Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
SAPU BERSIH (4)


__ADS_3

{slaasshhhh}


Muncul cahaya seperti kilatan petir namun bergerak sangat cepat dengan sasaran adalah leher tuan muda Lu.


{ceplukkk} {dukkkk}


Dan benar saja, kepala tuan Muda Lu terlihat langsung terpisah dari tubuhnya, jatuh begitu saja dilantai kayu


restoran mewah milik tuan Ming.


“..isssh... isssh... iiiiiisssh...” Zio berucap sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.


Adalah Feng Mei yang terlihat melampiaskan mood buruknya ketika mendengar kata-kata penuh arogansi dari tuan muda Lu.


“..ii-ini...kk-kamu sudah membunuh tuan muda sekte tombak langit!” ucap pengawal tuan Muda Lu yang


tersadar.


“..jika kalian masih ingin hidup, bawa mayat tuan muda kalian keorang tuanya, dan bilang Feng Mei dari Klan


Phoenix yang melakukannya! Ingat itu baik-baik!”


{slaappp}


Feng Mei terlihat langsung menarik cincin ruang, yang terlihat sudah longgar dijari tuan Muda Lu.


“..lumayan isinya!” ucap Feng Mei ketika mengedarkan kesadarannya kedalam cincin ruang tuan muda Lu yang kini menjadi harta rampasan perang miliknya.


Zio dan kelima sodara perempuan Feng Mei nampak menggeleng-gelengkan kepala mereka semua, melihat pelampiasan Feng Mei tersalurkan.


Para pengawal yang terlihat ketakutan segera memasukkan potongan tubuh tuan muda mereka, dan langsung meninggalkan restoran dengan langkah cepat mereka.


“..tuan, nona, tolong sekiranya jangan membuat keributan bagi restoran kami, karena tuan dan nona baru saja


membuat kesalahan besar dengan membunuh tuan muda sekte tombak langit” ujar pemilik restoran dengan sopan.


“..tuan Ming tidak perlu takut, silahkan dihitung pesanan kami dan kami akan segera meninggalkan restoran ini!”


ujar Zio menjawab keraguan pemilik restoran.


Setelah acara pembayaran semua pesanan selesai, Zio dan keenam kultivator wanita yang super cantik dan


menggoda iman itu segera meninggalkan restoran dan langsung menuju sekte tombak langit.


Hanya dalam satu tarikan nafas mereka bertujuh sudah muncul didepan gerbang sekte tombak langit,  menggunakan ilmu perpindahan tempat instan.


“..berhenti!! kk----“


{slaaassshhh}


Belum juga menyelesaikan kalimat penjaga gerbang sekte langsung dipenggal begitu saja oleh Feng Lan.


{duaarrrrr}


Gerbang sekte tombak langit langsung dihancurkan oleh Feng Xi dan empat wanita yang lainnya.


{siuuutt... siuuutt... siuuutt...siuuutt... siuuutt...}


Rentetan kultivator tingkat kaisar bintang keatas segera meluncur kearah pintu gerbang sekte yang sudah lenyap, rata dengan tanah.


“..siapa kalian!! Berani membuat keributan disekte Tombak langit! Membuat ker---“


{slaasshhhh}


Tubuh salah satu tetua yang ingin membuat orasi penyambutan segera terbelah menjadi dua.


Zio terlihat sangat kalem dengan aksi keenam kultivator wanita generasi terakhir klan phoenix yang terlihat ingin dominan.


“..kalian terlalu berisik, sudah saatnya sekte ini dimusnahkan seperti delapan sekte yang sudah duluan!” ucap Feng Lan penuh dengan dominasi, kemudian memberikan anggukan kepala ditujukan kepada lima sodara klannya.


Amarah Phoenix!!


Enam siluet burung Phoenix raksasa dengan berbagai warna dominan : merah (api) Hijau(angin) emas(petir) ungu (air) biru (es) kuning (cahaya) muncul dengan bentuk sempurnanya.

