
Zio yang melihat tetua Xu Mi selalu melihat kearah tongkat keramatnya, tetap membiarkannya tanpa ingin memberikan komentar.
“...oohh” tetua Xu Mi kembali melengkuh manja.
Zio mengangkat kedua bagian bawah kaki milik tetua Xu Mi hingga lututnya terangkat keatas. Dengan tangan kirinya Zio memegang bagian bawah bemper milik tetua Xu Mi untuk meletakkan ganjalan setebal 3cm dibawah
bumper.
Sentuhan halus yang Zio lakukan praktis langsung memberikan rangsangan, tingginya hormon oksitosin dan serotonin yang langsung diproduksi oleh otak tetua Xu Mi bereaksi dengan begitu hebatnya.
Tubuh tetua Xu Mi seperti kembali disengat listrik ribuan volt meski baru bemper bagian bawahnya yang dipegang oleh telapak tangan Zio.
Raut muka tetua Xu Mi terlihat sangat merah dengan bibir bawahnya yang selalu digigitnya. Tubuhnya mulai memanas, pikirannya sudah liar kemana – mana. Lelehan cairan bening dan kental pun telah keluar dengan
sendirinya dari pintu masuk gua rimbun miliknya.
“..ii-ini..perasaan ini, benar benar menyiksaku!” batin tetua Xu Mi merasakan gua miliknya sudah lembab dan gatal ingin digaruk.
Tubuhnya bereaksi, kedua tangannya secara spontan langsung meremas kedua buah gunungnya yang sudah terlihat mengeras dengan pucuk warna pink yang berdiri tegak.
{tappp}
Zio melakukan totokan di bagian kiri dan kanan, bawah paha putih mulus milik tetua Xu Mi, dengan sangat cepat, dengan aliran tenaga murni miliknya.
“...oouuwwghhhhhh”
Tubuh tetua Xu Mi langsung bergetar merespon totok pertama Zio sambil meneriakkan lengkuhan cabul secara berulang-ulang. Mulut tetua Xu Mi sudah tidak bisa lagi dikontrol dengan baik. Semua yang dikerjakan oleh
tubuhnya sudah jauh dari sosok tetua Xu Mi yang biasanya.
{tappp}
Kembali Zio melakukan totokan kali ini dibagian kiri kanan pinggang rampingnya.
“...aaaaaagghhhh” respon tetua Xu Mi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda dirinya sedang menahan sesuatu yang ditunggu-tunggu olehnya.
{tapp}
Kali ini totokan Zio langsung mengarah satu ruas jari diatas gua surgawi milik tetua Xu Mi..
“...akkkkkuuuuu keluaaaaarrr”
{cuuuuuurrrr}
__ADS_1
Teriakan cabul penuh dengan erangan kenikmatan keluar dari mulut tetua Xu Mi begitu saja, diiringi pancuran air bening pekat dan bau dari lubang gua miliknya. Air itu deras mengalir tanpa bisa dihentikan olehnya.
“..hah.. hah.. hah.. hah....”
“...huuuufff.... hah.. hah.. hah..”
Nafas tetua Xu Mi naik turun tidak beraturan, tubuhnya bergetar hebat, sementara pancuran air bening pekat dan bau itu masih juga belum kunjung habis.
Tetua Xu Mi begitu malu dengan kondisinya yang kacau saat ini, pikirannya terlihat tidak bisa berpikir dengan sehat, dirinya sudah terlihat masa bodoh dengan keadaannya.
{tapp}
Tiba-tiba Zio melakukan totokan kembali, kali ini tepat dibawah gua yang berpepetan dengan lubang lainnya.
“....bbbbaangggsaaat...aakkkkuuu...kkkkeluuaaarr llllaaagiiii....aaaaaggghhhh!”
Mulut tetua Xu Mi benar benar tidak bisa di kontrol oleh otaknya, teriakan kerasnya sampai membangunkan kawan-kawan Zio yang berada diruangan lain.
“..bukankah itu suara tetua Xu Mi!”
“..gila..sampai tetua Xu Mi mengerang begitu kerasnya, apa yang dilakukan Zio!”
“..Zio benar-benar sudah menjadi musuh kita semua karena telah melakukan pencabulan dewi kecantikan sekte ini!”
Berbagai komentar tetangga Zio yang mendengar dewi kecantikan sekte mereka sedang melakukan hal cabul didalam ruangan Zio terlihat begitu geram penuh dengan amarah yang memuncak.
Sementara itu dikamar Zio, tetua Xu Mi terlihat sangat kacau, rambutnya sudah acak-acakan, tubuhnya masih bergetar dengan hebat layaknya orang kesetrum ribuan volt dalam waktu yang lama.
{tapp}
Kembali Zio melakukan totokan, kali ini kelima jarinya kiri dan kanan langsung menelungkup dua buah bongkahan gunung kenyal 34B milik tetua Xu Mi.
