Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
Produk Baru


__ADS_3

Zio terlihat menikmati momen dirinya berinteraksi dengan para pengemudi serta operator pagi itu, beberapa dump truk dan forklift bucket mengalami permasalah dengan ban kendaraan mereka masing-masing.


Area TPA sendiri sudah sangat berubah sejak dibangunnya dapur produksi TPA disebelahnya.


Gunung-gunungan sampah yang biasa terlihat sudah mulai menghilang satu persatu, tanah bekas gunungan sampah kini berubah menjadi lahan hijau terbuka.


Kini semua dumptruk yang datang membawa muatan sampah, akan langsung menuju loading dock tempat dimana konveyor belt akan mengirimkan sampah-sampah rumah tangga itu langsung masuk kedalam dapur produksi.


Setelah dirasa interaksi Zio cukup, terlihat dirinya segera kembali menuju tempat usahanya yang berada dibagian depan TPA.


“..gimana Zio perjalanan kamu kemarin?” tanya Kakek Misran sambil memegang cangkir kesayangannya.


“..ya begitu-begitu saja kek, tidak ada yang spesial” jawab Zio


“..anak muda ini memang, bagimu tidak ada yang spesial, beda dengan kakek, dasar!”


“..hehehehe..”


Keduanya kemudian terlihat berbincang-bincang hangat sampai beberapa puluh menit kedepannya, hingga perbincangan mereka terhenti ketika datang mobil sedan mewah yang sudah mereka kenali.


{ciiiiitttt}


{...bruuuummm}


Mobil sedan mewah buatan pabrikan asal eropa itu berhenti didepan tempat usaha


{dap}


Pintu mobil terbuka dan terlihat kakek Tendri turun dari kursi belakang diikuti seseorang yang membuat Zio memicingkan matanya. Zio segera sigap bereaksi.


{byuuuuhhh}


Kakek Misran malah menyemburkan minuman yang sudah ada dimulutnya kearah Zio.


“..isshhh kakek!” keluh Zio.


“..hahahahaha...” terlihat kakek Tendri tertawa riang


“..Zio perkenalkan ini bapak presiden negara ini!” ucap kakek Tendri


Kakek Misran yang terlihat begitu gembira dengan kedatangan kepala negara bergegas menyambut dengan mengulurkan tangannya duluan, beda dengan Zio yang terlihat lebih kalem.


“..nama saya Misran bapak Presiden”


“..hahaha,,,salam kenal pak Misran”


“..silahkan duduk bapak presiden, tempatnya yaa begini seadanya!”


Setelah dirasa bapak presiden sudah memilih tempat duduk, diikuti oleh kedua kakek Zio yang terlihat saling berbicara dengan cara berbisik bisik ala-ala ABG, terlihat kakek Tendri memulai pembicaran bincang pagi,


“...jadi begini Zio, kakek Minta maaf, telah membocorkan identitasmu pada bapak Presiden”

__ADS_1


“..bapak presiden ini ingin berdiskusi denganmu terkait beberapa permasalahan lingkungan yang ada dinegara kita ini, jadi pagi ini kakek bawa kemari beliau”


“..tenaang, tidak ada protokoler yang mengikuti, kakek sudah jelaskan semuanya, jadi kamu bisa tenang Zio” ujar kakek Tendri.


Mereka berempat duduk dibangku yang terbuat dari potongan batang kayu yang berumur ratusan tahun, dengan pohon-pohon rindang disamping tempat usaha makin menambah kesejukan suasana.


Jika orang menyangka TPA identik dengan bau menyengat, mungkin itu dulu, setelah Zio mengelola, yang ada lingkungan TPA saat ini terlihat lebih sejuk, rindang, hijau dan yang utama jauh dari kata-kata bau menyengat.


Setelah mendengar penjelasan kakek Tendri, Zio terlihat tersenyum senang.


“..luar biasa kamu anak muda, patut diberikan penghargaan tinggi oleh negara ini, karena jasamu dalam bidang pengolahan sampah begitu luar biasa”


“..tidak hanya itu, identitasmu yang begitu sulit ditembus, membuat seluruh dunia kebingungan dan terus mencari tahu siapa dibalik ini semua”


“..jika bukan karena sahabat saya Tendri yang menjelaskan terkait identitasmu, mungkin saya juga tidak akan pernah percaya”


“..disini saya membuktikan sendiri, anak muda, prestasimu sungguh luar biasa bagi negara ini”


Potongan-potongan kalimat terlihat mengalir layaknya pidato kenegaraan pagi itu, dengan peserta yang hadir hanya mereka bertiga.


Pada saat mobil sedan mewah itu berhenti didepan tempat usaha, Zio sudah tahu jikalau kakek tendri tidak sendiri, dan tamu yang dibawanya adalah sosok penting negara ini, segera setelah mengetahuinya Zio


memasang formasi transparan tak kasat mata berbentuk kubah, dengan tujuan memberikan pertahanan lebih serta kedap suara, bahkan signal frekuensi pun tidak bisa menembusnya.


“..perkenalkan saya Zio Tian bapak presiden, panggil saja Zio” ucap Zio sambil mengulurkan tangannya.


“..anak baik..anak baik”


“..sekiranya ada yang bisa saya bantu bapak presiden?”


“...benar-benar anak muda yang langsung straight to the point, saya suka itu”


Kakek Misran terlihat berdiri, kemudian mengarah kedalam tempat usaha, beberapa menit kemudian kakek Misran sudah keluar dengan membawa botol air mineral 600ml ditangannya.


