Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
BAB 2- MELAWAN


__ADS_3

Malam itu Zio mencoba mencari sisi sunyi dari hiruk pikuknya TPA. Disebuah pojokan area TPA, terlihat Zio dengan posisi duduk lotus mencoba untuk menyelami dan merasakan energi murni dari dunia yang dia tempati saat ini.


“..huuuuft..huuu”


“..energi didunia ini sangat tipis sekali, sangat susah untuk bisa menerobos hambatan” ucapnya pelan.


“..tidak ada jalan lain, aku harus segera melakukan perubahan positif bagi dunia ini, sehingga kekuatanku bisa perlahan pulih kembali, sesuai omonganNYA” Zio segera berdiri menyudahi aktivitasnya.


Berjalan digelapnya malam TPA yang terlihat temaram, karena lokasi tempat Zio berdiam diri, adalah lokasi paling pojok dari TPA, bahkan sangat jarang orang yang datang kelokasi tersebut.


Luasan TPA ini berkisar 15.000.000m2 dan Dino, bermaksud untuk memperluas lahan TPA menjadi 25.000.000m2 kedepannya. karena bagi dia makin luas makin banyak duit yang akan masuk kedalam kantongnya.


“..ooh..ohhh...ohhhh”


“...aahhh...aahh..aahhh”


Terdengar suara erangan cabul dari pojokan bangunan yang Zio lewati.


Jika melihat kondisi bangunan kemungkinan ada dua orang dewasa sedang bercocok tanam didalamnya.


“..aku kerjain aaah” ucap Zio.


Dengan mengendap endap, Zio terlihat mendekati bangunan semi permanen tanpa penerangan itu, sasarannya adalah baju yang terlihat menempel diatas tembok gubuk, bisa ditebak itu adalah baju dari kedua pasangan mesum yang sedang bercocok tanam.


{srattt}


Dengan cepat Zio menyambar baju kedua pasangan mesum yang masih asyik terlena bercocok tanam, setelah itu dirinya berlari kencang tanpa menoleh kebelakang.


“..hah..hah,,hah”


Terdengar nafas Zio tidak beraturan, setelah berlari cukup jauh dari bangunan tempat pasangan mesum itu bercocok tanam.


“..hahahaha..”


Zio tertawa lepas membayangkan kedua pasangan mesum itu nanti keluar dari bangunan hanya menggunakan kardus bekas sebagai penutup tubuh polos mereka berdua.


“..makan tuuh, gatel gatel gegara kardus” gumam pelan Zio.


{blussshhhh}


Tiba tiba dirinya merasakan perubahan, 1% kekuatannya sudah kembali terbuka. Dengan segera Zio mencari tempat untuk melakukan penyerapan serta pendistribusian energi keseluruh bagian tubuhnya.

__ADS_1


Fisiknya kini terlihat lebih berisi dengan otot otot yang terlihat gagah dan tangguh. Perawakannya mirip seperti binaraga profesional namun masih berusia 18 tahunan.


Setelah dua jam menstabilkan gelombang energi yang telah dibuka,


“..waah lumayan..” Zio terlihat gembira, karena hasil jarahannya kali ini bukan hanya memberikan set pakaian baru, namun ada dompet berisikan uang dalam jumlah yang lumayan banyak, melihat tebalnya serta nominal angka tertinggi dilembaran berwarna merah bergambar dua orang proklamator negara ini.


“..ternyata akvitasku barusan dianggap sebagai aktivitas yang mengarah pada perubahan positif dunia ini” ungkapnya pelan.


“..apa aku cari saja lagi saja pasangan mesum yang sedang bercocok tanam dilokasi sekitar sini, siapa tahu setelah melancarkan aksiku, kekuatan dan kemampuanku bisa kembali bertambah!” ucap Zio Tian dengan penuh ekspresi berharap.


Tidak ingin membuang buang waktunya, segera Zio Tian menyisir TPA, guna mencari gubuk gubuk liar yang dijadikan sarana pasangan mesum melakukan aktivitas bercocok tanam.


Dalam dua jam menyisir, Zio telah mendapatkan puluhan set pakaian pasangan mesum yang diambilnya dengan secepat kilat.


Terlihat Zio saat ini sudah berada ditempat usaha milik kakek Misran. Disinilah sekarang Zio bermukim, dengan kebaikan hati kakek Misran, Zio diizinkan untuk tidur ditempat usaha tambal ban milik kakek Misran. Hanya beralaskan tikar buluk yang sudah usang sebagai alas tidurnya.


“..kenapa ini, kok sudah puluhan pasangan mesum aku jarah pakaiannya, kekuatan dan kemampuanku tidak ada perubahan kembali?”


Zio yang memiliki otak cerdas, langsung bisa memahami kondisi yang terjadi, ternyata perubahan yang dilakukan haruslah perubahan berdampak postif dan tidak dalam kondisi berulang. Satu aksi banyak manfaat! Itulah kuncinya.


