Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
TERBUKA


__ADS_3

{krieeett}


Pintu kamar Zio terbuka dari arah luar kamarnya.


Setelah melewati lorong rumah tinggalnya diikuti suara-suara sumbang yang terdengar mirip burung parkit lagi karaoke, keduanya terlihat sudah berada didalam kamar Zio.


“..ii-ini..bener kamar kamu!” Mei Lin begitu terkejut ketika menyadari kamar Zio begitu bersih dan rapi layaknya rumah mewah bangsawan kaya raya.


“..tidak usah terkejut!”


“..heummnn” anggukan kepala Mei Lin tanda setuju dengan permintaan Zio.


Beberapa saat keduanya terlihat diam, suasana terlihat sangat hening.


“..ini pertama kalinya aku melakukannya!” Mei Lin langsung berbicara membuka situasi yang terlihat canggung antara keduanya.


“..huuufff” Zio langsung mengeluarkan nafas kasarnya.


“..disini aku ingin menginformasikan, bahwasanya apa yang aku lakukan ini tidak serta merta harus melakukan hubungan badan!”


“..yang aku akan lakukan adalah melancarkan aliran energi didalam tubuhmu yang terlihat kacau karena kedewasaanmu tidak tersalurkan dengan benar, sehingga energi Ying terlihat menumpuk dan mengalami kekacauan didalam tubuhmu!” ucap Zio.


Mei Lin terlihat tersipu malu mendengar penjelasan Zio.


“..silahkan kamu tandatangani berkas yang ada diatas meja, baca dengan baik-baik, sebelum aktivitas pembukaan titik meredian dilakukan” ucap Zio mengarahkan selembar kertas putih dengan beberapa kalimat untuk Mei Lin baca dan tandatangani sebagai persetujuan aksi pengobatannya.


Didalam kerta tertulis bahwasanya Zio dibebaskan dari segala tanggung jawab terkait aksinya dalam melakukan pengobatan membuka titik meredian milik sang pasien.


Jika kedepan pasien melakukan gugatan atas tindakannya, maka basis kultivasinya akan langsung hilang bersama dengan jiwa miliknya.


Mei Lin yang melihat kalimat yang dicetak tebal langsung mengernyitkan dahinya. Memang selama dirinya membaca, didalam surat seperti ada kekuatan yang mengikat jiwa miliknya dalam kesepakatan hidup dan mati.


Karena tujuan Mei Lin adalah meningkatkan kultivasi, dirinya setuju dengan syarat yang dituangkan dalam surat persetujuan pasien.


Tidak lama kemudian Mei Lin sudah menandatangi surat tersebut dengan menggunakan cap jempol darah miliknya.


Seketika jiwanya serasa terikat dengan kertas perjanjian yang ada diatas meja.


“..mana!” Zio terlihat mengadahkan tangannya.


“..eh... harus ayar dimuka dulu kah?!” ujar Mei Lin bertanya.


“..tentu saja, aku tidak mau dirugikan, karena aku tebak dengan kondisimu saat ini pasti setelah berhasil akan segera melarikan diri” canda Zio pada Mei Lin untuk membuat cair suasana yang terlihat tegang.


{siuuut}


Dari kekosongan udara muncul kantong kulit renggang berlubang dengan isi 40 batu roh tingkat menengah.

__ADS_1


“..ini” ujar Mei Lin memberikan kepada Zio kantung berisi batu roh.


“..terima kasih” ucap Zio menerima dan langsung memasukkannya kedalam cincin penyimpanannya.


“..sekarang bukalah bajumu semua, dan berbaringlah di sofa pasien itu!” ucap Zio sambil menunjukkan sofa datar layaknya kasur namun hanya selebar tubuh wanita muda yang terlihat ragu dengan perintahnya.


“..apa aku harus menutup mataku?” tanya Zio kembali bertanya


“..**-tidak, aku sudah memutuskan, jadi aku harus profesional sebagai pasien bukan begitu?” ucap Mei Lin yang terlihat tidak lagi ragu mulai menanggalkan pakaiannya.


Tidak sampai dua menit Mei Lin sekarang sudah terlihat polos tanpa satu lembar pakaian yang melekat dibadannya.


Dengan berjalan lenggak lenggok mempertontonkan bemper bagian belakangnya yang terlihat kenyal naik turun Mei Lin menuju sofa datar yang sudah ditunjukkan oleh Zio.


Dengan posisinya berbaring menghadap keatas, kini Mei Lin terlihat pasrah layaknya pasien yang akan dilakukan operasi Cesar.


Tubuhnya yang putih mulus tak ada goresan sama sekali terlihat indah ditambah rimbunnya hutan lebat diarea lubang surgawinya membuat kesan eksotik tersendiri.


{tap...}


Tidak ingin berlama-lama dengan pemandangan yang ada didepannya Zio langsung melancarkan aksinya.


Dimulai dengan totokan diarea inti meredian, kemudian dilanjutkan dengan totokan di sekitar lipatan kedua paha, dilanjutkan lagi dengan totokan tepat diatas lubang surgawi atas bawah.


