
Setelah drama istri dari tuan Zhang selesai, sesuai permintaan dari Zio, ruangan kamar itu dikosongkan, tinggallah sekarang didalam kamar hanya ada Zio Kakek Tendri dan tuan Zhang sendiri.
{tap}
Zio meraih pergelangan tangan dari sosok tua renta didepannya, kulitnya sudah sangat keriput dengan nafas yang terlihat naik turun tidak beraturan.
“..euhmmm” nampak Zio terlihat seperti sedang berperang dengan pikirannya sendiri.
“..jadi bagaimana Tuan Zio? Sakit apa sebenarnya ayah saya? Apakah bisa disembuhkan? Berapapun bayarannya keluarga Zhang siap!” nampak kegelisahan tuan Zhang ketika melihat Zio yang masih fokus dengan memegang pergelangan tangan ayahnya.
Setelah dirasa cukup melakukan analisa,
“..Patriak Zhang luka dalam, semua organ tubuhnya rusak, semua akibat serangan energi Qi yang kacau, hingga berdampak pada fungsi organ dalam beliau!”
“..tolong bantu saya membuka pakaian beliau hingga tersisa bagian yang menutup area sensitifnya” ujar Zio.
Tidak ingin berlama-lama tuan Zhang segera membantu Zio melepaskan semua atribut pakaian yang menempel.
“..tolong kasih ruang” ucap Zio memerintahkan mereka berdua untuk mundur memberikan ruang lebih bagi Zio bekerja.
{zappp}
Tiba tiba muncul dikekosongan udara yang ada didepan Zio ratusan jarum, ratusan jarum itu terbentuk dari energi berbentuk transparan namun mengkilap. Saking mengkilapnya hingga nampak seperti permukaan cermin yang memantulkan cahaya lampur kamar. Ruangan kamar menjadi bling-bling silau karenanya.
“..ii-ini...!” Tuan Zhang takjub sekaligus terkejut.
“..tenang Zhang, lihat baik-baik dan jangan sampai bocor keluar, apa yang sudah kamu lihat didalam ruangan ini hanya untuk konsumsi kamu sendiri!” ujar kakek Tendri pelan.
{tebbb... tebbb... tebbb... tebbb... tebbb... tebbb... tebbb...}
Ratusan jarum akupuntur energi itu tertancap langsung ketitik titik akupuntur yang diharapkan oleh Zio.
Nampak telapak tangan Zio bergerak dengan rumit, setiap gerakannya membuat tubuh patriak Zhang bergetar, meski sesekali terlihat tubuhnya sampai terangkat dari posisinya berbaring lalu kembali terhempas kebawah lagi. Kejadian ini berulang ulang terus.
Puluhan menit aktivitas pengobatan Zio berjalan, kini terlihat kulit keriput patriak Zhang sudah mulai berganti dengan kondisi kulit yang kencang. Tubuhnya yang kurus kering mulai kembali berisi, layaknya pria berumur 40-an.
Nafas yang tadinya tidak beraturan, kini terlihat berangsur angsur stabil layaknya manusia normal.
{zapppp}
Dalam sekali kedipan mata semua jarum akupuntur yang melekat pada tubuh patriak Zhang segera menghilang.
{tap}
Zio meletakkan selimut untuk menutupi tubuh patriak Zhang yang terlihat tertidur dengan pulasnya.
“..tolong dipersiapkan bahan-bahan obat ini, saya rasa dengan kebesaran nama keluarga Zhang tidak susah untuk mendapatkannya” ucap Zio sambil memberikan kertas berisi resep bahan-bahan obat yang entah kapan dirinya
menulisnya.
Kertas itu diserahkan kepada Tuan Zhang.
“Baik Tuan Zio, saya segera mengumpulkan bahan-bahan obat yang ditulis, tunggu sebentar!”
{brakk}
__ADS_1
Pintu kamar terbuka keras dari arah dalam.
“..kalian, segera cari bahan-bahan obat ini, kurang dari satu jam, semua harus sudah terkumpul!”
“..kerahkan semua sumber informasi yang dimiliki oleh keluarga Zhang dalam pemenuhannya!”
Terlihat Tuan Zhang memberikan perintah kepada bawahannya yang bekerja.
“..baik Tuan!”
Semua bawahan segera bekerja dengan tanggap dan cepat.
“..pa! bagaimana keadaan ayah?” tanya istri tuan Zhang yang terlihat menunggu didepan kamar patriak Zhang.
“..Ayah sudah sembuh, dan tubuhnya sudah segar kembali, saat ini ayah sedang tertidur pulas, tinggal menunggu bahan-bahan obat dikumpulkan, selanjutnya Tuan Zio akan membuat obat buat Ayah”
“..se-serius pa! Papa engga bercanda kan ini!” ucap Istrinya yang terlihat gagap.
“..kenapa? mama engga suka Ayahku sembuh? Keliatannya reaksi mama mencurigakan!” jawab Tuan Zhang.
“..ee-engga pa, mama suka kok mendengarnya!”
“..ya sudah, mama akan mengirimkan kabar buat keluarga yang lain terkait berita baik ini!” ucap istri Tuan Zhang yang terlihat langsung balik kanan pergi entah kemana.
Tuan Zhang yang tidak ingin berpikir lebih melihat reaksi istrinya pergi, segera kembali menuju dalam kamar ayahnya.
Didalam kamar terlihat Zio sedang bermeditasi guna mengembalikan energi yang telah terkuras beberapa waktu yang lalu dalam proses pengobatan patriak Zhang.
“..kawanku Tendri, Tuan Zio sangat luar biasa!”
