
Zio terlihat berbicara dengan kakek Misran dengan santai dibelakang rumah. Halaman belakang rumah Zio sangat
luas, dengan dihuni banyak pohon lontar yang sengaja ditanam dengan konsep pemercepatan pertumbuhannya.
“..jadi kapan kamu akan berangkat Zio?!”
“..setelah ini kek”
“..haissshh....”
“..ya sudah, kakek cuman berpesan, sebisa mungkin jangan kamu kasih ampun semua orang jahat itu, memang
dunia ini perlu ada keseimbangan, ada baik ada buruk - ada putih ada hitam”
“..hanya saja, setiap makhluk yang membuat kerusakan bagi dunia, mesti dihapus keberadaannya”
Kakek Misran terlihat memberikan nasehatnya sambil menikmati rindangnya pepohonan dibelakang rumahnya.
“..mungkin kita tidak akan pernah bertemu lebih dari 10 tahun kedepan kek, seperti yang sudah aku jelaskan tadi,
beda waktu alam langit 1 hari sama dengan 10 tahun di permukaan bumi ini”
“..aku berharap kakek bisa menjaga diri dengan baik, meskipun kloninganku ada disini, pastinya kakek pahamlah maksudku barusan!” ujar Zio terlihat menikmati ayunan jala yang sengaja dipasangnya dihalaman belakang rumah kakek Misran.
Kedua manusia beda generasi itu kembali menikmati rindangnya pepohonan dengan angin sepoi – sepoi yang memang diatur oleh Zio sendiri dengan kemampuannya untuk membuat suasana jadi lebih teduh dan nyaman.
{sreekkk}
Zio terlihat menurunin ayunan jala yang membuatnya nyaman.
“..baiklah kek, aku pamit dulu” ujar Zio sambil mengambil telapak tangan kakek misran kemudian mencium punggung dari telapak tangan kakek Misran sebelah kanan.
{pugghh}
Kakek Misran segera menarik tangan Zio dan memeluknya, Zio yang sudah dianggap Cucu baginya serasa berat
memang ditinggal.
Pelukan kakek Misran terlihat begitu erat untuk beberapa menit lamanya, dan Zio tidak ingin merusak suasana
dengan memisahkan diri buru-buru.
“..haissshh...huuuuuff” Kakek Misran terlihat mulai melepaskan pelukannya dan menghela nafas panjang.
“..baiklah-baiklah..kamu yang semangat jangan pantang menyerah disana!” pesan kakek Misran pada Zio.
“..euhmmmnn!” anggukan kepala Zio pertanda setuju dengan pernyataan kakek Misran.
{tap...tap}
Zio melangkah mundur beberapa langkah, guna memberikan ruang jarak.
{zzzrriiinngggg}
Muncul lubang void diantara jarak kakek Misran dengan Zio.
Dengan melambaikan tangannya, Zio langsung memasuki lubang Void teleportasi lintas alam yang ada didepannya.
{zlaapppp}
__ADS_1
Dan Zio pun ditelan lubang void teleportasi beda alam itu dengan begitu cepat.
Lubang Void yang menelan Zio mengirimkannya kelokasi acak!
{siuuuuttt....dummmmnnn}
Terdengar suara obyek dari langit terjatuh dan langsung menghantam daratan.
Adalah Zio Tian yang terlempar dari lubang Void dengan terdampar disebuah benua dialam langit.
“..dimana ini!?” tanya Zio pada dirinya sendiri.
“..aku mesti segera mendapatkan informasi terkait alam langit, apalagi terkait keberadaan sekte teratai hitam
di alam langit ini!”
“..karena dengan bertemu para leluhur sekte teratai hitamlah, awal perjalanan menghapus para keturunan Dewa
Iblis Azura bisa segera diselesaikan” ujar Zio pelan.
{triingggg..traaaanggg....dentaaaang}
Suara benda logam bertemu dengan benda logam terdengar dengan jelas oleh Zio yang memang memiliki kemampuan indera pendengaran tingkat Dewa.
“..disana!” Zio langsung melesat dengan menggunakan mode kamuflasenya untuk mendekati lokasi terjadinya
peperangan.
+++++
Sementara itu disebuah lokasi pertempuran dimana ratusan pasukan kekaisaran dari salah satu kekaisaran sedang mengejar target mereka yaitu sepuluh orang kultivator tingkat kaisar emas dan dua orang tingkat kaisar bintang.
“..hahaha...Kalian semua kepung penghianat itu!”
“..jangan biarkan penghianat itu bisa lari membawa barang yang diinginkan kaisar Tang!” ucap pimpinan pasukan
yang terlihat memiliki ranah kultivasi kaisar Bintang.
Pasukan kekaisaran sendiri memiliki ranah kultivasi kaisar Emas. Dengan jendral perang mereka berada di ranah kultivasi Kaisar Bintang.
Alam langit memang sangat kaya akan sumberdaya spiritual, kecepatan kultivasi dialam langit juga sangat cepat
jika didukung oleh metode kultivasi tingkat tinggi.
Sepuluh orang yang saat ini sedang dikepung oleh pasukan kekaisaran Tang karena mereka membawa sebuah benda langit yang dibutuhkan oleh sang kaisar Tang. Sebuah benda yang bisa menunjukkan lokasi keberadaan kristal langit yang tersebar diberbagai lokasi dialam langit.