“...oooouuwghhhh....aaakkkkuu gaa kuaaat....aaakkkuuu kkkeeeluuuaaarrr...laagggiiiii”
Aliran energi murni yang mengelilingi bongkahan gunung kenyal 34B milik tetua Xu Mi itu langsung mengirimkan rangsangan yang terkoneksi dengan otak dan gua surgawi milik tetua Xu Mi, dan lagi-lagi tetua Xu Mi untuk kesekian kalinya mengalami kenikmatan dunia berulang-ulang.
Kejadian itu terus berulang hingga satu jam lebih lamanya, sampai tetua Xu Mi Pingsan setelah terjadi kenaikan ranah kultivasi, entah sudah berapa ratus kali tetua Xu Mi mendapatkan kepuasannya yang jelas Zio sendiri sudah menjadi korban semburan kencang cairan bening pekat dan bau milik tetua Xu Mi saat Zio melakukan terapi secara intensif.
Zio membiarkan tubuh pingsang tetua Xu Mi masih berada diatas meja pasien. Dirinya juga tidak bermaksud untuk menutupi tubuh polos tetua Xu Mi yang terlihat kacau dengan banyaknya cairan lengket yang terlihat masih melekat dibagian kiri dan kanan paha putih mulusnya.
Karena melihat tetua Xu Mi tertidur pulas, Zio pun segera membersihkan dirinya kedalam kamar mandi dan menutup hari itu dengan beristirahat.
Keesokan harinya,
__ADS_1
“...uuukhhh” tetua Xu Mi terbangun dari tempat tidurnya semalam dengan terlihat begitu bugar.
“..dimana ini!?” gumam tetua Xu Mi ketika baru tersadar.
“..pagi tetua Xu Mi, eeh siaang yaa bukan pagi!” ucap Zio menyapa sambil membawakan bubur ayam hangat didalam wadah mangkuk porselen yang masih terlihat uap panasnya.
“..Zio!”
“..ini!...aaahh!” tetua Xu Mi melihat tubuhnya masih polosan kemudian banyak sisa – sisa cairan lengket masih menempel langsung menjadi malu, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
“..selamat atas kenaikan ranah kaisar*1”
“..kamar mandi sebelah sana, silahkan membersihkan diri, kemudian sarapan sekaligus makan siang dulu sebelum keluar kamarku!” ucap Zio memberikan sambutan.
Jam dinding menunjukkan pukul 12:30 siang hari. Tetua Xu Mi tertidur hampir 12 jam lebih lamanya. Tidur yang sangat panjang dan lama dalam sejarah hidupnya.
“..apa 12 jam lebih!” terlihat wajah tidak percaya dari tetua Xu Mi ketika mendengar jawaban Zio atas pertanyaan tetua Xu Mi yang menanyakan berapa lama dirinya tertidur.
“..apa tetua Xu Mi tidak gatal?” singgung Zio sambil mengarahkan pandangan matanya kearah tetua Xu Mi yang terlihat masih duduk dengan lututnya diangkat keatas, kondisinya malah mempertontonkan gua rimbunnya disela sela kedua kakinya yang ditekuk keatas.
“..eh..!” buru-buru tetua Xu Mi segera turun dan berlari kearah kamar mandi Zio.
Sama seperti wanita yang lain, tetua Xu Mi langsung dibuat kagum dengan isi kamar mandi mewah Zio.
Matanya menjelajahi semua fasilitas yang ada hingga dirinya menjatuhkan diri berendam didalam jakuzzi lebar dengan semburan air hangat yang selalu berputar didalamnya.
“..nyamannya!”
“..bikin betah mandi kalo begini!” gumam tetua Xu Mi.
Dan benar saja ,jam dinding Zio, jarum pendeknya menunjukkan angka 2. Artinya sudah lebih dari satu jam lamanya tetua Xu Mi beraktivitas didalam kamar mandi.
{ceklek}
Pintu kamar mandi Zio terbuka dari arah dalam.
“..maaf Zio, kamar mandi kamu bikin betah!” tubuh polos tetua Xu Mi terlihat segar, keluar dari kamar mandi, berdiri dengan tanpa ada malu malu lagi.
Dipungutnya pakaian miliknya dimasukkan kedalam cincin penyimpanan, set pakaian yang baru terlihat sudah mengambang keluar dan segera dipakai oleh tetua Xu Mi.
Setelah acara makan pagi telat, tetua Xu Mi meninggalkan kamar Zio dengan rona wajah yang berseri.
Tetangga Zio semuanya melihat wajah bahagia tetua Xu Mi keluar dari ruangan kamar Zio menjadi lupa dengan amarah mereka terhadap Zio.
__ADS_1
Zio yang masih berada didalam kamar miliknta terlihat masih tenang dan tidak bergeming untuk keluar kamarnya.