
Zio masih terlihat tenang dan kalem melihat ketiga sosok jendral kiriman dari alam langit. Berbeda dengan
ketiga jendral yang ada didepan Zio, mereka nampak kebingungan.
“..bagaimana bisa manusia tanpa ada jejak kultivasi bisa membunuh jendral Wang!” dalam hati ketiganya berteriak
yang sama.
{swooosshh}
“..kakak serahkan manusia rendahan ini padaku!” teriak Jendral Xu sambil langsung bergerak cepat melesat lurus kearah Zio.
“..adik.!!!....iiissshhh” terlihat Jendral Hu berteriak tanda tidak setuju namun teriakannya diabaikan oleh Jendral Xu.
{slaahhh... slaahhh... slaahhh...slaahhh...}
Muncul kilatan cahay putih layaknya flash kamera fotografer model majalah dewasa yang mana sepersekian detik sudah ratusan photo dihasilkan, kilatan cahaya itu terlihat didepan kedua jendral yang ingin melarang Jendral Xu untuk langsung bergerak menyerang seorang diri.
Nasib jelek memang. Jendral Xu terlihat terhenti dalam jarak beberapa meter didepan Zio ketika cahaya itu menerpa.
“..ii-ini...tidaaaaakkk!!” jendral Hu dan Jendral Lu keduanya terlihat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Setelah kilatan selesai, yang terjadi, tubuh Jendral Xu terpotong-potong menjadi ratusan bagian layaknya kue mille crepes yang terdiri dari ratusan layer.
{ceplukkk... ceplukkk...plukkk}
Ratusan layer yang merupakan irisan tipis tubuh jendral Xu itu langsung jatuh begitu saja ketanah layaknya pemberat terkena efek gravitasi.
“..kk-Kamu! Kakak kita harus membalaskan dendam ini!” ujar jendral Lu yang terlihat begitu emosi, tidak bisa
menguasai dirinya.
{swoosshh}
Dengan gerakan super cepat menurutnya, namun masih sangat lambat bagi Zio, Jendral Lu langsung mengerahkan serangan pamungkasnya.
{dummmnn}...{dummmnn}...{dummmnn}...{dummmnn}...
Tembakan bola energi jarak dekat yang dikeluarkan oleh Jendral Lu langsung membombardir tubuh Zio ratusan kali tanpa ada jeda berhenti.
Beberapa penonton yang melihat dari bawah, terlihat menutup muka mereka semua, terlebih para tetua dan murid
sekte teratai hitam yang sudah merasakan sentuhan tangan nikmat Zio.
“...aa-apakah Zio akan selamat ketua sekte?!” tanya salah satu tetua akademi yang melihat serangan seporadis
dan tidak ada berhentinya sama sekali kearah tubuh Zio.
“..mati!.. .mati!.. .mati!.. .mati!..” teriakan Jendral Lu yang begitu emosi terus memberondong Zio dengan tembakan bola energi yang berdampak luar biasa jika bukan seorang Zio yang menjadi musuhnya Jendral Lu.
“..adik stop!” teriakan jendral Hu menyuruh jendral Lu untuk menghentikan serangannya.
Serangan seporadis itu langsung berhenti, dari atas langit sekte Teratai Hitam terlihat asap tebal berwarna putih
menggulung diri Zio.
“..apa segini saja kemampuanmu!” sosok Zio tiba – tiba muncul dibelakang Jendral Lu dan langsung mencengkeram lehernya hanya dengan menggunakan satu tangan bagian kirinya.
“..kk-kau!” jendral Lu terlihat mulai kesulitan bernafas.
Jika dilihat lebih detail lagi, tidak hanya nafas yang dipikirkan jendral Lu, energi kehidupan dan Jiwanya perlahan
turun drastis seperti diserap oleh jari jemari Zio.
{swooosshh}
Jendral Hu segera bergerak cepat mendatangi posisi Zio yang terlihat masih mencengkeram leher jendral Lu.
{tap}
Tangan kanan Zio terlihat menangkap pukulan jendral Hu yang ditujukan pada titik lemah tubuh Zio.
