Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
Bab 26. Malaikat Kecil.


__ADS_3

Setelah beberapa bulan berlalu, Bela masih tidak bisa melupakan Maik, ayah dari anak yang ada di dalam kandungannya itu. Sekarang kandungan Bela sudah memasuki sembilan bulan, dan hanya tinggal menunggu hari, malaikat yang tidak berdosa itu akan lahir ke dunia, tanpa ada sosok Ayah yang menantinya.


Semakin membesar kandungannya, semakin besar pula rasa benci dan sakit hati Bela kepada Maik. Dia sangat membenci Maik yang mencampakannya dalam keadaan seperti itu. Rasa benci yang ada dalam diri Bela, sudah mengalahkan rasa cintanya kepada Maik.


Bela tidak bisa melupakan Maik, bukan karena dia terlalu mencintai Maik, melainkan dia terlalu membencinya. Bela sudah bersumpah, kalau dia tidak akan perna melupakan apa yang Maik lakukan padanya, dan dia sudah memutuskan untuk melupakan laki-laki pengecut itu.


Sedangkan Maik, dia suda menetap di London, dan sekarang dia sudah semakin sukses. Maik sudah menjadi seorang pengusaha muda yang sukses dan di segani banyak orang. Dengan hasil kerja kerasnya, sekarang Maik sudah memiliki segalanya.


Maik memilih untuk tinggal menetap di Lindon, setelah beberapa bulan Bela pergi meninggaljannya. Dan di sana dia sudah memiliki perusahan sendiri yang sangat besar, dan terkenal di berbagai negara.


Kedua orang tuanya, selalu berusaha untuk menjodohkannya dengan anak-anak pengusaha, juga anak-anak pejabat. Tapi Maik selalu menolaknya. Maik melakukan semua itu, bukan karena dia masih mencintai Bela, tapi dia hanya ingin fokus dengan bisnisnya. Karena menurut Maik, dia belum tentu bahagia setelah memiliki pendaping hidup. Apalagi dia sudah pernah di sakiti, oleh seorang wanita yang sangat dia cintai.


Bukan hanya Bela yang membenci Maik, Maik pun sangat membenci Bela, tapi selama berpisah dengan Bela, Maik tidak bisa membuka hatinya untuk wanita lain. Dan karena hal itu sehingga orang tuanya, selalu berusaha menjodohkannya dengan banyak wanita.

__ADS_1


Maik sering menghabiskan malamnya di bar, tapi hanya untuk sekedar minum bersama teman-temannya. Dan setelah sudah mabuk, dia langsung memilih untuk pulang.


Di rumah besar yang dia beli dengan hasil kerja kerasnya itu, Maik hanya tinggal bersama beberapa orang pembantu, dan satu orang supir. Semua orang yang bekerja di rumah itu, sangat suka dengan sikap Maik, yang begitu ramah dengan mereka. Tapi mereka selalu merasa kasihan, melihat Maik yang hidup seorang diri.


*************


Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Bela yang sudah berada di ruang oprasi, tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata, karena pada hari itu, ada beberapa wanita yang juga akan melahirkan, dan mereka semua di temani oleh suami-suami mereka. Hanya Bela yang tidak di dampingi oleh suaminya, dan itu membuat hatinya sangat sedih, dan dia semakin membenci Maik.


Semua keluarga Bela sangat bahagia, setelah mlihat bayi perempuan yang sangat cantik seperti Mamanya. Bela pun sangat bahagia melihat putrinya lahir dengan selamat dan sempurnah. Tapi dalam hatinya menangis, mengingat nasib anaknya yang lahir ke dunia tanpa sosok Ayah.


Setelah empat hari berlalu, Bela dan bayinya sudah di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Bela yang melihat perhatian kedua orang tuanya, kepada dia dan anaknya, merasa sangat bersukur memiliki mereka. Karena dia tidak tahu yang sebenarnya terjadi.


Kehadiran malaikat kecil itu, dapat merubah kehidupan Bela dengan sekejap. Bela sudah lebih banyak tersenyum, dan lebih bersemangat dalam menjalani hari-harinya. Dengan semangatnya, Bela meminta kepada Papanya untuk mengurus semuanya, agar dia bisa mengikurti ujian bersama teman-temannya, yang tinggal beberapa bulan lagi.

__ADS_1


**********


Bela memutuskan untuk mengikuti ujian, karena dia ingin menggapai cita-citanya demi masa depan putri kecilnya itu. Bela ingin membuktikan kepada semua orang, kalau dia bisa membesarkan, dan memberikan hidup yang layak untuk anaknya, walaupun tanpa suami.


Selama mengandung, Bela setiap hari mengikuti pelajaran di rumah melalui aplikasi ruang guru. Dan orang tuanya juga sudah mengatur semuanya dengan pihak sekolah, agar dia tetap bersekolah walaupun tanpa harus hadir di sekolah. Pihak sekolah pun menerimanya, karena mereka melihat semangat Bela yang bersungguh-sungguh ingin melanjutkan sekolahnya.


Beberapa bulan berlalu, dan sekarang Bela sudah selesai mengikuti ujian. Bela lulus dengan nilai terbaik. Bela dan keluarganya sangat bersukur, karena Bela mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Amerika.


Bela sangat bersemangat untuk melanjutkan kuliah di Amerika. Karena Mita dan Sari, sahabat akrabnya itu juga melanjutkan kuliah di sana, dengan beasiswa yang sama dengan Bela. Selain itu, keluarganya juga sangat mendukungnya, dan mereka siap untuk merawat putrinya yang masih berumur enam bulan itu.


Sebenarnya Bela sangat berat meninggalkan putrinya yang masih kecil itu, tapi mau dan tidak mau dia harus pergi, karena semua itu demi masa depan putrinya. Untung saja sejak lahir Bela tidak memberikan asi kepada putrinya, jadi tidak terlalu sulit untuk meninggalkannya bersama kakek neneknya.


Sebenarnya, Bela ingin sekali memberikan asi kepada putrinya sejak lahir, tapi dia tidak bisa melakukan itu, karena masalah putingnya yang tidak bisa di susui oleh anaknya. Mereka sudah melakukan berbagai macam cara, untuk membuat ****** Bela lebih keluar lagi, namun tidak ada yang berhasil. Akhirnya mereka memutuskan untuk memberi susu formula, kepada putri Bela yang di beri nama Enjel. Karena dia seperti malaikat penyemangat hidup Bela.

__ADS_1


__ADS_2