Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
serum darah naga


__ADS_3

Keganasan Along perwujudan dewa iblis Azura yang telah mengambil alih tubuh An Long Anak patriak sekte Naga Emas, telah meraja lela, banyak korban mulai merasakan meredian dan akar spiritual mereka hancur dan tidak bisa lagi menjadi seorang kultivator.


Memang sedari awal para wanita yang sudah merasakan ganasnya hujaman rudal balistik milik Along akan mendapatkan kenaikan tingkatan kultivasi, namun seiring berjalannya waktu, hasrat mereka semakin tidak ketulungan tingginya, jika mereka tidak menemukan pemilik energi Yang murni maka bisa dipastikan, mereka akan menderita, dengan dampak paling parah menjadi sampah kultivator.


Satu per satu wanita kultivator daratan alam Dewa khususnya wilayah kekaisaran naga emas mulai berjatuhan.


Para korban pencabulan didak ada yang bisa menjelaskan raut wajah Along, sosok yang telah merenggut kegadisan mereka, karena Along mempergunakan kemampuannya untuk menghapus memori korban pecabulannya.


Along sendiri saat ini sudah meningkat kemampuan dan tingkatan kultivasinya, sangat jauh dibandingkan dengan tingkatan terdahulunya yang dianggap sebagai jenius sekte naga emas.


Kekuatan Along sendiri saat ini bisa dikatakan setara dengan tetua akademi sekte naga emas dalam keadaan normal, artinya saat dirinya mempergunakan roh beladiri, maka kekuatannya akan setara dengan ketua sekte Naga Emas yang tidak lain adalah ayah An Long, pemilik tubuh asli.


Turnamen beladiri tahunan internal sekte naga emas yang mengundang kultivator muda diluar dari murid sekte untuk ikut mendaftar dengan hadiah yang sangat fantastis akan dimulai keesokan hari.


“..besok adalah ajang bagiku untuk unjuk diri, ada baiknya malam ini aku mencari mangsa baru disekitaran penginapan tempat peserta turnamen menginap!” gumam Along.


{slaappp}


Dengan bergerak cepat Along dapat berpindah tempat dalam jarak yang ratusan meter jauhnya.


Mata Along dapat melihat layaknya titanoboa, mendeteksi wanita mana saja yang masih gadis dan belum pernah dijamah laki-laki.


Dengan kemampuannya memanipulasi lawan, Along bisa menghipnotis dalam jarak yang tidak terlalu jauh, asalkan Along menyentuh kulitnya terlebih dahulu.


“..adduuhh!!” kultivator wanita muda mengaduh kesakitan saat Along menabrak dan kulit mereka bersentuhan.


Kesakitan itu diakibatkan Along sedang memulai aksi hipnotisnya.


“..iini, tubuhku...bergerak sendiri!” kultivator wanita muda terlihat sudah terkena ilmu hipnotis dari Along, tubuhnya bergerak sendiri seperti robot, mulutnya tidak bisa berbicara bebas, otaknya serasa beku.


Kultivator Wanita muda itu terlihat berjalan kesebuah lorong gelap tanpa ada yang melihatnya.


Along langsung melancarkan aksinya tanpa ba-bi-bu.


Kultivator muda yang direnggut kegadisannya itu terlihat menangis tanpa bisa keluar air mata.


{jduuumm}


Ada ledakan peningkatan kultivasi dari dalam tubuh wanita muda yang sudah direnggut kegadisannya oleh Along.


Senyuman iblis Along mengembang, jika lawan bergulatnya sudah mengalami kenaikan kultivasi, tandanya esensi Yin murni milik sang korban sudah masuk kedalam tubuh Along.


Korban terlihat sangat kacau, darah merembes dikaki bagian dalam dengan kondisi jubah yang tersingkap naik keatas mempertontonkan kemulusannya.


Along meninggalkan korbannya begitu saja, ingatan korban juga sudah tehapus secara otomatis setelah sang korban mengalami peningkatan kultivasi.


