
Zio membuka hari baru dengan JinMu yang masih berada diatas tempat tidur empuk milik penginapan Naga Emas.
Setelah aktivitas makan di restoran Naga Emas, Zio dan JinMu lantas mencari penginapan terkenal dengan berbekal informasi dari pelayan restoran.
Biaya penginapan senilai ratusan ribu batu roh untuk semalamnya bagi Zio bukan hal yang perlu dikhawatirkan tentunya.
“..issh..issh...issssh”
Zio terlihat memandang suasana kota kekaisaran Naga Emas sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Zio yang menginap dilantai paling atas dari penginapan Naga Emas bisa memandang jauh kedepan hingga puluhan kilometer jauhnya.
Zio melihat adanya perundungan yang terjadi disebuah sudut kota naga emas, sangat bertolak belakang dengan citra kekaisaran yang terkenal membela rakyat kecil, hal ini sesuai dengan slogan yang ditulis besar-besar didepan pintu gerbang kekaisaran.
{zlappp......}
Zio langsung berpindah lokasi secara instan.
“..berhenti!” ucap Zio menghentikan aksi perundungan yang terjadi.
Terlihat sosok pemuda seumuran dirinya sedang di bully oleh sekelompok pemuda dengan umur yang hampir sama.
Kelompok perundung itu terlihat sangat mendominasi dengan baju seragam mereka.
{plook.. plook.. plook.. plook..}
“..ooh.. ada pahlawan kesiangan rupanya?!” ujar satu sosok pemuda tinggi besar dengan kedua tangannya ditaruh dibelakang punggung setelah bertepuk tangan.
“..siapa kamu anak muda!?”
“..dan apakah kamu tahu sedang berhadapan dengan siapa dirimu sekarang!?”
Sekelompok pemuda yang tadinya melakukan pembullyan langsung berbalik dan memfokuskan diri mereka melihat kearah Zio.
“..bos, kita hajar saja langsung pahlawan kesiangan ini, lihatlah bos, dia tidak memiliki basis kultivasi, bahkan ayam di alam dewa saja bisa berkultivasi, dia adalah sampah bos!” ujar pemuda yang memanas – manasi sosok yang dipanggil bos dengan tangan yang sudah dikepalkan didepan dadanya.
“..kalian semua!”
“..pastikan pemuda ini dilenyapkan, karena dia saksi hidup aktivitas kita!”
“..cepaaaattt!!” ujar pemuda yang dipanggil Bos.
“..siaaap boosss!!”
{tap.. tap.. tap.. tap.. tap..}
Sepuluh kultivator muda itu terlihat langsung menutup ruang gerak Zio dengan membuat lingkaran hidup yang berpusat di Zio sebagai titik tengahnya lingkaran.
“..matiiii!!!”
“..hyaaaatttt!!”
Tidak tanggung-tanggung kesepuluh pemuda itu langsung melompat tinggi bersamaan dan menargetkan Zio untuk dihantam secara keroyokan.
Zio yang melihat aksi sepuluh pemuda yang keroyokan menyerangnya hanya tersenyum sinis.
{duaarrrr......}
{tuing... tuing... tuing... tuing... tuing... tuing...}
Satu persatu dari sepuluh pemuda yang bermaksud menyerang secara keroyokan, semuanya terlempar tinggi dan jauh dari lokasi, layaknya adegan Home Run di pertandingan baseball, yang diawali dengan terlemparnya bola baseball jauh keluar lapangan pertandingan akibat pukulan yang sangat keras.
“..apaaa!!!”
Pemuda yang dipanggil bos itu langsung terkejut, mulutnya terbuka-rahangnya terjatuh, bahkan dua buah telor bebekpun bisa masuk dengan lubang mulut yang terbuka lebar.
“..tunggu....tunggu dulu!!”
Tidak ingin berlama-lama terkejut, sang pemuda yang dipanggil bos itu langsung mengarahkan tangannya untuk menghentikan Zio yang melangkah mendekat kearahnya.
