
Saat ini Zio dan permaisuri JinMu sudah berada di alam dewa.
Beberapa hari sebelumnya, Zio mengumpulkan kembali dua kekaisaran lain yang berkuasa dia alam langit, guna berpamitan serta memberikan beberapa informasi penting terkait kondisi alam langit.
Keberadaan celah dimensi dari benua buatan dewa iblis azura yang telah Zio tutup juga tidak luput diceritakan.
Zio telah melindungi celah dimensi yang menghubungkan benua buatan dewa Iblis Azura dengan alam langit menggunakan formasi yang hanya bisa dihancurkan oleh kekuatan setingkat dirinya.
Dua kekaisaran yang memang sudah memahami situasi dan kondisi setelah adanya penyerangan dari sekte iblis Azura tidak banyak bertanya, pertemuan ketiganya berlangsung dalam beberapa puluh menit saja sebelum akhirnya Zio mengutarakan poin utamanya mengundang mereka berdua.
Kaisar Ge Low dan kaisar Lu Gow tidak bisa menahan maksud dan keinginan Zio untuk meninggalkan alam langit guna menuju alam Dewa. Karena cepat atau lambat kekuatan Zio akan ditolak oleh hukum alam langit itu sendiri jika berlama – lama berdiam diri.
Tidak ada yang mengetahui keberangkatan Zio kealam Dewa, karena Zio sendiri meminta kedua kaisar untuk merahasiakan keberangkatannya. Demi satu alasan, Kedamaian Alam Langit itu sendiri.
Alam dewa.
Tingkat kepekatan energi yang begitu tinggi langsung menyapa Zio kala dirinya sudah berhasil menyeberang dengan mempergunakan formasi lintas alam yang dibangun oleh Zio dihalaman belakang bangunan kekaisaran miliknya.
Dibutuhkan milyaran batu roh untuk membuat pondasi gerbang teleportasi menuju alam dewa dalam sekali perjalanan.
“...hiufff huuu”
Helaan nafas Zio terdengar kasar ketika menghirup udara alam dewa sesaat dirinya keluar dari gerbang teleportasi.
Permaisuri JinMu sendiri terlihat begitu kagum dengan lukisan alam saat dirinya digandeng penuh dengan keromantisan oleh Zio keluar dari gerbang teleportasi.
Posisi Zio dan permaisuri JinMu saat ini berada diperbatasan diantara ketiga wilayah kekaisaran alam Dewa.
Ada 8 buah Matahari di alam dewa yang masing – masing terbit dari 8 penjuru mata angin.
Meski ada 8 buah matahari yang menerangi alam dewa namun sinar radiasi yang diterima oleh penghuni alam dewa malah lebih sejuk layaknya berada dibatas pegunungan bersalju.
Tumbuhan dan hewan di alam dewa tumbuh dengan menyimpan cadangan energi yang sangat luar biasa besarnya.
1 hari di alam dewa setara dengan 10 tahun di alam langit 100 tahun alam spiritual dan 1000 tahun didunia fana.
Di alam dewa bahkan rumput pun bisa dijadikan bahan obat peningkat kultivasi.
“..suami lihatlah!”
“..euhmmm!”
Keduanya langsung berjalan menuju arah utara ketika melihat ada gerbang bangunan tinggi dan terlihat lebih mentereng dibandingkan dua wilayah yang lainnya.
{zlaaapppp}
Dengan sekali hentakan langkah, Zio yang telah menghilangkan tingkatan kultivasinya bersama permaisuri JinMu langsung melesat kearah bangunan tinggi yang mereka lihat bersama.
Gerbang wilayah kekaisaran Naga Emas.
Tulisan itu terlihat mentereng dengan capslock penulisan yang berlatar belakang sosok naga emas menggenggam delapan bola dunia.
“..berhenti!” ucap petugas yang berjaga dipintu gerbang.
“..tolong tunjukkan identitasmu!” lanjutnya menegur Zio beserta permaisuri JinMu.
Zio yang menyadari situasi tersebut segera menciptakan plakat yang mirip dengan orang yang sedang antri didepannya dan telah lolos pemeriksaan, dengan meletakkan tangannya kedalam jubahnya Zio seolah olah mengambil plakat identitas miliknya.
“..ini!” Zio memberikan Plakat dengan lambang Naga Emas sama persis dengan mural timbul pintu gerbang kekaisaran Naga Emas.
“..**-tuan.. maafkan ketidak-tahuan kami! Tolong dimaafkan!” sang penjaga terlihat sangat menghormati orang yang memegang plakat seperti yang Zio miliki.
