Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
LEDEKAN


__ADS_3

Zio kini sudah dihadapkan dengan para ketua sekte serta tetua akademi sekte Teratai Hitam didalam ruangan


pertemuan sekte.


“...tidak terasa sudah dua bulan kamu mengembara Zio!” ucap ketua sekte ketika melihat wajah Zio kembali ada didalam sekte teratai Hitam.


“..benar itu ketua sekte, pikir saya malah baru dua minggu Zio meninggalkan Sekte!” respon tetua akademi yang


lainnya.


Perbincangan santai mengalir begitu saja, perbincangan yang lebih pada komunikasi satu arah Zio menceritakan


perjalanannya selama berada diluar sekte.


Ekpresi kagum, takjub dan tidak habis pikir dari semua yang hadir didalam ruangan, bukan hanya karena cerita


yang dibagikan melainkan karena Zio memberikan hadiah oleh-oleh berupa sumber daya tetesan air stalaktit Gua Nirwana yang telah dimasukkan kedalam botol berisi 10 mililiter masing-masing.


“..ii-ini apakah benar?!” tanya ketua sekte ketika melihat botol unik mirip tabung kimia dan telah dibagikan kepada semua yang hadir diruangan pertemuan.


Aura energi yang luar biasa bisa mereka deteksi ketika tabung kecil berisi 10ml tetesan stalaktit gua nirwana itu ada digenggaman masing-masing.


“..benar ketua, silahkan dikonsumsi dan pastinya manfaatnya di masing-masing individu, khasiatnya akan beragam tingkatan kenaikan ranahnya, tentunya sesuai bakat yang dimiliki” jawab Zio menyakinkan.


“..hadiah yang sungguh tidak ternilai ini Zio!” jawab ketua sekte.


“..bukan hal yang besar bagi saya ketua sekte, jadi jangan sungkan!” jawab Zio masih terlihat kalem dengan posisinya duduk.


Bisik-bisik antara tetua semakin ramai terdengar ketika mereka menerima tabung berisi air stalaktit dari gua  Nirwana yang hanya bisa ditemui di alam Langit.


Ekspresi kegembiraan serta keinginnan buru-buru untuk berkultivasi dengan pemberian dari Zio barusan, tentu membuat semuanya tidak fokus dengan tujuan awal diadakannya pertemuan.


“..tenang saja ketua sekte, serahkan saja masalah ritual iblis kuno malam ini padaku, ketua dan tetua sekte silahkan saja menyerap khasiat air stalaktit yang telah diberikan” ucap Zio menyakinkan ketua sekte.


“..haisssshhh, yaa sudahlah, jika kamu bersikeras, pesanku, berhati-hatilah dengan kekuatan yang akan  mendatangi gunung keenam, karena aku sendiri tidak memiliki ingatan yang jelas terkait sosok yang mendatangi kami” jawab ketua sekte.


“..tapi enaak kan ketua!” canda Zio pada ketua sekte.


  “..kamu!!” ketua sekte yang sekarang memiliki penampilan mirip wanita berumur 30 tahunan terlihat memerah pipinya.


“..hahahaha...” Zio langsung tertawa puas ketika berhasil meledek ketua sekte.


Hanya Zio yang bisa meledek ketua sekte seperti layaknya kawan main, tetua yang lainnya tidak ada yang berani.


“..udaah... lepaskan saja itu ekspresi kalian, tertawa yang lepaas” kata Zio membuly para tetua yang lainnya.


“..bwakakkaakk...bwahahahaha” dan benar saja, para tetua akademi langsung meledak tawa mereka karena ingat


kejadian yang telah lampau serta melihat ekpresi ketua sekte yang tengah diledekin Zio.


“..kk-kalian! Awas saja!” ancam ketua sekte.


Suasana ruangan pertemuan sekte langsung hening. Para tetua yang tadinya tertawa lebar langsung menutup  mulut mereka masing-masing.