“..pasti, itu pasti kawanku, aku sudah mempersiapkan saham kepemilikan mayoritas atas kepemilikan maskapai penerbanganku sebagai hadiahnya, tentunya aku tidak ingin kehilangan kesempatan mempunyai teman seperti Tuan Zio” nampak tuan Zhang berbagi cerita dengan Tendri sambil menunggu bawahannya menyelesaikan tugas yang diberikan.
Benar sekali, dengan koneksi yang dimiliki oleh keluarga Zhang, bahan-bahan obat yang sangat langka dan hampir tidak mungkin bisa didapatkan oleh orang biasa itu bisa terkumpul dalam waktu 30 menit.
{tok...tok...tok}
Pintu kamar diketuk, sejurus kemudian daun pintu terbuka dengan dorongan dari arah luar.
“..ini tuan, semua bahan yang ditulis sudah kami kumpulkan” ucap pelayan senior yang memang bertanggung jawab terkait urusan rumah tangga keluarga Zhang.
“..apakah semua bahan telah terkumpul tuan Zhang?” nampak Zio telah tersadar dari posisi meditasinya.
“..benar Tuan Zio, ini semua sudah lengkap sesuai dengan yang tuan resepkan” jawab Tuan Zhang sambil memberikan kumpulan bahan bahan yang Zio minta, semua berada didalam kotak-kotak kayu yang terlihat mewah.
Zio yang sudah melakukan pengecekan terkait bahan-bahan yang diminta, terlihat puas.
“..tolong kembali kosongkan ruangan ini, hanya Tuan Zhang dan kakek Tendri yang boleh berada didalam ruangan ini” perintah Zio.
Bawahan dari tuan Zhang yang memahami situasi segera undur diri dan menutup kembali pintu kamar Patriak keluarga Zhang dari luar.
“..tolong kasih saya ruang untuk bekerja” pinta Zio ketika keduanya mendekat kearah Zio.
Mengerti dengan situasi yang ada, keduanya mengamankan posisi masing masing dalam jarak yang jauh dari jangkauan Zio. Mereka berdua terlihat berdiri dengan penuh penasaran.
{wussshhh}
__ADS_1
Tiba tiba kotak-kotak mewah yang berisi bahan-bahan obat langka yang Zio minta terbuka, semua bahan-bahan langka itu terlihat melayang didepan Zio.
“..luar biasa Kawanku Tendri”
“..benar, aku baru melihat keahlian anak itu hari ini”
Gerakan gerakan tangan Zio seolah memerintahkan bahan-bahan langka itu untuk menari nari didepannya.
{ctassss}
Tiba tiba semua bahan menguap menjadi asap warna warni dan saling berkumpul dalam pusaran kecil yang terlihat menghisap mereka semua.
{dummm}
Letupan kecil terlihat
Sekarang didepan Zio telah melayang 10 buah PIL dengan warna warni yang indah, baunya semerbak memenuhi ruangan kamar patriak, bahkan dengan baunya saja patriak Zhang sudah membuka matanya.
“..ii-inii! “ patriak Zhang berusaha membetulkan posisi tidurnya dengan kepalanya diangkat keatas lebih tinggi.
“..ayah!”.. spontan Tuan Zhang bereaksi mendekati patriak Zhang, membantunya memposisikan diri.
{tapp}
Tiba tiba 10 butir pil itu menghilang begitu saja dari hadapan Zio layaknya sulap.
“..salam Patriak Zhang!” Zio terlihat menangkupkan tangannya sopan didepan patriak Zhang.
“..Ayah, perkenalkan ini Tuan Zio, beliau ini yang telah menyembuhkan ayah!”
“..salam master!” nampak patriak Zhang bukan orang yang bodoh, dengan kemampuan anak muda didepannya, Zio pastinya bukan pribadi yang sembarangan.
“..patriak terlalu sungkan, panggil saja Zio patriak” kembali Zio berusaha membalikkan keadaan.
“..yang tua ini melihat master, terima kasih atas bantuan master dalam penyembuhan orang tua ini, saya pribadi berhutang nyawa pada master!” kembali patriak Zhang memposisikan tubuhnya yang setengah berbaring dengan memberikan penghormatan yang semestinya.
“..tuan Zhang, tolong ambilkan air mineral, dan bantu Patriak untuk menelan pil ini” sambil Zio menyerahkan sebutir pil warna warni dalam telapak tangannya.
Tuan Zhang yang sigap segera mengambilkan air mineral yang memang selalu tersedia disamping kiri dan kanan tempat tidur patriak Zhang, setelah itu dirinya membantu Zio untuk meminumkan obat yang telah diberikan.
Zio sendiri berada diposisi punggung patriak Zhang, dirinya berusaha membantu Patriak Zhang untuk bisa mencerna pil buatannya sekaligus memurnikannya dengan bantuan dorongan energi milik Zio.
{bummmm}
Terdengar suara ledakan dari dalam tubuh patriak Zhang.
Tidak hanya efek penyembuhan yang didapatkan, namun kenaikan tingkat juga diperoleh oleh patriak Zhang.
Didunia paralel yang Zio diami saat ini tingkatan seorang kultivator terbagi dalam : Tingkat pembentukan tubuh (1-9), tingkat pengumpulan Qi (1-9), tingkat pembangunan jiwa (1-9).
Patriak Zhang sendiri saat ini telah melampaui Tingkat pengumpulan Qi 4, setelah puluhan tahun dirinya terhenti di tingkat pengumpulan Qi2.
“..ini-ini...terima kasih master! Aku naik 2 tingkat langsung! “ patriak zhang terlihat sangat bahagia dengan pencapaiannya barusan.
“..selamat patriak naik tingkat” ucap Zio.
__ADS_1