Tukang Tambal Ban SUPER

Tukang Tambal Ban SUPER
BUKA JASA


__ADS_3

Tidak ada yang bisa Zio lakukan setelah kelima tikus api peliharaannya sudah masuk kedalam dunia jiwanya dan melakukan Kultivasi gila-gilaan. Dari kondisi binatang spiritual tingkat 1 dengan target menjadi tingkat 5, jika tidak


didudukung dengan sumber daya yang luar biasa praktis hanya akan menjadi omongan belaka.


Ada suatu rencana kedepan yang ingin Zio lakukan dengan kelima tikus tersebut, karena tidak semua kloningan  Zio akan bisa melakukannya dengan kemampuan yang masih di 75% dari kemampuan puncaknya.


Dari giok informasi Zio mendapatkan sebuah informasi jikalau setiap korban penyerahan darah perawan saat acara ritual akan diberikan kekuatan 0.01% dari dewa iblis Azura. Setelahnya si wanita akan menjadi hyper dan mencari korban laki-laki untuk meningkatkan kekuatan dan memuaskan keinginan nafsunya secara bersamaan.


Ritual penyerahan darah perawan hanya diperuntukkan wanita wanita muda yang  masih perawan tentunya dan dalam tubuhnya memiliki unsur bawaan api, sebagai syarat persembahan.


Berbekal informasi tersebut Zio segera berniat untuk membuka jasa pembukaan titik meredian, untuk  meningkatan ranah kultivasi khusus bagi wanita yang mempunyai unsur bawaah api.


Sebagaimana diketahui, didalam tubuh wanita selain meredian utama terdapat 32 titik meredian lainnya yang jika dibuka kesemua titik tersebut, maka peningkatan kultivasinya tidak hanya bergantung dengan sumberdaya saja.


Artinya setelah 32 titik meredian selain meredian utama dibuka, tubuh pemiliknya akan beresosansi dengan energi spiritual alam dan langit untuk menyaring energi murni guna peningkatan tingkatan kultivasinya.


Tentunya jika dibantu dengan dukungan sumberdaya, kultivasi akan terlihat lebih cepat meningkat kedepannya.


Dengan membawa semacam banner bertuliskan “Menerima jasa pembukaan titik meredian” dengan tulisan tambahan “khusus wanita dengan unsur bawaan api” Zio terlihat mulai menempatkan dirinya di persimpangan gedung akademi.


Hari pertama buka, Zio menikmati momen dengan meditasi tanpa menghiraukan desas desus suara sumbang para murid luar dan murid dalam yang terlihat membicarakan aksinya.


Waktu pun berganti sore hari, hingga terlihat hilir mudik murid luar dan murid dalam mulai sepi tidak seperti tadi pagi hingga siang hari.


“..hiuuufff huuu” Zio melepaskan nafas meditasinya sambil membuka kedua matanya.


{prakkk...praaakk}


Terlihat Zio mengibas ngibaskan jubah murid luarnya sambil berdiri bermaksud untuk merapikan banner miliknya.


“..hari pertama masih belom ada pasien ternyata!” ucap Zio pada dirinya sendiri sambil berjalan kearah rumah tempat tinggalnya.


Sesampainya diruangan tempat tinggalnya, Zio langsung membersihkan diri dengan berendam di jakuzi kamar mandi miliknya.


Tidak ada yang Zio lakukan setelah membersihkan diri, karena Zio lebih memilih istirahat tidur diatas kasur empuk miliknya.


Keesokan harinya, Zio kembali dengan rutinitasnya disekitar persimpangan gedung akademi tempat lalu-lalang banyak murid luar dan murid dalam yang ingin datang ke gedung misi maupun gedung akademi.


Sama halnya seperti hari-hari kemarin, tidak ada yang tertarik dengan jasa yang dibuka oleh Zio, karena bagi mereka membuka titik meredian membutuhkan sumber daya yang luar biasa dan kekuatan kultivasi guru  pembimbing setingkat kaisar*5.


Dengan posisi Zio yang hanya murid luar statusnya, jasa yang Zio buka seolah-olah mengolok dirinya sendiri  secara langsung.


Zio hanya menanggapi dengan tenang tanpa terprovokasi, dirinya tetap bermeditasi menikmati lingkungan  disekitarnya sambil menunggu customer pertamanya.

__ADS_1


Tanpa Zio sadari, aksinya telah membuat para tetua sekte yang mayoritas adalah wanita memperhatikannya setiap hari.


“..bocah itu benar-benar sesuatu!” gumam tetua yang ternyata masih perawan dengan umur 40 tahunan. Tingkatan kultivasinya juga berhenti di alam Raja tingkat 8 sampai sejauh ini.


Bukan hanya tetua sekte yang mengamati aktivitas Zio, beberapa korban acara persembahan pada dewa iblis Azura juga terlihat mengamati kira – kira siapa yang pertama mempergunakan jasanya.


Banyak yang ingin mendekat namun mereka terlihat ragu jika menilik pada dasar teori, hanya kekuatan setingkat kaisar*5 yang bisa membantu membuka titik meredian bagi tingkatan yang dibawahnya.


Ketakutan mereka hanya pada tindakan pencabulan murid luar yang berkedok dengan membuka jasa tersebut.


Dan sore haripun tiba, kembali Zio beranjak dari tempatnya, merapikan kembali banner miliknya kedalam cincin penyimpanan dan melangkah kembali menuju tempat tinggalnya.


Para wanita yang memperhatikan Zio dari kejauhan, langsung balik kanan ketika melihat Zio sudah meninggalkan tempat perniagaannya.


