
“..kami berenam adalah bagian dari klan Phoenix tuan, dan sampai saat ini, klan phoenix hanya tersisa kami
berenam!”
“..benar sekali tuan, seperti yang telah kami ceritakan tadi, ditubuh kami saat ini telah dibenamkan 6 bagian
terpisah dari token kristal langit yang telah dijaga oleh klan kami selama ratusan juta tahun lamanya secara turun temurun”
“..enam bagian ini harus diserahkan kepada pemilik sejatinya yang akan mendatangi kami berenam secara langsung dalam kondisi hidup dan mati!”
“..benar itu tuan kata saudara saya, begitulah pesan dari leluhur kami yang selalu kami jaga hingga saat ini!”
Keenam kultivator wanita dengan ranah kultivasi kaisar emas tingkat menengah menceritakan semua yang mereka jaga selama ini tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Badan polosan mereka saja sudah diperlihatkan kepada Zio, afa hiya, cerita leluhur mereka masih harus dijaga
didepan Zio, orang yang sudah membantu mereka berenam lepas dari pasukan keji dari kekaisaran Tang yang telah melenyapkan klan mereka dalam satu malam.
Beberapa saat lamanya Zio terlihat memegang dahinya, bukan karena apa, Zio yang duduk disebuah bongkahan
kayu besar, sedangkan keenam wanita duduk tepat didepan Zio, dengan posisi lebih rendah, karena mereka duduk beralaskan tanah dengan lutut mereka terangkat keatas.
Praktis, Zio dalam posisinya duduk, bisa melihat dengan jelas lorong antara kedua lutut mereka yang masih terbuka lebar, dan sesekali terlihat bulu bulu rindang itu melambai-lambai memangilnya.
“..tuan...tuan!!” tanya salah satu dari keenam kultivator wanita sambil melambai-lambaikan tangannya didepan
wajah Zio yang terlihat bengong.
“..eeh!!,...apa?!” ungkap Zio yang terkejut, ketika ada tangan salah satu wanita melambai – lambai didepan wajahnya membangunkan lamunannya.
“...tuan mesum iiihhh!!”
“..iyaaa, tuan mesuum!!”
“..besaaar!” ujar salah satu wanita yang melihat ada yang menggembung dan mengeras dibalik jubah Zio yang
duduk persis didepan mereka.
“..hihihihihihi...”
Keenam wanita yang melihat kemana arah bola mata Zio terlihat tertawa cekikikan setelah berkomentar.
“..iisshh..isshh kalian ini,..!”
Zio terlihat salah tingkah karena dikelilingi enam wanita yang semuanya berumur 18 tahun, belum lagi kondisi setengah badan mereka hanya menggunakan kain saja, sehingga bahu dan paha mulus mereka terlihat menggoda dirinya.
Beberapa waktu yang lalu Zio memberikan pil penyembuhan tingkat tinggi, keenam kultivator wanita itu langsung menyerap pil yang diberikan oleh Zio tanpa ragu, kini kulit mulus mereka sudah terlihat bebas dari segala luka sayatan dan tebasan.
Mereka bertujuh saat ini tengah berada dipinggiran hutan, yang berbatasan langsung dengan wilayah kekaisaran Tang.
Zio sengaja membuat formasi ilusi tingkat tinggi, formasi ilusi itu mengurung ratusan pasukan kekaisaran Tang
beserta jendral mereka, formasi yang bertujuan untuk menyamarkan aktivitas mereka yang sampai detik ini masih bercocok tanam sesama jenis tanpa ada berhenti sama sekali.
Zio dan keenamnya memilih meninggalkan lokasi dimana jendral dan pasukannya berada, karena enggan melihat
adegan mereka, dan sudah bisa dipastikan, jika mereka semua akan mati dengan sendirinya karena kelelahan tingkat tinggi.
“..kita mau kemana tuan?!” tanya salah satu dari keenam kultivator wanita yang terlihat berdiri didepan Zio.
“..kita ke tempat dimana klan kalian berada!” ujar Zio sambil menatap kearah jauh didepannya.
“..**-tapi tuan, klan kami sudah dihancurkan oleh pasukan kekaisaran Tang kemarin malam!”
