
Setelah diskusi yang lumayan panjang, sebenarnya lebih kepada sebuah arahan dari kakek Misran menyikapi kejadian barusan, dimana pihak kepolisian bukannya percaya dengan apa yang Zio katakan terkait sang pengemudi hilang kesadaran, dikarenakan adanya penyumbatan kapiler jantungnya, hingga kejadian kecelakaan itu tidak bisa dihindari. Pihak kepolisian malah menuduh Zio mengarang cerita dan mengancam menghukum Zio yang memberikan keterangan palsu.
Kakek Misran yang melihat langsung proses pelaporan itu menjadi emosi dan melarang Zio kedepannya jangan sampai berurusan dengan pihak kepolisian dalam hal apapun. Lebih baik seperti warga yang tadi berkerumun, lebih memilih meninggalkan lokasi tanpa berkomentar. Menyusahkan! Kalo kata kakek Misran.
Zio malam ini sudah ada janji dengan DONI terkait penyerahan flash disk rekaman yang telah dikirimkan pada DONI dan ketiga kawannya tadi siang. Tentunya flash disk diganti dengan uang cash 200 Milyar.
Dengan menggunakan jumper warna gelap, Zio berjalan menuju lokasi kesepakatan.
Dilokasi kesepakatan DONI telah datang dengan membawa beberapa koper yang berisi uang cash 200 Milyar. Tentunya tidak hanya DONI, anak buahnya telah disebar disekitar lokasi pertemuan guna menangkap sang Hacker yang sudah berani mengusik ketenangannya.
Tudung jumper terpasang dikepala Zio, tidak hanya itu saja, Zio juga menggunakan masker wajah yang hanya menunjukkan tatapan matanya saja.
Dengan berjalan pelan kearah DONI, Zio terlihat tidak ada rasa takut dengan kawanan preman anak buah DONI yang sudah mengintai dirinya.
“..ho..ho..ho..”
“..berani kamu datang sendiri, masuk kesarang harimau!”
“..segera berikan flash disk rekaman itu!” ujar DONI dengan penekanannya.
Doni merasa dirinya sudah superior. Dengan puluhan anak buah premannya, pastinya hacker yang berdiri didepannya ini bukanlah masalah serius.
“..mana uang tebusan yang sudah disepakati?!” dengan suara berat yang dibuat buat. Tentunya dengan kemampuan sihir milik Zio, dirinya sudah mampu membuat mantra pengubah intonasi suara.
“..ck!”
Doni memerintahkan anak buahnya untuk membawa keluar koper koper berisi 200 Milyar kedepan.
Total ada 20 koper besar tergeletak diantara Zio dan Doni.
{tappp}
Doni menerima lemparan flash disk yang telah diberikan oleh Zio.
{clingg}
Tiba tiba 20 koper besar yang tadinya tergelak didepan DONI menghilang dengan sendirinya. Semua koper berisi uang cash itu telah berpindah kedalam dunia penyimpanan Zio didalam dunia Jiwa miliknya.
“..ii-ini, bagaimana bisa?!” ujar preman yang ada dibelakang Doni takjub sekaligus terkejut.
Doni sendiri terlihat langsung bereaksi mengucek matanya.
“..kenapa? takjub?” kata Zio mendominasi.
“..bahkan kalian semua bisa aku lenyapkan dalam hitungan detik! Jadi jangan macam macam kamu DONI jika ingin nyawamu masih melekat didalam tubuhmu!”
Seketika tubuh DONI terasa lemas, ketakutan, hingga kencing dicelana!
“..siapa yang menjadi lawanku malam ini?!” pikiran Doni terlihat ketakutan
Sementara anak buah DONI yang tadinya bertugas untuk menyergap targetnya langsung lari pergi meninggalkan lokasi, tidak lagi memperdulikan bosnya, mereka lebih sayang nyawa mereka tentunya.
“..besok aku akan kirimkan nomor rekening dan aku tidak mau tahu, 10 trilyun harus sudah kamu geserkan ke rekening tersebut detik itu juga, jika tidak, jangan salahkan aku, jika nyawamu hilang detik itu juga!”
