
Sementara itu diruangan salah satu kekaisaran langit, tepatnya dikekaisaran Wang, nampak penasehat kekaisaran tergesa-gesa memasuki ruangan kerja sang kaisar.
“..LL-lapor yang mulia kaisar!” ucap penasehat sambil bersimpuh tidak berani mengangkat wajahnya.
“..kenapa penasehat! Mukamu kenapa ditekuk kebawah begitu!” tanya kaisar Wang Xi.
“..**-tiga Jendral yang telah kaisar kirim, telah terbunuh kaisar!”
“..Giok jiwa milik mereka pecah, dan energi jiwa mereka juga lenyap, tidak terdeteksi”
“..Aa-Apaaaa!! Lagiiiiii!”
{buusssshhhh}
Aura hitam pekat langsung meledak tidak terkontrol membuat ledakan didalam ruangan kerja kaisar Wang Xi.
“...aaakhhh” Penasehat langsung terlempar jauh belasan meter menabrak dinding ruang kerja kaisar hingga ambruk dan rubuh.
“..huft,..hufttt..hufttt...huuuuu” Nafas kaisar Wang Xi terlihat tidak beraturan sama sekali.
Kondisi ruangan kerja kaisar Wang Xi sudah porak poranda akibat ledakan aura kemarahan kaisar.
“..kekuatan macam apa yang ada dialam fana! Bagaimana bisa 4 jendral tewas terbunuh dengan mudahnya!”
“..penasehat, aku tidak mau tahu, cari tahu terkait kejadian ini, kerahkan semua pasukan elit kita jika perlu, suruh semua jendral turun, minta artefak lintas alam di ketua sekte teratai hitam, lakukan!”
“..s-e-k-a-r-a-n-g juga!!”
Perintah kaisar langit ditujukan kepada penasehat yang terlihat mulutnya berlumuran darah.
“..ss-saya kerjakan yang mulia kaisar!” ucap penasehat dengan badan masih gemeteran.
Penasehat terlihat memegangi dadanya dengan sesekali menghapus noda darah yang masih menempel dipinggir mulutnya.
“..apakah sekuat itu kekuatan yang ada di alam fana! 3 jendral perangku terbunuh dengan mudahnya” kaisar terlihat memijat-mijat dahinya terlihat pusing tujuh keliling.
Dari 9 jendral perang kini tinggal 5 jendral perang saja, hal ini sudah membuat lemahnya rencana penyerangan wilayah kekaisaran lain.
Kita tinggalkan kaisar Wang Xi yang pusing tujuh keliling, kembali ke Zio.
“..jadi seperti itu ketua sekte!” ujar Zio menyelesaikan penjelasannya pagi itu.
Sesuai informasi yang dibagikan melalui telepati, pagi itu Zio sedang berkumpul dengan ketua sekte dan tetua yang lainnya diaula pertemuan.
Zio menjelaskan kedepannya akan seperti apa dengan terbunuhnya lagi 3 jendral perang dari kekaisaran Wang yang ada dialam langit.
Ketua sekte yang belum pernah mengetahui alam spiritual semakin pusing dengan adanya alam lagi diatas alam
spiritual.
Dari penjelasan Zio, ketua sekte dapat memahami jikalau tidak mungkin kekuatan alam langit akan menerobos dunia paralel tempat sekte tertatai hitam berada dalam waktu dekat.
__ADS_1
Rencananya Zio juga akan kembali ke dunianya di Bumi, guna memeriksa keadaan Bumi setelah Asosiasi, klan serta sekte iblis kuno yang ada didunia paralel telah Zio selesaikan semua.
Adalah Kloningan Zio yang tersebar dalam jutaan dunia paralel, dengan tugas pemusnahan serta mengamankan
harta rampasan perang.
Setelah melakukan pemusnahan terhadap asosiasi, sekte dan klan Iblis kuno yang ada diseuruh dunia paralel
alam fana, Zio segera mendirikan Asosiasi Garuda Emas.
Banyak hal baik sudah dilakukan oleh Asosiasi garuda Emas, karena Asosiasi Zio mengedepankan membantu yang lemah dan memerangi kejahatan kemanusiaan.
Lima tikus api dan Bleki masih menjalani kultivasi tertutup mereka sampai ranah puncak kultivasi binatang spiritual.
Dengan perubahan yang telah Zio lakukan didunia paralel di alam fana, kemampuan dan kekuatan yang dimiliki kini menjadi 92%.
“..hufft! belum 100% dari kemampuan dan kekuatanku sebelumnya dialam Dewa!” batin Zio.
Namun tanpa dirinya sadari, kekuatan 92% miliknya sangat berbeda dengan 100% kemampuan terdahulunya. Dalam hal kepemilikan pohon surgawi salah satunya, dulunya Zio tidak memiliki pohon tersebut.
Pohon yang selalu memberikan asupan energi murni bagi dantian utama miliknya yang terlihat seperti jurang
tak berdasar, serta memenuhi 32 titik cabang dantian lainnya tanpa kekurangan energi sama sekali.
sangat berbeda dengan dirinya dulu yang ada di alam dewa, 28 Dantian yang berhasil dibuka selain dantian
utama miliknya, dengan jumlah tersebut, menjadikan Zio menjadi dewa terkuat hingga bisa melenyapkan Dewa Iblis Azura yang telah menguasai alam dewa milyaran tahun lamanya.