“..yaa sudah, Zio, terima kasih oleh-olehnya, kamu boleh meninggalkan ruangan pertemuan!” usir ketua sekte dengan halus dan sopan intonasinya.


“..kalian para tetua, harap tinggal!” ucap tegas ketua sekte.

__ADS_1


“..bwahahahaha” Zio masih tertawa sambil berlalu meninggalkan ruangan sekte, entah hukuman macam apa yang bakalan para tetua akademi dapatkan setelah Zio meninggalkan ruangan pertemuan.


Zio berjalan dengan santai dari ruangan pertemuan sekte menuju kediamannya di bagian murid inti sekarang.


Sepanjang perjalanan, Zio terlihat menyapa dengan sekedar melempar senyuman kepada murid murid inti yang


dia temui.


Hampir 90% murid inti sudah pernah dilihat oleh Zio tubuh polosan mereka, jadi ketika mereka berpapasan  banyak yang langsung malu-malu menanggapi senyuman Zio.


“..masih ada waktu nanti malam, sebaiknya aku membersihkan diri kemudian menikmati teh di sore hari sambil


membaca komik Sinchan lagi!” gumam Zio merencanakan aktivitasnya.


Setelah bersih-bersih badan, Zio yang terlihat berganti pakaian dengan hanya menggunakan kaos dan celana


santainya, kini terlihat berada dibelakang kediamannya.


Zio membuat ayunan pohon yang terbuat dari jala-jala bujur sangkar 4x4m2, kemudian dirinya memposisikan diri rebahan sambil membaca buku komik kesukaannya.


Terlihat raut wajah cekikikan Zio ketika melihat sketsa gambar komik yang disukainya menceritakan suatu hal yang lucu.


“..suami!” tiba-tiba suara JinMu terdengar didalam pikirannya.


“..aku ingin keluar sebentar, bosan didunia jiwa terus!” ungkap JinMu meminta dengan manja.


{swosshh}


Gerbang dunia Jiwa terbuka, muncullah sosok JinMu dengan menggunakan kaos denim dengan konsep kancing yang terbuka dua buah dibagian atasnya, kemudian bawahannya JInMu mengkombinasikan dengan menggunakan jeans biru berkonsep hotpants.


Pohon pinus menjulang tinggi disekitar kediaman Zio, udara yang sejuk disertai kabut tipis sore hari


terlihat menambah keromantisan tersendiri.


{happp}


JinMu segera melompat keatas rebahan jaring – jaring yang memang dikonsep oleh Zio bisa menampung dua orang.


Satu tangan JinMu terlihat membentuk sudut siku dengan bertumpu pada bantal disamping kepala Zio, sementara muka JinMu sendiri persis berada didepan muka Zio, dari sudut pandang Zio saat ini, belahan melon 36FF itu terlihat semakin memberontak ingin keluar dari kaos milik JinMu akibat aksi kedua tangan JinMu yang  menekannya.


“..ada apa?” Zio bertanya dengan kalem sambil pandangannya tidak lepas kearah bongkahan melon 36FF yang nyembul persis didepannya.


“..pengeeen! yuk...” jawab manja JinMu sambil menggoyang-goyangkan melon 36FF nya.


Salah satu dampak dari pemilik energi Ying Dewi sejati setelah melakukan cocok tanam dengan tubuh spesial seperti milik Zio adalah keinginan bercocok tanam yang melonjak tinggi ketika tanggal bulan purnama.


Zio yang menyadarinya segera menggerakkan tangannya membuat formasi perlindungan kedap suara dan  pemantulan cahaya, formasi agar pihak luar tidak bisa melihat aktivitas yang akan Zio dan Jinmu lakukan,


namun mereka berdua bisa melihat pemandangan yang ada diluar mereka. One Way Glass!


Jinmu segera melepas semua atribut pakaiannya, jaring jaring yang lentur tidak membuat keseimbangannya


terganggu.