“..dengan penambahan energi Yin malam ini, esok, turnamen beladiri sekte naga emas hanya akan menjadi pertandingan anak kecil bagiku! hehehe” Along yang sudah menjauh dari lokasi pencabulannya berbicara dengan dirinya sendiri.


Aksi itu terus menerus terjadi dalam satu malam total ada 20 kultivator wanita muda yang berhasil direnggut kegadisannya tanpa ada perlawanan yang berarti.


***


Esok hari pun datang, ribuan orang berbondong-bondong memasuki wilayah sekte naga emas guna melihat para kultivator muda yang akan bertanding.


Terlihat beberapa keluarga kelas 1 juga turut hadir untuk mengantarkan putra putri kesayangan mereka mengikuti turnamen.


Tidak lama setelah sambutan diberikan oleh patriak sekte naga emas, turnamen itupun dimulai.


{siuuttt}


Along yang mempergunakan topeng penutup wajah, langsung melompat tinggi dari bawah arena pertandingan.


{buummmm}


Lantai arena pertandingan langsung cekung karena dampak pijakannya.


Suasana hening penonton pertandingan tercipa, semua karena aksi dari Along yang masuk kedalam arena turnamen tanpa panggilan dari pihak panitia.


“..aku ingin menantang siapa saja ! kalau perlu kalian semua naik keatas arena pertandingan biar cepat selesai!” dengan sangat arogan Along bersuara.


Aksi spontan Along langsung membuat gaduh para peserta serta penonton yang hadir.


“..siapa sosok pemuda bertopeng itu?!”


“..sungguh berani aksinya!”


“..apa dia tidak takut dengan kekuatan para kultivator naga emas yang ikut dalam turnamen?!”


“..benar-benar sudah gila itu anak muda!”


Berbagai komentar berdengung menanggapi kata-kata dari Along.


{siuuut...siuuuut...siuuuutt}


Ada sekitar lima orang kultivator muda yang merupakan murid inti dari sekte naga emas, langsung menjawab tantangan Along.


{tap.. tap.. tap.. tap.. tap..}


Kelimanya langsung menapakkan kaki mereka dan bersiap menyerang Along.


“..kesombonganmu memang harus dibungkam !”


“..euhmmnn!!”


Along hanya menanggapi dengan senyuman iblisnya, karena Along sudah mengetahui tingkatan kelimanya berada jauh dibawahnya.


“..cuman kalian berlima?!”


“..apaa!!”


“..lima orang saja sudah cukup untuk meruntuhkan kesombonganmu bocah!”


Kali ini tetua akademi sekte naga emas langsung berkomentar karena tidak tahan, provokasi Along seolah-olah menghina kekuatan kelima kultivator muda sekte naga emas.


“..ciiih! orang tua bau tanah! Bahkan dirimu-pun jika ikut serta, bisa aku kalahkan dengan 1 gerakan!”


Sontak saja komentar ALong membuat tetua akademi kebakaran jenggot, riuh penonton yang berkomentar tidak ada berhenti menyumpahi kesombongan Along.


“..siapa bocah itu?!” tanya Patriak sekte naga emas pada para tetua yang hadir.


“..entahlah patriak, bocah itu sangat sombong sekali kelihatannya!”

__ADS_1


“..apakah tidak berbahaya jikalau dia terpilih nantinya?!”


“..benar patriak, apakah tidak berbahaya nantinya?!”


“..yang perlu kalian pahami adalah tujuan kita mengadakan turnamen ini, terkait kesombongannya, tugas kita yang harus menaklukkannya! Itupun jika dia bisa terpilih”


Para tetua sekte naga emas langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan kalimat jawaban dari patriak sekte naga emas.


“...mulai!!” wasit pertandingan segera memberikan aba-aba pertandingan bisa dimulai.


{wuuusssshhhh}


Gerakan setengah terbang dari salah satu murid inti sekte naga emas langsung melesat kearah Along.


{traangggg}


Tombak yang dipergunakan murid naga emas terlihat menghantam benda logam keras, tubuh Along!