“..mohon dimaafkan bapak presiden, disini adanya air mineral saja, anak muda satu ini tidak suka dengan minuman berwarna, hehehehe”


“..Pak Misran bisa saja, Air mineral juga sehat, terima kasih” ungkap bapak presiden dengan mengambil  pemberian kakek Misran sambil sesekali melihat kanan kiri terlihat gusar.


“..bapak presiden tenang saja, dalam radius 50meter saya sudah memasang kubah transparan yang tak kasat oleh mata, bahkan sekelas peluru sniper sampai rudal balistik antar benua pun tidak akan bisa menembusnya,


begitu pula dengan gelombang transmisi UHF ataupun VHF” jelas Zio karena melihat kegusaran dari tokoh negara didepannya.


“..eeeh, ooo....apaaa???” nampaknya presiden dibuat takjub sekaligus kagum dengan penjelasan Zio.


“..tidak usah bingung begitu, sobat, anak muda didepanmu itu bukan anak muda sembarangan, bahkan si tua Xie saja tidak bisa berbuat apa-apa kemarin waktu kesana!”


Tentunya presiden negara ini paham siapa yang dipanggil dengan pak tua Xie, presiden negara China!


“..jadi, permasalahan apa yang bisa saya bantu bapak presiden?” kembali Zio bertanya


“..heummm...sebentar saya minum dulu, grogi saya jadinya!”

__ADS_1


“..hahahaha” sontak saja ketiga orang, selain presiden, semua tertawa lepas melihat sosok presiden negara terlihat grogi didepan anak muda.


Setelah menghabiskan lebih dari separuh botol air mineral, presiden mulai mengutarakan maksud tujuannya.


“..negara ini mempunyai banyak aliran sungai anak muda, permasalahan utamanya adalah, saya mau membuat konsep sungai seperti halnya di belanda, semua sungainya jernih, tidak seperti dinegara kita ini, itu poin nomor satu”


“..kedua, seperti yang kita semua tahu, permasalahan polusi udara negara kita saat ini sudah berada jauh diatas ambang batas yang namanya udara sehat dan bersih, mungkin disini iya bersih dan sehat, tapi dikota kota besar


lainnya masih terkendala”


“..ketiga, terkait sampah dunia industri, produk yang dihasilkan oleh perusahanmu adalah untuk sampah rumah tangga, bagaimana dengan sampah rumah sakit kemudian sampah dunia industri baik skala kecil menengah


maupun besar?”


“..kempat, terkait lahan hutan yang terlihat berkurang dengan pembukaan dunia tambang, meski aturan sudah ditetapkan, bisa dilihat dikalimantan, di sulawesi, di papua dan di wilayah tambang lainnya, setelah aktivitas


tambang selesai berproduksi, yang terlihat hanyalah cekungan lahan yang luas, lahan-lahan gundul yang terbuka dan tidak kunjung kembali menjadi hijau seperti di TPA ini”


“..begitulah anak muda, kedatanganku kemari dengan dibantu sahabatku Tendri, bermaksud meminta solusi terkait permasalahan yang ada” ungkap bapak presiden.


Zio yang melihat keseriusan presiden negara ini terkait perbaikan lingkungan, menjadi tergugah.


“..terkait permasalahan nomor 1 &2 secara pribadi saya punya solusinya bapak presiden, dan itu merupakan produk baru dari perusahaan yang memang akan segera diluncurkan, mungkin negara ini bisa sebagai negara


pertama yang menggunakannya”


“..terkait nomor 3, saya membutuhkan kesepakatan dengan banyak pihak yang terkait”


“..terkait nomor 4, saya juga berharap kesepakatan dengan kepala daerah masing-masing”


Zio selanjutnya menjelaskan secara detail program kerjanya didepan bapak presiden, selama Zio menjelaskan, terlihat ekspresi bapak presiden yang terlihat senang, semua penjelasan Zio sangat mudah diterima oleh nalar dan masuk akal.


“..tapi semuanya ada biayanya bapak presiden!” kata – kata pamungkas Zio keluar.


“...hahaha...wani piro!” kakek Tendri pun spontan berucap.


Bapak presiden yang sudah sangat paham terkait hal ini tidak ingin kehilangan momentum.


“..saya bisa memberikan jaminan pembayaran dimuka, karena semua poin ini masuk  kedalam program pemulihan bumi, bahkan bank dunia juga akan memberikan sponsor pada negara negara berkembang seperti kita”


“..selain itu saya akan memerintahkan mentri keuangan, agar segala hal terkait perpajakan usaha Zio akan dibebaskan selamanya!”


“..tidak hanya itu, previllage Zio beserta kerabat akan didaftarkan sebagai TOP classified dunia, artinya bebas keluar masuk negara manapun diseluruh dunia tanpa ada pemeriksaan imigrasi diseluruh belahan dunia manapun


layaknya kepala negara statusnya!”


Setelah merangkum isi pembicaraan yang berlangsung hampir tiga jam dan diakhiri dengan kesepakatan bersama terkait nilai kontrak komersial yang akan Zio dapatkan, kakek Tendri dan presiden negara ini masuk kedalam mobil.


Zio telah menonaktifkan formasi pertahanannya.


Tiba – tiba terjadi kegaduhan di pintu masuk TPA, banyak protokoler paspampres yang terlihat kebingungan mencari sosok yang mereka mesti kawal setiap saat. Tracker mereka mengatakan signal terakhir berada di lokasi

__ADS_1


TPA.


Setelah melihat lambaian tangan dari dalam sedan mewah yang keluar dari arah tempat usaha kakek Misran, akhirnya semua tim paspampres yang bertugas segera mengikuti sedan mewah tersebut keluar dari area TPA.


__ADS_2