
{Deummmmmnn}
Suara ledakan dari dalam tubuh kakek Tendri terdengar,
“..hiuuuf ..huuuu” kakek Tendri terlihat membuka matanya setelahnya.
“..selamat kek, kakek sekarang adalah seorang Kultivator tahap pembentukan Tubuh tingkat 4”
“..kekuatan pukulan kakek sebesar 1 tons!” ucap Zio memberikan penjelasan seberapa besar kekuatan seorang kakek Tendri.
“..waaah hebat!”
“..tapi apa ini Zio! Cairan lengket mirip daki tapi cair, dan baunya!” kakek Tendri terlihat gelisah dan menutup indera penciumannya secara spontan.
“..kakek tenang saja, itu adalah sisa-sisa racun yang mengendap ditubuh kakek sepanjang hidup kakek, kakek mandi saja dulu di kamar mandi pesawat kan ada lengkap perlengkapannya!” ucap Zio yang masih terlihat memandangi perubahan fisik kakek Tendri, namun diam saja.
Kakek Tendri segera beranjak dari posisinya meditasi dan langsung menuju kamar mandi sesuai yang Zio katakan, dirinya perlu membersihkan tubuhnya yang penuh dengan cairan pekat lengkat dan berbau.
“..apaaaa!” teriakan kakek Tendri terdengar terkejut luar biasa.
Zio yang mendengarnya tidak ambil pusing karena dirinya sudah menyangka hal itu akan terjadi setelah kakek Tendri melihat wajah dan tubuhnya dicermin. Usianya kembali layaknya berumur 30 tahunan.
Efek dari pil yang Zio berikan memang luar biasa.
{deummmnnnnn}
Lagi- lagi terdengar suara ledakan, kali ini dari dalam tubuh tuan Zhang.
“...huuufft...huuuuu” suara hembusan nafas tuan Zhang sambil membuka matanya.
“..selamat tuan Zhang, sekarang tuan Zhang sudah menjadi kultivator dengan tahapan pembentukan tubuh tingkat 4, sama seperti kakek Tendri!” ucap Zio.
“..terima kasih tuan Zio, tanpa bantuan tuan, seumur hidup saya tidak akan pernah mencapai titik seperti sekarang, saya sangat berhutang budi dengan tuan Zio!” jawabnya dengan sopan penuh hormat.
{ceklek}
Pintu kamar mandi terbuka, terlihat kakek Tendri sedang mengeringkan rambutnya dengan mempergunakan handuk.
“..Tendri!..ii-itu Tendri bukan!” ucap tuan Zhang takjub melihat perubahan bentuk fisik sahabatnya sendiri.
“..benar, itu kakek Tendri!” jawab Zio dengan penuh senyum.
“..woi Zhang, buruan mandi, apa kamu engga kebauan apa!?” seru kakek Tendri.
“..eh,...” Tuan Zhang langsung bereaksi melihat sekujur tubuhnya yang memang sudah terlihat penuh dengan cairan lengket dan bau.
“..apa ini?” tanya tuan Zhang minta penjelasan.
“..udah sana mandi dulu yang bersih, penjelasannya nanti, sebentar lagi juga akan mendarat ini pesawat, buruan sana!” sergah kakek Tendri dengan mengangkat paksa tubuh tuan Zhang dari posisinya meditasinya.
“..bentar lagi pasti ada yang teriak ini Zio!” kakek Tendri tersenyum puas.
Benar saja, belum juga 5 menit, selesai kakek Tendri berbicara.
__ADS_1
“..whaattt the fucck!!!!”
“..hahahaha...” Zio dan kakek Tendri tertawa lepas mendengar teriakan tuan Zhang dari dalam kamar mandi.
Empat puluh lima menit berselang pesawat pribadi, telah mendarat di bandara shanghai. Mobil limosin penjemput juga sudah tersedia dihanggar.
Ketiganya segera masuk kedalam mobil, dan limosin itu segera meluncur menuju kediaman keluarga Zhang dipusat kota.
Sesampainya dikediaman keluarga Zhang, terlihat patriak Zhang sudah berdiri menyambut mereka.
“..ii-ini..! ini benar kamu Zhang Han?!” seru patriak Zhang.
“..papa!” putri Zhang Han terlihat ragu untuk memeluk ayahnya sendiri.
“..hehe..hehe..” tuan Zhang hanya nyengir kuda saja menanggapi tingkah ayah dan anak kesayangannya.
“..kamu! tingkat pembentukan tubuh *4”
“..kamu sekarang seorang pembudidaya!”
“..bagaimana bisa?”
Berbagai ungkapan keterkejutan terlihat dari raut wajah patriak Zhang melihat perubahan anak pertamanya. Dalam dirinya merasa bangga, karena keluarganya kini sudah mempunyai praktisi pembudidaya yang lainnya.
“..keluarga ini akan semakin tidak bisa diremehkan didaratan China ini!” batin patriak Zhang.