{clapppp}.
Mobil mewah dan pakaian mewah yang melekat ditubuh DONI serta bawahan yang masih setia disekelilingnya langsung lenyap.
"..lho kok ilang!?"...kagetnya DONI dengan para bawahannya.
__ADS_1
Doni dan bawahannya terlihat mirip gembel hanya menggunakan semvak semata malam itu.
“..ini peringatan buat kalian semua!”
“..jangan pernah macam macam denganku, turuti semua kemauanku mulai sekarang! Jika aku menghubungi segera angkat, dan lakukan yang menjadi perintahku!”
“..kalian paham!” seru Zio.
“..kk-kami paham tuan!” serempak Doni dan bawahannya menjawab.
{zlappp}
Dalam satu kedipan mata Zio menghilang dari lokasi pertemuan mereka. Meninggalkan Doni beserta anak buahnya yang masih tertegun tidak percaya.
Zio kini sudah berada didalam ruangan kamarnya, dirumah kakek Misran.
“..CUAN hari ini lumayan banyak lah...200 Milyar” ujar Zio
Sementara itu Doni dan bawahannya terlihat masih tertegun tidak percaya dilokasi pertemuan. Hingga,
{drrttt.. drrttt.. drrttt..}
Doni tersadar hp miliknya yang terselip dalam semvak kini bergetar.
Dengan ketakutan dirinya mengangkat hp miliknya itu, layar menunjukkan tidak ada keterangan nomor siapa yang menghubunginya, jelas sudah, pasti hacker misterius yang menghubunginya!
“..segera kalian tinggalkan lokasi, dan ingat jangan sekali kali kalian bertindak lebih jauh, aku ada disekitar kalian semua!”
{tuutttt... tuutttt... tuutttt...}
Komunikasi itu ditutup secara sepihak oleh Zio.
Doni segera menghubungi bawahannya untuk menjemput dirinya dilokasi TPA.
Tidak lama, tidak sampai satu jam, sebuah mobil mewah buatan negara eropa berlogo berlian dalam lingkaran itu masuk kawasan TPA dan langsung menuju titik lokasi yang sudah diperintahkan oleh bos mereka.
Pengemudi mobil mewah yang melihat bos mereka hanya menggunakan semvak saja terlihat bingung dengan situasi yang terjadi.
{dappp}
Pintu mobil terbuka, Doni langsung masuk dan duduk didalam kursi penumpang yang ada dibagian belakang.
“..jalan langsung ke rumah!” ujar Doni memerintahkan sang pengemudi.
“...baik tuan, laksanakan”
{bruuummmmm}
Debu dan asap tebal tercetak dilangit malam TPA, saat mobil mewah itu meninggalkan lokasi pertemuan, malam itu akan selalu membekas kuat dalam diri Doni tentunya.
{kukuruyuuuuukkkk...petoook...petooook}
Suara ayam warga pemukiman TPA saling saut sautan membangunkan warga untuk beraktivitas kembali setelah bergantinya tanggal.
Begitu pula dengan Zio, setelah semalaman dirinya bermeditasi, kini tubuhnya terlihat segar kembali.
Hari ini Zio berencana untuk memulai rutinitas dengan melakukan pengadaan terkait material- material yang dibutuhkan dalam aktivitas tambal ban alat berat. Dalam hitungannya sudah banyak material yang kurang,
hingga memerlukan stock baru untuk pemenuhannya.
__ADS_1
Setelah sarapan pagi dan berdiskusi terkait rencana Zio untuk mendatangi salah satu vendor supplier material, keduanya membagi tugas untuk pagi ini.
“..hari ini aku ingin membeli motor kek! Bukan motor baru tentunya, yang penting cukup untuk bisa mobilisasi kesana kemari” ucap Zio.
“..kamu ada duitnya? Kalo engga, pakai duit kakek saja Zio!’