Kristal langit sendiri adalah sebuah kristal yang memang menjadikan inti energi dari berbagai elemen yang ada
di alam langit, jika dikumpulkan dan diserap oleh kultivator alam langit, maka dirinya akan menjadi sosok paling menakutkan kekuatannya, terutama dalam kemampuan mengontrol alam langit serta alam dibawahnya (alam spiritual dan alam fana :red).
Kristal langit sendiri merupakan pecahan inti kekuatan dewa tertinggi yang sengaja disebar dialam langit guna
mencari bakat tersembunyi dialam langit, untuk nantinya akan menjadi penerus kaisar dewa, pemimpin dari semua dewa yang ada dialam dewa.
Kesepuluh orang yang memang telah menjadi penjaga sebuah benda langit (mirip token GPS dibumi) selama ratusan juta tahun lamanya, secara bergantian dan turun menurun menunggu sang pemilik sejati datang mengambilnya.
Anggota keluarga mereka, bahkan klan mereka sudah bumi hanguskan oleh kekaisaran Tang malam kemarin, tersisa para generasi muda mereka yang memang terlihat melarikan diri guna menyelamatkan benda langit tersebut.
“..kalian ! lebih baik segera serahkan token Kristal langit itu kepada kami, dan aku akan pastikan kalian semuanya selamat setelahnya!”
__ADS_1
“..eit... tunggu!” sela sang jendral perang kekaisaran Tang memberikan jeda omongan pasukannya.
“..bunuh yang laki-laki dan sisakan yang perempuan, untuk dijadikan gulingku nanti malam! hahahaha” ungkap
sang jendral diakhiri dengan tertawa keras.
“...jangan lupakan kami jendral setelahnya! Gantian kita! hahahahaha”
“..kalian tenang saja! Cepat kerjakaan!” perintah sang jendral pada kelompok pasukannya.
{wuuutttt.... wuuutttt.... wuuutttt....}
Segera beberapa pasukan melesat menyerang langsung sepuluh pemuda-pemudi dan dua orang tetua klan.
{traaanggg....}
Suara besi bertemu besi,
{deeesshhh....}
dan pukulan bertemu dengan pukulan,
{slaaaahhh}
suara sabetan pedang mengenai bagian tubuh di pertempuran yang sangat jauh dari kata adil, terdengar bergantian setiap detiknya.
Kesepuluh kultivator yang memang sudah lelah melarikan diri setelah berperang sebelumnya terlihat kini hanya
bisa pasrah, sabetan dan koyakan senjata tajam milik pasukan kekaisaran terlihat mulai melukai tubuh mereka semua.
Kultivator wanita terlihat lebih parah lagi, baju mereka terlihat sudah robek sana sini nyaris tak memakai baju,
sampai-sampai gunungan putih mulus ukuran 34C milik mereka terlihat sudah mengintip dan sesekali menyembul keatas berontak ingin keluar.
Dari sepuluh kultivator ada 6 orang diantaranya adalah wanita muda, dan keenamnya semua memiliki pakaian yang sudah amburadul tidak bisa menutupi tubuh putih mulus mereka lagi.
“..hahaha..lihatlah pemandangan gratis iniih...hahahahaha” seru jendral perang ketika melihat keenam wanita
muda didepannya sudah sangat kesusahan untuk melindungi tubuh putih mulus mereka dari mata keranjang para pasukan kekaisaran.
“..kk-kalian benar-benar biadap!” ungkap sang tetua yang terlihat salah satu tangannya sudah terpotong, dirinya
meluapkan emosi yang meledak-ledak ketika melihat sodara klan mereka ditttelanjanggggi secara perlahan dengan menggunakan senjata para pasukan kekaisaran.
“..dalam peperangan tidak ada yang namanya perikemanusiaan, bukankah kalian yang selalu mengagung-agungkan kesetaraan gender!” jawab sang jendral yang paham maksud emosi dari salah satu tetua mereka yang sudah tidak berdaya.
“..bunuh saja kami! Kami tidak sudi tubuh kami dinikmati kalian semua!” ungkap salah satu wanita muda klan
yang terlihat pakaiannya tinggal kacamata yang menutupi dua bongkahan 34C serta segitiga merah yang terlihat juga sudah berlubang tidak sempurna karena dampak serangan.
Keenam kultivator wanita muda itu benar benar mirip cosplayer pengemis online berbaju minim dengan mainan bergetar berwarna pink dibagian bawah mereka, itu yang lagi viral di internet.
Sangat memalukan memang ulah para pasukan kekaisaran, serangan mereka benar-benar ditujukan untuk merusak pakaian luar dari keenam kultivator wanita yang menjadi lawan mereka, hingga kini keenam kultivator wanita muda itu tinggal menggunakan ********** saja.
Beberapa pasukan kekaisaran sudah meneteskan air liurnya, ketika melihat pemandangan enam kultivator wanita, dengan kulit putih mulus, hanya menggunakan segitiga atas dan segitiga bawah yang sudah tidak lagi sempurna menutupi area yang seharusnya ditutupi.
Bulu itu terlihat mengintip dibawah sana, apalagi puncak gunung berwarna kecokelatan muda juga sudah mulai
memberontak ingin keluar dari sarangnya.
__ADS_1
Setiap ayunan serangan yang dilakukan oleh pasukan memaksa enam orang kultivator wanita itu membentuk oase enam pasang bongkahan gunung dengan ukuran 34C rata-rata, terlihat naik turun begitu kenyalnya berirama 1-2-1-2.