{jbooommmm!!}
Suara ledakan yang diiringi dengan terlemparnya pemuda yang dipanggil bos itu jauh terbang keatas menjadi pemandangan yang kesekian kalinya.
Suara ledakan terjadi karena Zio menghantam bagian pusat meredian serta alat penghasil keturunan miliknya.
“...tidaaaakkkk!!! aaaaakkkhhhhh”
Suara jeritan sang pemuda terlihat melengking keatas bersamaan dengan tubuhnya yang diterbangkan tinggi menjauhi lokasi perundungan.
“..bangunlah!”
“..telan pil ini!”
Ujar Zio sambil membantu pemuda yang mengalami perundungan.
{glukkk..}
Pemuda yang ditolong itu langsung menelan pil yang diberikan oleh Zio.
{duaarrrr...buuummmmm}
__ADS_1
Terdengar ledakan dari dalam tubuhnya.
“..aak-akuu bisa berkultivasi !!!”
“..horeee!!!”
“..ayah..Ibu..lihatlah anakmu sekarang sudah bisa berkultivasi kembali!!!”
Pemuda yang Zio tolong terlihat kegirangan sampai dirinya melompat lompat layaknya anak gorilla diiringi tabuhan musik drum.
“..eh,...”
“..maaf, Tuan.. maafkan hamba..”
“..terima kasih, terima kasih, terima kasih..”
Pemuda itu terlihat dengan hormat menundukkan kepalanya 3x ketanah seolah menyembah Zio yang telah menyembuhkan sekaligus membuka kemacetan kultivasi yang dimiliknya.
“..bangunlah!”
“..sekarang jelaskan apa yang sebenarnya terjadi barusan!”
Setelah pemuda itu berdiri dan duduk hormat didepan Zio dirinya menjelaskan, jikalau pemuda yang telah merundungnya itu adalah bagian dari sekte Naga Emas yang terkenal.
Ayahnya si pemuda yang merundungnya adalah pamannya sendiri.
Ayah dan ibu kandungnya terbunuh dalam sebuah perjalanan keluar wilayah sekte naga emas, setelah ayah ibunya terbunuh, dirinya diracuni hingga kultivasinya hancur oleh pihak pamannya, setelah itu dia diusir dari sekte karena dianggap sampah memalukan.
Nama pemuda itu Bo dari klan Long. Bo Long!
Untuk beberapa puluh menit lamanya Zio menjadi pendengar yang baik, dirinya mendengarkan semua keluh kesah Bo yang dikeluarkan dari sekte karena dianggap memalukan keluarga dan sekte dengan kondisinya.
“..tuan, bolehkah saya mengabdi kepada tuan!” Bo Long langsung mengutarakan keinginannya.
“..tolong tuan, saya ingin menjadi kuat dan bisa membalaskan dendam kedua orang tua saya dikemudian hari”
Zio yang melihat keseriusan masalah yang terjadi dengan pemuda bernama Bo Long itu terlihat kasihan dan ingin menolongnya.
Terlebih Zio saat ini membutuhkan banyak informasi terkait wilayah kekaisaran Naga Emas.
“..apakah kamu mengetahui peta wilayah kekaisaran ini Bo?!” tanya Zio.
“..tentu tuan, pengetahuan saya terkait kekaisaran ini jangan dipertanyakan, sejak kecil saya sudah menjadi jenius sekte Naga Emas, sebelum akhirnya jadi seperti sekarang ini!” jawabnya dengan penuh antusias.
“..baiklah, sekarang hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah mencari lahan, untuk dijadikan tempat tinggal sementara sekaligus untuk melatih kemampuanmu kembali!” ujar Zio.
“..waah.. terima kasih tuan, tapi..” balasnya
“..anu tuan, dengan tindakan tuan melempar jauh serta menghancurkan meredian tuan muda sekte naga emas, artinya tuan akan segera diburu oleh semua anggota sekte naga emas!” khawatir Bo Long.
