
“..letakkan kantong batu rohnya dikeranjang, dan segera lepaskan semua baju yang melekat dibadan kalian, tidurlah terlentang menghadap langit kamarku!” ucap Zio memberikan arahan.
Mereka berlima masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat ketika memasuki kamar milik Zio. Bahkan kamar mereka berlima kalah jauh bersihnya, rapinya dan mewahnya.
“..ii-ini..benar ruangan kamu!” saking takjubnya salah satu wanita matang itu terlihat bertanya secara spontan.
“..iya..kenapa?!” jawab Zio.
“..bagaimana bisa seorang laki-laki memiliki kamar yang lebih bersih, lebih rapi, dan bau harum asap ruangan ini benar-benar membuat tenaang dan nyaman!” ujar yang lain menjawab.
Zio memang mempergunakan aroma terapi cempaka bali untuk memberikan kesan bau yang menenangkan pikiran para pasiennya.
Kelimanya terlihat tidak malu – malu untuk melepas pakaian mereka semua. Kini kelimanya sudah dalam keadaan polos tanpa ada penutup sama sekali.
Gunungan kembar ukuran 36FF itu terlihat puncaknya sudah mengeras dan menggoda. Warnanya pink muda dengan lingkaran yang terlihat warna lebih tua dari pucuknya.
Kelimanya segera memposisikan diri mereka berbaring, dengan kedua kaki yang dibuka agak lebar hingga mempertontonkan pintu masuk gua yang terlihat rapi tidak ada rimbunan rumput belukar.
{tap... tap... tap... tap... tap...}
Zio langsung menotok tepat diposisi satu ruas jari diatas pintu gua milik mereka berlima, totokan penuh kekuatan penekanan itu memberikan stimulus dengan sangat cepat karena dialiri oleh energi murni.
“...ooooghhh...”
“...aaaaahhhh...”
Teriakan erangan cabul diiringi tubuh yang bergetar hebat tak terkendali dari kelima pasien Zio pagi itu terdengar sangat keras hingga menyebar keluar ruangan.
Suara mereka seperti suara kenikmatan tiada tara yang tidak terbendung.
Suara yang membuat iri semua penghuni rumah, hingga kawan-kawan Zio tidak kuasa terhipnotis kembali, mereka yang terhipnotis oleh suara erangan cabul segera melakukan aktivitas pelampiasan pada diri mereka
sendiri tanpa sadar.
{cuuurrrrr}
Kelima pasien Zio secara bersamaan mengeluarkan cairan bening, pekat dan bau layaknya semburan air dari pompa damkar.
“..hufft... .hufft... .hufft... .hufft... .hufft...”
Nafas yang tidak beraturan terdengar oleh Zio yang terlihat tenang memperhatikan, Zio masih membiarkan mereka mendapatkan momen kenikmatan duniawi.
Kenikmatan yang telah mereka idam-idamkan dalam waktu yang sangat lama.
{tap... tap... tap... tap... tap...}
Lagi Zio dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata memberikan totokan pada bagian pangkal paha kiri dan kanan dari kelima wanita yang belum juga bisa normal nafasnya, semua dilakukan secara bersamaan.
“....oooogggghhhh...tidaaaaak.....aaakuuuuu keluaaaaarrrr lageeeee”
“...aahhhhhh....iniiii.....”
Teriakan cabul kenikmatan, kepuasan dan orgggggggasssssmee tingkat tinggi terlontar begitu saja dari kelimanya tanpa bisa mereka tahan lagi.
__ADS_1
Lagi dan lagi, tubuh kelimanya langsung kembali bergetar kembali, fluktuasi energi Yin dalam tubuh kelimanya langsung menyeruak keluar tanpa ada hambatan.
{cuuuurrrrrrr}
Lagi, cairan bening, pekat dan bau itu kembali keluar dari lubang gua surgawi mereka masing – masing, begitu deras, begitu banyak dan tak terkendali.
{duaarrrr.... duaarrrr.... duaarrrr.... duaarrrr.... duaarrrr....}
Menerobos!
Kelima wanita yang masih mendapatkan getaran kenikmatan duniawi terlihat tidak percaya, mereka menerobos disaat mereka merasakan kenikmatan yang luar biasa.
“...huuuufftt... .huuuufftt... .huuuufftt... .huuuufftt... .huuuufftt...” nafas mereka berlima terlihat tidak beraturan.
“..kita menerobos!”
“..luar biasa...kita berhasil naik tingkat!”
Beberapa wanita sempat berkomentar namun yang lainnya jangankan berkomentar, tubuh mereka rasanya sudah kehabisan energi dan terlihat sayu kedua buah bola matanya.
Terlihat tubuh kelimanya masih bergetar getar beberapa kali layaknya orang kesurupan, energi Yin yang berfluktuasi dengan liar segera Zio hisap dengan menggunakan kemampuan pelahap miliknya. Semuanya habis tak bersisa.
Saat kelima wanita yang menjadi pasien Zio sudah pingsan, Zio segera menyerap informasi dari kepala mereka masing-masing.
Zio memilah – milah informasi yang dibutuhkan terkait ritual dewa iblis Azura.
Beberapa potong informasi terlihat terpasang formasi pelindung, namun bagi Zio bukan suatu hal yang susah.
Kelima tubuh polosan penuh godaan iman bagi lawan jenis itu dipindahkannya langsung kekasur empuk yang lebih luas, tanpa diberikan selimut sama sekali.
{clinggg}
Tempat tidur pasien segera dibersihkan dengan kemampuan dewa miliknya.
