
setelah Bela pergi,, keadaan di ruang tamu seketika menjadi hening,, mereka saling menatap dengan tatapan bingung,, terkecuali Maik yg hanya terdiam sambil menundukan kepalanya,, separti sedang memikirkan sesuatu,, papa Ferdi dan mama Indira yg merasa kurang enak hati dengan sahabat mereka dan juga Maik karena tingkah Bela tadi,, akhirnya buka suara,,,....
"aaah,, mungkin dia malu di saat melihat Maik,, jadi dia langsung berlari ke kamar,, kata mama Indira...
"iya benar benar,, Bela itu anak yg sangat pemalu... tambah papa Ferdi...
dan tiba tiba,, Maik mengangkat kepalanya dan menatap mama Indira dan papa Ferdi sambil berkata,,,,
"tante,, om,, bisa ngga aku nyusul Bela,, soalnya aku ingin berbincang bincang dengannya sebentar,, kata Maik....
"oooo,,, boleh boleh boleh,, silahkan,, itu malah lebih bagus,,, kata mama Indira..
"makasih tante,, aku permisi dulu kalu gitu,, pamit Maik dan langsung berjalan ke arah kamar Bela,, yg berada agak jauh dari ruang keluarga...
setelah Maik pergi,, para orang tua yg ada di ruang tamu malah kegirangan dan mulai membahas pernikahan Maik dan Bela,, apa lagi para mama mama,, mereka sangat bersemangat dan bahagia menyusun segala hal,, tanpa tau apa yg terjadi pada anak anak mereka,,,....
*********
sedangkan Bela yg berada di dalam kamar,, dia sedang menangis,, perasaannya bercampur aduk,, dia ngga tau harus bagaiman,,,? dia sangat merasa kesal dan murkah,, melihat laki laki yg telah merenggut kesuciannya secara paksa,, sehingga membuatnya hamil,, tapi di sisi lain,, dia sedikit legah,, karna ayah dari anak yg dia kandung itu adalah Maik,, tunangannya sendiri,, jadi dia ngga perlu membohongi siapapun lagi,, dan dia ngga akan melahirkan anak tanpa seorang ayah...
Maik semakin mendekati kamar Bela,, tapi di saat dia mau mengetuk pintu,, dia mendengar suara tangisan sambil berkata kata dari dalam kamar,, akhirnya dia memilih untuk berdiam di depan pintu,, sambil menyandarkan kupingnya ke pintu kamar Bela untuk menguping kata kata Bela yg terdengar samar samar itu...
"aku sangat membencimu,, kamu sudah merusak hidupku,, dan sekarang kamu datang seperti orang yg tidak berdosa,, hiks...hiks....hiks...
"kamu di sana enak enakan,, ke sana ke mari tanpa beban,, sedangkan aku di sini,, harus menderita akibat kebejatanmu,, aku harus menyembunyikan anak mu dari semua orang,, siang malam aku harus menahan keinginanku karna takut di curigai oleh yg lain,, aku membencimu Maik,, kamu keparaaat,,, keparaaat... kata Bela panjang kali lebar dan membuat Maik yg berada di depan pintu seperti tersambar petir di siang bolong karna mendengar kata anak,, yg di ucapkan oleh Bela barusan...
__ADS_1
"apa,,,,? anak,,? anaku,,? dia hamil anaku,,,? kata Maik dalam hati...
tiba tiba,, tanpa mengetuk pintu,, Maik lansung membuka pintu kamar Bela yg memang tidak di kunci,, Bela yg sedang menangis,, sangat terkejut bukan main,, karna di saat di berbalik ke belakang,, dia melihat laki laki yg sejak tadi dia menggerutuinya yg tak lain adalah Maik,, sudah berdiri sambil menatapnya dengan tatapan yg tidak bisa di artikan...
"apa maksud dari kata kata kamu barusan,,? tanya Maik sambil melangkah maju ke arah Bela,,,...
"ngapain kamu ke sini,,,? tanya Bela tanpa menjawab pertanyaan Maik barusan...
"jawab pertanyaan aku,,! kata Maik sambil menatap Bela tajam...
"aku bilang kamu ********,, biadab,, bejat,, kamu sudah menghancurkan hidupku,, dan sekarang datang seperti orang tanpa dosa,, kata Alira...
"trus apa lagi,,,? ayo ngomong,,,! ngomong Bela,,,! ayo,,,,! seru Maik..