“..tenang saja, segera kamu carikan aku pemilik wilayah yang ingin menjual wilayahnya! Upayakan untuk mencari wilayah pegunungan!”
“..seluas-luasnya! Ingat itu!” ujar Zio memberikan deskripsi yang diinginkannya.
“..baik tuan, jika tuan merasa bisa menangangi masalah yang sudah saya takutkan barusan, saya pribadi akan segera mencari lokasi yang tuan inginkan, jangan khawatir, koneksi orang tuaku masihlah kental diwilayah kekaisaran ini!” jawabnya dengan ekspresi gembira.
“..temui aku dipenginapan naga emas, jika kamu sudah berhasil menemukan pemilik wilayah yang aku inginkan!” jawab zio yang langsung melangkah pergi meninggalkan Bo Long yang masih berdiri dengan kegumannya pada sosok Zio.
“..bb-baik tuan, segera saya ke penginapan tuan, setelah menemukan pemilik wilayah sesuai yang tuan inginkan!” jawab Bo Long sambil memandang punggung Zio yang menjauh pergi.
***
Disebuah ruangan sekte naga emas.
“..banggggsaaaattt!! siapa yang telah berani membuat masalah dengan sekte naga emas!”
“..putraku!! merediannya telah dirusak, tidak hanya itu, alat penghasil keturunannya pun telah dihancurkan!!”
{swoossshhhh...}
Aura tingkat dewa bintang langsung menyeruak keluar menekan kesegala arah.
“..pp-patriak... toloong hentikan tekanan ini!!”
Beberapa tetua sekte yang hadir langsung jatuh tertunduk dilantai.
“..kalian, kerahkan segera pasukan elit sekte! Temukan orang yang telah merusak masa depan anakku!”
“..dan ingat, bawa dia hidup atau mati kehadapanku!!”
Perintah ketua sekte naga emas langsung terdengar keras dan dapat didengar semua orang yang turut hadir diruangan.
“..dan kamu tabib! Segera obati anakku, awas saja jika kamu tidak berhasil menyembuhkannya!”
“..Kamu dan keluargamu akan musnah!! “
“..Bahkan asosiasi alkemis yang mendukungmu juga akan aku musnahkan! Ingat itu!”
“..bb-baik patriak hamba tahu apa yang mesti dilakukan, tolong berikan hamba waktu lebih lama, karena masalah yang dihadapi oleh putra patriak saat ini belumlah ada obat yang bisa menyembuhkannya secara langsung!”
“..tolong patriak mengerti kondisi yang hamba hadapi saat ini!”
__ADS_1
Tanpa melihat lagi patriak sekte langsung melengos pergi keluar ruangan.
Bukannya menengok kondisi putra satu-satunya, dirinya malah menuju kesebuah ruangan dimana terdapat cem-cemannya.
Pelakor itu telah bersiap didalam ruangan dengan menanggalkan semua pakaian yang melekat ditubuhnya.
{brukkk...}
Pintu kamar dibuka dengan sangat kencang.
Untungnya kamar yang dimasuki ini konsepnya adalah ruangan ditengah sebuah halaman yang sangat luas. Sehingga aktivitas haram itu bisa terisolir dari dunia luar.
“..ada apa gege?!”
“..keliatannya gege begitu suntuk?!”
Pelakor yang terlihat masih muda itu terlihat menggesek gesekkan dua bongkahan 34B nya dibelakang punggung ketua sekte naga emas.
“..ada orang yang membuatku emosi, karena sudah mengahancurkan meredian Ang’er, tidak hanya itu, pusaka miliknya juga dihancurkan!” geram ketua sekte yang terlihat tidak lagi meledak-ledak emosinya akibat gesekan benda kenyal dibelakang punggungnya.
Pelakor yang mendengar berita itu langsung terlihat gembira, senyuman iblisnya muncul.
“..waah kesempatanku untuk membuat keturunan dengannya, setelah itu harta sekte dapat aku kuasai!!” batin sang pelakor gembira.
“..sudahlah gege, kan ada aku yang masih muda, cantik, dan bahenol ini!!’