“..ii-ini!” Jendral Hu yang merasakan tangannya kesemutan karena berbenturan dengan telapak tangan Zio, sang
jendral pun berusaha keras untuk melawan kembali.
{slasshh}
__ADS_1
Melihat kepalan tangan Zio sangat susah untuk dilepaskan, Jendral Hu langsung memutus lengan tangannya sendiri.
“..ilmu melahap semesta!” gumam Jendral Hu ketika menyadari, kepalan tangannya digenggam oleh telapak tangan Zio, energi kehidupan dan kekuatan jiwanya langsung terserap dengan sangat cepat.
“..ranah kultivasiku!” Jendral Hu kembali dibuat terkejut, ketika ranah kultivasinya sudah turun beberapa tingkat.
Darah masih terlihat menetes, dalam beberapa gerakan Jendral Hu terlihat meredakan pendarahan yang terjadi.
“..siapa sebenarnya musuhku ini!”
“..bagaimana bisa seorang monster kultivasi ada di alam fana tanpa terpengaruh hukum tingkatan alam”
Berbagai pikiran berkecamuk dikepala jendral Hu.
Tubuh Jendral Lu sendiri sekarang sudah lenyap tak berbekas, Zio menghisap tanpa sisa semua bagian tubuh Jendral Lu.
Semua orang yang melihat kekuatan Zio ketika bertempur bergidik ngeri, terlebih melihat kekuatan alam langit yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan yang Zio miliki.
“..kalian lihat sendiri bukan! Jangan sekali-kali kalian membuat masalah sama Zio!” ucap Ketua Sekte.
“..eumnnn, betul itu ketua, kekuatan Zio sungguh mengerikan!” anggukan kepala mereka menyetujui pernyataan ketua sekte.
Komentar demi komentar terdengar berbisik sambil melihat jalannya pertempuran dilangit sekte.
“hap”
Jendral Hu terlihat menelan sebuah pil berwarna hitam pekat.
“..glukkk”
Pil itu langsung berpindah kedalam perut Jendral Hu.
{buuuummmm}
Tiba-tiba dari dalam tubuh jendral Hu terjadi ledakan, asap warna hitam terlihat mengumpul disekitar tubuh jendral Hu.
{krakkkk}
Suara retakan sangat keras terdengar, tubuh fisik jendral Hu terlihat semakin membesar, ranah kultivasinya juga melonjak dengan gila-gilaan.
Tanpa sepengetahuan Jendral Hu, Zio langsung memasang kubus transparan yang langsung mengurung pergerakan tubuh Jendral Hu didalam kubus transparan tersebut.
“..dasar aliran Iblis!, selalu saja menggunakan jalan pintas dimenit – menit akhir hidupnya!” ucap pelan Zio.
“..hahaha...”
“..apakah kamu takut manusia!”
“...lihatlah bentuk sempurnaku manusia rendahan, dan berbanggalah, karena kematianmu disebabkan oleh perubahan sempurnaku ini!”
“..hahaha...”
Jendral Hu nampak begitu sombong dengan mode perubahan tempur tertingginya.
Kekuatannya langsung meningkat berlipat ganda.
{swoosshh}
Jendral Hu bergerak dengan sangat cepat menuju Zio
{tap...tap.. tap...tap.. tap...tap..}
Tukar menukar serangan dengan kondisi melayang diatas langit sekte terlihat begitu cepat jika dilihat oleh orang awam. Namun kecepatan Jendral Hu masih bisa diatasi oleh Zio dengan sangat tenang.
{dasssh... dasssh... dasssh... dasssh... dasssh...}
Tendangan, pukulan tangan dan lemparan bola bola energi berbagai kombinasi yang bisa membuat musuhnya
terbunuh dalam sekali serang, juga terlihat bertubrukan disetiap perpindahan gerakan keduanya.
{tashh... tashh... tashh... tashh...tashh...}
Jendral Hu terlihat menampik setiap genggaman Zio, dirinya tidak ingin Zio bisa menangkap anggota tubuhnya,
karena jika itu terjadi, jendral Hu bisa dipastikan akan tinggal nama saja.
