
Zio terlihat mengamati kondisi sekitarnya dengan menggunakan set pakaian loreng warna orange, dengan pola warna yang mirip dengan pola salah satu LSM yang sedang menjadi buah bibir masyarakat.
set pakaian yang didapatkannya dari gubuk reyot dipojokan TPA, entah pakaian siapa?, yang jelas sekarang pemilik pakaian keluar dari gubuk reyot hanya menggunakan kardus bekas saja.
Didepan matanya Zio Tian, terlihat aktivitas alat alat berat mondar mandir membuang sampah dilokasi pembuangan akhir.
Ada excavator dengan roda roda yang luar biasa besar ukurannya, ada dumptruk yang berjumlah ratusan dengan muatan sampahnya dengan jumlah yang terlihat menggunung diatas baknya masing masing.
Dalam waktu singkat Zio sudah bisa mengetahui keadaan sekitarnya.
“..aku harus segera mendapatkan kembali kekuatanku, agar bisa segera kembali kealam dewa” gumamnya pelan.
{kruuuukkkk}
Suara perut Zio terdengar sangat miris.
“..tubuh ini sangat rentan dengan lapar!” kembali Zio bergumam sendiri.
Dalam ingatan pemilik tubuh yang lama, Zio Tian bisa mengetahui jikalau makanan hanya bisa didapat jika dirinya memiliki uang untuk membayarnya.
Uang sendiri hanya bisa didapatkan dengan jalan berdagang atau bekerja buat orang lain.
Zio yang tidak ingin membuang buang waktunya, segera mencari pekerjaan instan yang bisa langsung memberikan uang. Ada uang, bisa makan!
Setelah melihat kanan kiri depan belakang, akhirnya pandangan Zio tertuju pada dump truk yang sedang mengalami kerusakan ban belakangnya. Terlihat sopir dumptruk sedang berusaha untuk mengganti ban dengan
kondisi dump truk penuh muatannya.
“..bisa saya bantu?” tanya Zio dengan sopan.
“..eh... sini bantu! nanti aku kasih kamu duit” ujar si sopir.
“..kamu tolong angkat ban cadangannya bawa kesini! Itu ada dibawah kolong” ucap sopir yang terlihat raut wajah bahagianya karena tidak bekerja sendiri.
Dalam beberapa puluh menit, akhirnya pekerjaan penggantian ban dump truk pun selesai, Zio mendapatkan upah 25.000 rupiah.
Dengan suka cita dirinya menerima upah hasil keringatnya.
Tidak hanya upah diberikan oleh sopir dumptruk, Zio juga mendapat traktiran makan pagi dari si sopir dumptruk. Bener bener rejeki anak soleh.
“..biasanya kakek Misran yang selalu membantu penggantian ban diwilayah ini” ucap si sopir setelah selesai aktivitas makannya.
“..kakek Misran??” tanya Zio dengan nada penasaran.
“..iya benar, kakek Misran adalah pemilik tambal ban disebelah pintu masuk sana, dirinya yang selalu menjadi langganan semua sopir sopir dumptruk dan alat berat jika terjadi kendala dengan ban kendaran mereka” sahut si
sopir menjelaskan.
Setelah selesai bincang bincang singkat dengan si sopir, Zio segera bergerak menuju lokasi yang ditunjukkan oleh sopir barusan. Dalam hatinya, dirinya harus bisa bekerja dengan kakek Misran agar memiliki penghasilan tetap tiap harinya.
Lokasi usaha tambal ban kakek Misran sendiri tidak terlalu susah untuk dicari, tidak lama setelah Zio Tian berjalan, dalam hitungan lima belas menit tempat usaha yang dimaksud sudah terlihat.
__ADS_1
Setibanya dilokasi tempat usaha Zio terdiam, tempat usaha kakek Misran tutup, padahal jam menunjukkan
pukul 9:15 pagi waktu setempat. Ada jam besar menempel didinding tempat usaha milik kakek Misran.
{tok... tok... tok...}
Suara ketukan pintu terdengar nyaring.
“..siapa!?” ada sahutan suara dari dalam.
{kriiieettt}
Pintu terbuka dan muncul sosok kakek umur senja namun badannya masih terlihat sangat mumpuni untuk bekerja keras.
“..siapa ya?” tanya kakek Misran.
“..perkenalkan, saya Zio kek” ucapnya sopan
“..Zio?!” kakek Misran terlihat kebingungan, sepengetahuannya tidak pernah punya kenalan namanya Zio dikawasan pembuangan akhir ini.
“..tujuan kamu apa?!” tanya kakek Misran yang terlihat masih berada dibalik pintu hanya kepalanya saja menyembul keluar.
“..maaf kek, aku ingin kerja ditempat usaha kakek!” ucapnya sopan menjawab.