__ADS_1


{duaaarrrrr}....{duaaarrrrr}....{duaaarrrrr}....


{jduuuummmmnnn}....{boooommmmmm}


Tekanan kultivator ranah kaisar pendeta langsung membuat para murid sekte meledak tubuhnya menjadi kabut darah tanpa terkecuali.


Bangunan-bangunan sekte tombak langit langsung rata dengan tanah ketika aura keenam phoenix dalam wujud


sempurna menghasilkan aliran udara yang bertiup dengan keras menerjang semua bangunan yang ada didepan mereka.


Para tetua yang memiliki kekuatan di ranah tingkat yang sama (kaisar pendeta) terlihat bertahan dengan tombak


mereka masing-masing yang tertancap ditanah.


Namun naas, semua pakaian mereka telah lenyap tersapu oleh badai luapan energi dari keenam phoenix yang sedang mengamuk.


Puluhan tetua sekte tombak langit terlihat mirip pengemis compang – camping, bahkan mayoritas dari sepuluh tetua yang bisa bertahan hanya menggunakan cawet saja.


“..uhukkk!! Hoeekkk!!”


Bersamaan dengan lenyapnya badai energi luapan dari kemarahan enam sosok phoenix, semua tetua sekte tombak langit langsung memuntahkan darah dari mulut mereka.


Organ dalam mereka rusak parah!! Basis kultivasi mereka turun beberapa tingkatan.


Ekspresi para tetua terlihat memelas.


“..aa-ampuni kami ...tolong ampuni kami!”


{slasssshh... slasssshh... slasssshh...slasssshh... slasssshh... slasssshh...}


Tanpa banyak bicara keenam kultivator wanita yang melihat para tetua sekte yang masih berusaha bersandar


menggenggam tombak mereka masing-masing, langsung memenggal kepalanya.


Tombak yang mereka gunakan juga terlihat patah beberapa bagian akibat serangan pamungkas dari keenam kultivator wanita generasi terakhir dari Klan Phoenix.


{sriiingggg}


“..kalian mundurlah! Kekuatan ini bukan lawan kalian berenam!” ujar Zio sambil langsung membuat kubah bola yang melindungi keenamnya.


{swooossshhhh}


Benar saja, saat sosok dari langit itu turun, langsung aura miliknya menekan semua yang ada dibawahnya dengan tekanan kekuatan alam dewa.


{booommmmm}


Tanah sekte tombak langit langsung cekung kebawah.


Tiupan angin kencang layaknya riakan air kolam yang dijatuhi batu, menyapu semua yang berada didepannya.


Debu – debu berterbangan membuat pandangan menjadi terbatas.


{wuuuuzzzz]


Dari tiupan debu, ada yang bergerak dengan sangat cepat, sosok asing itu langsung menargetkan Zio dengan


luapan emosi yang begitu besar.


Baginya mungkin gerakannya sangat cepat, namun beda dengan penglihatan Zio.


{daaaarrrr}


Pukulan yang dilapisi energi spiritual setingkat kultivator alam dewa itu langsung bertubrukan dengan jari telunjuk Zio.


Sosok asing itu terlihat terpental jauh sebelum menyentuh ujung telunjuk Zio.


{kkkkbbbooommm}


Tubuhnya menabrak gunung dibelakang sekte tombak langit, hingga membuat lubang kebagian dalamnya.


{wwwuuuuzzz]


Kembali sosok asing yang dipenuhi dengan emosi itu terlihat berusaha menyerang Zio kembali, tubuhnya dilapisi

__ADS_1


energi spiritual yang terlihat meluap luap, membawanya melesat seperti peluru yang ditembakkan dengan  kecepatan tinggi.


{duaaarrrr}


Lagi-lagi serangan itu bertubrukan dengan telunjuk jari Zio.


“...aaakhhhh” teriakan sosok asing yang terlihat kesakitan karena seluruh lengan kanannya hancur hingga pangkal engsel bahu miliknya.


