Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
Bab 29. Perjuangan Bela.


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan begitu cepat. Kini Bela sudah memasuki semester 4 di Kampus ternama tempat dia kuliah. Setahun sekali Baru Bela bisa pulang ke Indonesia, untuk melihat keluarganya. Begitu juga dengan ke dua sahabatnya yang sama-sama berkuliah dengannya di Kampus yang sama.


Di Amerika Bela, Sari dan Mita tinggal di sebuah apartemen sederhana. Mereka tinggal di kamar yang bersebelahan. Sambil kuliah, Bela dan ke dua sahabatnya memilih untuk bekerja. Bela bekerja di sebuah tokoh obat. Sedangkan Sari dan Mita bekerja di minimarket.


Untung saja di tempat mereka kerja, mereka mendapat sif sore. Jadi pagi harinya mereka kuliah, dan sorenya mereka berangkat kerja sampai pukul 10 malam baru mereka pulang.


Bela dan kedua temannya memilih untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Mereka memilih untuk bekerja, karena mereka bertiga berasal dari keluarga yang di bilang sederhana. Mereka bertiga bukan anak orang kaya seperti teman-teman kuliah mereka yang lain. Jadi walaupun mereka kuliah dengan beasiswa, tapi mereka juga punya banyak kebutuhan lain. Dan karena itulah mereka memilih untuk bekerja biar tidak membebankan orang tua mereka di Indonesia.


Pukul 12:30, Bela dan teman-temannya sudah selesai menerima mata kuliah, dan mereka semua sudah bersiap-siap untuk pulang. Tapi mereka di suruh menunggu oleh senior mereka karena ada informasi yang mau di sampaikan dari pihak Kampus.


"Selamat siang semuanya,, saya sebagai utusan dari Kampus ingin memberitahukan, kalau hari senin kalian di minta untuk berpakaian rapi. Karena ada beberapa pengusaha sukses dari beberapa negara yang akan berkunjung ke sini." Kata salah seorang Mahasiswa senior di Kampus itu.


Para mahasiswi yang mendengar apa yang di sampaikan senior mereka itu jadi heboh, karena kebanyakan yang kuliah di Kampus ternama itu adalah anak-anak dari para pengusaha sukses. Dan sudah pasti mereka juga ingin mendapatkan pendamping hidup dari pengusaha sukses pula.


Sedangkan Bela dia biasa-biasa saja karena tujuannya hanya ingin meraih cita-cita, dan dia juga sudah merasa trauma menjalin hubungan dengan pengusaha sukses. Bela sudah kapok menjalin hubungan dengan pengusaha, karena menurut dia semakin suksesnya laki-laki, semakin membuat mereka bertingkah seenaknya.

__ADS_1


Bela tidak ingin memikirkan laki-laki, walaupun dia masih sangat muda dan cantik. Di Kampus tempat dia kuliah, banyak sekali laki-laki yang suka padanya, dan selalu mengutarakan perasaan mereka tapi Bela selalu menolaknya.


Bela sudah menutup pintu hatinya untuk semua laki-laki, yang dia pikirkan hanyalah kebahagiaan juga masa depan anaknya. Bela tidak ingin Putri cantiknya itu menderita, walaupun dia hidup tanpa sosok seorang Ayah di sampingnya. Bela sudah siap untuk berjuang menjadi Ibu sekaligus Ayah untuk putri cantiknya itu.


Setelah sampai di apartemennya, Bela langsung memilih untuk beristirahat, karena sore nanti dia harus berangkat kerja. Pukul 4 sore Bela sudah berada di toko. Karena kepribadiannya yang baik juga sopan, sehingga membuat Bela sangat di senangi oleh bos, juga kariyawan lain yang bekerja di situ. Apalagi Bela sangat rajin dan disiplin dalam bekerja.


Pukul 11 malam, Bela baru sampai di apartemen. Dia lihat pintu apartemen kedua sahabatnya masih terkunci, akhirnya dia langsung masuk ke apartemennya dan memilih untuk mandi. Selesai mandi dan berpakaian, Bela memilih untuk langsung tidur. Bela tidak ingin menunggu kedua sahabatnya itu, karena Bela berfikir, mereka pasti sedang bersama pacar baru mereka masing-masing.


Pukul 6:30 pagi, Bela yang kaget dengan alarm yang dia letakan tepat di samping kepalanya, segera buru-buru turun dari tempat tidur, dan bergegas untuk langsung mandi. Selesai mandi dia langsung berpakaian dan berdandan.


"Kalian berdua cantik bangat." Kata Bela sambil kembali fokus ke cermin di depannya.


"Kamu tu yang cantik, berdandan ngga berdandan tetap saja cantik." Kata Sari.


"Iya benar, kamu tu dari Indonesia, tapi ngga kalah cantik dengan orang di negara ini, karena muka kamu seratus persen barat." Sambung Mita.

__ADS_1


"Ya aku tu lebih suka muka Indonesia, tapi ya begitulah, wajahku seratus persen barat." Kata Bela sambil meraih tasnya, dan melangkah pergi menuju pintu.


Bela dan kedua sahabatnya setiap hari berangkat ke Kampus menaiki bus. Mereka tidak pernah naik taksi, terutama Bela. Karena menurut mereka, naik bus lebih menghemat.


Tidak memakan waktu lama mereka sudah sampai di Kampus. Mereka melangkah memasuki Kampus, dan melihat sudah ada banyak sekali teman-teman mereka, yang berkumpul di tempat acara akan di langsungkan.


Tanpa menunggu lama, Bela, Mita, dan Sari pun langsung ikut bergabung. Sampainya di sana, mereka mendengar para Mahasiswi sedang menceritakan seorang pengusaha muda, dan tampan yang juga akan datang sebentar, dan pengusaha muda itu datang dari London.


Semua Mahasiswi yang ada sudah sangat heboh, mereka sudah tidak sabar untuk melihat pengusaha tampan itu, karena yang akan datang sebentar ini, semuanya sudah tua dan beristri, hanya pengusaha dari London itu, yang masih lajang juga masih muda dan tampan.


Mita dan Sari juga sudah ikut heboh, karena mendengar cerita tetang pengusaha muda itu. Karena merasa risih dengan kehebohan teman-temannya, akhirnya Bela memutuskan untuk menjauh dan berdiri, di teras gedung tempat acara akan di langsungkan.



Bela berdiri di sana seorang diri sambil tersenyum, karena dia teringat dengan putri cantiknya yang sekarang sudah bisa berjalan. Enjel sekarang sudah berusia dua tahun, dia sudah bisa jalan dan berbicara walaupun tidak terlalu jelas. Dan itu yang membuat Bela selalu tersenyum, dan menangis di saat dia teringat kepadanya.

__ADS_1


Bela sangat merindukan putri kecilnya itu, dan dia ingin sekali melihat pertumbuhannya. Tapi mau bagaimana lagi, dia hanya bisa menyayangi dan memantau perkembangannya dari jauh. Sebenarnya semua itu sangat berat bagi Bela, tapi apapun yang terjadi, dia harus menjalaninya, karena yang dia lakukan semata-mata hanya demi masa depan putrinya.


__ADS_2