
“..zio!..” terdengar suara teriakan dari dalam rumah, suara kakek Misran jam 5 pagi!
Zio Tian sendiri yang memang sudah terjaga dari posisi kultivasinya langsung bergerak masuk kedalam rumah, kondisi rumah tidak pernah dikunci sejak adanya Zio.
{brakkk}
Suara keras pintu dibuka dari arah luar.
“..ada apa kek?!” tanya Zio sopan.
“..Zio lihatlah! Kakek sudah sembuh! Dan lihat, kulit keriput kakek tidak ada lagi terlihat, kakek merasa berumur 30an tahun sekarang!”
“..iyaa benar, kakek terlihat lebih ganteng dan gagah” tambah Zio melambungkan.
“..terima kasih Zio, berkat pengobatan kamu kemarin, kakek bisa merasakan kembali nikmat kesehatan seperti masa muda kakek dulu!”
“..sama sama kakek, hanya itu yang bisa Zio lakukan untuk membalas budi baik kakek yang sudah mau menerima Zio sebelumnya”
Keduanya kini terlihat akrab dan santai berbicara dipagi hari, dua orang didalam ruangan itu lebih terlihat layaknya adik kakak yang sedang membicarakan urusan keluarga mereka.
“..ya sudah kek, Zio juga berencana pamit hari ini, izin tidak kerja mau bikin rekening tabungan diujung jalan” kata Zio.
“..ya sudah sana, kakek lihat beberapa hari ini kamu juga sudah banyak membantu kakek dalam bisnis tambal ban, kamu layak dapat istirahat Zio” ujar kakek Misran.
Jam dinding tempat usaha kakek Misran menunjukkan pukul 6:45 pagi, Zio segera bergegas pamit undur diri guna melanjutkan rencananya membuat rekening tabungan disalah satu bank swasta terbesar dinegara ini.
Hari ini juga Zio berencana untuk berjalan kekota besar disebelah.
“..keliatannya aku juga membutuhkan alat komunikasi didunia ini, agar nantinya bisa memudahkan berkomunikasi dengan kakek Misran jika aku ada diluar rumah”
“..uangku juga sudah terkumpul lumayan, tidak masalah jika separuhnya bisa dipergunakan untuk membeli hp “
Zio kini mulai berjalan menyusuri jalan setapak TPA, jalanan yang terlihat sudah mulai tergusur oleh jumlah sampah dibagian kiri dan kanannya hingga hanya menyisakan lebar 30cm an.
Dua puluh menit lamanya Zio berjalan hingga dirinya sampai dipenghujung jalan setapak yang langsung berhubungan dengan pos penjagaan pintu masuk TPA.
Terlihat satpam berpakaian seragam lengkap sedang melakukan aktivitasnya berjaga-jaga, meski sesekali mereka bercanda gurau dijam kerja mereka.
Pandangan mata Zio langsung tertuju pada kios hp yang sudah buka pagi hari ini. Setelah memilih- milih dan menimbang sesuai keuangan yang dimilikinya, Zio memutuskan untuk membeli hp dengan spec yang lumayan gahar. RAM 18GB ROM 500GB dengan harga yang lumayan tentunya.
Setelah selesai dengan aktivitas pembelian hp barunya, Zio langsung mengedarkan pandangannya kearah bangunan bank swasta yang ada didepan TPA.
Lokasi bangunan bank yang tidak jauh dari pintu masuk TPA, seberang jalan raya besar.
__ADS_1
Bangunan bank swasta terbesar dinegara ini berdiri dengan kokohnya. Bank swasta yang memiliki market kapitalisasi senilai 1600 trilyun itu merupakan kantor bank cabang pembantu yang memang dioperasikan khusus
didepan TPA.
“..selamat pagi, ada yang bisa kami bantu?” satpam bank swasta memberikan ucapan penyambutan dengan sangat sopan.
“..maaf, saya bermaksud untuk membuka rekening tabungan”
“..ooh silahkan langsung masuk, didalam ada yang langsung melayani tanpa menunggu antrian”
Setelah masuk kedalam gedung, benar saja, Zio langsung didatangi sales executive mereka dan segera dibantu pengurusan pembukaan rekening tabungannya.
Proses pembuatan rekening tabungan itu tidak berlama – lama, bahkan hape terbaru milik Zio sudah terinstall dengan aplikasi banking bank swasta tersebut. Sangat memudahkan diri Zio nantinya dalam melanjutkan rencana
jangka panjang miliknya.
Belum juga Zio meninggalkan lokasi gedung bank swasta, tiba tiba dari arah pintu masuk terjadi kegaduhan, satpam yang bekerja dibuat kelimpungan dengan sosok laki laki dewasa umur kisaran 26 tahun, dengan ekspresi
layaknya tuan muda keturunan orang kaya.
