
Pagi itu udara terasa begitu dingin menembus tulang. Maik yang baru saja memasuki kamar dengan membawa beberapa kantong kresek di tangannya, seketika mematung saat melihat apa yang sedang di lakukan putri kecilnya. Angel yang sama sekali tidak menyadari keberadaan Maik di depan pintu, sedang sibuk menarik selimut untuk menutupi tubuh Bela. Namun gerakan tangan mungilnya membuat Bela tiba-tiba terbangun.
"Sayang,, apa yang kamu lakukan?" Tanya Bela dengan tampang bingung bercampur kaget. Melihat Angel yang sudah bertenaga.
"Ma,, aku ingin menutupi tubuh Mama dengan selimut biar ngga dingin." Jawab Angel dengan kata-kata yang belum terlalu jelas.
Mendengar jawaban Angel mata Bela seketika berkaca-kaca. Sebagai seorang Ibu, Bela benar-benar terharu dengan perhatian putri kecilnya. Begitupun dengan Maik yang sedang menatap mereka dari depan pintu. Maik semakin tidak ingin jauh dari Angel karena hatinya sudah terlanjur mencintainya.
"Ma,, kita di mana? Kakek sama Nenek ada di mana? Apa mereka tidak rindu padaku?" Pertanyaan Angel yang membuat Bela semakin bersedih sampai tidak bisa untuk berkata-kata.
Melihat keadaan Bela yang sudah terisak sambil mendekap Angel dalam pelukannya. Maik langsung melangkah mendekat ke arah tempat tidur. Dari jauh Maik sudah melebarkan senyum saat kedua mata Angel tertuju padanya. Namun Angel yang masih kebingungan dengan tempat mereka berada saat itu. Hanya terdiam sambil membalas pelukan Ibunya dengan sangat erat.
"Ma,, siapa Om itu? Dan mengapa Mama menangis? Apa Om itu akan menyakiti kita?" Tanya Angel sambil menyembunyikan wajahnya di dada Bela.
__ADS_1
"Tidak sayang. Om bukan orang jahat. Coba kamu lihat apa yang Om bawa buat kamu dan Mama." Ucap Maik yang sudah berdiri tepat di belakang Bela.
Sebenarnya hati Maik begitu teriris mendengar sebutan Om yang keluar dari mulut putrinya. Namun dia tetap berusaha tegar menerima semuanya. Ikatan batin tidak pernah bisa di putuskan. Kasih sayang seorang Ayah telah Maik tunjukkan. Saat Angel terbangun dan meminta segelas susu kala Bela masih terlelap. Karena tidak ada persediaan. Maik memilih untuk menyebrangi jalan menuju mini market yang di buka 24 jam untuk membeli susu anak usia Angel.
Pada saat Maik memberikan sebotol susu kepada Angel. Angel langsung minumnya sambil memeluk sebelah tangan Maik. Saat itu kesedihannya Maik tak bisa tertahankan. Laki-laki berwajah datar itu langsung meneteskan air mata saat kecupannya mendarat di kening Angel. Dia benar-benar merasa arti seorang Ayah dari sentuhan tangan mungil putrinya.
"Ma,, aku mau minum susu." Ucap Angel sambil menatap Bela yang sedang menghapus air matanya.
"Ini susunya. Dia harus rajin mengkonsumsi susu ini biar bertenaga." Ucap Maik sambil mengulurkan tangannya yang memegang sebotol susu hangat.
"Dari mana kamu beli susu di waktu sepagi ini?" Tanya Bela bingung.
"Di seberang jalan ada mini market yang buka 24 jam. Semalam aku membelinya ke sana karena dia meminta susu. Dan ini susu yang cocok untuk kondisinya." Jawab Maik yang membuat Bela seketika mematung dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Dalam diam Bela mengenang kekasihnya beberapa tahun yang lalu. Yang sangat perhatian juga pengertian. Hati Bela pun tersentuh melihat ketulusan Maik terhadap putrinya. Tapi Bela tidak berharap bisa kembali seperti dulu. Dia sadar akan situasi yang sudah tidak memungkinkan. Dia hanya menginginkan kesembuhan putrinya. Karena kini Maik telah memiliki cinta juga calon anak dari wanita lain.
'Aku hanya mengharapkan kesembuhan Angel. Aku tidak ingin merusak hubungannya bersama wanita itu. Wanita yang sedang mengandung anaknya.' Batin Bela.
"Bela,, kamu harus sarapan dan bersiap-siap. Kita harus berangkat secepat mungkin sebelum ada yang mengetahui kepergian kalian berdua." Ucap Maik yang membuat Bela langsung bergegas turun dari tempat tidur.
"Ma,, Mama mau kemana?" Tanya Angel yang terlihat mulai mengantuk setelah meminum susu yang di berikan Maik.
"Mama harus bersiap-siap sayang. Soalnya sebentar lagi Mama akan membawamu jalan-jalan dengan pesawat." Jawab Bela yang membuat Angel tersenyum bahagia.
Setelah satu jam bersiap-siap. Maik akhirnya pergi meninggalkan hotel berbintang bersama Bela juga Angel. Melihat keadaan Bela yang tidak bertenaga. Maik memilih untuk menggendong Angel yang kebetulan masih tetap terlelap. Angel terlihat begitu tenang berada di dalam dekapan Mail. Dia benar-benar nyaman berada dalam kehangatan dekapan Ayah kandungnya.
Sampai di Bandara, tanpa menunggu lama Maik, Bela juga Angel segera masuk ke dalam sebuah jet pribadi milik rekan bisnis Maik. Dan hanya dalam waktu beberapa menit, mereka pun terbang meninggalkan Indonesia. Semua sudah Maik persiapkan sejak semalam. Dia rela mengeluarkan biaya untuk menyewa jet pribadi demi kenyamanan Angel juga Bela.
__ADS_1