
“..seribu dua ratus Trilyun Zio!” kakek Misran memasang ekspresi tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya tadi.
“..iya kek, iyaa.. sudah berapa kali kakek bertanya angka itu terus!” Zio terlihat masih tenang saja duduk selonjoran dikursi malasnya yang memang dibeli untuk melepas lelah ditempat usaha.
Kursi selonjoran yang terbuat dari kayu jati khas buatan umkm dari wilayah tengah pulau jawa itu diletakkan dibawah salah satu pohon rindang.
“..ishh..isshh, anak muda satu ini, masih saja bisa bersantai, disaat sudah berkontrak dengan negara kok bisa sebegitu santainya!” gumam kakek Misran yang tidak ingin ikut-ikutan pusing dengan urusan negara.
Zio telah berhasil membuka kekuatan dan kemampuannya hingga 15% setelah aksinya di China. Tambahan kekuatan dan kemampuannya yang baru adalah kemampuan melahap layaknya black hole dan kemampuan menciptakan kloningan diri.
Apa yang kakek Misran lihat didepannya, adalah sosok kloningan Zio yang terihat bersantai ditempat usahanya, sosok asli Zio saat ini sudah berada didalam ruang laboratorium pribadinya.
Dalam ruangan laboratorium, Zio terlihat sibuk dengan berbagai uji cobanya. Komposisi cairan yang dituangkan dalam gelas tabung ukur kimia dan mesin-mesin laboratorium selalu berubah-ubah dengan berbagai macam
bahan pilihannya.
Setelah beberapa kali ujicoba dilakukan, akhirnya Zio berhasil membuat larutan yang akan digunakan sebagai solusi terkait 4 poin yang telah dibicarakannya dengan presiden negara beberapa waktu yang lalu.
Jam dinding menunjukkan pukul 02:15 dini hari,
“..selesai!’
{desshhh}
Ruang isolasi berbentuk kaca kedap itu terlihat terbuka dengan uap warna putih keluar dalam jumlah yang sangat banyak, kemudian menyebar dan menghilang menguap begitu saja akibat hisapan alat vakum ruangan yang telah bekerja secara otomatis.
“..akhirnya larutan ini siap di produksi dimesin produksi”
Zio terlihat merentangkan kedua lengannya layaknya melakukan senam pelemasan otot-ototnya.
{zlappp}
Tidak ingin berlama-lama didalam ruangan laboratorium miliknya Zio segera berpindah ke ruangan kamarnya.
Kloningan yang terlihat menggantikan dirinya langsung hilang ketika Zio sudah berada dilokasi.
Dengan duduk posisi Lotus, Zio menghabiskan sisa malam dengan berkultivasi. Zio terlihat berusaha untuk memahami kembali terkait pemahaman ruang dan waktu, terutama probabilitas kejadian yang akan terjadi kedepan.
Karena kemampuan dan kekuatan Zio baru 15%, pemahamannya terkait masa depan tidak bisa maksimal, saat ini Zio hanya mampu melihat 1x24 jam saja peristiwa dimasa depan. Jika kemampuan dan kekuatannya sudah kembali 100%, maka bisa dipastikan Zio bisa melihat masa depan hingga jauh ribuan tahun kedepan, bahkan dirinya bisa melihat takdir kematian dari lawan-lawannya.
“...hiuuufff...huuuu”
Bulir bulir keringat terlihat keluar dari pori-pori tubuh Zio saat dirinya menyudahi aktivitasnya berkultivasi.
Zio menoleh kearah jam dinding, jarum panjang menunjukkan angka 6 begitu pula dengan jarum pendeknya.
__ADS_1
“..sudah pagi ternyata”
“..hari ini terlihat sedikit lebih berat” gumamnya pelan.
Pada hari ini Zio akan melakukan presentasinya didepan pemilik rumah sakit, pemilik pabrik, baik itu pabrik kecil, menengah, hingga pabrik besar, guna meyakinkan mereka terkait penangangan sampah-sampah dunia industri
mereka.
Zio sendiri sudah memberikan informasi alat uji coba apa saja yang diperlukan guna disiapkan diarea pertemuan.
“..lebih baik sekarang aku membersihkan tubuh dulu” gumam dirinya.
Setelah dilakukan perbaikan, Zio sekarang menempati kamar dilantai 2 sedangkan Kakek Misran tetap berada dikamarnya lantai bawah. Semua kamar mandi ada didalam kamar masing-masing dengan fasilitas yang sangat lengkap.
Tempat usaha sendiri berjarak beberapa puluh meter dari lokasi rumah utama kakek Misran dengan dinding pembatas yang terbuat dari tanaman perdu lumayan tinggi hampir 3 meter dengan jumlah yang lumayan banyak
dan rapat hingga membuat kesan pagar hidup.
Tempat usaha tambal ban sendiri sekarang lebih mirip seperti hanggar pesawat terbang. Dengan konsep open space, dimana alat-alat workshop menjadi pemandangan penyambut tamu, namun dinding kiri kanannya berupa tanaman perdu dengan tinggi yang sama seperti pagar pembatas rumah. Terlihat sangat sejuk dan nyaman tempat usaha tambal ban Zio.