{pranggg}


Tombak yang merupakan senjata tingkat 4 itu terlihat langsung pecah layaknya pecahan kaca yang hancur berkeping-keping.


Alam dewa sendiri memiliki tingkatan senjata dari tingkat 1(terendah) sampai tingkat 10 (tertinggi).


“..bb-bagaiamana bisa?!”


“..tubuhnya kuat sekali!!”


{bugkkkk}


Pukulan langsung diberikan Along dengan sangat cepat menargetkan titik dantian milik lawannya.


{wuuuuuttttt}


Lawan pertamanya terbang tinggi keluar arena pertandingan.


{jduuummmm}


Tubuhnya langsung jatuh ke tanah, dan dipastikan murid inti sekte naga emas itu telah menjadi sampah kultivator.


“...gilaa!!! ini gilaaa!!”


“..bagaimana bisa murid inti diterbangkan keluar arena pertandingan dengan satu gerakan saja!”


“..waaah, kultivator bertopeng itu keliatannya tidak bisa dianggap remeh!”


“..siapa kultivator bertopeng itu? Apakah mukanya sangat jelek hingga memakai topeng!”


komentar demi komentar kembali terdengar riuh setelah satu murid inti sekte naga emas dilempar keluar.


“..giliran kalian berempat!” seru Along melihat keempatnya layaknya kecoa yang siap disemprot mati.


“..kakak, hati-hati!”


“..euhmmnnn!”


Keempatnya tidak ingin gegabah layaknya kawan mereka yang ingin buru-buru mengalahkan Along.


“..jika kaliam berempat lama, lebih baik serang bersama-sama, biar cepat selesai!” provokasi Along pada keempat lawannya.


“..dasar sombong!!”


“..hyaaattt...seraaanggg!!!” keempat murid inti yang tersisa langsung menyerang secara bersamaan.


“..kemarahan naga!”


“..tapak naga!”


“..tinju naga!”


“..serangan naga bumi!”


Empat buah serangan kombinasi dengan luapan energi spiritual besar-besaran langsung menyerang Along secara bersamaan.


{booommmm}


Ledakan terjadi ditengah arena, saat serangan keroyokan itu mengenai tubuh Along.


Asap putih mirip jamur raksasa, membumbung tinggi, akibat serangan energi spiritual itu meledak ketika mengenai sasarannya.


“..tamat sudah bocah sombong itu!”


“..yaa benar, kasihan nasibnya!”


“..kesombongan didepan murid inti sekte naga emas, terimalah nasibmu!”


Banyak yang mengira jika Along akan hancur, bahkan lenyap dari arena pertandingan, karena serangan keroyokan yang dengan tingkat kehancuran sangat tinggi mengenai tubuhnya.


Perlahan kepulan asap mulai menghilang.


Samar-samar terlihat sosok yang masih berdiri dengan tegak ditengah kepulan asap.


{slapppp}


Along langsung bergerak cepat dalam berpindah tempat.


{dasssshh... dasssshh... dasssshh... dasssshh...}


Secara bergantian Along menghancurkan titik dantian mereka berempat dan menerbangkannya keluar dari arena pertandingan layaknya kawan mereka diawal.


“...aakkkhhh....” teriakan keempat murid inti sekte naga emas sangat menyedihkan.


{bommm.. bommm.. bommm.. bommm..}


Ledakan diluar lantai arena pertandingan menimbulkan kepulan asap kembali.


Tubuh keempat murid inti sekte naga emas dipastikan hancur sudah dantiannya.


“..ciih...lima sampah sekte ingin membunuhku!” ujar Along berdiri dengan sombongnya diatas arena pertandingan.


{wuuuuzzz... wuuuuzzz... wuuuuzzz... wuuuuzzz...}

__ADS_1


Tetua akademi dan tetua urusan medis langsung menyerbu kearah keempatnya.


“..kk-kamu!!”


“..berani kamu menghancurkan dantian murid inti sekte naga emas?!” bergantian tetua sekte meluapkan emosinya.