“..yaah lumayan, dapat pakaian baru dapat uang juga” gumam pelan Zio yang mulai menata set pakaian laki laki didalam kardus yang sudah dia siapkan, untuk pakaian perempuan, dirinya berencana memberikan kepada  pemulung ibu ibu agar bisa dimanfaatkan oleh mereka.


Rencananya esok pagi Zio akan mencari tempat laundry-an pakaian, guna mencuci pakaian hasil jarahannya malam ini.


Zio yang sedari tadi malam menghabiskan waktunya untuk melakukan kultivasi, telah tersadar kembali dengan kondisi tubuhnya yang penuh dengan kotoran racun tubuhnya. Kemampuan fisiknya saat ini setara dengan kekuatan 100 ekor gajah.


Tidak hanya kekuatan fisiknya, kemampuan dewa obat, kemampuan dewa sihir dan mantra miliknya juga sudah kembali sebanyak 1%.


“..bau ini..uuughhh!”


Zio segera berlari kedalam kamar mandi yang berada dibelakang rumah semi permanen milik kakek Misran.


Setelah aktivitas bersih bersih mandi pagi, jam dinding menunjukkan angka 5:30 pagi.


Sadar, jika dirinya hidup menumpang, segera Zio mencari sarapan pagi sekalian membelikan bubur ayam buat kakek Misran.


Kemarin sore, Zio mengetahui jikalau kakek Misran hanya bisa makan bubur saja selama 3 hari.


“..hari ini aku akan berusaha menyembuhkan kakek Misran dengan kemampuanku, hitung hitung membalas budi” gumam Zio sambil berjalan menuju lokasi tempat jualan sarapan pagi.


Tidak lama setelah aktivitas pagi Zio mencari sarapan, segera dirinya kembali kerumah kakek Misran dengan membawa tentengan sarapan.

__ADS_1


{tok..tok..tok}


“..kek...kakek Misran!” ucap Zio didepan pintu rumah kakek Misran.


{krieeettt}


Pintu terbuka, kakek Misran terlihat keluar dengan menggunakan sarung yang diposisikan menutup kepalanya.


“..ada apa Zio? Pagi pagi buta sudah membangunkan?” tanya kakek.


“..ini Kek, aku beli sarapan bubur ayam buat kakek.. kakek makan ya..!”


“..sementara kakek makan, aku akan menyiapkan air panas, biar kakek bisa mandi air hangat pagi ini!” lanjut Zio


Kakek Misran yang melihat ketulusan Zio merasa sangat bahagia. Seumur hidupnya, dan disaat dia dalam keadaan sakit sang pencipta bahkan menurunkan sosok pemuda 18 tahunan untuk merawat dirinya. Sungguh nikmat mana yang telah engkau dustakan.


“..kakek jangan khawatir, aku bisa menyembuhkan sakitnya kakek!” ucap Zio sambil tersenyum polos.


“..kk-kamu bisa menyembuhkan sakitku!”


“..ngaco ah kamu Zio”


“..dahlah, sini mana bubur ayamnya, dan sana segera siapkan air hangat buatku mandi!” ujar kakek Misran yang terlihat sewot.


“..anak muda sekarang terlalu banyak berhayal, jelas jelas dokter memutuskan umurku tinggal beberapa bulan lagi” batin kakek Misran.


Zio yang tidak ingin merusak suasana, segera berjalan kearah belakang rumah yang merupakan bangunan dapur dan kamar mandi untuk menyiapkan air hangat guna kakek Misran mandi pagi.


Setelah selesai dengan aktivitas menyiapkan air hangat untuk kakek Misran, Zio segera mempersiapkan tempat usahanya, karena prinsip hidupnya dalam bekerja, mulai bekerja pada saat matahari belom terlihat dan sudahi saat matahari telah tenggelam dilangit sebelah barat.


“..mas..mass..sudah buka kan ini tambal bannya, tolong mas ban dumptruk saya meledak disana!”


Tiba tiba datang sosok pemuda yang seumuran dengan Zio berteriak meminta bantuan.


Zio yang terlihat ramah segera menanggapi dan bereaksi dengan cepat untuk melakukan aktivitas persiapan aksi bongkar pasang ban dumptruk.


Setelah berjalan beberapa waktu, sampailah Zio dan kenek dumptruk dilokasi kejadian. Zio yang memang sudah tangkas dalam bekerja tidak ingin membuang banyak waktunya.


Sementara sopir dan kenek yang melihat aksi Zio bongkar dan pasang ban Dumptruk hanya menggunakan tangan kosong dibuat menjatuhkan rahang mereka masing masing.


Dumptruk full muatan itu diangkat dengan menggunakan tangan kanannya, kemudian diganjal dengan menggunakan besi pengganjal ketinggian, lalu melakukan aksi lepas baut roda dan pasang roda baru hanya menggunakan tangan kosong saja.

__ADS_1


Hanya 5 menit!, aktivitas bongkar pasang ban dump truk itu selesai.


“..mas..ongkosnya!” Zio terlihat mengadahkan tangannya guna mengambil ongkos jerih payahnya.


__ADS_2