Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
LAGI DAN LAGI


__ADS_3

{...aakkkkkkuuuuuu kkkkeeeeluuuaaaarrrrr....ooooooggghhhh}


{duarrrr... duarrrr... duarrrr... duarrrr... duarrrr...}


Bersamaan dengan erangan orrrrgassssmee mereka, kenaikan ranah kultivasi yang memang menjadi masalah utama bagi mereka telah diterobos.


“..luaarrr biasa, mereka menerobos saat sedang ooorrrrgggasme!”


“..tidak hanya satu lho, ini semuanya meraih kenikmatan berikut naik ranah kultivasi!”


“..jadi makin penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Zio hingga bisa membuat semuanya seperti itu”


“..iyaaa niiih gua milikku juga makin gatal ingin digaruk naga perkasanya Zio”


“..tidak sabar menunggu giliranku tiba”


{krieet}


Pintu kamar Zio terbuka dari dalam.


“...giliran berikutnya..”  ucap Zio sambil mengeluarkan kepalanya dari arah dalam kamar miliknya.


“..oh yaa..langsung 15 orang yaa..” kembali Zio mengingatkan 15 murid dalam wanita yang berada didalam  antrian paling depan untuk masuk.


“..gila, bukan 10 lagi, tapi langsung 15 wanita”


“..bener, Zio memang gila , 10 wanita kurang sekarang langsung 15 sekaligus”


“..jadi degh-degh an jantungku membayangkan keroyokan yang akan kita lakukan didalam sana!”


Komentar bisik-bisik terdengar jelas didalam barisan, semuanya semakin berfantasi liar dengan pikiran mereka masing-masing.


Tak lama setelah kelima belas murid dalam wanita masuk kedalam ruangan kamar Zio,


“.....ooooooggghhh.....aaaaahhhhhhh....baanggggsaaaatt iiniiiiii eeeeennnaaaaakkkk”


Tak lama setelah 15 murid dalam akademi wanita masuk, langsung terdengar erangaaan yang membuat semua antrian diluar merinding.


“..seenak itukaaah!”


“..gila bener kelima belasnya langsung meraih kenikmatan mereka secara bersamaaan”


“..semakin gatal guaku ingin digaruk iniiih”


Murid dalam wanita yang berada didalam antrian yang ada diluar ruangan semakin tidak terbendung, mereka  sudah mulai liar berbisik satu sama lain, tidak ada malunya sama sekali.


Seratus sepuluh murid dalam wanita semuanya diselesaikan Zio dalam waktu 4 jam, yang membuat mereka lama karena banyak yang berendam di jakuzzi milik Zio, selama ini mereka tidak pernah merasakan kamar mandi  mewah, jadinya mereka berlama-lama berendam di kamar mandi milik Zio.


Zio tidak membiarkan keseratus sepuluh murid dalam wanita itu berlama-lama pingsan layaknya murid luar diawal pengobatannya,setelah pingsan dan zio selesai mengambil pecahan ingatan dewa iblis Azura, Zio segera membangunkan mereka.


Ternyata pikiran Zio salah, setelah dibangunkan lebih awal kenyataannya mereka berendam lebih lama dikamar mandi membuat antrian didalam kamar mandi menjadi mengular berhimpit -himpitan.

__ADS_1


Lebih dari lima puluh wanita dewasa dengan bemper depan belakang yang menggugah gairah lawan jenis itu  berhimpit-himpitan layaknya kue lapis untuk antri mandi didalam kamar mandi milik Zio.


“..huuuuffft huuu” helaan nafas Zio terlihat kasar.


“..hari ini lumayan, selain mendapatkan batu roh tingkat menengah 110.000, aku juga mendapatkan pecahan ingatan dewa iblis Azura yang lainnya..”


“..tinggal 200 lagi wanita yang mesti dikumpulkan ingatannya, setelah itu reformasi sekte teratai hitam harus  dilakukan” gumam Zio berbicara dengan dirinya sendiri.


Jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul 8 malam.


{tok... tok... tok...}


Pintu kamarnya diketuk dari arah luar.


{ceklek...}


Gagang pintu kamar Zio digerakkan dari dalam untuk membuka pintu kamar.


“..tetua Xu Mi!” ucap Zio menyapa


“..eh”..


Sebelum Zio banyak bertanya kembali, tetua Xu Mi sudah langsung main masuk saja tanpa permisi.


Terlihat tetua Xu Mi memandangi seluruh isi ruangan kamar Zio dengan penuh kagum.


“..kamarmu bersih, rapi, wangi..”


“..euhmmnn” Zio menanggapi dengan santai tanpa ekspresi karena sudah sering tamu yang datang kesan pertamanya selalu sama.


“..kenapa bisa secepat ini kembali rapi, bersih, wangi dan, aroma apa ini, tenang sekali rasanya!” tetua Xu Mi terlihat berbicara panjang untuk menghilangkan kecanggungannya.


Meski tetua Xu Mi berumur 30 tahunan, namun selama ini dirinya kurang bergaul dengan lawan jenis, bahkan menghindari.


Zio yang melihat kecanggungan tetua Xu Mi tidak mau ambil pusing.


“..langsung saja, tujuan tetua Xu Mi malam – malam keruangan kamar saya ada apa?!” tanya Zio langsung menohok.