__ADS_1
“..tidak masalah..” Zio bersikap sangat tenang dan tidak ingin terlihat dominan.
“..silahkan tuan,..” penjaga segera mempersilahkan Zio untuk masuk kedalam wilayah kekaisaran Naga Emas dengan begitu hormatnya.
Zio dan permaisuri JinMu melangkahkan kakinya memasuki wilayah kekaisaran Naga Emas tanpa ada halangan yang berarti.
“..suami lihat! Kita makan dulu disana yuk!”
“..heummmmnn!” ujar Zio mengiyakan keinginan JinMu.
Bangunan tinggi menjulang 7 lantai dengan plakat nama yang tak kalah menterengnya dengan gerbang kekaisaran terlihat ramai keluar masuk para kultivator alam dewa.
“..silahkan masuk tuan nyonya!” sapa ramah pelayan restoran yang bertugas.
“..direstoran ini ada 7 lantai dan masing-masing lantai menunya berbeda – beda, dan semuanya disesuaikan dengan tingkatan kultivasi tuan dan nyonya tentunya!”
“..makanan disini juga banyak pilihan tentunya juga menggunakan bahan-bahan utama yang dapat membantu peningkatan kultivasi tuan dan nyonya setelah memakannya!”
Selama tiga menit lamanya kalo dikira-kira, pelayan itu memberikan sambutan serta informasi penting terkait kondisi restoran yang saat ini Zio dan JinMu kunjungi.
“..antarkan kami ke lantai 7!” ucap Zio dengan tegas.
Untuk sesaat pelayan yang memang juga seorang praktisi segera melakukan pengecekan basis kultivasi milik Zio, namun berapa kali dirinya berusaha mengidentifikasi tetap saja hasilnya tidak bisa mendeteksi tingkatannya.
“..tuan harap tunggu sebentar!” sang pelayan yang sudah diberikan SOP oleh pemilik restoran segera berlari mendatangi posisi manajer restoran.
Terlihat dari posisi Zio dan JinMu berdiri, pelayan itu menutupi mulutnya untuk kemudian menjelaskan kondisi Zio yang memilih lantai 7.
Zio dengan kemampuannya sangat paham apa yang sedang ditanyakan oleh sang pelayan.
Setelah selesai memberikan penjelasan kepada sang manajer, terlihat sang pelayan dan manajer berjalan bersama kearah Zio.
“..maaf Tuan, apakah benar tuan akan memesan ruangan dilantai 7 restoran kami!?” tanya manajer restoran.
Sang manajer terlihat sedikit mengernyitkan dahinya ketika mencoba melacak tingkat kultivasi milik Zio dan JinMu.
Sama halnya seperti pelayan restoran yang menyambut Zio dan JinMu, dirinya yang sudah menjadi praktisi alam dewa dengan tingkatan basis kultivasi dewa bumi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sang manajer yang pernah diberitahu oleh pemilik restoran agar tidak sembarangan menilai orang langsung teringat.
“..mari tuan nyonya, saya sendiri yang akan mengantarkan tuan dan nyonya!” ujarnya dengan sangat sopan.
Sang manajer tidak ingin dirinya salah menilai seseorang tamu pengunjung restoran Naga Emas, ketika dirinya tidak bisa mendeteksi tingkatan kultivasi milik Zio dan JinMu yang terlihat menggelayut manja dilengan kokoh milik Zio, sang manajer langsung beranggapan keduanya adalah praktisi tingkat tinggi.
“..dilantai 7 ini semua bahan-bahan yang dipilih dapat menambah tingkatan kultivasi bagi para kultivator diranah dewa bintang keatas tuan dan nyonya!”
“..dilantai 7 ini biasanya hanya dipesan oleh para ketua sekte dan kaisar saja!”
“..maafkan kami, jika saat melayani tuan dan nyonya tadi agak lama!
Sang manajer terlihat sangat sopan dalam memberikan penjelasannya.
Dilantai 7 restoran Naga Emas, juga terdapat array formasi yang akan menghalangi kultivator untuk masuk jika tingkatan kultivasinya dibawah tingkat dewa Bintang.
Berbeda dengan manajer yang sudah dibawakan artefak khusus oleh pemilik rstoran untuk bisa bertahan menghadapi tekanan ruangan, itupun dalam kurun waktu yang tidak lama jika berdiam diri didalam ruangan lantai 7.
Zio dan JinMu terlihat biasa saja ketika memasuki pintu ruangan yang berada dilantai 7.
“..ii-ini...!”
“..bb-bagaimana bisa mereka tidak terpengaruh dengan formasi yang ada dilantai 7!” ucap sang manajer dalam hati.