“..Zio !! hallooow!” Ketua sekte terlihat memanggil-manggil Zio.
“..eh,...”
‘..Maaf ketua sekte, ada apa?!” seru Zio bertanya.
“..kelihatannya kamu sedang banyak pikiran, dari tadi ditanya tidak ada responnya sama sekali!” ujar ketua
sekte terlihat memang ekspresi sedikit kesal.
“..ooh, terkait rencana pasukan kekaisaran alam langit!” ujar Zio.
“..heummmnn” ketua sekte hanya berdehem saja.
“..untuk sementara waktu mereka kemungkinan belum datang kembali, mungkin 5 atau sepuluh tahun kedepan mereka akan datang kembali kesini”
“..tapi jangan khawatir, setelah urusan yang ada di bumi selesai, aku akan langsung menemui mereka dan menyelesaikannya ketua!” jawab Zio.
“..huuuufff,...yasudah jika begitu, terus kapan kamu akan kembali ke bumi tempatmu itu?!” tanya kembali ketua sekte.
“..setelah dari ruangan ini, aku akan langsung kembali ke Bumi, dunia paralel ini sudah aman terkendali, bebas dari asosiasi, sekte ataupun klan iblis kuno, jadi tugasku didunia paralel ini sudah selesai ketua!” ujar Zio menjawab.
“..baiklah-baiklah jikalau begitu keinginanmu, aku sudah tidak bisa lagi memaksamu untuk tinggal lebih lama lagi di sekte teratai hitam!”
__ADS_1
“..sebagai ketua sekte, aku hanya bisa berharap kelancaran dari apa yang sudah menjadi takdir dan jalan hidupmu kedepan!”
“..terima kasih ketua” ujar Zio menangkupkan telapak tangannya tanda hormat.
Setelah tidak ada lagi pembicaraan yang diperlukan, Zio berpamitan dengan para pimpinan sekte teratai hitam.
Zio segera mengenakan kacamatanya dan memilih tujuannya untuk kembali ke Bumi.
{zrriiingggg}
Pusaran energi langsung muncul dari bawah kaki Zio, perlahan naik keatas hingga menelan seluruh tubuhnya
dengan masih diperhatikan oleh para pimpinan sekte teratai hitam.
“..anak muda yang sungguh luar biasa” gumam ketua sekte ketika melihat tubuh Zio sudah menghilang ditelan pusaran energi.
{zzriiinggg}
Pusaran energi itu muncul didalam ruangan kamar Zio yang ada dilantai 2 rumah kakek Misran.
Meskipun Zio sudah mampu membeli mansion mewah, namun dirinya terlihat lebih menikmati kehidupannya bersama kakek-kakek yang hidup sebatang kara.
“..Zio, apakah itu kamu!” suara kakek Misran dari lantai bawah terdengar berteriak.
“..iyaa kek, ini aku! Sebentar aku akan turun kek” jawab Zio.
Zio segera beraktivitas mandi dan bersih – bersih badan, setelah berganti pakaian dengan kaos oblong V neck warna putih dengan bawahan celana pendek selutut kesukaanya, Zio turun menaiki anak tangga.
{tap...tap..tap}
“..gimana kek kabarnya?” tanya Zio meski belum sampai didepan kakek Misran yang terlihat duduk diatas kursi goyang kesukaannya.
Meskipun Zio sudah menempatkan kloningan dirinya selama tubuh aslinya meninggalkan Bumi, selama dua tahun
berada didalam dunia paralel, terhitung hampir 2 harian Zio meninggalkan Bumi, namun Zio masih berusaha mencari tahu kondisi kakek Misran, satu-satunya orang yang membantunya disaat Zio berada dibawah.
“..kakek selalu sehat Zio, apalagi setelah kakek mempraktekkan olah pernafasan yang telah kamu berikan ke kakek, setiap hari kakek melatihnya dan lihat sendiri, tubuh kakek masih segar dan terjaga dari kulit keriput bukan!” ucap kakek Misran dengan narsisnya.
Mereka berdua bercanda dan bertukar cerita hingga jam dinding menunjukkan pukul 10 malam.
“..hoaaammm” kakek Misran terlihat menguap tanda sudah ingin tidur beristirahat.
“..tidurlah kek, istirahat, besok pasti jadwal kakek padat dengan urusan bapak-bapak kelurahan” ucap Zio.
“..benar sekali itu, bapak-bapak kelurahan tidak ada habisnya bikin acara ini itu, bikin puyeng kepala sebenarnya ikut – ikutan” jawab akek Misran.
“..oh yaa, rencana kamu bagaimana kedepan?!”
“..Terutama dengan permasalahan alam langit seperti yang telah kamu ceritakan barusan, ada baiknya kamu segera menemui mereka daripada menunggu dan duduk-duduk saja di Bumi” kakek Misran terlihat memberikan nasehatnya pada Zio.
“..kakek tenang saja, nanti Zio kabari jika Zio akan pergi lagi! Sekarang kakek istirahatlah” jawab Zio ingin menenangkan kakek Misran.
__ADS_1
Keduanya lantas berpisah, Zio kembali naik ke kamarnya dan kakek Misran segera masuk kedalam kamar pribadinya yang ada dilantai bawah.