“..benar tuan, kalo bisa tuan, tolong ajak kami berenam untuk mengembara bersama tuan!”
“..betul tuan, kami sudah tidak ada siapa-siapa lagi! Dan lagi, bukankah kita harusnya segera mencari tempat
untuk bercocok tanam bersama tuan?!”
“..benar itu tuan kata saudari kami, untuk mengeluarkan kepingan-kepingan yang ditanamkan didalam gua surgawi kami berenam! Tuan harus segera membuahi rahim kami berenam?” ujar wanita muda yang langsung terlihat memerah wajahnya menahan malu.
Wanita yang lain juga ikut menutupi muka mereka karena malu, mereka sudah mulai membayangkan gua surgawi
__ADS_1
mereka akan dimasuki naga perkasa milik Zio yang terlihat menggembung ketika melihat mereka berenam polosan tanpa sehelai benang, beberapa saat yang lalu.
“..eeh..itu-itu!..isssshhhh” Zio terlihat bingung harus bagaimana, karena dirinya mesti berbicara dulu dengan
JinMu sebelum melakukannya, sedangkan JinMu sekarang masih berada dalam ruangan kultivasi khusus miliknya didalam dunia jiwa.
“..kita akan ke klan kalian dulu, apa kalian tidak ingin menguburkan dengan layak patriak dan tetua klan kalian?!”
“..dan ini, gunakanlah cincin ruang, segera kalian masukkan jasad anggota klan kalian yang telah terbunuh oleh
pasukan kekaisaran Tang, nantinya kuburkan dengan layak dihalaman klan!” perintah Zio sambil mengadakan cincing ruang yang terlihat sudah melayang didepan mereka berenam.
“..terima kasih tuan!” kompak mereka berenam mengambil cincin ruang dan segera mengaktifkan syarat kepemilikannya.
{siuuut}
Dengan sekali ayunan 2 jasad tetua dan 2 jasad kakak laki-laki anggota klan mereka dimasukkan kedalam salah
satu cincin ruang.
“..tapi tuan,..” jeda salah satu wanita kembali.
“...apalagiii?!!!#! “ Zio terlihat kesal sendiri, rasanya seperti memiliki anak kecil dengan adanya enam wanita dibelakangnya.
“..aanu tuan,,, apa tidak sebaiknya tuan memberikan kami pakaian layak!” tanya wanita yang tadi bertanya.
“..eh,iyaa...hehehehe..lupa!” ujar Zio yang kali ini terlihat cengar cengir kelupaan.
{slaaappp}
Dengan sekali kibasan tangan zio langsung menghilangkan kain penutup tubuh keenamnya.
“..iiih...!!!”
“...tuuh kan tuan mesum!!” ucap salah satu wanita yang melihat kain mereka dilepaskan begitu saja dari tubuh
keenamnya.
tenang saja dengan situasi yang canggung!
“..eh, bukannya kalian menginginkan baju bukan?” tanya Zio
“..harus dilepas dulu kan kain penutup kalian, baru dipasangkan baju!” jawab Zio mencari pembenaran.
“..heummn..., tuan mencari pembenaran niih, bilang saja tuan ingin melihat tubuh polos kami berenam lagi
kan..kaan...hayooo”
“..iyaaa niiih, apa kita bercocok tanam disini sekarang saja tuan! Kami siap kok !”
“..benar itu tuan, sekarang saja kita bercocok tanamnya, dengan latar belakang hutan rindang keliatannya enak
ini tuan!”
Beberapa komentar menggoda terdengar ditelinga Zio membuat sang naga perkasa menggeliat bangun.
{slaapppp.. slaapppp.. slaapppp..slaapppp.. slaapppp.. slaapppp..}
Hanya dalam sekali kibasan tangan, keenam wanita didepannya kini sudah berpakaian lengkap dengan warna
yang berbeda – beda, meski warnanya berbeda, namun terlihat sangat anggun dan menambah aura kecantikan mereka.
{wuuussshhh}
Seketika muncul diatas kepala mereka berenam, sebuah artefak kapal tebang mewah dan super canggih, artefak
itu melayang begitu saja.