Zio bukannya tidak mengetahui gelagat para wanita yang saling tunggu, namun bagi Zio hal itu tetap dibiarkan saja, toh Zio belum sampai 2 tahun ada didalam sekte teratai hitam, yang artinya Zio belum melakukan pergantian tanggalan hari didunia nyatanya di BUMI.


Keesokan harinya, ternyata dilokasi perniagaan Zio telah berdiri wanita muda yang terlihat mondar – mandir penuh kegelisahan.


Wanita muda itu terlihat semangat sekali ketika melihat sosok Zio yang berjalan mengarahnya.


“..kenapa lama sekali?!” kesal si wanita muda.


“..eh, maaf nona, bukannya belum waktunya juga untuk buka perniagaan” jawab Zio dengan asal.


“..berapa harganya?”


“..dimana lokasi pelaksanaanya!” rentetan pertanyaan digelontorkan oleh si wanita muda.


“..apa tidak seharusnya nona memperkenalkan diri dulu” jawab Zio dengan santai.


Wanita muda yang terlihat umur baru 17 tahun itu terlihat sudah mulai ranum. Bongkahannya terlihat sudah menonjol dengan ukuran cup B jika ditebak-tebak. Tubuhnya yang ramping namun padat dan sedikit melebar


dibagian pinggang menambah kesan kedewasaanya.


“...namaku Mei Lin, aku salah satu murid luar yang sudah masuk dalam tahap akhir batas waktu akademi, jika aku tidak bisa meningkatkan ranah kultivasiku ke tingkat RAJA, yang ada tahun ini, tepatnya dua bulan lagi, aku bisa


dieliminasi!” ujarnya terlihat gusar.


“..lalu?!” kembali Zio terlihat bertanya dengan santainya.


“..iissshhh,, makanya aku datang kemari, tolong bukakan titik meredian milikku, karena aku merasakan ada kejanggalan dalam meridian milikku!” Mei Lin terlihat kembali memohon pada Zio.


Zio memperhatikan sosok wanita muda didepannya dengan mempergunakan mata dewa miliknya.

__ADS_1


Tampak tubuh polosan milik sang wanita muda tempampang jelas didepannya, hingga aliran-aliran urat nadi serta aliran energi yang terlihat kacau pun terlihat oleh penglihatan mata dewa miliknya.


“..50 batu roh tingkat menengah!” ujar Zio.


“..apaaa!!!” teriak Mei Lin ketika Zio sudah mengucapkan harga yang harus dibayarnya.


Bagaimana tidak teriak, jumlah 50 batu roh tingkat menengah adalah sumberdaya yang mesti dikumpulkan seorang murid dari balai harta akademi selama satu tahun penuh.


Setiap bulan murid luar mendapatkan jatah 5 buah batu roh tingkat menengah untuk meningkatkan kultivasi mereka. Jika ingin mendapatkan lebih maka setiap murid mesti melakukan misi dengan hadiah poin yang dapat


ditukar dengan batu roh tingkat menengah. 100 poin satu batu roh tingkat menengah.


Poin misi didapatkan sesuai dengan kelas dari penyelesaian misi. Dari tingkat F-E-D-C-B-A-AA-S-SS-SSS. Dengan penilaian poin tingkat sss (1000), tingkat ss (900) tingkat S (800) tingkat AA (700), tingkat A (600) tingkat


B (500) tingkat C (400) tingkat D (300) tingkat E (200) tingkat F (100).


Zio terlihat masih tenang saja melihat kegelisahan calon customernya yang nampaknya sedang berpikir keras.


Setelah banner ditempatkan ditempat perniagaannya, Zio yang tidak memperdulikan calon customer didepannya mulai memejamkan matanya dengan posisi meditasi.


Mei Lin terlihat berpikir keras, memang ditabungan miliknya masih ada sekitar 40 batu roh tingkat menengah hasil 2 tahun dirinya mengumpulkan misi dan merampas dari para rampok gunung yang dikalahkannya dengan basis kultivasinya saat ini.


“..apakah aku bisa membayar dengan 40 batu roh tingkat menengah dulu?” Mei Lin dengan ragu mengutarakan niatannya.


“..aku janji! Jika terbukti jasamu bisa menaikkan ranah kultivasiku, aku janji akan menyebarkan ke 100 wanita yang memiliki unsur bawaan api di sekitarku tanpa harus dibayar!” ucap Mei Lin memberikan solusi.


Zio membuka matanya,


“..keliatannya tidak masalah, bahkan akan menjadikan kesempatan untuk mempercepat penelusuruan jejak ritual dewa azura disekte ini jika aksinya berhasil” batin Zio


“..baiklah,..kita lakukan ditempat tinggalku!” ucap Zio sambil berdiri, kemudian merapikan tempat perniagaannya.


Mei Lin seperti kerbau dicucuk hidungnya, dirinya terlihat berjalan mengikuti Zio dari arah belakang, beberapa pandangan mata menatap tidak percaya, bagaimana bisa seorang Mei Lin masuk dalam jebakan perangkap


Zio.


“..habislah Mei Lin”


“..benar, pasti setelah ini akan ada keributan”


“..tukang mesum itu sudah dapat korban ternyata!”


Berbagai komentar meragukan jasa Zio terdengar jelas dengan kemampuan pendengaran dewa miliknya.

__ADS_1


Zio tidak ingin ambil pusing karena setelah ini perniagaannya bisa dipastikan akan meledak hingga kebanjiran order.


__ADS_2