
{dummmnn... dummmnn ... dummmnn .. dummmnn }
Ledakan dari dalam dantian milik JinMu terdengar keras tidak hanya satu kali, melainkan berkali-kali.
JinMu benar-benar mendapatkan manfaat dari kultivasi ganda bersama Zio. Energi Yin Dewi sejati miliknya langsung menyerap dengan rakus esensi energi Yang murni milik Zio.
Terlihat JinMu sendiri masih berkultivasi dengan cara bermeditasi menyerap esensi energi Yang milik Zio berlatar belakang hutan pinus yang sudah dipenuhi kabut malam.
“huuufftt...huuuu”
JinMu masih dengan polosan tanpa menggunakan pakaian penutup terlihat duduk dengan sikap lotus. Dadanya sesekali naik turun karena efek pernafasan yang dikelolanya dalam berkultivasi.
Udara disekitar JinMu terlihat menghangat, mirip fatamorgana, uap air lembut terlihat mengelilingi JinMu yang
sedang berkultivasi.
Zio sendiri terlihat duduk bersila didepan JinMu, sesekali dirinya menyalurkan energi murni miliknya lewat
kedua telapak tangan yang saling bersentuhan dengan telapak tangan JinMu.
{dummmmm}
Kembali JinMu mendapatkan kenaikan ranah kultivasi.
Tidak bisa dipungkiri dengan tertidur lama hampir 200jt tahun lamanya dalam posisi penurunan tingkat
kultivasi, JinMu memerlukan banyak sumber energi guna mengejar ketertinggalannya.
“..huuuuuufff....huuuuu”
JinMu terlihat membuka matanya setelah berhasil menstabilkan kembali ranah kultivasi yang baru didapatkannya.
“..terima kasih suami! Jadi selalu merepotkanmu” ucap JinMu
“..bukan masalah yang besar, tenang saja!”
“..ada baiknya kamu kembali ke dunia jiwa, ini bawalah air stalaktit dari Gua Nirwana yang ada di Alam langit,
pergunakan sebaik-baiknya ruangan kultivasi yang ada didalam dunia jiwa, upayakan agar bisa segera kembali mendapatkan kekuatan puncakmu yang dulu!” kata Zio memberikan penjelasan.
“..tentu, dengan segala sumber daya yang ada didalam dunia jiwa milik suami, mencapai ranah seperti dulu bukan
hal yang susah, hanya tinggal tunggu waktunya saja” jawab JinMu sambil berbisik manja ditelinga Zio.
JinMu yang masih berpolosan ria tubuhnya kini terlihat bermanja dengan memposisikan dirinya duduk diatas pangkuan suaminya.
Posisi kedua kakinya memanjang dibelakang punggung Zio, bibir gua kenikmatannya terlihat menempel dibagian pusar Zio dan bergesek-gesek naik turun. Sementara kedua tangannya JinMu memeluk Zio melingkar.
Dua bongkahan melon 36FF miliknya terlihat menutupi pandangan mata Zio, bahkan mulut dan hidung Zio terlihat
terbenam didalam lembah yang ada ditengah-tengah dua bongkahan melon 36FF milik JinMU.
“..uppss , maaf!” JinMu terlihat tersenyum penuh kemenangan, ketika melihat Zio tidak bisa berbicara karena
aksinya membenamkan Zio diantara dua bongkahan melon ukuran 36FF miliknya.
“..yaa sudah sana masuk kembali!” ucap Zio dengan ekspresi yang sulit dijelaskan ketika wajahnya sudah bisa
dikeluarkan dari bekapan melon 36FF milik JinMu.
“..ntar dulu siih” jawab manja JinMu yang kembali membenamkan wajah Zio ketengah -tengah bongkahan melon buled-sekel-mengkel dan kenceng miliknya.
“..hihihi..” JinMu langsung tertawa puas melihat ekspresi Zio yang mendelik matanya akibat aksi cabul JinMu.
__ADS_1
“..mcccuuuaahh” setelah memberikan kecupan manja diseluruh wajah Zio, Jinmu terlihat langsung memasuki
gerbang jiwa dengan berjalan melenggak-lenggok menunjukkan bemper putih mulus yang aduhai didepan Zio.
{ceplass}
Tabokan sayang diberikan Zio pada bemper milik JinMu dengan telapak tangan sebelah kanannya, bemper naik turun yang memang sengaja mengundangnya untuk menaboknya.
“..hihihi..” JinMu tertawa cekikikan karena aksinya berhasil mengundang tepokan manjalita Zio pada bemper milik
JinMu.
{clinggg}
Zio segera memakaikan pakaian yang terlihat sopan pada tubuh polos JinMu sebelum memasuki dunia Jiwa.
Saat itu waktu menunjukkan hampir tengah malam.
{cliiingg}
Zio segera menggunakan pakaian murid inti sekte teratai hitam dan bersiap untuk pergi ke Gua di gunung nomor
enam, tempat altar ritual akan diadakan.
{zlaapppp}
Dengan menggunakan kemampuan teleportasinya Zio langsung berpindah tempat didepan Gua yang telah dipasangi formasi ilusi tingkat tinggi oleh Zio.
{plukkk}
Zio melemparkan token lokasi didepannya dalam jarak kurang dari duapuluh meter jauhnya. Setelah itu, Zio tampak mengeluarkan bangku berkemah di outdoor, beserta tempat bakar-bakaran bbq tepat didepan bangku yang ditempatinya.