{plukkk}


Jinmu melempar pakaian atasnya begitu saja, hingga kini terlihat dua bongkahan melon 36FF itu terlihat bebas,

__ADS_1


sekel, mengkel, buled, kenceng.


Rambut panjang Jinmu terlihat mulai diikat dengan menggunakan ikatan rambut, gerakan mengikat rambutnya dibuat slow motion, semakin mempertontonkan dua bongkahan melon 36FF nya dengan sempurna dalam aksinya.


Setelah selesai mengikat rambut panjangnya, Jinmu segera melepaskan hotpans miliknya dengan perlahan,  tangannya yang usil terlihat menggoda, dengan begitu pelan JinMu menurunkan hotspantsnya.


Zio masih dalam keadaan berbaring diatas jala-jala yang sama, sedari tadi hanya memperhatikan gerakan-gerakan mesum JinMu yang sedang menggodanya.


Dari dalam celana boxer Zio sendiri, sudah mulai menunjukkan reaksi dengan adanya tenda pramuka yang terlihat sudah sempurna berdiri dipertontonkan.


{plukkk}


JinMu kembali melemparkan hotpants miliknya kemuka Zio.


Zio yang digoda hanya menanggapi dengan menepikan hotpans milik JinMu.


Kini JinMu sudah polosan, dengan melenggak-lenggok diatas jaring jala-jala yang terlihat bergerak – gerak, JinMu


mulai membuat gerakan layaknya penari tiang. Keseimbangan yang sungguh luar biasa.


“...aku buka yaa suami!” ucap JinMu sambil melepaskan kaos oblong Zio.


Terlihat bagian dada dan perut bidang Zio mempertontonkan otot-otot yang begitu kokoh.


JinMu terlihat mulai meraba seluruh tubuh bagian atas Zio dengan perlahan menggunakan telunjuk jari dan kecupan bibirnya.


Dimulai dari kecupan pelan dibibir Zio, kemudian berlanjut turun hingga keatas perut sixpack Zio, JinMu


melakukan semuanya dengan perlahan dan penuh penghayatan.


Zio sendiri yang merasakan ada belaian lembut menyentuh kulit dibagian dada bidangnya, terlihat Zio begitu


menikmati, karena tidak hanya dari ujung telunjuk jari JinMu saja yang direspon oleh tubuhnya, melainkan dari goresan puncak berwarna gelap dari dua bongkahan melon 36FF yang sudah mengeras itupun memberikan sentuhan yang membuat diri Zio dimabuk kepayang.


Lain dengan Zio, JinMu yang meraba – raba dada bidang Zio dengan cara menggesek-gesekkan dua bongkahan


melon 36FF nya, kini JinMu merasakan gua kenikmatannya terlihat sudah mulai mengeluarkan cairan lengket dan bening.


Lelehan cairan bening itu kini menempel dibagian paha Zio yang terlihat sudah mengkilap karena polesan cairan


bening milik JinMu saat gua miliknya digesek gesekkan maju mundur.


“..uppsss”


“..habis suami juga siih...”


“..terlalu...eummmhhhhhh” ucap JinMu sambil menggigit bibir bawahnya.


Kulit itu kini bertemu kulit dan bulu itu bertemu dengan bulu.


Aktivitas yang berlangsung sore hari dengan kondisi pemandangan one way glass berlatar belakang  pemandangan hutan pinus itu terlihat semakin menambah energi kultivasi mereka berdua.


Murid dalam dan murid inti yang berlalu lalangpun tidak ada yang mengetahui jikalau didepan mereka sedang


berlangsung adegan dewasa yang penuh dengan fluktuasi energi Yin dan Yang.


Jika mereka menyadari hanya dengan duduk kemudian berkultivasi didekat aktivitas bercocok tanam Zio dan JinMu bisa membuat mereka naik ranah kultivasi pastinya akan ada loket antrian.

__ADS_1


__ADS_2