Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
RAMAI


__ADS_3

Keramaian terjadi dipagi buta didepan rumah tinggal Zio. Ratusan wanita muda usia terlihat berbaris rapi dengan  panjang antrian mencapai ratusan meter mengular hingga keluar halaman, mereka semua menunggu yang punya rumah untuk membuka pintu rumahnya.


Zio sendiri merasa masih santai saja, sementara semua murid luar yang tinggal serumah dengan dirinya terlihat  mulai kebakaran jenggot.


Bagaimana tidak emosi, pasangan kultivasi ganda mereka ternyata juga ikut didalam antrian.


Ternyata tanpa Zio sadari, semua wanita yang masuk kedalam akademi sekte teratai hitam hampir 90% memiliki unsur api sebagai elemen pendukung kultivasi mereka.


 Berita mulut ke mulut yang disebarkan oleh Mei Lin membuat kehebohan tersendiri.


%%%


Disebuah ruangan pertemuan sekte pagi itu, terlihat beberapa tetua akademi berkumpul.


“..Ketua apakah ketua sudah mengetahui kehebohan pagi ini?”


“..yaa..yaaa..tolong ceritakan sejelas-jelasnya tetua ” ucap ketua sekte harian bertanya.


“..salah satu murid luar bernama Zio Tian membuka jasa pembukaan titik nadi meredian, dan satu murid perempuan sudah membuktikannya, murid itu kini mencapai ranah raja*2 hanya dengan teknik yang diterapkan pada tubuhnya..”


“..apaaa!! bagaimana bisa” ketua harian akademi terlihat terkejut dengan berita yang disampaikan.


“..benar ketua, murid itu sendiri memang beberapa tahun sejak terdaftar menjadi murid luar mengalami hambatan kenaikan..”


“..heummnnn... menarik ini” gumam ketua harian akademi.


“..kalian awasi saja perkembangannya, sebab kita tidak bisa bersikap lebih jauh, mengingat sekte ini memiliki dua cara untuk berkultivasi dan sepanjang aktivitasnya tidak berdampak bagi sekte maka biarkan saja!” jawab ketua harian memberikan pesan kepada tetua yang lain.


“..baik ketua” kompak semua tetua yang hadir menjawab


%%%%


{dok...dok.. dok...dok..}


Suara gedoran pintu kamar Zio terdengar keras terdengar.


“..ziooo!!”


“..banguuun!!”


“..itu diluar semua sudah pada nungguin ituu!!”


Zio yang terlihat santai mendengarkan headset sambil membaca komik lanjutannya terlihat tidak berpengaruh.


{ceklek.. ceklek.. ceklek..}


Beberapa kawan satu atapnya terlihat emosi memainkan handle pintu kamarnya.


Melihat handle pintu kamarnya bergerak gerak, Zio segera menghilangkan headset miliknya dan merapikan buku komiknya.


{krieeet}


Pintu kamar Zio terbuka dari arah dalam.


“..ada apa!” Zio mengeluarkan kepalanya menyapa kawan satu atapnya.


“..ada apa , ada apa?..tuh liat tuuh diluar!”

__ADS_1


“..iyaaa, lihat tuuh, semuanya pada nungguin kamu!”


“..dari sejak belum ada matahari mereka sudah antri diluaran sana!”


Berbagai komentar dari kawan satu atapnya terdengar beruntun tanpa jeda sama sekali.


“..eeeh, benarkah?” tanya Zio kemudian memastikan.


Zio berjalan dengan santai menuju kearah luar pintu.


“..horeee!!! Zio sudah siap!!”


Teriakan gembira layaknya para fans melihat artis idola mereka terdengar riuh membuat keramaian tersendiri.


“..eeeeh..” Zio benar-benar dibuat takjub melihat antrian yang sudah mengular panjang didepan rumah tempat tinggalnya.


Segera Zio memperlihatkan batang hidungnya didepan rumah.


“..semua Tenaang, tolong dipersiapkan ongkos yang sudah diinformasikan, dan dalam satu kali masuk langsung 10 orang!” seru Zio dengan suara yang dialiri energi Qi membuat semua wanita yang antri bisa mendengarkannya.


“..waah sekali masuk langsung 10”


“..iyaa benar, luar biasa!”


“..apakah aku akan menunjukkan tubuh polosku pada Zio nantinya!”


“..waah, membayangkan adegan keroyokan kenapa jadi merinding gatal yaa lubang surgawikuu”


Beberapa komentar mulai terdengar dengan suara berbisik – bisik namun masih bisa Zio tangkap dengan menggunakan pendengaran tingkat dewa miliknya.


“..baiklah, kita bisa memulainya sekarang! 10 antrian pertama silahkan masuk!” ucap Zio memerintahkan barisan antrian untuk masuk 10 orang pertama.


Ada raut wajah kecemburuan dan tidak sukaan kawan-kawan satu atap Zio ketika melihat Zio masuk kedalam rumah, langsung diikuti dari belakangnya 10 wanita muda yang sedang mekar-mekarnya energi Yin nya.


{ceklekk...Kriiieett}


“..masuklah, dan segera posisikan diri kalian semua terlentang menghadap kelangit kamar dengan pakaian yang terbuka tanpa ada yang menghalangi tubuh kalian semua!” ucap Zio


“..tapi sebelum itu, letakkan dulu ongksonya pengobatannya didalam keranjang dipojokan itu” Zio menambahkan.


Kesepuluh wanita muda itu langsung mematuhi yang sudah Zio arahkan. Beberapa dari mereka dibuat takjub dengan kondisi didalam ruangan kamar milik Zio. Ruangan paling ujung itu terlihat luas sekali, saking luasnya


ruangan bisa menampung hingga 20 orang.