“...hoh..hoh...hoh”


Sosok tubuh itu kini terlihat kelelahan dan kehabisan energi, ditambah lagi lengan kanannya yang sudah hancur.


“..apakah segini saja kekuatan alam dewa?!” tanya Zio yang terlihat sudah mencekik leher sosok asing, yang ternyata adalah leluhur agung sekte tombak langit.


Dari penyerapan informasi yang Zio dapatkan, sosok asing itu adalah Leluhur agung sekte tombak langit sendiri.


Leluhur agung sekte mengasingkan diri diantara alam langit dan alam dewa, menjalani meditasi dalam jangka


panjang dikarenakan alam dewa yang masih belum kembali seperti sedia kala.


Leluhur agung sekte tombak langit satu diantara beberapa penghuni alam dewa yang melarikan diri setelah Zio


memberikan peringatan dikarenakan dirinya akan menggunakan kekuatan pamungkasnya guna melenyapkan dewa Iblis Azura.


Tidak banyak penghui alam dewa yang bisa menyelamatkan diri, setelah peringatan Zio terdengar oleh seluruh


penghuni alam dewa, yang tidak selamat, tentu karena mereka masih tidak percaya dengan peringatan Zio.


Nasib baik bagi leluhur agung sekte tombak langit yang baru menembus batas tertinggi kultivasi alam langit


dan ingin naik kealam dewa, dirinya terdampar disebuah dimensi yang terbentuk setelah alam dewa mengalami kekacauan akibat pertempuran Zio Tian dengan Dewa Iblis Azura.


Saat dirinya terdampar didimensi tersebut, dirinya melakukan meditasi panjangnya, meskipun sesekali dirinya


kembali turun ke alam langit untuk melihat perkembangan sekte miliknya, namun hari ini tiba-tiba dirinya merasakan giok jiwa milik adiknya hancur, adiknya  yang merupakan ketua sekte tombak langit setelah  kepemimpinannya diserahkan.


Tidak ingin menunda-nunda, sosok leluhur agung sekte tombak langit itu langsung memecahkan token teleportasi


miliknya, dan langsung berpindah kembali ke sekte tombak langit dalam sekejap.


Dirinya yang sudah dibutakan oleh emosi yang meledak-ledak, langsung menyerang Zio dengan kekuatan  penuhnya, musuh yang dihadapi ternyata lebih tinggi tingkatan kultivasinya.


“..ss-siapa kamu sebenarnya! Dan apa salah sekteku hingga kalian musnahkan?!” tanya leluhur agung sekte tombak langit.


“..kesalahan sektemu adalah memusnahkan klan Phoenix bersama 11 sekte serta pasukan kekaisaran Tang, jadi,


terimalah karma dari apa yang telah kalian perbuat!” Feng Mei terlihat begitu emosi menjawab pertanyaan leluhur sekte tombak langit.


“...aaiiisssshhhh, anak bodoh!” gumam leluhur sekte tombak langit merutuki kebodohan adiknya yang telah turut


serta dalam pemusnahan klan Phoenix.


“,..ternyata nasib sekte dan keturunanku hanya sampai disini saja!” ucapnya kembali dengan pelan, meratapi


dirinya dan kebodohan anggota sektenya yang telah menyinggung klan kuno dengan pelindung yang tersembunyi.


{slaassshhhh}


Dalam satu  kali tebasan Zio langsung memisahkan kepala leluhur agung sekte tombak langit dari badannya.


{slaappp}


Zio langsung memasukkan tubuh dan kepala leluhur sekte itu kedalam dunia jiwa guna makanan Bleki.


“..kalian berenam segera bergerak membereskan harta yang tercecer” ujar Zio memberikan perintahnya.


{siutt... siutt... siutt... siutt...siutt... siutt...}


Keenam wanita kultivator itu terlihat langsung bergerak dengan cepat memunguti semua cincin ruang yang berceceran dihalaman sekte.


Zio sendiri seperti biasa, langsung menguras habis harta sekte yang kebanyakan ditaruh diruang bawah tanah


mereka.

__ADS_1


__ADS_2