“..hehe, kalian para orang tua bau tanah, kalian lihat sendiri mereka sudah mengarahkan aura membunuhnya padaku, dengan serangan gabungan tadi, jika aku kultivator dengan tingkatan dibawah mereka, bukankah kalian akan membiarkannya membunuhku?!”


Jawaban Along membuat kedua tetua yang emosi langsung terdiam.


“..bocah ini mulutnya sangat tajam, tunggu saja nanti saat kamu masuk kedalam lingkungan sekte jika terpilh!” gumam salah satu tetua yang didengar oleh tetua yang lain.


Penonton masih terdiam karena terkejut dengan pembalikan keadaan yang sangat cepat sekali.


“..siapa lagi! Apakah hanya segini saja kekuatan sekte naga emas! Memalukan!” provokasi Along sambil melepaskan topeng penutup wajahnya, aksinya spontan langsung memancing emosi para tetua sekte naga emas, bahkan patriak sekte langsung berdiri dari tempat duduknya.


“..tetua tolong sabar, ingat tujuan kita mengadakan turnamen ini adalah usul patriak, jadi kita tunggu saja, apakah ada yang bisa mengalahkan pemuda sombong itu!” jawab tetua yang mencoba mendinginkan suasana.


“..hahahaha..bahkan patriak sekte ini, bisa aku kalahkan dengan 10 gerakan!” kesombongan Along semakin penuh dengan arogansi yang tidak terbendung.


Penonton langsung riuh memprotes.


“..bagaimana bisa pemuda seumur jagung bisa mengalahkan patriak sekte naga emas yang tersohor!”


“..hei bocah, kalo mimpi jangan ketinggian!”


“..kesombonganmu akan memakan dirimu sendiri!”


Komentar – komentar pedas mengalir dengan sangar deras ditujukan pada Along yang masih berdiri diatas arena pertandingan.


“..hei kalian calon peserta turnamen, mana nyali kalian, jika perlu, kalian semua naik bersama-sama biar aku selesaikan acara sampah ini dengan cepat!” provokasi ALong pada peserta yang masih tertegun tidak percaya murid inti sekte naga emas dengan reputasi yang tinggi bisa dihancurkan dantiannya oleh Along.


Meski sudah diprovokasi oleh Along, tidak ada satupun peserta yang mau naik keatas arena pertandingan, mereka lebih sayang kultivasi mereka daripada harus dihancurkan oleh Along.


Beberapa kultivator wanita muda yang sudah merasakan rudal balistik Along terlihat sangat panas, dadanya seperti genderang perang, libidonya naik berkali-kali lipat ketika melihat paras wajah Along.


Along yang bisa merasakan persepsinya semakin meningkat, aura kelaki-lakiannya semakin meningkat tajam, aksinya membuat tersiksa para korban pencabulannya.


{wuuuusssshhh... wuuuusssshhh... wuuuusssshhh... wuuuusssshhh...}


Lebih dari 20 kultivator wanita langsung menyerbu naik keatas arena, mereka sudah tidak kuat lagi menahan birahi mereka masing-masing, layaknya para betina bertemu sang Alfa yang mendominasi.


“..tolong buahi aku tuan!”


“..tuan tolong puaskan aku!”


“..tuan tolong berikan aku sentuhanmu!”


Kedua puluh kultivator wanita berusia muda itu terlihat sudah kehilangan akal sehatnya, seperti binatang betina yang meminta dibuahi sang pejantan.


“..iini, apa ini?!!”


“..hei!! bagaimana bisa pemuda itu jadi rebutan kultivator wanita muda?!”


“..pemandangan yang sungguh menjijikkan”


Para penonton pertandingan yang melihat Along dikerubungi 20 kultivator wanita yang sudah tidak tahan lagi dengan birahi mereka langsung meninggalkan arena turnamen.


“..sekte naga emas benar-benar tidak bisa mengontrol turnamen!”


“..yap benar, sekte naga emas sungguh menjijikkan!”


“..memalukan!!”


Berbagai komentar negatif bersuara, membuat muka patriak sekte naga emas hilang kehormatannya.