{uhuk... uhuk... uhuk...}
Terlihat kakek Misran terbatuk setelah mendengar permintaan pemuda didepannya.
itung aku bisa jadi bos” batin kakek Misran.
“..anak muda, Zio, kan nama kamu tadi!”
“..bener kek”
“..bisakah kamu mulai kerja hari ini?” tanya kakek Misran.
“..tentu bisa kek” Zio sangat bahagia dengan tawaran kakek Misran
Dengan kepandaian serta kecerdasan Zio Tian sang dewa terkuat, keahlian ganti mengganti ban kendaraan bisa segera dikuasai sejak dirinya membantu sopir dump truk beberapa waktu yang lalu.
Setelah beberapa penjelasan dari kakek Misran, Zio Tian terlihat sangat tanggap dan cepat paham terkait penjelasan yang telah diberikan, membuat kakek Misran senang sekali.
“..akhirnya aku bisa jadi bos ditempat usahaku sendiri!” batin kakek Misran.
Hari ini juga Zio memulai kehiduan barunya sebagai tukang tambal ban.
\====================================================================
Sementara itu disebuah gedung bertingkat tiga puluh enam disalah satu jalanan protokol kota besar negara ini, disebuah ruangan terdapat empat orang yang sedang duduk diatas kursi malas mereka sambil melakukan
aktivitas cabul menyodok wanita muda dengan masih menggunakan blazer kerjanya. Rok kerja para wanita itu terlihat tersingkap keatas dengan dalaman yang sudah melorot kebawah.
__ADS_1
“....anjiiiiing, goa kamuu sempit bangeeed, bisa bisa cepet dapet ini akunyaaa” ucap pria bertumbuh tambun yang melakukan adegannya diatas kursi malas yang ada didepan meja kerjanya. Pria tambun itu bernama Doni.
Sementara tiga pria yang lainnya juga sibuk dengan aktivitas pencabulan mereka sehingga tidak menanggapi apa yang telah Doni omongkan.
Setelah beberapa puluh menit berlalu, aktivitas keempatnya terlihat disudahi.
“..mantap juga ya pekerja pekerja mu Doni?”
“..iyaaa sering sering lah kaya’ gini!”
“..bener itu..sering sering kasih kita bertiga pelayanan plus plus jika kami ada ditempat kamu”
“..hahahahahaha”
suara tawa mereka berempat terlihat mengisi ruangan yang memang didesain kedap suara, namun tanpa sepengetahuan ketiga tamunya, Doni sudah merekam semua kegiatan mereka bertiga didalam ruangan miliknya.
“..jadi bagaimana? Apakah kontrak penambahan penggunaan lahan disekitaran TPA sudah bisa kalian tandatangani?” ucap Doni bertanya kembali.
Ketiga orang yang dimaksud adalah kepada Badan pertanahan kota, Kepala biro AMDAL, dan pejabat tata kota yang memang ketiganya memegang peranan penting dalam pengelolaan lahan TPA.
Doni adalah pengusaha yang memenangkan tender dalam pengelolaan sampah secara turun menurun dari orang tuanya. Usaha saat ini hanya meneruskan saja.
“..tenang itu mah”
“..iyaa tenang saja sih Doni!”
“..asal permintaan kami kemarin bisa terealisasi dalam waktu dekat, kami bertiga jamin perluasan lahan yang kamu minta bisa dikabulkan”
“..hahahaha..tenang saja, aman terkendali kalo itu” ujar Doni
“..penyerahan akan dilakukan malam ini dilokasi biasa” lanjut Doni menjelaskan.
Setelah keempatnya saling bertukar informasi sambil merencanakan hari pencabulan yang lainya, keempatnya saling membubarkan diri.
=====================================================================
“hiuuffff...huuuu”
Zio terlihat melepas penatnya, jam dinding tempat usahanya menunjukkan pukul 16:30 sore hari.
Tempat pembuangan akhir semakin malam semakin rame, hal ini dikarenakan jam larangan melintas truk pembawa sampah telah dicabut.
Terlihat iring iringan ratusan unit dumptruk full muatan mulai memasuki area pintu masuk tempat pembuangan akhir.
Zio yang menyadari jikalau dirinya harus bisa membuat perubahan positif bagi dunia yang didiaminya saat ini agar bisa membuka 100% kekuatan miliknya sudah mulai melakukan program kerjanya.
Dimulai dengan penguatan fisik tubuhnya dengan cara melakukan angkat ban sekaligus velg baik itu ban dari dumptruk, excavator atau alat berat lainnya yang berada diarea TPA.
Ban dumptruk dengan kapasitas muatan penuh 60 Tons bisa dikatakan lebih dari 200 kilogram per unitnya, lengkap dengan velg tentunya. Apalagi ban excavator bagian belakang yang memiliki berat hingga 300 kilogram lengkap dengan velgnya.
Semua proses angkat-angkat itu menjadikan pelatihan fisik bagi dirinya sendiri.
__ADS_1