“..mari kita membuat kuping!!”
“..Jangan ditunda lagi gege!! Tunjukkan keperkasaan gege padaku!!”
Ucap sang pelakor dengan manjalita.
Satu persatu baju ketua sekte dilepaskannya dengan adegan penuh godaan imron.
Sesekali gua berimbun milik sang pelakor digesek gesekkan kearah kedua lengan ketua sekte yang langsung disambut dengan gojekan jari tengahnya kedalam gua sempit milik sang pelakor.
{clokk... clokk... clokk... clokk... clokk...}
Kocokan lembut dan intensif itu dilakukan hanya dengan menggunakan jari tengah sang ketua sekte naga emas.
Pelakor terlihat sudah kejang-kejang tidak karuan, tanda sudah mendapatkan kenikmatan pertamanya.
Dengan penuh penghayatan pelakor itu terlihat menenggelamkan mukanya diantara dua kaki ketua sekte naga emas yang sudah berdiri tanpa menggunakan penutup badan sama sekali.
Kepalanya digerakkan mau mundur dengan mulutnya yang penuh dengan pisang mungil milik sang ketua sekte.
Aktivitas kulit bertemu dengan kulit, dan bulu bertemu dengan bulu itu terlihat mulai terjadi tanpa ada yang berani mengganggu.
Sang pelakor terlihat mendominasi dengan memerah semua susu kental putih milik sang ketua sekte.
Dirinya langsung bekerja keras, memompa-mengaduk-mengoyang goyangkan pinggulnya dengan sangat lihai layaknya penyanyi dangdut pantura yang lagi hits dibulan kemerdekaan ini.
Adegan tukar menukar cairan lengket itu terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat, namun sang pelakor tidak ingin secepatnya berhenti, dirinya terus memerah susu kental putih ketua sekte dan memaksa rondo-ronde selanjutnya demi meraih tujuan hidupnya.
***
Lima kultivator iblis menghadap kesebuah cahaya hitam pekat dengan menundukkan kepalanya tidak berani untuk melihat kedepan.
Beberapa waktu lalu mereka berlima telah meletakkan korban persembahan mereka diatas altar yang memang sudah dipersiapkan.
Sosok warna hitam pekat itu kini berubah menjadi 10 benda pejal lonjong dengan panjang 20cm diameter 4cm berwarna hitam legam serta berurat.
{breettttt....sreeettttt}
“...aaaakhhhh!!”
“...aaaakhhhh!!”
“...aaaakhhhh!!”
Teriakan kesakitan itu mulai terdengar silih berganti hampir bersamaan dengan pecahnya selapur tipis dari lubang sempit milik mereka karena dihujami benda pejal tanpa ada pemanasan sama sekali.
Proses persembahan darah perawan itu kembali terjadi dalam kurun waktu hampir dua jam lamanya.
Korban persembahan sendiri kini terlihat lemas tak berdaya, tulang dan kulit yang membungkus tubuhnya menjadi pemandangan yang memprihatinkan.
Esensi kehidupan mereka diserap habis oleh cahaya hitam pekat yang beberapa waktu lalu telah merenggut kesucian milik mereka.
Kesepuluh korban persembahan yang sudah terkulai lemas langsung ditempatkan didalam sebuah ruangan cukup luas bersama ratusan ribu korban yang lainnya.
“..sebentar lagi!!..” suara cahaya hitam itu terlihat menggelegar.
“..kalian berlima segera bawakan kembali padaku persembahan selanjutnya, sebentar lagi jiwaku akan bisa kembali!!” kembali suara penuh tekanan terdengar keras mengguncangkan seisi ruangan yang didominan dengan warna bebatuan cadas hitam.
“..bbaik yang mulia dewa Iblis Azura, kami akan kembali mencari korban selanjutnya!”
“..hohoho... baguslah... segera kalian pergi cepaaat!!”
{slaaapppp}
Cahaya hitam itu segera melemparkan kelima bawahannya menjauh dari hadapannya.
__ADS_1