__ADS_1
Setelah Zio dan JinMu duduk kemudian mencoba mencari kenyamanan mereka masing-masing, sang manajer segera memberikan buku menu kepada keduanya.
Pemandangan dari lantai 7 restoran naga emas sangatlah indah.
Dari lantai tertinggi ini mereka bisa melihat pemandangan 360 derajat kekaisaran Naga Emas dengan sangat jelas.
Tatanan ruangan yang sangat mewah dengan berlapis emas disetiap sudutnya membuat kemewahan tersendiri dari lantai yang dipesan oleh Zio.
“..baik tuan nyonya, tolong tunggu, kami akan segera menghidangkan pesanan tuan dan nyonya sekalian!”
Setelah mencatat semua pesanan Zio dan JinMu, sang manajer terlihat segera keluar dari ruangan menuju dapur khusus yang terletak didepan ruangan utama.
Para koki yang memang merupakan praktisi terpilih untuk memasak bahan-bahan berkualitas tinggi terlihat langsung bergerak dengan penuh profesionalisme.
Zio dan JinMu dapat melihat aktivitas mereka secara langsung karena memang semua koki bertugas khusus untuk melayani tamu yang memesan dilantai 7 dengan konsep dapur terbuka.
“..indah ya suami disini!” tanya JinMu yang duduk bersebelahan dengan Zio.
“..heummm!” Zio hanya menanggapi dengan anggukan kepala saja.
Mereka berdua kembali berbincang satu sama lain dan sesekali tertawa renyah membuat orang yang melihat mereka menjadi iri.
Tidak lama satu persatu masakan yang telah dipesan dihidangkan diatas meja.
“..waah, kelihatannya sangat enak suami!”
“..euuhmmm!”
“..mari makan...!” ujar JinMu ketika dirinya sudah selesai melayani Zio dengan memberikan pilihan masakan mana saja yang menjadi kesukaan Zio.
Sang manajer terlihat melihat dari kejauhan dan menunggu reaksi Zio beserta pasangannya setelah memakan hidangan masakan yang mereka pesan.
Zio dan JinMu sendiri tidak ambil pusing dengan sang manajer yang melihat kearah mereka, karena bagi mereka sang manajer sedang menjalankan tugasnya untuk melayani Zio dan JinMu secara langsung.
Kurang dari satu jam semua masakan yang dihidangkan telah berpindah kedalam perut Zio serta JinMu.
Tidak ada perubahan yang berarti dari keduanya, sang manajer juga terlihat menggaruk kepalanya bagian belakang.
“..kok bisa tidak terjadi apa-apa setelah mereka memakan hidangan tingkat tinggi dan sangat spesial yang ada dilantai ini!” batin sang manajer berbicara sendiri.
Biasanya para ketua sekte maupun kaisar sendiri memesan hidangan dilantai 7 untuk membantu menerobos tingkatan basis kultivasi mereka yang macet.
Setelah tidak ada lagi yang perlu Zio dan JinMu pesan, mereka berdua memanggil sang manajer restoran dan melakukan pembayaran.
Zio yang sudah mengetahui pecahan alat pembayaran di alam dewa tidak terlalu pusing dengan pengeluaran yang mencapai nilai jutaan batu roh jika dikonversikan.
“..silahkan datang kembali tuan dan nyonya, semoga masakan kami berkesan bagi tuan dan nyonya!”
Sang manajer berusaha untuk memberikan pelayanan terbaiknya setelah Zio menyelesaikan pembayaran dengan sangat mudah.
“..euuhmmm” Zio menanggapi hanya dengan anggukan kepalanya saja tanpa bereaksi lebih.
Zio dan JinMu terlihat menuruni lantai 7 dengan mempergunakan elevator ruangan khusus yang disediakan oleh pihak restoran untuk memudahkan tamu istimewa mereka tanpa harus bercapek-capek mempergunakan anak tangga.
Sesampainya dibawah Zio dan JinMu terlihat kembali lagi bercanda satu sama lain hingga meninggalkan bangunan restoran.
“..siapa mereka tuan manajer?!” tanya pelayan yang menyambut Zio dan JinMu pertama kali datang.
“..kalian semua ingat dengan baik, jika mereka berdua kembali ke restoran ini segera panggil aku, jangan kalian yang menyambutnya! Kalian paham!”
sang manajer segera memberikan penekanan terhadap kalimatnya.
__ADS_1
Sang manajer segera kembali kedalam ruangannya untuk segera melaporkan kejadian barusan kepada pemilik restoran.