Dalam hitungan puluhan menit keduanya sudah bertukar serangan didalam kubus transparan tak kasat mata.
__ADS_1
{danggggg}
Suara tabrakan tubuh dari Jendral Hu ketika terhempas jauh akibat tendangan side kick dari Zio.
Raut wajah jendral HU terlihat kebingungan.
“..formasi pelindung!” gumamnya dalam hati ketika menyadari benturan dirinya dengan tembok pembatas yang tidak terlihat.
Zio yang sudah kenyang dengan pengalaman tempur tidak ingin berlama-lama.
{siuuuuttttt}......
Tembakan garis lurus mirip laser berwarna hijau keluar dari jari telunjuk Zio, cahaya itu langsung mengarah langsung ke tubuh Jendral Hu. Meledak!
{dummmmmnnn}
Asap putih terlihat langsung membumbung tinggi layaknya jamur nuklir hiroshima nagasaki dilokasi terpojoknya
jendral Hu.
Setelah asap putih itu lenyap.
“..hahaha...”
“..kekutaanmu tidak ada apa-apanya manusia rendahan!” ucap sombong jendral Hu yang terlihat keluar dari kepulan asap tanpa ada yang terluka sama sekali.
Yang tidak diketahui oleh Jendral Hu, saat kepulan asap sedikit terhirup oleh Jendral Hu, maka disitulah patikel
pelahap Zio sudah mulai bekerja.
“..satu”
“..dua”
Zio terlihat menghitung pelan dengan mempertontonkan jemarinya yang terlihat berubah dari hanya jari telunjuk yang terlihat, kemudian menjadi jari telunjuk dan jari tengah. Membentuk huruf V.
“..eh!” Jendral Hu langsung tersadar ketika dari dalam tubuhnya seperti ada semut dalam jumlah milyaran menggerogoti tubuhnya secara rakus.
“..kenapa ini!”
“..bb-bagaimana bisa!”
“..mm-manusia rendahan apa yang telah kau lakukan!”
“..bb-banggggsaaaattt......!!!”
“...aaakkhhhhhhh!” jeritan kesakitan jendral Hu tidak bertahan lama karena semua tubuhnya telah lenyap menyisakan milyaran bintik hitam yang langsung bergerak kearah Zio.
Zio terlihat tersenyum setelah milyaran bintik hitam itu masuk kembali kedalam dirinya.
“..ii-ituu apa ketua! Ilmu apa yang dimiliki Zio barusan!” tanya salah satu tetua akademi.
“..haiissssh... kalo kamu tanya ke aku, terus aku tanya kesiapa!?”
“...isssh..issshhh..ada-ada saja” ketua sekte memasang ekspresi yang aaah sudahlah.
{zlappp}
Zio dengan menggunakan kemampuan teleportasinya langsung berpindah kedepan kerumunan ketua sekte.
“..halooooww...” Zio terlihat melambai – lambaikan telapak tangannya didepan wajah ketua sekte dan beberapa
tetua akademi yang terlihat bengong menjatuhkan rahang mereka hingga mulutnya bisa dimasuki telor bebek.
{ctakk}
Zio menjentikkan ibu jari dengan telunjuknya. Spontan kerumunan segera tersadar dari ketakjuban mereka.
“..ZZ-Zio!” ucap ketua sekte yang terlihat begitu takjub sampai susah untuk berbicara didepan Zio.
“..aiissshh... ketua sekte kenapa jadi bengong begitu?!” tanya Zio yang melihat raut wajah ketua sekte didepannya
terlihat terpesona.
“..sudahlah, aku mau istirahat dulu, besok kita bicarakan lagi jika ada yang ingin ditanyakan!” ujar Zio berlalu pergi begitu saja tanpa melihat lagi kebelakang.
Para fans Zio terlihat terpesona dengan ketampanan serta kekuatan Zio barusan, hingga mereka semua tidak sadar mereka masih terpaku ditempat berdiri mereka sampai Zio menghilang dari pandangan.
__ADS_1