Api kekacauan terlihat mulai beraksi membakar daging dengan irisan dibagian Tenderloin yang sudah dibumbui
Irisan tenderloin dengan berat 600 gram itu terlihat begitu menggiurkan dan menggugah lidah.
{zriiinggg}
Saat Zio sedang membolak – balikkan daging irisan tenderloin 600 gram, didepannya, tepatnya diposisi tergeletaknya token lokasi, muncullah pusaran energi berwarna gelap, dari dalam pusaran terlihat samar-samar sosok bertanduk satu merah satu emas.
“..eh, dimana ini!” serunya ketika melihat dirinya tidak berada didalam ruangan altar seperti yang sudah-sudah.
“..mm-manusia!...daging spiritual *9! Bagaimana bisa!” ucapnya pelan dengan ekspresi takjub dan heran.
Zio yang melihatnya hanya memasang wajah kalem saja, dirinya masih fokus dengan aktivitas bakaran dading bbq-nya, tanpa memperdulikan sosok bertanduk yang muncul dari token lokasi.
Setelah dirasa matang, Zio meletakkan bakaran dagingnya keatas piring platter ala-ala restoran Wolfgang
steak di jaksel sana. Itu lho, restoran yang banyak dikunjungi ani-ani ibukota hanya untuk pamer dan mengisi postingan di medsos mereka.
“..siapa manusia ini! Dan kenapa dirinya tidak terpengaruh oleh kekuatan aura penekanan milikku! Apakah manusia didepanku ini memiliki artefak tingkat langit, hingga kekuatan alam langit milikku tidak berfungsi sama sekali?!” sosok bertanduk itu terlihat berperang dengan pikiran dikepalanya sendiri.
{klutikkk}
Suara ketukan pisau potong daging dengan piring platter saat memotong daging steak.
“..aaahhh”
“..mantabb” ucap Zio ketika potongan daging terakhir telah masuk kedalam perutnya.
Minuman berwarna hijau segar dengan bulir bulir ditepian luar gelas kaca yang tidak lain adalah Jus Melon
segar, terlihat mulai Zio habiskan langsung tanpa menggunakan sedotan.
__ADS_1
“..glukkk...aaahh” ekspresi Zio terlihat sangat menikmati.
{cringgg}
Semua peralatan bakar-bakarannya serta makan minumnya terlihat langsung menghilang dengan sekali kibasan tangannya.
{tap}
Zio terlihat melayang sebentar dari posisinya duduknya, kemudian turun menapak tanah dan berdiri sekitar lima
meter dari sosok yang memang sedang ditunggunya.
“..jadi, apa tujuanmu datang kemari, makhluk jadi-jadian!” tanya Zio.
Sosok bertanduk merah dan emas itu terlihat memandangi Zio dari atas kebawah dalam beberapa saat.
“..kk-kamu! Berani sekali denganku! Apa kamu tahu siapa aku?!” ungkap sosok bertanduk dengan sombongnya.
“..entah!” jawab Zio dengan mengangkat kedua lengan bahunya.
“...kamu!! “
“..benar-benar! “
“..Aku adalah Jendral Wang!”
“..kamu tahu, aku kemari karena diutus pimpinan Sekte Iblis Kuno dialam langit untuk mengumpulkan darah perawan sebagai persembahan setiap dua bulan sekali dari sekte teratai hitam!”
“..jika aku amati, pakaianmu menunjukkan jika kamu bagian dari sekte teratai hitam bukan!”
“..mana sini, persembahan yang seharusnya kalian tepati! Apakah kalian semua tidak takut dengan kekuatan
miliku!”
{bzuuuuttttt}
Tubuh jendral Wang langsung mengeluarkan aura kekuatan tertingginya berusaha untuk memberikan penindasan
pada sosok lawannya.
Jika itu adalah sosok lain, mungkin bisa berdampak langsung hingga terluka parah, bahkan bisa langsung meninggal ditempat.
Tapi yang menjadi lawan jendral Wang adalah Zio Tian, meski belum 100% kekuatannya kembali sebagai dewa terkuat dialam dewa, namun dengan kekuatannya sekarang jendral Wang yang berada di ranah kultivasi Raja Pendeta *7 belum mampu menjadi lawan yang sepadan.
“..banyak omong!” kata Zio
{ceplukkk}
Kepala jendral wang langsung terpisah dari badannya hanya dengan sekali kibasan tangan Zio saja.
Zio segera menyerap informasi yang ada didalam otak jendral Wang, tidak hanya itu semua harta benda yang
melekat didalam diri jendral Wang juga ludes disita oleh Zio.
Tubuh Jendral Wang kemudian disimpan untuk diberikan kepada Bleki nantinya.
Dari ingatan Jendral Wang ternyata memang ada kesepakatan antara leluhur sekte teratai hitam di alam
langit dengan sekte iblis kuno dalam pengadaan persembahan darah perawan guna membantu pemulihan energi pelindung sekte iblis kuno di alam langit.
Pelindung sekte iblis kuno sendiri adalah salah satu kaisar dikerajaan alam langit yang sangat mendukung
dibangkitkannya kembali dewa Iblis Azura.
__ADS_1
Leluhur sekte teratai hitam dialam langit sendiri dalam posisi tertekan dengan perjanjian tersebut, jiwa milik ketua sekte telah diserap habis dan tubuh kosongnya kini diisi oleh salah satu jiwa iblis kuno dari klan Azura yang ada di dunia dewa. Dengan kata lain sekte teratai hitam dialam langit saat ini disusupi klan iblis Azura.