
Maikhel pulang kantor pukul jam 8 malam,, karna ada banyak kerjaan jadi dia pulang terlambat,, sesampinya di rumah,, dia langsung beranjak ke kamar,, dia melepaskan pakaiannya dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya...
selesai mandi dan berpakaian,, Maikhel turun ke dapur untuk makan malam sama mama,, papa dan adiknya,, mereka makan tanpa ada yg bersuara,, begitulah kebiasan keluarga mereka,, kalau sedang makan ngga bole bercerita apalagi bercanda...
karna sudah selesai makan,, Maikhel berdiri duluan dan hendak ke kamarnya,, tapi baru melangkah dua langkah,, dia suda di panggil mamanya...
"Maik,, mama sama papa mau ngomongin hal penting,,, kata mamanya..
"kalau gitu aku tunggu di depan ma,, jawab Maikhel sambil melangkah ke ruang keluarga...
tidak berapa lama,, papa dan mamanya sudah menyusulnya dan duduk tepat di hadapannya..
"Maik,, kapan kamu punya waktu luang,,? tanya papa nya..
"ya,, aku sih ngga ada waktu luang pa,, malahan akhir akhir ini,, pekerjaanku banyak bangat pa,, jawab Maikhel...
"memangnya ada apa pa,,? tanya Maikhel..
"gini Maik,, papa sama mama sudah berbicara sama om Ferdi dan tante Indira,, untuk mau mempertemukanmu sama Bela..
kata mama Intan...
"buat apa ma,,? tanya Maikhel malas..
"ya kalian kan calon pengantin,, jadi harus ketemu dong,, biar saling kenal,,, jawab mamanya sedikit kesal...
__ADS_1
"aku blum ada waktu ma,, lagian kan Bela masih sekolah, mana bisa nikah,,? suruh aja Bela kirim fotonya ke mama biar kita lihat,, nanti aku juga kirim foto aku buat mereka lihat,,...
jelas Maikhel..
"hhhhhm,,, gimana pa,, tanya mama Intan ke suaminya..
"ya udah ma,, mau gimana lagi,,? nanti aja kita atur lagi waktunya kalau Maikhel udah punya waktu.. jawab papa Antoni...
"ya udah kalau gitu,, besok mama telfon Indira dan jelasin,, biar mereka ngga nunggu,, dan meminta Bela untuk mengirim fotonya biar kita bisa lihat wajahnya yg skarang pa,, pasti dia cantik,, ke bule bulean gitu sama kaya papanya... kata mama Intan sabil senyum senyum membayangkan wajah Bela calon menantunya...
selesai berbincang bincang,, Maikhel beranjak pergi ke kamarnya,, di kamar,, Maikhel kembali teringat kepada wanita yg di perkosanya waktu di bali,, entah apa yg membuat Maikhel selalu memikirkan wanita itu,, sedangkan ada banyak wanita cantik di luar sana yg rela temanin dia walau hanya untuk menjadi pemuas nafsu sesaat...
*********
pagi hari yg cerah,, Bela dan mamanya lagi sibuk menyiapkan sarapan di dapur,, karna hari libur,, jadi Bela memilih untuk tetap di rumah,, Bela tidak mau ke pasar bersama orang tua dan adiknya,, dia memilih untuk bersih bersih rumah saja,,...
("halo Tan,,, kata mama Indira yg seketika membuat Bela mematung di depan tempat cuci piring saking tegangnya...
("In aku mau kasih tau sama kalian,, kalau Maikhel belum ada waktu libur,, akhir akhir ini,, pekerjaannya banyak sekali,, jadi kita mungkin belum bisa ke situ,, tapi kalau Maikhel sudah punya waktu,, aku segera mengabari kalin,,, ok,,,? kata mama Intan..
("ooooo gitu,, ngga apa apa Tan,, kita tu,, dari kalian aja aturnya gimana.. balas mama Indira....
"iya In,, tapi kalau bisa,, kamu tolong kirim foto Bela yg skarang dong,,,! aku pengen lihat In,, kata mama Intan..
("oooo iya Tan,, nanti aku suruh Bela buat kirim.... jawab mama Indira,,....