"karna kebejatan aku sehingga membuatmu apa,,? apa,,,,? ayo jawab,,,! tegas Maik lagi..
"jangan bilang kalau kamu hamil,, karna aku belum siap untuk punya anak,,, kata Maik yg membut Bela terbelalak matanya...
"kamu memang binatang,, sudah berbuat tapi tidak mau bertanggung jawab,, keluar kamu dari sini,, aku ngga sudi melihat laki laki pengecut seperti kamu... kata Bela..
"siapa bilang aku ngga bertanggung jawab,,,? aku akan bertanggung jawab,, karna aku bukan pengecut,, kata Maik yg membuat Bela bingung...
tiba tiba Maik melangkah mendekati Bela,, kemudian dia mendekatkan wajahnya ke wajah Bela,, sedangkan Bela hanya terdiam sambil memejamkan matanya,, Maik adalah tipe laki laki yg mempunyai nafsu yg tinggi,, apalagi selama ini,, dia selalu membayang bayangi Bela,, karna Bela adalah wanita satu satunya yg dapat memuaskan hasratnya...
karna Bela adalah satu satunya wanita yg masih prawan yg dia tiduri...
__ADS_1
Bela seperti orang yg sudah pasrah,, padahal dia sangat murka dan membenci Maik,, tapi di saat dalam posisi berdekatan seperti ini,, malah dia sangat merasa nyaman,, mungkin karna bainya yg membutnya lemah seperti itu,, nafas mereka sudah saling berhembus ke wajah mereka masing,, dan sekarang,, bukan hanya Bela yg memejamkan matanya,, namun Maik pun demikian...
"kita akan menikah dalam waktu beberapa hari ini,, sebentar malam,, kita harus menceritakan semuanya kepada mereka,, kata Maik di depan wajah Bela..
sedangkan Bela hanya mengangguk,, menyetujui perkataan Maik,, karna menurutnya,, inilah jalan yg terbaik,, bukan untuknya ataupun Maik,, tapi jalan terbaik untuk anak yg ada dalam perutnya,, sedangkan untuk masalah sekolahnya,, biar nanti malam baru di bicarakan sekalian,, itu yg dia Fikirkan saat ini...
setelah itu,, Bela hendak membuka matanya,, karna dia ngga mau di fikir macam macam sama si Maik,, dia takut,, kalau Maik berfikir kalau dia ingin di cium,, tapi belum sempat dia membuka mata,, Maik sudah menyerang bibir tipisnya dengan sangat buas,, sehingga membuat Bela kewalahan,, walaupun sangat terkejut dengan tindakan Maik,, namun Bela tak dapat menolak Maik,, entah kenapa,, tapi di saat itu,, dia sangat mendambakan sentuhan itu,, selama beberapa menit mereka saling melumat,, akhirnya Maik melepaskan lumatannya karna mereka sama sama hampir kehabisan nafas....
di saat mereka sedang mengatur nafas mereka yg ngos ngosan seperti orang yg baru selesai lomba maraton,, tiba tiba mereka berdua di kejutkan dengan suara ketukan di pintu,, dengan segera mereka merapikan rambut dan pakaian mereka yg sudah acak acakan dan kemudian melangkah ke arah pintu,, Bela yg membuka pintu,, sedangkan Maik berdiri di balakangnya,,......
setelah pintu terbuka,, Bela dan Maik sangat gugup dan salah tingkah,, karna melihat ke dua mamanya berdiri di depan pintu kamar,, sedangkan ke dua mama mereka hanya tersenyum sambil menatap mereka berdua bergantian,, karna mereka sudah berpengalaman dengan hal hal seperti itu,, jadi mereka cukup faham dengan tingkah anak anak mereka yg menurut mereka sangat lucu....
"kalian lagi ngapain tadi di dalam,,,? tanya mama Intan kepo...
"ngga ngapa ngapain ko tan,, cuma ngobrol aja,, jawab Bela berbohong...
sedangkan Maik yg berada di belakang Bela hanya terdiam dan menggaruk garuk kepalanya yg tidak gatal itu....
"ya udah kalau gitu,, ayo kita turun ke bawah,,! karna ada hal penting yg mau di bahas,, kata mama Indira...
"iya ma,, nanti kita nyusul,, mama dan tante duluan aja,, kata Bela...
__ADS_1
"ya uda,, ayo In,, biarin aja mereka,, mungkin ada sesuatu yg mau mereka bicarakan sebentar,,,, sambung mama Intan dan segera menarik tangan mama Indira dan melangkah pergi....