkk}


Lagi dan lagi, terlihat jendral pasukan itu melakukan gerakan yang sama untuk empat wanita sisanya.


Karena mulut keenam kultivator wanita itu tersumpal oleh kain penutup, mereka hanya bisa menahan sakitnya tamparan pada gunung kembar mereka berenam dengan berlinang air mata.


“’.lagi jendral..Lagi....!”


“..iya benar jendral lagi, kelihatannya mereka keenakan itu!”


Sorak sorai pasukannya terlihat menyemangati jendral mereka yang tengah menikmati sesi penyiksaan  lembutnya.


{wuuuuzzzzz}


Sang jendral terlihat menggerak – gerakkan tangannya dan diarahkan pada 6 kultivator wanita yang terlihat duduk


bersimpuh, tiba-tiba kepala mereka tertunduk ketanah dan kini terlihat enam bongkahan bemper putih mulus itu miring keatas. Posisi sepatu high heels!!


{plaaakkkk}...{plaaakkkk}...{plaaakkkk}...{plaaakkkk}...{plaaakkkk}...{plaaakkkk}...


Dengan gerak cepat sang jendral menabok bember 6 kultivator wanita yang dalam pose sepatu high heels dengan


sangat kencang.


Bekas lima jari sang jendralpun kini terlihat tercetak merah di bemper keenamnya dengan warna merah muda.


“...hahahaha....”


“...Lagi jendral...lagii...!”


“..benar jendral lagi doong!”


Teriakan pemintaan pasukannya yang sedang menonton adegan penyiksaan lembut dan menggoda itu membuat


pasukannya bersorak kembali.


Terlihat keenam kultivator wanita itu sudah tidak memiliki keinginan untuk hidup. Tubuh polos mereka terikat


dengan kuat membuat mereka hanya bisa pasrah ketika sang jendral membolak –balikkan tubuh polos mereka sesuai permintaan pasukannya.


Hingga....


Ratusan pasukan mendapatkan ancaman penekanan dari aura yang Zio keluarkan dari atas mereka, langsung


muntah darah dan pingsan.


“...katakan, harus bagaimana kalian mati!” ucap Zio yang turun perlahan sambil menonaktifkan mode


kamuflasenya secara perlahan.


Dari kepala hingga kakinya akhirnya muncul dari kehampaan, bersamaan dengan telapak kakinya menyentuh


tanah.


{siuuutt.. siuuutt.. siuuutt.. siuuutt..siuuutt.. siuuutt..}


Secara mengejutkan ratusan pasukan yang pingsan langsung terlihat kehilangan seluruh pakaian yang menutup


badan mereka, termasuk sang jendral.


“..Ii-ini!” sang jendral yang terkejut mendadak pakaian dan cincin penyimpanannya hilang, langsung spontan


jendral itu menutupi bagian cacing pitanya dengan kedua buah telapak tangannya sendiri, satu didepan, satu dibelakang.


Dengan kemampuannya Zio langsung mengarahkan ratusan pasukan kekaisaran membentuk 5 kolom barisan yang masing-masing diisi oleh 5 orang dengan kondisi polosan, berdiri tegak dan masih dalam keadaan pingsan.


{slaapppp}


Kubus transparan terlihat mengurung ratusan pasukan beserta sang jendral tanpa mereka sadari keberadaannya.


{byuuuuuhhhhh}


Dengan kemampuannya, Zio langsung menaburkan kembali bubuk affrodiak tingkat super tinggi kedalam kubus


transparan yang berisi ratusan pasukan beserta sang jendral.


“..ii-ini...! apa yang terjadi dengan tubuhku!”


“..kk-kenapa ini! Kenapa tiba-tiba aku ingin sekali bercocok tanam!”


“...jendraaal jangaaaan!!!”


“..tidaaaakkkk!”

__ADS_1


“...aaaakhhhggghhh.....”


“...ooooghhhhkkhhhh...”