__ADS_1
selesai mengobrol dengan mama Intan,, mama Indiria segera melanjutkan pekerjaannya di dapur yg tadi sempat tertunda karna telfon dari mamanya Maikhel,, karna sibuk dan buru buru mau ke pasar,, akhirnya mama Indira lupa memberitahukan Bela untuk mengirim fotonya buat keluarga Maikhel,, sedangkan Bela yg juga lagi sibuk dengan piring kotornya,, hanya terdiam tanpa mau menanyakan soal pembicaraan mamanya dengan mamanya Maikhel tadi...
selesai sarapan,, mama papa dan adik Bela langsung berangkat ke pasar,,, sedangkan Bela hanya di rumah,, dia membersihkan setiap sudut rumahnya,, setelah semuanya selesai,, dia segera mandi dan berpakaian santai,, kemudian dia duduk di depan jendela seperti biasanya...
Bela termenung di depan jendela,, tiba tiba matanya tertuju ke arah pohon mangga yg ada di samping rumahnya,, ada beberapa buah mangga yg tergantung di atasnya,, seketika,, dia langsung ngiler,, saking menginginkan buah mangga yg masih muda itu,, tanpa berfikir panjang,, Bela segera beranjak dari duduknya dan berjalan ke samping rumah menuju pohon mangga yg dia lihat tadi,, setelah sampai di bawah pohon mangga,, Bela langsung memanjat pohon mangga itu,, dia memanjat berulang ulang tapi tetap ngga bisa,, akhirnya dia menyerah dan memutuskan untuk kembali ke kamarnya,, setelah dia berjalan beberapa langka,, dia merasa seperti mengijak sesuatu,, dia mengangkat kakinya dan melihat apa yg di injaknya itu,, serentak senyum mengembang di bibir tipisnya,, karna yg dia injak itu adalah buah mangga yg jatuh,, dengan segera dia langsung memungutnya dan berlari ke dalam rumah...
Bela sangat menikmati buah mangga yg dia pungut itu,,, selesai memakan mangga itu,, dia kembali ke kamarnya,, dia naik ke atas ranjang dan menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang,, Bela mengelus ngelus perutnya sambil berbicara dalam hatinya...
"ya Tuhan,, apakah ini yg di namakan masa ngidam,,,? aku tau,, setiap wanita pasti akan merasalan hal ini,, tapi tolong Tuhan,, bantulah aku agar bisa menahan diri,, aku tidak mau orang tuaku curiga dan mengetahui kehamilanku ini...
"aku ngga sanggup kalau mereka mengetahui yg sebenarnya,, aku ngga bisa kasih tau papa dari bay ini,, karna aku sendiripun ngga tau siapa laki laki brengsek itu,, dan aku ngga mau tau,, dan ngga mau melihat wajahnya lagi...
"maafkan aku,, aku tidak membencimu,, aku sangat menyayangimu,, tapi aku sangat membenci papamu yg brengsek itu,, karna dia sudah merusak hidupku,, dan karna perbuatan biadapnya itu,, sampai kamu bisa hadir di dalam perutku di waktu yg tidak tepat,,, hika....hiks....hika...hiks....
Bela berbicara dan menangis sambil mengelus ngelus dan menatap perutnya yg masih rata itu...
**********
mama Intan di Italia merasa bingung,, karna Bela belum juga mengirim fotonya,,padahal sudah dua minggu berlalu ketika mama Intan menelfon mama Indira,,, sedangkan Maikhel tidak pernah menanyakan tentang Bela ataupun foto Bela yg mau di kirim Bela.
dan karna itulah,, mama Intan ingin secepatnya mempertemukan mereka...
"apa mereka lupa ya,,,? kata mama Intan,,
"aku telfon aja lagi,, takutnya Indira lupa kasih tau Isabel,, dia kan sangat pelupa... tambah mama Intan...
__ADS_1
sedangkan Bela di jakarta,, makin hari makin parah ngidamnya,, tapi dia selalu berusaha agar tidak di ketahui atau di curigai orang rumah atau teman temanya di sekolah selain Mita dan Sari yg memang sudah mengetahuinya sejak awal...
kadang kadang,, dia menangis kalau keinginannya untuk makan sesuatu datang di tengah malam,, dia menanggung beban yg berat itu sendirian,, karna penderitaan yg dia alami itu,, membuat dia sangat murka kalau dia teringat laki laki biadap yg telah membuatnya seperti itu,, yg tak lain adalah Maikhel calon suaminya...