“..ada kek, Zio ada duitnya kalo untuk beli motor bekas saja!” jawab Zio
“..yaa sudah, jangan lama-lama diluaran sana, masalahnya TPA keliatannya hari ini sedang ramai ramainya aktivitas keluar masuk kendaraan, karena hari ini hari jum’at masalahnya” ujar kakek Misran mengingatkan.
“..tentu kek, Zio tidak akan berlama lama” jawab Zio.
Dengan berjalan kaki Zio segera menuju lokasi tujuan pertamanya, tempat penjual motor bekas.
Meski dirinya bisa saja membeli motor baru dengan uang cash 200 Milyar yang dimilikinya, Zio lebih memilih untuk membeli motor bekas saja, agar kakek Misran tidak bertanya dengan penuh kecurigaan.
Transaksi yang terhitung cepat dalam hal pembelian motor bekas, membuat Zio kini memiliki motor matic dengan logo garpu tala saling menyimpang.
Motor matik yang masih sangat baru terhitung tahunnya. Dirinya telah mempersiapkan alasan jika ditanya oleh kakek Misran terkait harga. Kredit jawabannya!
Otak jenius super miliknya tidak ada halangan dalam mempelajari cara berkendara secara instan, dengan berbekal GPS tracker HP, Zio langsung tancap gas menuju lokasi supplier bahan bahan tambal ban khusus alat
berat yang sudah menjadi targetnya.
Tidak ada yang spesial disepanjang perjalanan hingga diskusinya dengan pemilik toko supplier, kedepannya, Zio tinggal order lewat wea ataupun langsung menghubungi pihak toko supplier, untuk pengiriman pihak toko akan langsung mengirimkan kelokasi Zio sebagai bentuk pelayanan mereka.
{ceklekk}
Zio berhenti didepan tempat usaha kakek Misran, setelah turun dan mengamankan motornya dilokasi yang sekiranya tidak bakal mengganggu aktivitas tempat usaha, Zio segera menemui kakek Misran.
“..gimana Zio? Beres?” tanya kakek Misran yang terlihat duduk sambil melihat acara televisi.
“..aman kek, kedepannya, kita tinggal telp saja, yang penting kita sudah mengetahui vendor dan tokonya jelas adanya, jadi tidak hanya mengenal lewat hp saja!” ujar Zio.
Mereka berdua terlibat diskusi terkait apa saja yang telah Zio belanjakan tadi ditoko supplier. Hingga,
“..bang Zio..” terdengar suara teriakan didepan tempat usaha.
Zio segera keluar dari ruangan kakek Misran. Terlihat ada mobil 4x4 terparkir didepan tempat usahanya.
“..ada apa?”
“..bang alat berat disektor 9 ada masalah ban belakangnya, kondisinya sudah kritis , tolong bang segera!”
“..baiklah ayoo kelokasi!” ucap Zio langsung tanggap.
Mobil yang membawa Zio terlihat langsung meluncur kelokasi kejadian. Sektor 9 adalah sektor tertinggi dari TPA. Ketinggian gunungan sampah di sektor 9 ini sudah mencapai 650 meter dari muka tanah. Terlihat alat berat
pengeruk sampah satu ban belakangnya sudah terlihat keluar dari lintasan jalanan semestinya, salah sedikit saja, alat berat itu bisa jatuh dari ketinggian.
{tappp}
Zio yang datang diwaktu yang sangat tepat, segera menarik alat berat keluar dari lintasan berbahaya dengan menggunakan kekuatan fisiknya. Ban belakangnya terlihat sudah bengkok karena berusaha menahan posisinya agar tidak jatuh dalam waktu yang lumayan lama.
{prok... prok... prok... prok...}
Tepuk tangan meriah diberikan pada Zio yang telah berhasil menguasai keadaan dan menjauhkan sang operator alat berat kehilangan nyawanya.
Zio yang masih tenang dan bisa menguasai keadaan tidak terlena dengan tepuk tangan sopir dan operator, Zio kembali melanjutkan pekerjaannya mengganti ban yang sudah rusak dengan ban yang telah dipersiapkan oleh pengurus diatas mobil 4x4.
__ADS_1
Aktivitas kembali berlanjut setelah alat berat bisa beroperasi kembali.