Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
BAB 6 - BIROKRASI


__ADS_3

“..gimana Zio? Apakah kamu capek hari ini?” sapa kakek Misran pada Zio yang terlihat sedang menyeka keringat dengan menggunakan handuk kecil.


“..eh kakek, biasa saja kek, namanya juga bekerja, dibawa senyum saja” jawab Zio.


Sore itu, saat matahari terlihat sudah memerah, kondisi TPA juga terlihat sangat penuh dengan kendaraan yang sudah mulai memasuki wilayah TPA. Saat malam hari kebanyakan diisi oleh kendaraan kendaraan dari kota besar


sebelah.


Kota besar disebelah dan Kota dimana TPA ini berada memang sudah ada kontrak kerjasama dengan pembayaran bulanan hingga tahunan tergantung pelayanan yang sedang berjalan.


Jumlah sampah yang ada di TPA saat ini jika dihitung hitung sudah 10 milyar ton sampah sejak berdirinya TPA hingga saat ini.


“..yaa sudah, sana kamu segera mandi bersih bersih, malam ini kita makan di angkringan seberang pintu masuk saja”


“..sekalian, kita menikmati hidup sebentar” ujar kakek Misran.


“..baik kek, Zio ngikut saja!”


Aktivitas bersih bersih Zio tidaklah lama, namun bersih. Sosok ketampanan Zio saat ini jika diibaratkan K-pop lebih mirip dengan Hamada Asashi, member Treasure. Perawakan tinggi 195cm dengan badan yang atletis, kulit putih


bersih, tidak jarang banyak ABG komplek disekitar TPA yang sering datang ke tempat usaha kakek Misran hanya  sekedar ingin tambah angin motor mereka.


Kawasan TPA sendiri dibagi dalam 3 Zona, pertama Zona awal, disinilah terdapat komplek pemukiman dan pintu masuk TPA yang setiap hari dumptruk pembawa muatan sampah keluar masuk. Kedua Zona antrian, dalam zona antrian ini tidak terdapat sama sekali pemukiman warga, hanya lokasi luas tempat parkir kendaraan alat  berat serta dumptruk yang penuh berisi muatan sampah menunggu antrian untuk membuang sampah. Ketiga Zona Inti, dimana Zona inilah terdapat alat alat berat pengeruk sampah yang bertugas untuk meratakan dan membuat leveling dari gunungan sampah agar tidak longsor ke zona yang lainnya.


“..disini kek tempatnya?” tanya Zio


“..hemm” kakek Misran hanya berbicara singkat sambil menganggukkan kepalanya saja.


Warung angkringan sendiri adalah semacam warung makan yang menggunakan gerobak kayu dan ditutupi dengan terpal yang banyak terdapat di Jogja, Klaten, Solo dan sekitarnya. Namun, sekarang hampir merata di daerah jawa pasti ada warung angkringan.


Seperti yang ada didepan TPA saat ini, warung angkringan rame dengan pengunjung, warung yang hanya buka dimalam hari selepas adzan magrib itu jam kerjanya hingga dagangannya habis. Kadang jam 1 dini hari mereka


baru nutup warung.


“..silahkan dipesan kek, mas!” sapa pelayan warung angkringan pada Zio dan kakek Misran.


Setelah pelayan mencatat semua pesanan mereka berdua, pelayan itu undur diri.


“..kakek sering makan disini?” tanya Zio


“..dulu kakek sering makan disini, makanya mereka kenal semua sama kakek, sejak kakek sakit sudah jarang kesini” jawab kakek Misran sambil mengedarkan pandangannya.


Tidak lama pesanan Zio dan kakek Misran datang, mereka berdua menikmati makanan yang mereka pesan sambil sesekali berdiskusi tentang rasa masakan.


{brakkkk}


Tiba tiba terjadi kecelakaan dijalanan depan warung angkringan.


Sebuah mobil dumptruk pembawa muatan sampah menabrak mobil pribadi yang keliatannya tidak menyadari mobil dumptruk yang sedang berbelok untuk masuk kedalam wilayah TPA. Hal ini bisa terlihat dengan kondisi mobil yang berada dibagian samping dumptruk muatan sampah. Nyungsep!

__ADS_1


Zio yang tanggap dengan keadaan langsung pergi kearah korban kecelakaan tersebut.


{Bammmmm}


Zio menarik kuat pintu mobil yang terlihat sudah tidak bisa bergerak karena efek tabrakan. Terlihat posisi pengemudi kakinya terkepit kemudian dahinya menabrak dashboard mobilnya, muncul darah!


Dengan perlahan Zio mengeluarkan sang pengemudi dari dalam mobil menjauh dari lokasi terjadinya kecelakaan, instingnya mengatakan bahaya ledakan!


“..kalian semua segera menyingkir! Mobil ini akan meledak sebentar lagi!” teriakan Zio terdengar jelas disemua orang yang mengerubungi.


“..kyaaaa” teriakan orang orang berlarian menjauh dari lokasi kejadian.


Ternyata Zio melihat ujung mobil bagian depan menabrak tangki bahan bakar dari dumptruk yang berada disebelah samping. Percikan api dari Accumulator mobil sebagai pemicu terjadinya kebakaran.