Pertandingan pun diselesaikan dalam waktu sangat singkat.


Along mendapatkan hadiah sebagai juara turnamen, namun Alon menolak untuk menjadi bagian dari sekte naga emas.


Momen penolakan Along membuat semua orang kebingungan, karena salah satu tujuan diadakannya turnamen adalah untuk menjadikan pemenangnya sebagai murid kehormatan sekte naga emas yang sekaligus bisa mewakili sekte naga emas dalam turnamen kultivator muda tahun depan.


Along yang sudah mendapatkan hadiahnya langsung meninggalkan tempat turnamen tanpa ada berpamitan dengan para tetua sekte naga emas yang memendam emosi tingkat tinggi kepadanya.


Dengan bersuka cita Along yang sudah mendapatkan serum darah naga murni, langsung menghilang dari pandangan.


“..patriak, jadi bagaimana sekarang?!”


“..kalian, pastikan serum darah naga murni itu kembali kekita malam ini!”


“..baik patriak!” kompak semua tetua bersikap.


Sang patriak sekte langsung menghilang dari lokasi turnamen meninggalkan para tetua akademi yang menyeringai lebar, karena malam ini akan menjadi ajang mereka balas dendam kepada Along yang sudah mencoreng nama besar sekte mereka.


Along yang sudah merasakan jikalau dirinya akan menjadi target dari para tetua sekte naga emas terlihat masih santai dan tidak terpengaruh.


Kekuatan tetua sekte naga emas bukan menjadi masalah besar baginya saat sudah mengekstrak serum darah naga murni.


Along saat ini sudah berada jauh diluar wilayah sekte naga emas, lebih tepatnya berada disebuah goa, tempatnya melakukan kultivasi selama ini.


“...bahan pertama sudah aku dapatkan! Tinggal 4 bahan utama lagi, dengan 4 bahan utama itu akan bisa kembali mendapatkan kekuatanku yang sebenarnya!”


Ada 5 bahan utama yang sedang ditargetkan oleh Dewa Iblis Azura; serum darah naga murni, sumsum naga, taring naga, sisik naga, dan yang terakhir adalah tanduk naga.


Kelima bahan utama ini semua ada diwilayah kekaisaran naga emas keberadaannya.


Tiga dari empat bahan utama akan menjadikan hadiah utama bagi pemenang turnamen yang akan diadakan oleh kekaisaran naga Emas tahun depan.


Tiga bahan utama tersebut antara lain; sumsum naga, taring naga, sisik naga.


***


Sementara itu disebuah ruangan khusus yang hanya berisikan Zio dan para wanitanya, semua terlihat masih fokus dengan aktivitas kultivasi ganda mereka, setelah Zio mencapai tingkat yang lebih tinggi, bahkan keberadaan kultivasinya sudah bukan lagi merupakan bagian dari tingkatan alam dewa, aktivitas bercocok tanam Zio membuat semua wanitanya hanya bisa bertahan dalam waktu kurang dari sepuluh menit, setelah itu semua wanitanya terkapar pingsan menyisakan Zio yang masih menanggung tanggung.


“..kelihatannya iblis itu akan muncul tahun depan!” Zio bergumam pada dirinya sendiri ketika mendapatkan pencerahan kemunculan kembali dewa iblis Azura.


“..Ta Long adalah kuncinya, jika dirinya bisa mengalahkan musuh bebuyutannya kali ini, bisa dipastikan, dirinya akan menjadi penguasa tunggal alam dewa!”


Zio yang melihat penglihatan masa depan segera melesat pergi meninggalkan wanitanya yang sudah terkapar tidak berdaya, Zio melesat menuju lokasi kultivasi anak buahnya yang kini tidak lagi berada didalam dunia jiwanya.


Setelah Zio mengalami peningkatan yang luar biasa, alam dunia jiwa miliknya tidak bisa lagi dimasuki oleh para bawahannya, karena hukum resonansi ruang dan waktu yang berbeda telah menolak.

__ADS_1


__ADS_2