Teriakan para pasukan terdengar campur-campur ada yang kesakitan ada yang keenakan, pemandangan ratusan lelaki tanpa baju melakukan adegan bercocok tanam sesama jenis itu terlihat seperti tarian koreografi didalam hutan.


Hentakan demi hentakan mereka lakukan secara rapi dan seirama, entah siapa yang mengkomandoi aktivitas itu,


yang jelas, pemandangan itu sudah membuat keenam kultivator wanita yang masih dalam pose sepatu high hillss polosan itu langsung berhenti menangis dan memuntahkan semua isi dalam perutnya. Jijik!


“..paling tidak mereka akan melakukan gerakan tari cabul itu selama sebulan sampe kering, sampai pada


akhirnya mereka mati dengan sendirinya!” gumam Zio.


“..**-tuan...! **-tolong kami!”salah satu kultivator wanita memberanikan diri untuk meminta tolong.


Meskipun dalam benak mereka berenam bergidik ngeri dengan aksi Zio yang bisa membuat ratusan pasukan


kekaisaran dengan mudah melakukan koreografi bercocok tanam sesama jenis ditengah hutan.


“...eehh!”


{pookk}


Zio yang teringat ada enam kultivator wanita dibelakangnya langsung menepok jidatnya sendiri.


{ctasss!}


“..maaf...hehehehe” Zio langsung melepaskan enam kultivator wanita yang masih polosan dan meringkuk nunggging itu dari ikatan mereka masing-masing.


Keenamnya berdiri tanpa malu –malu mereka mendekati Zio.


“..eeh, ...eeh... apa ini!”


“..husshh!...husshh!! mundur!" seru Zio ketika keenamnya mendekati Zio tanpa menutupi lagi aset pribadi mereka


masing-masing.


Dua bongkahan gunung ukuran 34C milik mereka berenam terlihat kenyal naik turun saat melangkah kearah Zio.


Bulu-bulu lembut yang terlihat tidak pernah dicukur itu terlihat melambai-lambai layaknya rumput ilalang.


{brukkkk}


Mereka berenam terlihat langsung bersujud didepan Zio secara bersamaan.


Pemandangan yang sungguh aah sudahlah...


Tubuh putih mulus keenamnya terlihat begitu menggoda lawan jenis, dengan posisi menunggging didepan Zio. Dua lubang yang saling berdekatan itu bisa terlihat dari bola mata Zio karena posisi mereka yang terlalu dekat.


“..bb-bangunlah kalian semua! Tolong bangun!” ujar Zio


{srakkk.. srakkk.. srakkk.. srakkk..srakkk.. srakkk..}


Keenam kultivator yang tadinya nungggging itu terlihat langsung bangun dan terlihat berdiri terlalu dekat


dengan Zio.


Jantung Zio langsung berdetak tak beraturan, mimpi apa semalam didepannya sekarang ada enam wanita tanpa sehelai benang pun, polosan, hanya berjarak satu jengkal saja.


“...hihihihihihi..” keenamnya cekikikan melihat tingkah Zio yang serba salah.


{tttlapppp}


Dengan sekali kibasan tangan Zio langsung memasangkan selendang lebar a.k.a jarik kalo orang jawa bilang, guna menutupi seluruh tubuh polos keenamnya secara spontan.


“...aahhh”


“..mesuuuuummmm!”


“..tuan mesuum!”


“..iyaa benar tuan mesuuuuum!”


Ujar 4 dari 6 wanita yang berdiri dekat dengan dirinya.


“..eh! kok jadi aku!” ucapnya sambil berekspresi mencari tahu kesalahannya


“..dengan kemampuan tuan, seharusnya dari tadi kek! kami dipakein baju buat nutupin tubuh polos kami ber


enam!”


DEGH!


“..eeeh...hehehehe...lupa!” ujar Zio sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.


Dasar Zio memang Mesum!!!

__ADS_1


__ADS_2