Sambil menunggu pasien selanjutnya Zio kembali menikmati waktunya membaca buku komik sinchan kesukaanya.
Hari ini terlihat sepi dari pasien murid luar, sudah satu jam lamanya Zio menunggu kelima murid dalam terbangun dari pingsan mereka.
“...ini.. dimana?” salah satu wanita murid dalam mulai terbangun.
“..eh banguuun!” ucapnya sambil berusaha membangunkan yang lainnya.
“..waah nikmatnyaa...!” ujar wanita yang lain terbangun dan terlihat lebih segar merentangkan kedua tangannya kedepan.
“..zio maaf, kami tertidur pulas ditempat tidurmu!” ucap mereka kompak berdiri dengan tubuh masih polosan. Pose mereka begitu menggoda.
“..eummnn”
“..kamar mandi sebelah sana, kalian bisa membersihkan diri kalian disana!” jawab Zio tanpa ,menoleh namun memberikan petunjuk dengan arah jari telunjuknya.
Kelimanya segera berjalan bersama – sama menuju arah telunjuk yang Zio maksudkan.
{ceklekk}
__ADS_1
“..iniii...luaar biasa!” spontan mereka berlima berucap kata yang sama.
Pemandangan kamar mandi yang sangat mewah dengan kolam jacuzzi yang muat untuk 10 orang terpampang didepan mereka berlima.
Hanya dengan sekali gerakan tangan jacuzzi itu sudah mengeluarkan tekanan air yang hangat dan cukup nyaman untuk kelimanya berendam.
“..siapa Zio!?” tanya salah satu wanita
“..entahlah, ..”
“..yang jelas dengan bantuan tangannya saja kita sudah bisa menerobos setelah dua tahun lamanya kita terhenti”
“..iya benar, baru tangan saja sudah seperti itu apalagi kalo...aah sudahlah!”
“...keliatannya kita berlima tidak akan mampu mengatasinya, kalian merasakan tidak tadi bagaimana tubuh kita bergetar tak terkendali, sampai-sampai air semburan itu seperti menguras seluruh cairan yang ada didalam gua kita!”
“..eh lihat, ruam – ruam di sekitar guaku sudah hilang, kalian lihat gua kalian masing masing!”
“..eh iyaa.. benar” spontan yang lainnya menjawab ketika melihat gua surgawi mereka sudah tidak terlihat lagi ruam-ruam seperti sebelumnya.
Mereka berlima terlihat beraktivitas mandi penuh dengan keceriaan, hingga lupa waktu.
Setelah satu jam lebih,
Mereka berlima keluar dari kamar mandi dengan posisi tubuh masih polosan, rambut basah yang terjuntai kebawah terlihat menambah kesan keindahan tersendiri.
Lima belas menit mereka berlima rapi-rapi mulai dari memakai baju, hingga menyisir rambut mereka.
“..Zio kami berlima berterima kasih, kami juga akan berjanji menyebarkan binis kamu ini kesemua murid dalam dan murid inti akademi..”
“..iya benar Zio, kedepan apakah kami harus selalu datang kemari?” tanya salah satu wanita
“..kalian harus menstabilkan kenaikan ranah kultivasi kalian terlebih dahulu, paling cepat satu bulan itupun jika kalian memiliki tubuh khusus, jika tubuh normal kultivator menstabilkan ranah Raja memerlukan paling tidak 3-6 bulan” ujar Zio menjawab.
“..tapi Zio, bisakah kami menjadi pasangan kultivasi gandamu?!” nampak salah satu wanita memberanikan diri bertanya.
“..mungkin, kita lihat saja kedepannya” jawab Zio.
Raut wajah kegembiraan kelimanya terlihat semburat, hanya dengan menggunakan jari saja mereka sudah tidak bisa mengontrol diri, apalagi jika sampai naga perkasa Zio menerobos lubang gua dan menggaruk-garung langit gua mereka.
Mereka berlima sudah memulai fantasi mereka masing-masing meski Zio belum memutuskan kapan dan dimana pelaksaan kultivasi ganda mereka. Tentunya dalam benak mereka, lebih memilih dikamar mandi atau diatas kasur empuk Zio untuk melakukan kultivasi ganda nantinya.
Kelimanya lanjut keluar dari ruangan kamar Zio penuh dengan pemikiran fantasi mereka masing-masing, tanpa memperdulikan kawan-kawan Zio yang kembali terlihat terhipnotis dengan aura kewanitaan mereka yang terlihat
lebih lembut dan tidak memprovokasi lawan jenisnya.
Setelah mereka berlima menerobos, aura energi Yin mereka juga sudah berhasil Zio taklukkan, kini kelima wanita murid dalam itu tidak akan bisa sembarangan menghipnotis lawan jenisnya. Memerlukan pemahaman lebih lanjut untuk bisa menghipnotis lawan jenis yang menjadi target mereka nantinya.
“..diperlukan 300 orang lagi untuk menyatukan serpihan kepingan informasi terkait ritual penyerahan darah perawan yang dilakukan dewa Iblis Azura” gumam Zio.
Ternyata dewa iblis Azura sangat cerdik, informasi utuh terkait lokasi, waktu dan cara dewa Iblis Azura mendatangi korban persembahannya, telah disebar dalam ingatan 305 wanita berbeda yang telah direnggut darah perawannya dalam ritual.
Meski dewa Iblis Azura telah dimusnahkan oleh Zio dialam dewa, namun ritual penyerahan darah perawan terlihat masih berjalan, ada dewa iblis lain yang mempergunakan kesempatan terbunuhnya dewa iblis Azura untuk mendapatkan kekuatannya.
__ADS_1