Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
TIDAK MUDAH


__ADS_3

Pagi itu Zio terlihat berjalan jalan disekitar akademi, beberapa sosok wanita muda bagian murid luar akademi,  yang sudah merasakan totokan jari Zio terlihat malu-malu menyapa Zio.


Zio yang terlihat tenang melihat kondisi tersebut. Memang dirinya tidak lagi memasang banner ditempat biasa  dirinya nongkrong. Saat ini berita omongan dari mulut ke mulut sudah menjadi promosi secara langsung yang  akan menaikkan nilai bisnis yang Zio tekuni didalam akademi.


Dengan keberhasilan 5 murid dalam melakukan terobosan ditempat Zio, sampai sekarang belom ada lagi wanita  bagian dari murid dalam yang datang kepadanya.


“..huuuuffttt...mungkin kelimanya tidak ingin murid dalam yang lain mendapatkan kenikmatan seperti yang mereka dapatkan” Zio berbicara dengan dirinya sendiri.


Disaat Zio berpikir dengan pemikirannya sendiri, tiba-tiba..


{tap}


Ada sentuhan fisik terjadi


“..hemph”


“..apakah kamu Zio!”


Tiba-tiba ada sosok wanita dewasa kisaran 30 tahunan menepuk pundaknya dari arah belakang.


Zio bukannya tidak menyadari akan ada orang yang berinteraksi fisik dengannya namun karena instingnya mengatakan orang tersebut bukan lawan ataupun musuh, jadi Zio tetap tenang tanpa bereaksi.


“..benar!” Zio lanjut menoleh kearah belakang.


Didepan Zio sekarang berdiri sosok salah satu tetua akademi yang terkenal sebagai perawan tua, karena hanya  dirinya yang belum pernah merasakan kultivasi ganda.


Disaat para tetua yang lain sudah menyerahkan keperawanan mereka bagi dewa iblis Azura, tetua yang  menggawangi bagian alkimia itu terlihat enggan untuk ikut ambil bagian. Meskipun berkali-kali bujukan


peningkatan kekuatan instan selalu dikedepankan.


“..apakah kita bisa bicara empat mata?!” ucap tetua yang terlihat celingukan kiri dan kanan.


Hanya ada Zio dan tetua akademi dilokasi tersebut. Lokasi yang terhitung sunyi dan sepi dari aktivitas murid luar  maupun murid dalam itu memang dipilih Zio untuk menyendiri.


“..bukankah, saat ini kita sudah berbicara empat mata?!” tanya Zio


“..eehhh, bukan ..bukan begitu maksudku..”


“..bisakah kita berbicara khusus didalam ruangan yang kedap suara tanpa ada yang menguping?!” kembali sang tetua itu menjelaskan pada Zio dengan pelan.


“..oh,..dimana?” kembali Zio bertanya.


“..bagaimana kalo diruangan kamarmu!”


“..kamu jalanlah dulu, aku akan menyusul, kamar kamu jangan dikunci!” ujarnya memberikan penekanan pada kalimat terakhirnya.


Zio tidak berkomentar, dirinya langsung balik kanan meninggalkan sang tetua yang terlihat kebingungan dengan reaksi Zio.


Seribu langkah kemudian Zio tiba diruangan kamarnya, pintu kamarnya masih terbuka.


{dappp}


Tidak ada angin, pintu kamar Zio langsung tertutup rapat.


Zio yang sudah mengetahui kedatangan tetua akademi yang tadi berbicara dengannya terlihat santai tidak  terpengaruh sama sekali.


“..jadi apakah kamu ingin melakukan pengobatan?!” tanya Zio yang sedang duduk disofa nyamannya langsung tanpa ada kalimat pembukaan.


“..eeh...inii..eeeh” terlihat sang tetua itu bingung dengan pertanyaan Zio yang tanpa ada perkenalan dulu.


“..10.000 batu roh tingkat menengah!” belum juga sang tetua mengutarakan maksudnya, Zio sudah memberikan kalimat terkait harga.


“..hah!..mahal!” gumam sang tetua pelan.

__ADS_1


“..tetua Xu Mi, benar!” tanya Zio


“..eumnnn” anggukan kepala tetua Xu Mi menunjukkan persetujuannya ketika Zio menyebutkan namanya.


“..tubuh panas dingin setiap malam, aliran energi kacau, menstruasi tidak lancar setiap bulannya, muncul bintik merah diatas lubang gua surgawi milikmu..”


“..apakah informasi itu semua tidak cukup bagimu!” Zio memberondong kalimat yang menjelaskan terkait apa  yang sedang terjadi pada diri tetua Xu Mi.


Tetua Xu Mi yang mendengarkan penjelasan dari Zio terlihat sangat kaget.


“..bb-bagaimana bisa kamu mengetahui itu semua!” ucap tetua Xu Mi masih tidak percaya.


Dirinya tidak pernah bercerita kepada seseorang terkait permasalahan tubuhnya, bahkan setiap hari dirinya  mencoba mencari obat guna melepaskan kegelisahan yang membuatnya selalu susah tidur dimalam hari.


“..jadi...bagaimana?” tanya Zio kembali


Tetua Xu Mi masih ragu untuk melanjutkan.


“..pengobatan bisa dimulai apabila tetua membayar terlebih dulu, setelah itu tetua harus melepaskan seluruh  atribut pakaian yang tetua pakai dan tidur terlentang menghadap langit kamarku disitu!” ucap Zio menjelaskan


sambil mengarahkan telunjuknya kearah tempat tidur pasien.