{duarrrr}


{duarrrr}


Dan benar saja, ledakan besar terjadi. Mobil pribadi yang nyungsep dibadan dumptruk itu meledak dan terbakar dengan hebatnya. Dumptruk sendiri juga mengalami kondisi yang sama akibat ledakan mobil pribadi. Dumptruk bermuatan sampah itu ikut terbakar.


“..fiuuuhhhh huuu”


Hembusan  nafas para pengamat jalanan terdengar kasar ditelinga Zio.


“..untung saja aku segera mengeluarkan pengemudinya, jika tidak bisa bisa pengemudi ini mati dalam kobaran api mobilnya sendiri!” gumam Zio


“..kakek!”


“..gimana Zio keadaan pengemudinya?”


Pengemudi seorang laki laki paruh baya, kondisi keningnya bocor, kakinya terlihat patah dibagian engsel pergelangan dikarenakan efek tabrakan.


“..tolong panggilkan ambulance!” ujar kakek Misran pada orang- orang yang masih mengerubungi korban kecelakaan.


Satpam TPA yang juga melihat kejadian segera menggunakan radio komunikasi miliknya untuk menghubungi pihak kepolisian setempat dan langsung bersamaan dengan pihak rumah sakit yang bekerjasama dengan TPA.


{ngiuuung... ngiuuung... ngiuuung... ngiuuung...}


Tidak seberapa lama, DAMKAR, pihak kepolisian dan Ambulance terdengar saling saut sautan sirine. Jalanan ditutup dan kemacetan mengular hingga puluhan kilometer. Kepolisian melakukan rekayasa lalulintas terkait hal ini.


Sebelum ambulance datang, Zio sudah melakukan pengobatan pada tubuh sang pengemudi mobil pribadi, dikarenakan ada sumbatan dikapiler jantungnya, kemungkinan kecelakaan terjadi karena dirinya mengalami penyumbatan jantung saat mengemudi, hingga dirinya tidak bisa lagi menguasai keadaan.


“..minggir..tolong kasih jalan..” petugas medik terlihat mulai membelah kerumunan.


“..siapa yang bisa menjelaskan kejadiannya?”


“..saya dokter, nama saya Zio, korban kecelakaan keliatannya mengalami penyumbatan kapiler jantung, sehingga dirinya tidak bisa menguasai keadaan saat mengemudi, sehingga mobil meluncur dengan kecepatan tinggi tanpa


bisa di kendalikan oleh sang pengemudi yang telah hilang kesadarannya” ujar Zio.

__ADS_1


“cih,.. anak muda..”


“..tau apa kamu masalah penyumbatan kapiler jantung!”


“..sudahlah jangan menghayal!”


“..biar kami medik yang mengurusi korban!” jawab petugas jaga yang berada didalam ambulance.


Kakek Misran yang mendengar dengusan sang petugas itu segera mendatangi petugas jaga ambulance.


“..heh, apa yang dibilang cucu ku ini benar adanya!”


“..jika bukan karena cucuku, pengemudi ini sudah hangus terbakar disana!”


“..iyaa benar!” teriakan para orang yang mengerumuni korban.


“....huuuuuu” sorakan demi sorakan terdengar membahana.


Petugas jaga ambulance yang kalah suara terlihat langsung pucat pasi. Dirinya langsung memerintahkan pegawai yang lain untuk segera menaikkan korban keatas ranjang pasien darurat dan segera membawa ke rumah sakit


yang terkait.


Selang oksigen dan infus telah terpasang pada tubuh korban kecelakaan yang kini berada didalam ambulance. Korban kecelakaan segera dibawa kerumah sakit terkait dengan pembukaan jalan oleh pihak kepolisian.


Sementara petugas DAMKAR masih berusaha untuk memadamkan api akibat ledakan dua buah unit kendaraan yang saat ini masih berada ditengah jalan.


“..disini siapa yang bisa menjadi saksi mata kejadian? Silahkan ikut kami kekantor” tanya pihak kepolisian.


Warga yang hadir segera mundur teratur, tidak ada yang mau menjadi saksi mata pelaporan.


“..biar saya saja pak, nama saya Zio”


“..saya kakeknya akan menemani!”


Setelah Zio dan kakek Misran ikut dengan mobil pihak kepolisian, suasana berangsur sepi. Kondisi dua mobil masih berada ditengah jalan, sementara lalu lintas bergerak pelan dengan konsep rekayasa lalulintas.


Jam dinding menunjukkan pukul 22:30 Zio dan kakek Misran telah kembali.


“..huuufft..capeknya” kata Zio.


“..kesel bener sama petugas polisinya, kita sudah menjelaskan kejadian dengan benar, mereka malah menuduh kita mengarang cerita, sudahlah, kedepan jangan lagi mau jadi saksi mata, bikin ribet urusan saja!” kakek Misran


terlihat kesal dengan keadaan mereka didalam kantor kepolisian tadi.


“..sabar kek, namanya juga mereka menjalan tugas”


“..kalau kita tidak membantu siap lagi yang mau kek, sementara warga yang berkerumun tidak ada yang mau, malah semuanya mundur teratur!” jawab Zio


“..birokrasi negara ini memang harus dibetulkan” gumam Zio.

__ADS_1


__ADS_2