Mereka semua tidak mengetahui jikalau Zio menggunakan pemahaman hukum ruang miliknya untuk melebarkan ruangan kamarnya meski terlihat dari luar ukurannya sama dengan ukuran kamar yang lainnya.


Sekarang didepan Zio sudah terlihat 10 wanita muda polosan tanpa mengenakan kain penutup tubuh mereka dalam keadaan terlentang menunggu tindakan yang akan Zio lakukan.


Beberapa orang sudah terlihat lelehan cairan transparan namun pekat dilipatan pangkal paha mereka, mungkin mereka sedang berfantasi dengan pikiran mesum gengbeng mereka masing-masing.


{tap}..{tap}..{tap}..{tap}..


Rentetan totokan langsung ditujukan pada 10 tubuh wanita muda polosan yang pandangan mereka masih kearah langit-langit kamar Zio.


“..ooohhhh....aaahhh....eummmmnnn” bermacam-macam reaksi cabul tak tertahankan keluar begitu saja dari mulut kesepuluhnya secara bersamaan tanpa bisa dihentikan oleh mereka.


Totokan pertama yang memang Zio arahkan diatas persis lubang surgawi mereka masing-masing. Sentuhan yang langsung direspon dengan gila oleh tubuh mereka semua.

__ADS_1


{tap}..{tap}..{tap}..{tap}..


Totokan lagi dilakukan oleh Zio secara hampir bersamaan mengarah kepada kedua pangkal paha kiri dan kanan dari kesepuluh wanita muda yang menjadi pasiennya.


“..eummmhhh....ooohhhh....aaahhh” kembali bermacam-macam reaksi cabul tak tertahankan keluar begitu saja dari mulut kesepuluhnya secara bersamaan.


Beberapa orang ada yang sudah sampai mengeluarkan pancuran air bening secara besar-besaran ketika totokan pangkal paha dilakukan. Beberapa wanita muda yang lainnya tubuhnya bergetar hebat tidak bisa lagi  dikendalikan.


Mereka merasakan melayang tinggi dan tidak mau kembali ke daratan.


Kesepuluh wanita muda itu terlihat berteriak cabul, mengerang penuh kenikmatan tiada tara secara terus menerus, hingga beberapa puluh menit lamanya, sampai terdengar..


{duaaar... duaaar... duaaar... duaaar... duaaar...}


Rentetan ledakan dari dalam tubuh mereka terdengar hampir bersamaan, semuanya mendapatkan peningkatan ranah kultivasi, ada yang hanya satu kali ada yang langsung dua kali paling banyak.


Kesepuluh wanita muda itu kini terlihat terkulai lemas dan tidak memiliki tenaga untuk berdiri. Padahal Zio hanya menggunakan kemampuan totok jarinya saja.


Terlihat wajah-wajah sumringah mereka dalam ketidaksadaran mereka, pingsan!!,


Reaksi yang sungguh membahagiakan sekaligus mengenakkan, karena pengobatan super nikmat yang Zio lakukan berhasil menerobos kemacetan ranah kultivasi yang mereka alami selama ini.


Diluar kamar, antrian pasien berikutnya terlihat dibuat panas dingin.


Zio memang sengaja tidak meredam suara erangan cabul keenakan kesepuluh pasiennya agar yang ada diluar bisa mulai membayangkan sendiri-sendiri apa yang terjadi didalam ruangannya.


“..apakah Zio sehebat itu,..”


“..iya.. 10 orang lho ini... semua dibuat keenakan tanpa berhenti”


“..luar biasa memang Zio...jadi gatal lubang milikku!”


Beberapa pasien antrian berikutnya terlihat mulai berpikir liar tentang apa yang sedang terjadi didalam ruangan pengobatan.


Zio sendiri ketika melihat semuanya sudah terkulai lemas, segera menghisap energi Yin yang telah dilepaskan oleh para wanita muda sedang pingsan.


Meski jumlah energi Yin yang dilepaskan mereka semua tidak bisa menaikkan tingkat kultivasinya, sangat disayangkan jika dibiarkan terurai menguap begitu saja.


Zio menempatkan kesepuluh wanita yang masih terkulai lemas tanpa busana keatas kasur lebar, tidak ada selimut yang menutupi badan mereka semuanya. Tubuh mereka dibiarkan terlengtang polosan begitu saja.


{krieet}


Pintu kamar Zio terbuka, dan Zio langsung memanggil 10 lagi pasien yang baru.


10 wanita muda yang mayoritas berasal dari  murid luar itu terlihat antusias untuk masuk kedalam ruangan kamar Zio.


“..ii-inii!”


‘’..bagaimana bisa mereka semua terkulai lemas hingga pingsan begitu!”


“..iyaa, ternyata teriakan tadi memang bukan rekayasa!”


Bisik – bisik antara kesepuluh pasien baru Zio terdengar hingga ketelinganya. Zio hanya tersenyum saja dengan pikiran liar mereka.


“..kalian sudah tahu aturannya bukan, silahkan letakkan kantong batu roh nya sebagai bayaran disebelah sana” ucap Zio sambil mengarahkan telunjuk jarinya mengarah pada keranjang yang memang terdapat tumpukan  kantong berisi batu roh tingkat menengah dari 10 pasien sebelumnya.


“..jika sudah silahkan segera tanggalkan baju kalian semua, tanpa ada lagi yang menghalangi satu lembarpun, dan posisikan tidur menghadap ke langit – langit kamarku” ucap Zio menjelaskan.

__ADS_1


Tidak ada yang memprotes aturan yang Zio terapkan, semuanya patuh dan langsung memposisikan diri mereka masing masing.


Lagi 10 wanita muda polosan tanpa sehelai benangpun menutupi area pribadi mereka terlihat terlentang didepan Zio.


__ADS_2