“..eeh...ii-inii..!” tetua Xu masih tidak percaya dengan apa yang barusan diucapkan oleh Zio.


“...mesummm!!”


{brakkkk}


Tiba-tiba tetua Xu Mi keluar dari ruangan kamar Zio dengan cara membanting pintu kamarnya begitu saja.  Sosoknya menghilang dengan sangat cepat dari rumah tempat tinggal Zio.


“..dasar perawan tua!” gumam Zio.


Sepeninggalan tetua Xu Mi, Zio kembali menikmati kesendiriannya dengan membaca komik sinchan sambil  mendengarkan headset wireless yang memutarkan musik MP3 yang telah ditanamkan dalam perangkat elektronik miliknya.


---


{brakkk}


“..eeh ada apa itu? Kenapa tetua Xu sampai sebegitunya?!” tanya wanita muda yang terlihat memegang tabung kimia berisi larutan


“..entahlah, mungkin lagi menstruasi !”


“..eh sudah-sudah, kalian jangan menggunjingkannya, kalau sampai tetua Xu tahu bisa-bisa kalian dikeluarkan dari tim ini!”


“..iyaa, tahu sendiri tabiat tetua Xu!”


Akhirnya beberapa wanita yang hadir segera kembali kerutinitas mereka masing-masing.


Didalam ruangan pribadi tetua Xu.


{brakkk}


“..brengsek”


“..dasar pria mesum!”


Tetua Xu terlihat melempar buku tebal dari atas mejanya yang terlihat kacau penuh dengan selembaran kertas  dengan tulisan yang aneh.


{dukk}


Tetua Xu merebahkan tubuhnya di sofa malas tempatnya mencari inspirasi disaat pikirannya sudah buntu.


“..tapi, dari mana pria itu tahu masalah pribadiku?!”

__ADS_1


“..karena tidak ada satupun yang mengetahuinya selain diriku sendiri!”


“..aaakkkgghhhhh”


Tetua Xu bertengkar dengan pola pikirannya sendiri dalam beberapa saat. Rambutnya acak – acakan akibat ulahnya sendiri.


---


{tok... tok... tok... tok...}


Suara rentetan ketukan pintu kamar Zio terdengar beruntun tidak ada jeda.


{ceklek}


Zio membuka pintu kamarnya dari arah dalam.


Didepan pintunya sudah berdiri sekumpulan wanita dewasa dengan umur paling tua 25 tahun.


“..apakah ini ruangan Zio?!” tanya salah satu wanita yang berada paling depan.


“..benar! ada apa ya?!”


“..kami bermaksud untuk melakukan pengobatan seperti lima kawan kami! Apakah bisa?!” ucap sang wanita yang berada dibarisan paling depan.


Sekumpulan wanita dewasa yang terlihat gunungan melonnya membuncak melawan ketatnya ukuran baju yang mereka kenakan itu terlihat antusias ketika mendegar suara Zio.


“..tentu bisa! Apakah kalian sudah tahu aturannya?!” tanya Zio.


“...eummmnnn.. 1000 batu roh tingkat menengah bukan?!” ungkap wanita itu kembali menjawab.


“..benar!”


“..kalo begitu masuklah setiap 10 orang, selebihnya tunggu diluar..” perintah Zio sambil terlihat membuka ruangan kamarnya mempersilahkan antrian paling depan untuk masuk.


Kesepuluh wanita matang yang merupakan bagian dari murid dalam, mulai memasuki ruangan kamar Zio. Yang lainnya berbaris rapi didepan pintu menunggu giliran.


Hitungan Zio diluar telah berdiri 100 orang wanita dewasa yang kesemuanya merupakan korban persembahan darah perawan dewa iblis Azura.


110 wanita matang ini berbondong – bondong datang keruangan kamar Zio karena ingin mendapatkan perawatan yang sama guna memecah kebuntuan mereka dalam hal kenaikan ranah kultivasi.


Mereka memang sengaja mengumpulkan 1000 batu roh tingkat menengah terlebih dahulu sebelum mendatangi Zio, sebab itulah pagi hari tempat tinggal Zio masih sepi dari pasien yang ingin berobat.


“....oooooggghhhh.....aaaaaaggghhhhh”


Suara teriakan keras yang diakibatkan oleh sekumpulan wanita telah berhasil meraih puncak kenikmatan mereka secara bersamaan, terdengar hingga keluar ruangan.


“...aakkkuuuuu kkkeeeluuuaaarrrrr.....aaaaggghhhh”


Lagi dan lagi para antrian wanita dewasa yang sedang antri diluar mendengar teriakan dan erangan cabul dari dalam ruangan Zio.


“..gila..ini gila...mereka semua bisa bersamaan mendapatkan kenikmatan beruntun”


“..apa yang sedang mereka lakukan didalam? Apakah mereka sedang melakukan gengbeng!”


“..bukannya cuman ada satu orang laki-laki saja, sedangkan lainnya adalah 10 wanita, bagaimana bisa  kesepuluhnya mengerang kenikmatan begitu nikmatnya!”


“..aaah, membayangkannya saja guaku sudah merasa gatal minta digaruk niiih”


Komentar-komentar liar terdengar saling berbisik satu sama lainnya diluar ruangan Zio.


Semuanya membayangkan fantasi liar mereka masing-masing.


Efek ritual membuat mereka menjadi haus akan belaian dan pemuas hasrat birahi mereka. Sama halnya seperti kelima wanita dewasa yang mendatangi Zio kemarin.

__ADS_1


__ADS_2