“..aaahh” tiba-tiba Mei Lin berteriak cabul mendesah ketika totokan mengenai bagian sensitif lubang surgawi yang tertutup hutan rimbun.


Zio yang melihat Mei Lin mendesah sambil menahan gairahnya hanya membiarkan saja.


{tap....}


Zio melanjutkan memberikan totokan dibagian gunung kembar yang terlihat berukuran 34B. Ujung puncak gunung terlihat sudah mulai mengeras, seluruh gembungan putih mulus gunung Mei Lin juga terlihat mulai mengeras.


“...aaahh..” kembali Mei Lin mendesah tak terkendali.


Zio kini terlihat mulai memegang kedua daun telinga Mei Lin dan mulai memberikan sentuhan sentuhannya.


“..oohhh...”


“...ak-akkuuuu keluaaarrr!” suara ******* Mei Lin terdengar begitu keras diiringi luncuran air terjun keatas yang keluar begitu saja dari lubang surgawi Mei Lin.


Badan Mei Lin terlihat bergetar begitu hebatnya.


{duarrrr}...{duarrrr}...


Terdengar dua kali ledakan didalam  tubuh Mei Lin. Naik Tingkat! Raja*2


Sirkulasi energi Yin mulai terlihat lancar berputar dari pusat meredian menuju kearah titik meredian terdekat. Unsur api mulai bereaksi dengan kenaikan ranah kultivasi Mei Lin.

__ADS_1


Dari aksi Zio barusan Mei Lin sukses membuka 8 titik meridian tersembunyi lainnya.


“..ini...aku naik tingkat!”


“..bagaimana bisa!”


Mei Lin terlihat begitu bergembira dengan aksi Zio barusan. Ada raut wajah tidak percayaan ada juga ekspresi gembira semuanya bercampur.


Mei Lin meloncat loncat kegirangan, dua gunung kembarnya terlihat berayun naik turun begitu indahnya, lelehan susu putih kental diarea ubang surgawinya juga terlihat berserakan diatas sofa pasien.


Zio hanya tersenyum melihat pemandangan didepannya.


“..eh....”tiba – tiba Mei Lin kembali tersadar dengan kegembiraanya.


“..maaf..” ucapnya ketika melihat sofa pasien terlihat kacau penuh dengan cairan Yin miliknya.


aura energi Yin yang pekat memenuhi ruangan pengobatan Zio, kemampuan melahapnya langsung bereaksi menghisap dengan rakus sampai tak tersisa.


“..disebelah sana adalah kamar mandi! Jika tidak ada lagi yang diperlukan kamu bisa membersihkan diri didalam kamar mandi itu!” ujar Zio mengarahkan.


Dengan riang gembira Mei Lin segera nyelonong masuk kedalam kamar mandi Zio.


“..waaah... ini sungguh indah!” ekspresi Mei Lin terlihat takjub dengan penataan isi kamar mandi Zio.


Zio hanya membiarkan saja Mei Lin, setelah melakukan pembersihan tempat pengobatan pasien, Zio lebih memilih untuk duduk disofa sambil membaca buku komik sinchan yang dibawanya dari Bumi.


Tidak lama, Mei Lin keluar dari kamar mandi Zio dengan masih terlihat basah rambutnya.


“..aku tadi minta cairan wangi yang ada gambarnya rambut dikamar mandi kamu!”


“..aku suka dengan bau wanginya!” ucapnya menambahi.


Tubuhnya yang polos sekarang tidak malu lagi didepan Zio. Dengan perlahan Mei Lin memakai bajunya sampai tubuhnya kembali tertutup oleh seragam murid luar sekte.


“..sesuai janji, tugasmu menyebarkan hasil yang telah kamu dapatkan hari ini ke 100 orang murid luar yang ada didalam akademi!” sahut Zio ketika melihat Mei Lin sudah mulai merapikan rambutnya.


 “..tentu saja jangan khawatir! Dengan hasil yang aku peroleh tentu aku tidak akan mengingkari


janjiku sebelumnya” ucap Mei Lin dengan terlihat tidak malu-malu lagi.


Setelah terlihat rapi, Mei Lin segera membuka pintu ruangan Zio dari arah dalam dan terlihat meninggalkan ruangan layaknya selebgram mesum selesai open beO.


Zio tidak bergeming dari aktivitasnya membaca komik sinchan yang terlihat sudah setengah buku dia habiskan.


Sementara diluar ruangan kini terlihat heboh ketika melihat Mei Lin keluar ruangan Zio dengan aura ranah raja *2 nya.


Berbagai bisik-bisik tetangga terdengar disepanjang perjalananya, namun Mei Lin tidak ambil pusing, toh dirinya masih perawan dan tidak melakukan cocok tanam seperti yang mereka semua sedang pikirkan selama menjalani pengobatan dengan Zio.

__ADS_1


Adapun teriakan kepuasan penuh kepasrahan yang dikeluarkannya adalah murni dari pelampiasan sisi  kedewasaan dirinya yang mungkin baru kali ini terlampiaskan.


Ketika mengingat kejadian memalukan itu pipi Mei Lin terlihat bersemu merah.


__ADS_2