“..mana main masuk ke kamar saya tanpa permisi lagi” tambahnya semakin menenggelamkan harkat dan martabat tetua Xu Mi.


“..huuuufff” tetua Xu Mi menghela nafasnya dengan kasar.


“..aku ingin memakai jasamu!”


“..tapi tolong, selama ini aku belum pernah melakukannya dengan siapapun!”


“..jadi, tolong jangan kasar-kasar nanti!” ucap tetua Xu Mi dengan muka tertunduk malu kakinya digoyang goyangkan memutar dilantai kamar Zio.


Zio sebenarnya ingin tertawa, hanya saja dirinya tidak ingin kehilangan 10.000 batu roh tingkat menengahnya yang sudah didepan mata.


“..heumnnn” Zio terlihat masih tanpa ekspresi.

__ADS_1


“..letakkan kantong batu roh tingkat menengahnya dikeranjang sana!”


“..selanjutnya, buka seluruh penutup tubuh tetua Xu Mi dan berbaringlah di sana!” Zio memberikan instruksi tanpa melihat tetua reaksi Xu Mi.


Tetua Xu Mi yang sudah mendengar prosedur pengobatan dari salah satu muridnya di ruangan pribadinya terlihat masih canggung untuk melakukan perintah Zio.


Pikirannya masih berperang sendiri, antara melakukannya atau tidak. Namun dirinya memiliki dorongan kuat untuk menghilangkan semua penyakit yang dideritanya bertahun-tahun lamanya.


{plukkk}


Pakaian tetua Xu Mi terjatuh begitu saja kelantai kamar Zio satu persatu, hingga pada akhirnya tubuh polos tetua Xu Mi terpampang jelas didepan Zio.


Dengan malu-malu kedua telapak tangan tetua Xu Mi menutupi bagian gunungnya, namun dia lupa jikalau tangannya hanya dua, gua yang rimbun entah berapa tahun tidak dilakukan pencukuran itu terlihat jelas dimata  Zio tanpa ada halangan.


“..eh...!” sadar dirinya lupa menutupi gua surgawinya yang kini dipelototin oleh Zio, spontan kedua telapak  tangannya berpindah menutupinya.


Hasilnya kedua bongkahan gunung yang terlihat ukurannya 34B itupun terlihat jelas oleh Zio.


{tepokk}


Tetua Xu Mi menepok jidatnya sendiri, sadar dengan tingkah lakunya.


Dengan malu-malu tetua Xu Mi membiarkan begitu saja tubuh polosnya terekspose dan bisa dilihat oleh Zio.


“..akhirnya dia sadar juga” gumam Zio.


“..apa yang kamu katakan barusan!” tetua Xu Mi terlihat sewot dengan gumaman pelan Zio yang bisa didengar olehnya.


“..sudah-sudah, silahkan berbaring dimeja pasien yang ada disebelah sana, berbaringlah dengan santai dan tenang” perintah Zio sambil menunjukkan letak meja pasien dengan telunjuknya.


Tetua Xu Mi berjalan bergegas memposisikan dirinya berbaring menghadap langit kamar Zio sesuai instruksi, kedua tangannya memposisikan kembali satu menutup gua surgawinya dengan telapak tangan sebelah kanan,


satunya satu lengan menutupi kedua gunung 34B nya sebisanya.


“..ehuemmnn” Zio sudah berada disamping persis tubuh polos tetua Xu Mi.


“..eeh!” tetua Xu Mi terlihat kaget.


“..tenang tetua Xu Mi, dan ini kenapa begini! Bagaimana aku bisa memulainya jika kedua tanganmu menutupi kedua area ini” Ucap Zio berusaha menenangkan sambil memindahkan kedua telapak tangan tetua Xu Mi yang menutupi dua lokasi sensitif miliknya.


“..kedua kaki dibuka agak lebar” ucap Zio sambil memposisikan kaki tetua Xu Mi dengan jalan memegang  pahanya kiri kanan untuk lebih diposisikan terbuka.


“..aaahhh” ada muncul lengkuhan kecil saat Zio memegang paha putih mulus bagian dalam miliknya. Seperti ada  sengatan listrik langsung merangsang otakany untuk spontan mengucapkan lengkuhan kepasrahan.


Dari mata Zio kini bisa melihat dengan jelas gua rimbun itu mulai terbuka samar-samar dengan garis warna pink  yang tertutup rapat belum pernah dimasuki keliatannya.


Tinggi meja pasien dari lantai kamar Zio 70cm, hingga dari posisinya berdiri tetua Xu Mi bisa melihat tonjolan naga perkasa milik yang masih terbungkus rapi dengan pakaian santainya. Bibir bawahnya digigit, telapak tangannya yang berada didekat naga perkasa milik Zio terlihat gatal ingin langsung meremas.


Entah cerita apa yang telah dibagikan murid dalam anggotanya hingga dirinya seperti tidak bisa menguasai diri  saat berada begitu dekat dengan Zio dengan kondisi tubuh yang sudah polosan dan sepenuhnya dilihat oleh Zio.


Tetua Xu Mi mulai berpikir keras,

__ADS_1


“..apa muat itu masuk kedalam gua milikku?” ucapnya dalam hati.


Zio yang mengetahui pikiran liar tetua Xu Mi hanya tersenyum saja.


__ADS_2