“..segeralah naik, kita harus segera bergerak ke lokasi klan kalian, karena akan ada beberapa pasukan kekaisaran yang terlihat mengarah kesini sebentar lagi!”
{siuuutt.. siuuutt.. siuuutt.. siuuutt..siuuutt.. siuuutt.. siuuutt..}
Ketujuh manusia beda gender itu melompat masuk kedalam artefak kapal terbang, setelah itu kapal terbang
__ADS_1
langsung berubah menjadi mode kamuflase untuk menyamarkan keberadaanya.
{woooosshhh}
Kapal terbang itu langsung bergerak dengan kecepatan 1000km/menit kearah reruntuhan klan phoenix.
Tidak ada yang berkomentar dari enam kultivator wanita diatas deck kapal, tentang keberadaan artefak kapal
terbang sendiri memang ada dialam langit, dan sudah banyak klan, sekte maupun Asosiasi yang memilikinya.
Hanya dalam hitungan 10 detik saja, kapal terbang itu sudah berada direruntuhan bangunan milik klan phoenix
yang terlihat masih ada kepulan asap putih dampak dari kebakaran bangunan klan.
{siuuutt.. siuuutt.. siuuutt.. siuuutt..siuuutt.. siuuutt.. siuuutt..}
Mereka semua turun dari ketinggian artefak kapal terbang.
“..kalian mundurlah sebentar” ucap Zio memberikan arahan.
{wuuuuzzzzzhh}
Dengan menggunakan elemen angin, Zio menerbangkan debu-debu dan asap kebakaran menjauh dari reruntuhan klan phoenix.
{kreeettt...}
Gerakan tangan Zio membuat beberapa serpihan bangunan langsung terkumpul jadi satu dibagian pinggir
halaman klan Phoenix.
Masih dengan gerakan tangannya Zio kemudian mengumpulkan semua mayat anggota klan yang telah terbunuh, dan kini semuanya telah terpapar ditengah lapangan, layaknya barisan upacara yang rapi.
{gruuuggggggg}
Tiba-tiba halaman klan phoenix bergetar hebat, kini terlihat lubang dalam ukuran besar terbuka.
Zio membantu keenam kultivator wanita tersisa dari generasi klan Phoenix alam langit untuk menguburkan para
anggota klan.
Berbeda penanganan untuk jasad dari patriak dan para tetua klan, mereka akan dikuburkan sendiri-sendiri
nantinya dengan penghormatan lebih.
Setelah dua jam acara penguburan massal anggota klan Phoenix serta tetua dan patriak klan.
Zio menggerak-gerakkan tangannya untuk memasang formasi pelindung dan ilusi yang akan menyamarkan lokasi klan Phoenix yang sudah menjadi area kuburan massal bagi seluruh anggota klan yang pernah tinggal.
“...hiks.. .hiks.. .hiks.. .hiks...hiks.. .hiks..” keenam kultivator wanita yang merupakan sisa generasi terakhir
klan Phoenix, terlihat menangisi kehancuran klan mereka.
“..sudahlah, kalian harus ingat perjuangan dari klan kalian, dengan kalian berenam yang tersisa, seharusnya
kalian lebih bersemangat kembali untuk membangun klan kalian dimasa depan!” ungkap Zio menghibur keenamnya.
“..tuan benar! Adik..mulai hari ini kita harus segera membangun kembali klan Phoenix ini dan menghancurkan
kekaisaran Tang serta sekte – sekte pendukung kekaisaran Tang yang sudah ikut serta dalam pemusnahan klan Phoenix kemarin malam!”
“..setuju!”
“..benar, itu kak!, kami setuju!”
Mereka berenam segera melupakan duka mendalam mereka, setelah puas memandangi beberapa batu penanda kuburan dari anggota klan Phoenix, mereka langsung menatap masa depan yang ada didepannya.
“..eeh.. ada apa?!” tanya Zio sedikit ketakutan dengan ekspresi keenamnya.
“..jadi kapan tuan akan membuahi kami berenam!?” tanya mereka kompakan.
{tepokkk}
Zio langsung menepok jidatnya sendiri.
__ADS_1