“..kasih jalan... kasih jalan.. tuan DONI mau masuk!”
Suara arogansi dari para pengawal tuan muda DONI terlihat membuat gaduh suasana.
“...selamat pagi tuan muda DONI, sekiranya ada yang bisa kami bantu?!”
“..pagi ini saya ingin menarik dana 100 milyar, tolong dipersiapkan segera!” ucap DONI penuh dengan kesombongannya memberikan penekanan.
“..100 milyar, mohon maaf tuan muda DONI, apakah bisa ditunda besok pengambilannya?”
“..kami membutuhkan waktu pengumpulan dana dengan jumlah yang begitu besar, 100 Milyar”
Sosok senior karyawan bank swasta itu terlihat sangat ketakutan, bukan karena apa, dana 100 Milyar diambil cash pagi hari, yang ada kinerja dirinya akan langsung merosot dimata pimpinan pusat, jika sampai terlaksana.
Pegawai senior bank atau lebih dikenal sebagai pimpinan cabang sebuah perbankan memiliki target khusus, dalam transaksi harian, uang harus banyak masuk, namun jangan sampai banyak keluar. Jika ternyata transaksi
uang keluar lebih banyak dibandingkan transaksi uang masuk, jika itu terjadi, siap-siap saja posisinya akan langsung digantikan pihak lain yang lebih kompeten.
“..aku tidak mau tahu pak tua, segera persiapkan dana yang aku inginkan, atau aku akan menarik semua kepemilikan dana milikku dibank ini detik ini juga!”
Tidak ada lagi kata kata sopan keluar dari mulut DONI, dan senior perbankan yang mendengarnya langsung merasa tubuhnya lemas. Negosiasinya gagal.
Zio yang melihat DONI secara langsung pagi ini langsung tersenyum iblis.
__ADS_1
{siuuutt}
Energi transparan dikirimkan Zio langsung masuk kedalam cacing pita milik DONI. Orang awam tidak akan bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh Zio pagi itu pada diri DONI.
Sesaat DONI terlihat seperti tersengat semut rangrang pada bagian cacing pitanya. Segera dirinya menggaruk bagian resleting celananya.
Zio telah menanamkan pelacak energi pada tubuh DONI, sehingga dirinya tinggal menunggu tanggal mainnya saja untuk melakukan eksekusi langsung.
Tidak ingin berlama lama melihat drama dari tuan muda DONI, Zio segera meninggalkan bangunan bank swasta dengan tatapan yang sopan ditujukan kepada satpam perbankan yang sedang menjalankan tugasnya.
Keluar dari bangunan perbankan swasta, Zio segera kembali melanjutkan perjalanannya untuk melihat-lihat kondisi sekitarnya, karena waktu telah menunjukkan pukul 8:15 pagi, Zio memilih untuk menggunakan kendaraan umum dengan tujuan kota besar disebelah.
Tidak ada yang istimewa disepanjang perjalanan Zio menuju kota besar disebelah, hingga akhirnya pukul 10:25 pagi Zio sudah sampai disebuah lapangan luas sekali, disekitarnya terdapat gedung gedung pencakar langit
dengan ketinggian lantai hingga ratusan meter dari permukaan tanah.
Ketakjuban Zio terlihat dengan apa yang matanya lihat saat ini, karena dialam miliknya, bangunan tertinggi hanyalah menara kultivasi, itupun hanya mempunya ketinggian hingga 75 meter saja.
“..manusia di dunia ini benar benar hidup dengan teknologi dan sudah meninggalkan yang namanya aturan-aturan terdahulunya!” gumam Zio sambil melihat kondisi sekitarnya.
Belum juga Zio bermaksud untuk duduk sambil menikmati suasana pagi itu, tiba-tiba;
“..toloong..toloong”
“..jambret!”
Sosok wanita muda terlihat berlari mengejar sosok laki laki yang membawa tas.
{cetasss..plaakkk}
{ gubrakkk...}
Hanya dengan kibasan tangan saja, penjambret itu dikirim terbang oleh Zio langsung jatuh didepan wanita yang tengah berteriak.
Tidak ingin membuang waktunya, wanita muda yang sudah melihat sang jambret jatuh tersungkur didepannya, langsung melayangkan tendangannya kearah muka si penjambret
{srattt}
Wanita muda itu langsung meraih tasnya yang masih dipegang erat oleh tangan penjambret.
Tidak lama, orang-orang datang dan ikut memberikan pukulan layaknya aksi penghakiman massal.
Zio yang melihat hal itu tidak ingin ikut campur, dirinya masih menikmati semilir angin dan suasana yang ada disekitarnya.
__ADS_1