“..yang tua ini melihat master!” sapa patriak Zhang ketika Zio mulai berjalan mendekat.
“..patriak Zhang jangan terlalu sungkan sama yang muda ini!” sapa sopan Zio sambil menjabat tangan patriak Zhang.
Setelah patriak Zhang mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Zio, dirinya semakin paham terkait tingkatan kekuatan yang ada di Alam fana dan tingkatan kekuatan di Alam diatas dunia fana, yaitu alam Spiritual.
Tidak ingin menunda terlalu lama, zio segera berdiri.
“..tolong semuanya saling berpegangan, ini pertama kalinya Kakek, patriak dan tuan Zhang melalui gerbang teleportasi, sebisa mungkin jangan sampai terlepas pegangan tangannya!” perintah Zio.
“..baik master”
“..baik tuan”
“..baik”
{zingggg}
Dari kekosongan ruangan muncul lingkaran yang membelah udara
“..mari kita segera masuk” perintah Zio.
Keempatnya dipimpin oleh Zio segera memasuki gerbang teleportasi. Secara instan mereka berempat dipindahkan kelokasi tambang milik keluarga Zhang.
{zinggggg}
Dilokasi penambangan milik keluarga Zhang muncul lingkaran energi yang memunculkan 4 sosok laki-laki dewasa dari dalam lubang lingkaran tersebut.
__ADS_1
“..luar biasa!”
“..benar, sangat luar biasa!”
“..heummmnn” kakek Tendri bahkan tidak bisa lagi berkomentar.
Dari ketiganya, keliatan hanya kakek Tendri yang mengalami pusing akibat menerobos gerbang teleportasi.
Zio segera mengedarkan persepsi kesadarannya untuk menangkap sekiranya apakah ada energi asing disekitar dirinya.
Setelah dirasa tidak ada lagi yang mencurigakan, Zio meletakkan beberapa batu energi dilokasi yang menurutnya berpotensi.
{nguuunggggg}
Semua batu yang sudah diletakkan terlihat berdengung dengan kencang diikuti getaran yang lama,muncul sinar terang vertikal keatas menembus area pertambangan.
{duarrrrr}
Ledakan energi terjadi diatas langit pertambangan keluarga Zhang.
Muncul seberkas sinar membentuk layaknya payung dengan jangkauan lebih dari radius 20km.
“..luar biasa master!” ungkap patriak keluarga Zhang dibuat kagum dengan pertunjukan yang dilihatnya.
Sementara kakek Tendri dan Zhang Han terlihat membuka mulut mereka lebar-lebar penuh kekaguman mereka.
“..selesai” ucap zio sambil menepuk – nepuk telapak tangannya yang terlihat penuh dengan debu ketika bersinggungan.
“..formasi pertahanan ini tidak mungkin bisa ditembus oleh tingkat Jendral bahkan setingkat raja alam spiritual!”
“..memerlukan kekuatan setingkat kaisar puncak untuk meruntuhkan formasi pertahanan ini” jelas Zio kepada ketiga sosok laki-laki yang hadir didekatnya.
Pertambangan keluarga Zhang merupakan pertambangan biji besi terbesar di China, pertambangan milik keluarga Zhang sendiri merupakan tambang terbesar No. 4 didunia.
“..jika tidak ada lagi yang diperlukan, lebih baik kita segera kembali kekediaman keluarga Zhang”
“..harap semua bersiap!”
{zingggg}
Lingkaran berputar membelah kekosongan udara.
Keempatnya langsung berpegangan memasuki gerbang teleportasi. Semuanya kembali muncul didalam ruangan tempat mereka berbincang-bincang sebelumnya.
“..sungguh pengalaman yang luar biasa master!”
“..terima kasih tuan Zio, keluarga ini berhutang banyak pada tuan”
“..patriak dan tuan Zhang jangan terlalu sungkan, karena permasalahan yang ada memang bukan ranah kekuatan patriak untuk menanganinya, dan sudah menjadi suatu kewajiban saya pribadi untuk membantu keluarga Zhang” ungkap Zio dengan sopan.
Acara selanjutnya adalah makan bersama, seluruh anggota keluarga Zhang hadir disana, Zio sendiri diperkenalkan sebagai pelindung keluarga Zhang.
Tidak ada yang menolak penobatan Zio dalam keluarga Zhang, mengingat patriak Zhang sendiri sudah menceritakan bagaimana sumbangsih yang telah diberikan oleh Zio kepada keluarga Zhang mereka.
__ADS_1
Beda dimulut beda dihati, begitulah pribahasa yang mungkin bisa menjelaskan situasi makan bersama yang sedang terjadi.
Ada beberapa individu keluarga Zhang yang merasa masih tidak bisa menerima dengan semua penghargaan yang diberikan kepada sosok Zio, dan hal ini yang nantinya membuat kerusuhan kedepannya.