“..Zio, itu mobil yang mau jemput kamu sudah datang!” suara teriakan kakek Misran terdengar dari arah tangga bawah.
{ceklek..klik}
{tap..tap...tap}
“..iyaa kek, makasih sudah diingatkan”
“..kamu engga sarapan dulu Zio?” tanya kakek Misran.
“..nanti saja kek, sekalian disana, kan jam pertemuannya masih 2 jam lagi, jadi Zio masih sempat lah cari sarapan disekitaran lokasi” jawab Zio sambil mengambil punggung telapak tangan kakek Misran kemudian berpamitan dan berjalan melewatinya.
“..semangat Zio!” kakek Misran memberikan dukungannya.
Zio sendiri yang mendengarnya segera menoleh ke belakang dan memberikan jempol kanannya sebagai reaksi sambil tersenyum lebar.
Setelah Zio memasuki mobil jemputan yang disediakan oleh pemerintah tentunya atas perintah presiden secara langsung, mobil itu segera meluncur kelokasi pertemuan.
Tidak ada halangan kemacetan lalu lintas saat mobil yang ditumpangi Zio melintas, semua karena adanya motor pengawalan yang membelah jalanan layaknya membawa pejabat tinggi negara.
Sesuai prediksi Zio, satu jam sebelum acara pertemuan Zio sudah tiba dilokasi, dirinya langsung diarahkan kesebuah ruangan didalamnya sudah terdapat berbagai makanan dan meja VVIP yang memang sudah dipersiapkan atas perintah bapak presiden.
Zio yang menggunakan tanda pengenal khusus sangat mudah dikenali oleh semua petugas yang bekerja pagi itu. Tanda pengenal yang memang sudah diingatkan langsung oleh bapak presiden untuk dilayani sebaik mungkin
segala kebutuhannya.
__ADS_1
“..niat mau cari bubur ayam pinggiran jadi susah kalo sudah begini..” batin Zio.
Tidak ingin membuang waktu, Zio segera mengambil beberapa makanan yang diinginkan dalam sarapan pagi nya.
Kegaduhan terjadi didepan ruangan tempat Zio menikmati sarapan pagi.
{ceklek}
Pintu ruangan terbuka dan sosok pemimpin negara ini masuk kedalam ruangan.
“..pagi nak Zio!” sambutan bapak presiden diberikan
Para petugas event organizer yang melihat sosok pemimpin negara menyambut lebih dulu membuat mereka bertanya-tanya.
“..Pagi bapak Presiden, maaf saya sarapan pagi duluan” jawab Zio dengan sopan.
“..oh tidak apa, silahkan dilanjutkan, saya juga belom sarapan pagi, jadi saya juga akan mengambil makanan dulu biar bisa sama-sama”
Belum juga presiden duduk, sambil berdiri presiden langsung mengambil sendiri piring kosong dan mulai memilih makanan apa saja yang diinginkan.
Sambil makan, terlihat bapak presiden dan Zio berbincang santai namun tetap dengan etika kesopanan saat berbicara di meja makan.
“..jadi apakah hari ini sudah siap nak Zio?” tanya bapak presiden ketika melihat meja sudah bersih dari piring dan peralatan makan bekas pakai.
“..tentu bapak presiden” jawab Zio dengan tegas.
Setelah melihat jam tangannya, bapak presiden berdiri diikuti Zio.
“..mari kita jalan ke lokasi pertemuan”
“..perubahan dunia industri akan dimulai dari hari ini, saya mengandalkan nak Zio” ucap Presiden negara ini saat berada disamping Zio.
“..tenang saja Bapak Presiden,..” beda presiden, beda Zio dalam menyikapi kondisi pertemuan pagi ini.
Mengingat pentingnya acara, semua peserta diharapkan datang 30 menit sebelum dimulainya waktu yang sudah ditentukan, presiden sendiri meminta pimpinan bisnis ataupun pabrik yang langsung datang, semua terkait dengan kebijakan yang akan diambil.
Jadilah, ruang pertemuan itu penuh sesak, semua kursi full terisi para pimpinan dan bos pabrik seluruh Indonesia.
“..hadirin dimohon berdiri” terdengar suara master of ceremony terdengar meminta semua peserta yang hadir untuk berdiri.
Dari arah sudut ruangan terlihat bapak Presiden berjalan berdampingan dengan sosok pemuda umur 18 tahunan, terlihat bapak presiden sendiri terlihat begitu hormat disetiap langkah dan gestur tubuhnya pada sosok yang berjalan disampingnya.
“..siapa pemuda itu”
“..kenapa presiden terlihat begitu hormat dengan pemuda belasan tahun itu”
__ADS_1
“..ada apa ini? Bukankah hari ini kita dikumpulkan untuk pertemuan para bos pemilik pabrik dan usaha seluruh Indonesia?”
Kasak kusuk para peserta yang hadir bisa terdengar jelas oleh seluruh peserta didalam ruangan, pun begitu dengan Zio yang memiliki kemampuan melebihi manusia biasa.